Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Mau Si Kecil Nambah Berat Badan? Kenali Panduan MPASI Bayi 9 Bulan agar Gemuk

MPASI bayi 9 bulan agar gemuk

Moms, orang tua mana sih yang tak suka melihat si Kecil tumbuh sehat dengan berat badan yang cukup? Tentu, Anda pun demikian. Karenanya dalam artikel ini kita akan membahas bagaimana panduan MPASI untuk bagi 9 bulan agar gemuk dan tumbuh dengan baik.
Makanan Pendamping ASI (MPASI) memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan anak. Utamanya di usia 6–23 bulan, dimana anak-anak membutuhkan lebih banyak asupan gizi seimbang yang tak lagi cukup diperoleh dari ASI atau susu formula.
Nah, meski sekilas komposisi makanannya sama, akan tetapi pemberian MPASI saat bayi masih berusia 6 bulan, tentu akan berbeda ketika mereka sudah memasuki usia 9 bulan.
Karena dalam fase usia 9 bulan ini, si Kecil akan memiliki kemampuan makan yang lebih baik dan eksplorasi gerak yang lebih bebas. Sehingga, Moms dan Dads bisa memberikan asupan makanan dengan porsi lebih banyak, serta tekstur yang lebih beragam dari sebelumnya.
Lantas bagaimana sih panduan MPASI yang tepat untuk bayi 9 bulan agar gemuk dan sehat? Langsung simak ulasannya di bawah ini, ya, Moms!

Pembiasaan Makan Bayi

Langkah pertama dalam panduan MPASI untuk bayi 9 bulan adalah dengan melakukan pembiasaan makan yang tepat. Untuk itu, Anda dapat memperhatikan tiga hal di bawah ini:

1. Frekuensi Makan Lebih Sering

Seiring dengan pertumbuhan tubuh dan pertambahan usia bayi, tentu kebutuhan energi mereka juga akan bertambah. Karenanya, frekuensi makan juga akan lebih sering, Moms.
Menurut edaran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak usia 9 bulan, Anda dapat meningkatkan frekuensi MPASI si Kecil menjadi 3–4 kali makan besar dan 1–2 kali makan selingan (cemilan sehat).

2. Porsi yang Tepat

Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa seiring dengan pertumbuhan anak, kebutuhan energi mereka pun akan berubah juga. Saat berusia 9 bulan, bayi akan membutuhkan 300 kilo kalori (kkal) per harinya. Berbeda dengan saat usia 6 bulan, yang hanya berada di sekitaran 200 kilo kalori (kkal).
Untuk memenuhi kebutuhan energi si Kecil ini, Anda perlu membuat MPASI dengan porsi makan setengah mangkuk ukuran 250 ml, tiap makan.

3. Kebiasaan Makan yang Positif

Pembiasaan makan bayi yang sehat pun bisa Anda lakukan dengan mencontohkan kegiatan dan pola makan yang positif. Menurut Unicef, berikut ini cara membentuk kebiasaan makan yang positif untuk anak:
Membantu anak mengenali rasa lapar dan kenyang, sehingga si kecil akan sadar dengan kebutuhan tubuhnya.
Hindari menggunakan makanan sebagai hukuman maupun hadiah bagi si Kecil.
Hindari secara eksplisit melarang anak-anak untuk memakan makanan tertentu, seperti permen atau coklat. Ini justru dapat membuat anak semakin penasaran dan makin menginginkan makanan tersebut.
Hindari untuk memaksa anak menghabiskan makanan mereka dengan segera.
Atur porsi yang tepat dan sehat untuk anak.

Komposisi dan Bahan MPASI yang Sesuai

Setelah menerapkan pembiasaan makan yang sehat dan teratur pada bayi, maka selanjutnya adalah menyimak apa saja komposisi dan bahan MPASI yang sesuai. Berikut penjelasannya, Moms.

1. Karbohidrat

Sebagai salah satu makanan sumber energi untuk si Kecil, karbohidrat baiknya ada dalam komposisi MPASI. Contohnya nasi merah, ubi, kentang, biji-bijian, oats, gandum, dan berbagai sayuran dengan kandungan tepung lainnya.

2. Protein

Selain karbohidrat, protein juga sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Termasuk mendukung perkembangan fungsi otak, daya tahan tubuh, dan kesehatan si Kecil secara umum.
Protein ini juga dapat diperoleh dari sumber nabati dan hewani. Sumber hewani meliputi ikan, ayam, daging sapi, dan juga telur. Sementara sumber nabati dapat diperoleh dari kacang-kacangan.

3. Sayuran

Sayuran juga termasuk bahan makanan yang tidak boleh Anda tinggalkan. Selain mengandung vitamin, sayuran juga kaya akan antioksidan dan memiliki kandungan zat besi yang sangat penting untuk pertumbuhan si Kecil.
Anda dapat memilih sayuran hijau seperti bayam, brokoli, sawi, hingga wortel dan tomat yang memiliki rasa khas.

4. Buah-buahan

Sangat cocok dijadikan camilan sehat, buah-buahan juga masuk dalam komposisi wajib MPASI. Bahan pangan ini kaya akan vitamin, mineral, serat, bahkan air yang sangat baik untuk kesehatan tubuh si Kecil. Anda dapat memilih buah-buahan yang menyegarkan dan mengenyangkan seperti semangka, mangga, jeruk, alpukat, dan banyak lainnya.

5. Lemak Sehat

Selanjutnya, lemak sehat juga sangat penting untuk pertumbuhan si Kecil, Moms. Anda dapat memenuhi kebutuhan lemak sehat ini dari sumber nabati dan hewani. Sumber hewani lemak sehat ini bisa diperoleh dari ikan, daging ayam dan sapi, juga telur. Sementara sumber nabati dapat diperoleh dari kacang-kacangan dan buah alpukat.

Jadwal dan Menu MPASI yang Tepat

Setelah menyimak komposisi dan bahan yang perlu ada dalam MPASI si Kecil, Moms bisa mengatur jadwal dan menu MPASI yang tepat dengan inspirasi di bawah ini:

Pagi (08:00)

Dapat diberikan 2 jam setelah minum susu formula atau ASI, MPASI sarapan ini bisa Anda berikan dengan menu yang ringan namun tetap bergizi tinggi. Sebagai contoh, Moms dapat memadukan bubur oatmeal dengan potongan buah dan topping yogurt yang menyegarkan.


Cara menghidangkan:

  1. Masak oatmeal hingga lembut,
  2. tambahkan potongan buah seperti pisang atau apel yang sudah diiris kecil-kecil, campurkan dengan yogurt.

Camilan Pagi (10:00)

Di sela-sela sarapan dan makan siang, Moms bisa menyajikan camilan yang lezat dan ringan untuk si Kecil. Misalnya memberikan potongan keju yang asin dan gurih, bersamaan dengan potongan buah yang lembut nan segar.


Cara:

  1. Potong keju sesuai dengan kemampuan genggam anak,
  2. Sediakan buah yang lembut seperti pepaya atau alpukat, kemudian potong dan bersihkan.
  3. Hidangkan pada si Kecil untuk dicamil secara mandiri, ya, Moms.

Siang (12:00)

Sementara untuk makan siang, Moms dapat menyediakan menu dengan gizi yang lebih kompleks. Misalnya memadukan nasi tim dengan daging sapi cincang dan sayuran segar.


Cara Menyajikan:

  1. Siapkan beras merah atau putih, bersihkan.
  2. Cincang daging sapi, wortel, dan bayam agar lebih mudah matang ketika ditumis.
  3. Siapkan bumbu-bumbu untuk menumis daging sapi cincang dan sayuran.
  4. Masak nasi dengan daging sapi cincang dan sayuran seperti wortel dan bayam.
  5. Sajikan untuk si Kecil ketika MPASI sudah dingin, ya.

Camilan Sore (15:00)

Camilan sore dapat Anda berikan di sela makan siang dan malam, tepatnya di pukul 3 sore. Anda dapat memberikan biskuit bayi dengan paduan selai kacang yang rendah gula untuk si Kecil.

Sore (18:00)

Setelah cemilan super ringan namun lezat di sore hari, Anda dapat memberikan MPASI dari kentang tumbuh dengan ikan dan brokoli sebagai makan malam si Kecil.
Kombinasi ini akan memenuhi kebutuhan protein, mineral, serat, hingga karbohidrat kompleks untuk anak.


Cara Menyiapkan:

  1. Siapkan kentang, kupas dan potong kecil-kecil, cuci hingga bersih.
  2. Siapkan ikan, bersihkan dari durinya.
  3. Sayuran seperti brokoli dan wortel yang bisa Anda iris kecil-kecil, lalu cuci hingga bersih.
  4. Selanjutnya kukus kentang, ikan, dan brokoli.
  5. Anda bisa menambahkan sedikit seasoning seperti memberi sedikit garam, minyak bawang, dan sejenisnya untuk memperkaya rasa.
  6. Lumat hingga halus dan suguhkan kepada si kecil saat sudah lebih dingin.

Camilan Malam (20:00)

Jika berat badan si Kecil belum ideal, Moms bisa memberikan camilan malam yang sehat. Seperti membuat puree buah atau bubur susu yang lembut, ringan, namun memiliki gizi yang baik untuk pertumbuhan si Kecil.


Cara menyiapkan:

  1. Siapkan buah yang lembut agar mudah dihaluskan, misalnya mangga atau pisang.
  2. Setelah itu tambahkan susu formula ke dalam lumatan buah untuk menciptakan tekstur seperti bubur.
  3. Langsung sajikan pada si Kecil selagi MPASI masih segar.

Lengkapi Informasi Bunda Dengan Saran Dokter

Ketika menghadapi berat badan anak yang sulit naik, tentu Moms dan Dads akan sangat khawatir. Terkadang, menentukan menu MPASI yang tepat pun bisa jadi dilematik, karena ada banyak pertimbangan yang dipikirkan.
Kalau sudah buntu begini, ada baiknya Moms dan Dads menambah wawasan diri dengan konsultasi langsung bersama dokter dengan layanan Baby Packages di Granostic. Mengapa begitu?

1. Konsultasi Berkala

Melakukan kunjungan ke dokter dan tenaga medis terkait sangatlah penting, sebagai bagian dari konsultasi kesehatan si Kecil secara berkala. Dengan begitu, Moms dan Dads akan dapat menyimak bagaimana kondisi tubuh si Kecil, seperti apa perkembangan fisik mereka, juga bagaimana kesiapannya terhadap program MPASI yang hendak diberikan.

2. Pengenalan Tekstur

Bersama dokter anak, Anda pun dapat memperoleh informasi mengenai berbagai jenis tekstur MPASI dan tahapan pemberiannya pada si Kecil. Karena meski kandungan gizinya relatif sama, akan tetapi sangat penting untuk memperhatikan tekstur MPASI yang tepat agar si Kecil tidak tersedak ketika menyantap makanannya.

3. Porsi dan Nutrisi

Setiap usia si kecil, kebutuhan mereka akan makanan juga berbeda-beda. Misalnya pada usia 6 bulan, si Kecil hanya membutuhkan energi sekitar 200 kilo kalori (kkal), sedangkan ketika berusia 9 bulan akan membutuhkan 300 kilo kalori (kkal).
Karena itu porsi makanannya pun perlu diperhatikan, Anda tidak dianjurkan untuk memberikannya secara berlebihan. Demi mencegah berbagai masalah gizi pada si Kecil.

4. Hindari Makanan Berisiko

Dengan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin bersama dokter anak, Anda juga akan mendapatkan pengetahuan lengkap mengenai kesehatan si Kecil. Termasuk potensi reaksi tubuh anak terhadap makanan yang mereka konsumsi. Sehingga orang tua juga akan paham dan dapat menghindari makanan yang berisiko untuk kesehatan anak.

5. Pantau Alergi

Anak-anak juga sangat rawan terkena alergi, baik karena lingkungan yang tak sehat maupun akibat makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan berkonsultasi secara rutin, Anda pun dapat memantau alergi yang diidap si Kecil, mencegahnya kambuh, juga meminimalisir keparahan gejalanya jika kambuh.

Urusan MPASI si kecil bisa cukup rumit, apalagi kalau Moms ingin meningkatkan berat badannya secara sehat. Sangat perlu dukungan dokter yang membantu menganalisa kesehatan si Kecil dan mendampingi membuat rancangan MPASI yang tepat untuk bayi 9 bulan agar gemuk dan sehat.
Kabar baiknya, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter ini di Klinik Granostic. Selain berkunjung langsung ke klinik, Anda pun dapat berkonsultasi secara online dengan layanan Home Service.
Dapatkan pelayanan profesional, pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh, diagnosis dan arahan yang dipersonalisasikan dengan kesehatan dan pertumbuhan si Kecil.
Bagaimana, Moms? Sudah siap untuk mendiskusikan kebutuhan MPASI si kecil di Klinik Granostic? Klik tombol di bawah ini untuk mulai mengatur jadwal temu, ya!

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message