Ini Dia Bun! Panduan MPASI Bayi 8 Bulan

Saat memasuki usia 8 bulan, tentu pemberian MPASI mengalami sedikit perbedaan dari saat si Kecil masih 6 bulan. Lantas adakah panduan khusus MPASI untuk bayi 8 bulan?
Setelah memasuki usia 6 bulan, kemampuan makan (oromotor skills) pada bayi akan terus berkembang. Si Kecil pun akan memperlihatkan minat akan makanan lain selain susu formula atau ASI yang Moms berikan.
Hal inilah yang membuat pemberian MPASI sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak.
Namun, untuk bayi berusia 8 bulan sendiri tentu memiliki kemampuan oromotor yang berbeda dengan periode awal MPASI. Karenanya, pemberian MPASI di usia ini pun akan sedikit berbeda dari saat si Kecil berusia 6 bulan.
Lantas apa yang membedakannya? Serta bagaimana panduan pemberian MPASI yang tepat untuk bayi berusia 8 bulan? Langsung simak ulasan lengkapnya berikut ini, ya, Moms.
Pembiasaan Makan Bayi
Agar program MPASI yang dilakukan dapat memberikan manfaat optimal bagi si Kecil, Moms tentu harus bisa menerapkan pembiasaan makan yang tepat dan sehat untuknya.Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membentuk pembiasaan makan pada bayi:
1. Eksplorasi Tekstur
Saat memasuki usia 8 bulan, tentu anak akan sudah mulai terbiasa dengan jadwal MPASI yang Anda berikan sejak usia 6 bulan. Dalam periode ini, Anda bisa mulai bereksplorasi dengan tekstur MPASI.Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Anda dapat memberikan anak MPASI dengan tekstur puree (saring) dan mashed (lumat) di rentang usia 6–9 bulan.
Pada saat usia 8 bulan, Anda dapat memadukan berbagai jenis bahan makanan seperti sayur, buah, dan sumber protein serta lemak sehat untuk menjadi makanan lumat yang lembut. Sehingga anak dapat berkenalan dengan berbagai variasi tekstur dan rasa.
2. Makan Mandiri
Saat memasuki usia 8 bulan perkembangan fisik dan kemampuan si Kecil juga cukup pesat. Mereka jadi lebih memahami kata yang sering di dengar, memiliki keterampilan motorik serta koordinasi antara mata dan tangan, serta semakin aktif dalam mengeksplorasi gerak (menggapai sesuatu, berdiri, merangkak dan berjalan merambat).Karena kemampuan ini, Anda dapat mengajarkan pada si Kecil untuk makan secara mandiri. Tak hanya menyuapinya seperti biasa, Anda dapat memberikan cemilan berupa finger food yang dapat mereka pegang dan suapkan sendiri.
3. Rutinitas yang Konsisten
Selanjutnya, menetapkan jadwal makan yang konsisten dan teratur juga sangat penting untuk menerapkan pembiasaan makan pada si Kecil. Pastikan Anda mengatur jadwal dengan tepat dan mematuhinya, sehingga anak tidak akan menyepelekan waktu makan di masa mendatang.Jadwal Pemberian MPASI
Seperti yang disinggung sebelumnya, bahwa konsistensi adalah hal yang sangat penting dalam mengatur pembiasaan makan bayi. Karena itu, Anda perlu menetapkan jadwal pemberian MPASI yang tepat sesuai dengan rekomendasi ahli. Berikut penjelasan lengkapnya, Moms.1. Frekuensi Makan
Melansir dari rilis remis di laman Website IDAI, dikatakan bahwa bayi berusia 6–9 bulan baiknya diberi MPASI sebanyak 2–3 kali sehari, yang kemudian diselingi camilan sehat sebanyak 1–2 kali per harinya.Jumlah porsinya pun harus Anda perhatikan, yakni sebanyak 2–3 sendok makan dengan durasi waktu makan sekitar 3 menit. Porsi ini juga setara dengan setengah mangkuk yang berukuran 250 ml.
2. Waktu Makan
Sementara untuk waktu makan, Anda bisa menyesuaikan dengan jadwal bangun si Kecil dan kebiasaan menyusunya. Namun, IDAI pun memberikan contoh penerapan jadwal makan yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, yakni:- Pada pukul 06.00: Anda dapat memberikan ASI atau susu formula untuk si Kecil.
- Pada pukul 08.00: Anda dapat menyiapkan MPASI sebagai sarapan.
- Pada pukul 10.00: Berikan makanan selingan yang sehat seperti buah-buahan atau rebusan yang lembut.
- Pada pukul 12.00: Siapkan MPASI sebagai makanan utama atau makan siang.
- Pada pukul 14.00: Anda dapat memberikan ASI atau susu formula Kembali pada si Kecil.
- Pada pukul 16.00: Berikan cemilan sehat yang disenangi si kecil, hindari makanan mengandung gula atau natrium tinggi.
- Pada pukul 18.00: Anda dapat menyiapkan MPASI untuk makan malam si Kecil.
- Pada pukul 21.00: Berikan ASI atau susu formula untuk anak.
Komposisi dan Bahan MPASI yang Sesuai
Selain mengatur jadwal yang tepat dan menerapkan pola rutin, Anda pun perlu membuat MPASI dari bahan-bahan yang sesuai dan bergizi tinggi. Seperti yang ada dalam penjelasan berikut ini:1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi yang sangat baik untuk perkembangan tubuh si Kecil. Anda dapat memperoleh karbohidrat ini lewat kentang, beras merah, biji-bijian dan sayuran bertepung lainnya.2. Protein
Protein pun memiliki banyak manfaat untuk perkembangan si Kecil. Sebab, kandungan ini dapat membantu pembentukan antibodi si Kecil, yang sangat penting untuk sistem kekebalan tubuhnya.Antibodi ini berperan untuk membantu si Kecil melawan infeksi dan menjaga Kesehatan tubuh mereka secara keseluruhan. Protein pun diketahui dapat membantu anak-anak menjaga tingkat energi mereka agar stabil dan mendukung fungsi metabolisme tubuh.
Protein ini dapat diperoleh dari bahan hewani dan nabati. Bahan nabati yang dimaksud bisa dari kacang-kacangan, buah alpukat dan sejenisnya. Sementara bahan hewani berasal dari daging ayam, telur, daging sapi (merah), hingga ikan laut.
3. Sayuran
Sayuran pun tak boleh ketinggalan dalam komposisi MPASI untuk si Kecil. Sebab bahan pangan ini memiliki kandungan mineral, vitamin, dan nutrisi lain yang sangat dibutuhkan oleh si Kecil.4. Buah-buahan
Mengandung berbagai vitamin dan antioksidan, buah-buahan juga penting masuk dalam komposisi MPASI si Kecil. Apalagi rasanya yang segar, cenderung manis, dengan harum yang khas juga akan menarik perhatian anak-anak.5. Lemak Sehat
Lemak sehat pun menjadi salah satu gizi yang sangat penting ada dalam komposisi MPASI. Sebab lemak sehat, misalnya asam lemak omega-3, dapat membantu mengoptimalkan fungsi dan perkembangan otak balita.Selain itu, kandungan ini pun dapat membantu melindungi sel dan organ tubuh, mengoptimalkan Kesehatan mata, dan banyak lainnya.
Sumber lemak sehat ini pun beragam, Anda dapat memperolehnya dari buah alpukat, aneka olahan ikan laut, daging ayam maupun sapi, dan banyak lainnya.
Menu MPASI yang Sehat dan Tepat
Anda telah menyimak bahan-bahan apa saja yang baiknya ada dalam komposisi MPASI si kecil saat berusia 8 bulan. Nah, sekarang kita bisa mengintip sedikit apa saja inspirasi menu yang bisa Moms contek di bawah ini:Pagi (08:00)
Sebagai sarapan, Bunda dapat memberikan MPASI yang mengandung karbohidrat, tinggi serat, dan tambahan buah-buahan yang segar untuk meningkatkan energi si Kecil. Dalam hal ini, Anda dapat membuat bubur oat dengan potongan buah apel atau pir yang menyegarkan.Cara menyajikan:
- Siapkan oats secukupnya, yakni 1–2 sendok makan untuk si Kecil. Tambahkan air panas dan siapkan bubur oats.
- Cuci buah apel atau pir yang Anda siapkan kemudian potong sampai lembut, kemudian rebus atau kukus hingga lembut. Taburkan di atas bubur oats yang sudah matang.
- Tunggu dingin, kemudian sajikan untuk si Kecil.
Camilan (10:00)
Dua jam setelah sarapan, Anda dapat menyajikan cemilan atau makanan selingan untuk si Kecil. Karena kemampuan mereka dalam menggenggam dan meraih sesuatu sudah cukup baik, begitu pula dengan sinkronisasi gerak tangan dan mulut, Anda dapat memberikan finger food untuknya.
Cara menyajikan buah sebagai finger food:
- Pilih buah yang lunak dan mudah digigit oleh bayi, seperti alpukat, semangka, mangga, atau pisang.
- Kemudian potong buah sesuai dengan kemampuan genggaman dan gigitan mulut mereka.
Siang (12:00)
Sebagai makan siang, Anda bisa menyajikan menu utama dengan komposisi gizi yang lengkap untuk si Kecil. Misalnya dengan menyajikan nasi tim dengan topping daging ayam cincang dan sayuran rebus atau tumis.
Cara menyajikan:
- Siapkan sayur bayam atau wortel, Moms bisa memasaknya dengan cara merebus atau menumisnya untuk menambah cita rasa pada MPASI.
- Masak daging ayam kemudian cincang sampai halus,
- Selanjutnya masukkan beras bakal nasi tim ke dalam wadah untuk membuat nasi tim, juga kaldu dari tumisan daging ayam dan sayur-sayuran.
- Kukus hingga matang dan tampak semua elemen dalam MPASI tercampur dengan baik.
- Sajikan MPASI pada si Kecil setelah masakan lebih dingin, agar tidak meninggalkan luka di mulut anak.
Camilan (15:00)
Dua jam setelah makan siang, Anda dapat memberikan selingan makan atau camilan berupa yogurt atau biskuit bayi. Penting untuk memilih camilan yang rendah gula dan natrium, juga khusus dibuat untuk bayi, ya, Moms.Sore (18:00)
Untuk makan malam, Moms bisa memberikan hidangan yang hangat di perut si Kecil. Misalnya dengan kombinasi bubur kentang yang lembut dan paduan ikan serta sayuran yang lezat.
Cara membuatnya:
- Siapkan kentang, kupas dan bersihkan.
- Siapkan ikan, bersihkan dari duri dan kotoran.
- Siapkan wortel dan brokoli, bersihkan dan potong kecil-kecil.
- Kukus kentang, ikan, dan sayuran yang disiapkan, tambahkan bumbu secukupnya.
- Kemudian haluskan agar mudah si Kecil makan.
Pastikan Meminta Saran dan Konsultasi Ke Dokter
Memberikan MPASI untuk anak bisa cukup challenging, apalagi kalau anak menolak makanan yang diberikan. Tentu hal ini bisa membuat Moms dan Dads merasa frustasi.Tapi jangan keburu panik dan menyerah, ya. Sebab Anda dapat mendiskusikan permasalahan MPASI untuk anak ini langsung dengan dokter, misalnya lewat Klinik Granostic melalui layanan Baby Package ya Bun. Mengapa konsultasi langsung ini penting?
1. Konsultasi Berkala
Membuat janji temu dengan dokter dan melakukan cek kesehatan balita secara berkala sangatlah penting, Moms. Karena Anda bersama dokter dapat memantau bagaimana perkembangan tubuh si Kecil, termasuk meninjau kebutuhan gizi dan nutrisi anak.Tak hanya itu, lewat konsultasi berkala, Anda dan dokter pun akan dapat meninjau kesiapan anak untuk MPASI. Dalam hal ini, Moms bisa mengatur jadwal dan menentukan tekstur makanan sesuai dengan kesiapan si Kecil.
2. Pengenalan Tekstur
Meskipun komposisi MPASI untuk seluruh usia anak cenderung sama, namun tekstur makanannya harus tetap diperhatikan. Sebab, pertumbuhan fisik dan kemampuan oromotor anak di setiap tahapan usia pun berbeda-beda.Nah, dengan konsultasi bersama dokter, Anda dapat memperoleh arahan pengenalan tekstur yang tepat sesuai usia si kecil dan kemampuan mereka.
3. Hindari Makanan Berisiko
Dengan mengenali lebih baik kondisi kesehatan si Kecil, termasuk reaksi mereka terhadap jenis makanan tertentu, Anda juga bisa menghindari makanan berisiko.4. Pantau Alergi
Hal yang paling penting adalah dengan berkonsultasi dengan dokter, Anda akan dapat mengetahui dan mendeteksi sejak dini apabila terdapat masalah seputar kebiasaan makan anak. Termasuk memantau alergi makan mereka, sehingga Anda dapat mencegah alergi tersebut kambuh dan menekan risiko gejalanya untuk bertambah buruk.Nah, Moms, itu adalah penjelasan mengenai panduan MPASI untuk bayi 8 bulan yang perlu Anda tahu. Mulai dari bagaimana frekuensi, porsi, rekomendasi menu, dan komposisi MPASI, hingga pentingnya melakukan konsultasi dengan dokter.
Kabar baiknya, Anda dapat melakukan konsultasi ini di Klinik Granostic, loh. Lewat pelayanan yang tanggap, cepat, dan profesional, Anda dapat berkonsultasi serta mendiskusikan masalah MPASI dengan nyaman bersama tenaga kesehatan ahli kami.
Apalagi dengan layanan Home Service dari Klinik Granostic, yang akan memudahkan Anda terhubung dengan dokter kami kapanpun dan dimanapun Anda berada.
Nggak percaya? Langsung coba klik tombol Home Service di bawah dan langsung konsultasikan kebingungan Anda soal MPASI anak bersama ahlinya.

