MPASI Mulai Usia Berapa? Ketahui Detailnya Ya Bunda

Hi, Moms! Memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) memang sangat direkomendasikan untuk menunjang kebutuhan nutrisi dan gizi si Kecil. Namun tahukah Anda, sejak usia berapa sih MPASI ini baiknya mulai diberikan?
Seiring dengan tumbuh kembang si Kecil, tentu kebutuhan gizi dan nutrisi tubuh mereka pun akan berubah. Bahkan, periode pemberian MPASI termasuk masa yang penting dalam 1000 hari pertama kehidupan seorang anak.
Sebab di momen ini pula, si Kecil mulai belajar untuk makan, mengenal apa itu rasa lapar dan kenyang, serta mulai menjelajah rasa dan tekstur makanan baru. Terlebih jika Moms memberikan komposisi MPASI yang tepat, maka akan sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan si Kecil agar kian optimal, loh.
Nah, salah satu aspek yang perlu Moms perhatikan ketika memberikan MPASI pada si Kecil adalah waktu. Kira-kira Moms tahu nggak, mulai usia berapa MPASI baiknya diberikan pada si Kecil?
Agar tak salah, langsung simak penjelasannya di bawah ini, ya, Moms!
Idealnya MPASI Mulai Usia Berapa?
Menurut World Health Organization (WHO), MPASI sebaiknya mulai diberikan setelah bayi memasuki usia 6 bulan. Mengapa demikian?Asupan nutrisi dari MPASI akan sangat dibutuhkan oleh anak untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh mereka. Pada usia ini pula, sistem pencernaan nak kan mulai berkembang dengan lebih baik. Sehingga si Kecil dapat mencerna, mengolah, dan juga menyerap nutrisi dari bahan makanan lain selain ASI, Moms.
Selain itu, Anda juga bisa untuk meningkatkan variasi menu dan tekstur MPASI yang dapat dilakukan secara bertahap. Pertambahan ini dapat Anda lakukan dengan pertambahan usia si Kecil.
Pemberian secara bertahap ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi, serta kemampuan si Kecil dalam mengunyah makanan.
Indikator Sensorik dan Motorik
Selain menilik dari usia bayi, Anda juga bisa mulai mempertimbangkan indicator sensorik dan motoric untuk menilai kesiapan si Kecil untuk menerima MPASI.Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini beberapa indikator yang menunjukkan bayi siap MPASI. Apa saja?
1. Kontrol Kepala
Salah satu tanda si Kecil sudah siap untuk mulai diberi MPASI adalah saat mereka bisa menahan dan mengontrol kepalanya dalam posisi tegak sendiri.Tak hanya mampu menahan kepalanya, si Kecil juga dapat menjaga agar lehernya tetap tegak tanpa harus dibantu dengan sandaran atau sanggahan. Hal ini menunjukkan bahwa si Kecil dapat menjaga keseimbangan tubuhnya saat makan.
2. Duduk dengan Sedikit atau Tanpa Bantuan
Selain menjaga kepala dan leher tetap tegak, si Kecil yang sudah mampu duduk dengan sedikit atau tanpa bantuan juga menunjukkan kesiapan untuk MPASI, loh Moms. Bahkan akan lebih baik lagi, bila si Kecil sudah bisa mempertahankan keseimbangan tubuhnya ketika berusaha menjangkau atau meraih sesuatu.3. Kehilangan Refleks Ekstrusi
Si Kecil umumnya memiliki kemampuan untuk menghisap dan menjulurkan lidahnya selama fase menyusui ASI eksklusif, yang disebut refleks ekstrusi. Sehingga memudahkan si Kecil saat menyusu Moms.Akan tetapi, refleks ekstrusi akan kian berkurang Ketika bayi memasuki usia 6 bulan. Karenanya, pada usia inilah idealnya Anda bisa pelan-pelan memperkenalkan makanan pendamping untuk si Kecil.
4. Ketertarikan pada Makanan
Saat si Kecil sudah menunjukkan ketertarikan pada makanan tertentu, ini juga bisa menandakan bahwa Moms bisa mulai memberikan MPASI padanya.Bahkan, kadang-kadang si Kecil bisa sangat aktif menunjukkan rasa tertariknya pada makanan ini dengan meraih makanan yang Anda dan pasangan makan.
Contoh lainnya, ketika mereka membuka mulut saat Anda menyodorkan sendok atau ketika menyuapi makanan ke mulutnya, atau mencondongkan tubuh mereka untuk meminta makanan.
5. Keterampilan Mengunyah
Kesiapan si Kecil untuk menerima MPASI ini juga dapat dilihat dari kemampuan mereka dalam mengunyah makanan. Jika diasosiasikan dengan pertumbuhan gigi, maka seharusnya si Kecil sudah dapat mengunyah makanan mereka ketika berusia 7–9 bulan.Meski begitu, Moms juga perlu memperhatikan tekstur MPASI yang pas untuk si Kecil, karena mereka belum bisa mengunyah makanan dengan sempurna. Untuk bayi berusia 6 bulan, baiknya berikan MPASI yang lembek seperti bubur halus dan kental. Selanjutnya Anda dapat meningkatkan tekstur makanan pendamping ASI ini seiring dengan pertumbuhan dan pertambahan usia si Kecil, ya, Moms.
Nah, setelah menyimak indikator motorik dan sensorik bayi yang siap MPASI di atas, kira-kira si Kecil apakah sudah memenuhi kriteria tersebut, Moms?
Bagaimana Jika Bayi Menolak MPASI?
Dikatakan bahwa masa MPASI ini harus juga dinikmati para orang tua, karena di momen inilah mereka bisa mempererat ikatan batin dengan sang anak. Bukannya tanpa alasan, karena kegiatan memberikan MPASI ini bisa memberikan tantangan tersendiri, loh, Moms. Misalnya ketika bayi menolak MPASI yang diberikan. Lantas bagaimana cara menanganinya? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!1. Cobalah Berulang Kali
Ingat pepatah usaha tidak akan mengkhianati hasil, Moms? Yap, Anda harus menerapkan semangat ini Ketika memperkenalkan MPASI pada bayi untuk pertama kalinya.Karena prosesnya tidak selalu mulus dan si Kecil pun pasti pernah melakukan penolakan. Namun, peran Moms sebagai orang tua pun sangatlah penting untuk membentuk kemampuan dan kebiasaan makan si Kecil nantinya.
Karenanya, saat bayi menolak Anda jangan menyerah. Anda bisa beristirahat sejenak, setelah Anda dan si Kecil lebih rileks, baru cobalah kembali untuk memberikan MPASI padanya.
2. Perkenalkan Berbagai Tekstur dan Rasa
Agar menarik minat si Kecil terhadap MPASI yang diberikan, Anda bisa memperkenalkan berbagai tekstur dan rasa makanan.Tak hanya mencegah rasa bosan, cara ini juga sangat efektif untuk membuat anak-anak mau berkenalan dengan berbagai macam rasa makanan yang Anda berikan.
Anda bisa mengkreasikan bumbu dan bahan yang menarik, untuk menciptakan MPASI yang sedap dan menarik bagi si Kecil. Bunda bisa mempelajari Mengenal Tahapan Tekstur MPASI agar si Kecil lebih doyan makan.
3. Waktu Pemberian yang Tepat
Selanjutnya, Anda juga perlu memperhatikan waktu pemberian MPASI yang tepat. Misalnya Anda dapat menghindari memberikan MPASI dengan jarak yang terlalu dekat dengan waktu minum susu. Karena sangat wajar kalau anak menolak MPASI, karena perutnya masih terisi.Baiknya berikan Jarak minimal 2–3 jam sehingga susu yang diminum dapat dicerna dengan baik, dan perut bayi kembali kosong.
Begitu pula, baiknya jangan menjadwalkan waktu makan terlalu dekat dengan jadwal tidur si Kecil. Juga hindari mengisi waktu makan dengan memberi si Kecil susu, ya, Moms.
4. Konsistensi dan Kesabaran
Nah, yang lebih penting Anda harus tetap konsisten dan sabar untuk memberikan si Kecil MPASI. Pastikan untuk selalu memberikan MPASI sesuai dengan jadwal yang telah Anda terapkan, serta jangan bosan untuk mencoba menu baru untuk mengundang daya tarik anak.Saatnya Bunda Konsultasi Ke Ahlinya
Moms, kalau kebiasaan menolak MPASI ini berlanjut dan Anda mengalami kebuntuan saat menghadapinya, akan lebih baik untuk berkonsultasi langsung dengan dokter di Klinik Granostic.Sebab, Klinik Granostic menyediakan paket Medical Check Up (MCU) yang spesifik diberikan untuk si Kecil. Nantinya, bersama dokter Granostic Anda dapat mendiskusikan berbagai hal seputar masalah MPASI untuk si Kecil. Berikut detail mengenai MCU Baby Package
Nah, lantas bagaimana sih layanan konsultasi ke dokter anak di Klinik Granostic? Langsung simak penjelasannya berikut ini, yuk.
1. Memberikan Panduan MPASI yang Tepat
Dokter Klinik Granostic akan memberikan panduan MPASI yang tepat sesuai dengan kondisi perkembangan dan pertumbuhan buah hati Moms. Sebab, dalam setiap kunjungan kesehatan, dokter pun akan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengamati tumbuh kembang anak.Nah, hasil dari pemeriksaan inilah yang kemudian digunakan sebagai acuan untuk memberikan petunjuk pemberian MPASI, mulai dari waktu yang tepat hingga jenis bahan yang sesuai dengan kondisi si Kecil.
2. Mengidentifikasi Masalah
Selain itu, karena dilakukan pengamatan secara berkala terhadap kesehatan anak dan efektivitas pemberian menu MPASI Anda. Maka akan semakin cepat pula bagi Anda dan dokter untuk mengidentifikasi masalah kesehatan dan nutrisi pada diri si Kecil.Dengan demikian, dokter pun bisa dengan segera memberikan himbauan perawatan yang paling efisien dan efektif untuk mencegah masalah kesehatan tersebut menjadi lebih buruk.
3. Menilai Pertumbuhan dan Perkembangan
Berkonsultasi langsung dengan dokter kami secara langsung juga bisa membantu Anda untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak langsung bersama ahlinya. Sehingga jika terjadi kendala, seperti kekurangan gizi atau kelebihan berat badan, dokter akan dapat memberikan arahan yang efisien untuk mengatasinya.4. Rekomendasi Nutrisi Spesifik
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa dengan berkonsultasi dengan dokter profesional di Klinik Granostic, si Kecil akan melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal ini akan membantu dokter menyimak mengenai kondisi tubuh si Kecil dan melihat kebutuhan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembangnya.Sehingga, dokter pun bisa memberikan rekomendasi nutrisi yang spesifik sesuai dengan kondisi si Kecil lewat menu-menu MPASI yang tepat.
Kabar baiknya lagi, Moms, konsultasi bersama dokter ini tak selalu harus Anda lakukan di klinik secara langsung, loh. Lewat layanan Home Service dari Klinik Granostic, Anda dapat melakukan konsultasi jarak jauh dan mendiskusikan kendala MPASI yang Anda alami bersama dokter kami.
Pelayanan yang diberikan juga tetap dilakukan secara profesional, begitu pula dengan pemeriksaan tumbuh kembang anak, konsultasi medis, dan bahkan dokter kami juga bisa memberikan resep untuk Anda, loh.
Menarik, bukan? Yuk, jaga kesehatan si kecil dengan rutin melakukan kunjungan dokter anak di Klinik Granostic, ya Moms & Dad!

