Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Yuk Cari Tau! Bagaimana Penularan Hepatitis?

penularan hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang terjadi akibat berbagai faktor, salah satunya adalah infeksi virus. Karenanya hepatitis ini bersifat menular dan tak menimbulkan gejala yang mencolok pada awalnya. Lantas, bagaimana penularan hepatitis tersebut?
Hepatitis jika masih dalam tingkat akut, dapat sembuh dengan sendirinya dan tak memerlukan pengobatan khusus. Akan tetapi, kondisi ini dapat berkembang apabila hepatitis tak ditangani dengan tepat.
Virus akan menetap dalam tubuh, kemudian menimbulkan komplikasi penyakit hati yang lebih parah, termasuk kanker hati.
Jenis virus yang menulari hepatitis ini tak hanya satu atau dua saja, melainkan ada enam seperti virus hepatitis A (HAV), B (HBV), C (HCV), D (HDV), dan E (HEV). Kelimanya dapat menimbulkan tingkat keparahan yang berbeda serta gejala yang beragam. Pun pada cara penularannya pun berbeda.
Nah, pada artikel kali ini Sobat Granostic dapat menyimak bagaimana penularan hepatitis dan faktor risiko seseorang terkena penyakit radang satu ini. Baca baik-baik, ya, Sobat!

Hepatitis A 

Disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV), penyakit hepatitis A sendiri tergolong jenis hepatitis yang ringan, yang dapat sembuh dalam kurun waktu tertentu. Akan tetapi dokter akan tetap memberikan resep (bila diperlukan) untuk mengatasi gejala yang ada, serta antivirus untuk menekan perkembangan HAV.
Namun dalam kasus yang jarang terjadi, hepatitis A ini dapat berkembang dan berubah menjadi lebih parah. Karenanya, Anda tetap tidak boleh menyepelekan infeksi HAV, serta tetap melakukan prosedur medis dan anjuran dokter sebagai perawatan jika terinfeksi.
Penularan hepatitis A dapat terjadi lewat fecal-oral. Dimana virus yang terdapat pada feses penderita hepatitis A, dapat mengontaminasi makanan/minuman atau benda-benda tertentu milik seseorang yang memungkinkan transmisi virus ke dalam mulut.
Karenanya dalam upaya pencegahan hepatitis A ini, Anda dapat menerapkan beberapa langkah berikut:

Faktor Risiko 

Individu yang belum mendapatkan vaksinasi hepatitis A memiliki risiko tinggi untuk terpapar virus. Sebagian besarnya terjadi pada anak-anak dan beberapa orang dengan faktor risiko di bawah ini:

Hepatitis B 

Selanjutnya adalah hepatitis B, yang terjadi akibat infeksi virus hepatitis tipe B (HBV). Jenis hepatitis ini memiliki tingkat prevalensi tinggi, serta risiko komplikasinya yang beragam.
Infeksi hepatitis B bisa menyebabkan hepatitis B akut dan kronis.
Dalam banyak kasus, hepatitis B dapat bertahan lama dalam tubuh kemudian menjadi kronis. Kondisi ini memicu berbagai komplikasi penyakit organ hati lain seperti kanker hati dan sirosis hati.
Cara penyebaran virus hepatitis B ini pun melalui cairan tubuh yang terkontaminasi oleh virus HBV. Cairan tubuh yang dimaksud dapat berupa air liur (saliva), cairan serebrospinal, cairan pleura, air ketuban, air mani, cairan vagina, darah, dan sejenisnya.
Adapun cara-cara penularan virus hepatitis B ini adalah sebagai berikut:

Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin hepatitis B sedini mungkin untuk menghindari terjadinya infeksi. Pada ibu hamil, akan diberikan pengobatan khusus yang dapat menekan perkembangan virus agar tidak berdampak pada janin.

Faktor Risiko 

Seseorang yang belum mendapatkan vaksinasi hepatitis B akan sangat berisiko terkena infeksi virus ini. Namun, sebagian besar orang dengan beberapa faktor risiko di bawah ini pun rentan terkena virus HBV, seperti:

Hepatitis C 

Menjadi salah satu tipe hepatitis yang paling berbahaya, hepatitis C juga bersifat menular. Penyakit ini awalnya tidak menimbulkan gejala apapun pada pengidap, bahkan sampai bertahun-tahun. Hingga akhirnya, hepatitis sudah masuk ke level kronis.
Melansir data dari WHO 700 orang penderita penyakit ginjal dipicu oleh hepatitis C. Karenanya bila tidak ditangani sedini mungkin, kondisi ini akan menyebabkan kerusakan hati yang fatal.
Beberapa cara penularan hepatitis C yang harus Anda tahu antara lain:

Faktor Risiko 

Sebenarnya siapapun bisa terkena virus hepatitis apapun, termasuk hepatitis C. Namun terdapat beberapa faktor risiko seseorang berkemungkinan tinggi terpapar hepatitis C, yakni:

Baca Juga: Apa Tips Pencegahan Hepatitis yang Perlu Diketahui?


Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai bagaimana cara penularan virus hepatitis A, B, dan C yang perlu Anda tahu. Ingat, secanggih apapun pengobatan pada zaman sekarang, menjaga diri dengan mengenali faktor risiko dan melakukan pencegahan adalah langkah yang paling utama untuk Anda lakukan.
Selain itu, infeksi hepatitis ini pun dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Seperti dengan rajin menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan seks yang aman, dan menghindari faktor risiko lainnya.
Anda pun perlu melakukan pengecekan kesehatan rutin untuk mendeteksi keberadaan hepatitis sejak dini. Dengan begitu, dampak buruk hepatitis pada tubuh pun dapat diminimalisir dengan maksimal serta tak akan berkepanjangan.
Perlu diingat, lakukan tes kesehatan ini hanya di klinik atau rumah sakit terpercaya, seperti Granostic. Tak hanya memiliki teknologi cek kesehatan yang canggih, tim medis ahli kami pun dapat mendampingi Anda dan memberikan diagnosa akurat.
Anda dapat melakukan tes kesehatan ini langsung di klinik Granostic atau buat janji temu dulu dengan dokter spesialis lewat layanan Home Service kami.
Yuk, lindungi diri dan keluarga Anda dari infeksi virus hepatitis bersama klinik Granostic.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message