Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Yuk Pelajari! Pemulihan Untuk Penderita Stroke

pemulihan stroke

Stroke memiliki dampak yang besar pada penderitanya, termasuk kerusakan otak. Karenanya, selain melalui penanganan medis untuk menstabilkan serangan stroke, penderita pun harus melewati masa pemulihan. Tahukah Anda, apa saja proses pemulihan untuk penderita stroke tersebut?


Tahapan dan perkembangan proses pemulihan pada penderita stroke bisa sangat berbeda untuk tiap individunya. Sebab proses rehabilitasi ini akan disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan kondisi pasien.
Akan tetapi, pada umumnya pemulihan untuk penderita stroke dapat melalui tujuh tahapan berikut ini:

1. Rehabilitasi Fisik 

Prosedur pemulihan penderita stroke pertama adalah rehabilitasi fisik. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki postur tubuh dan keseimbangan berjalan yang terdampak stroke.
Pada proses pemulihan fisik ini, dokter akan melakukan beberapa Tindakan, yakni:

Fisioterapi 

Fisioterapi merupakan tindakan rehabilitasi yang bertujuan untuk memulihkan keterbatasan fisik, baik yang diakibatkan oleh penyakit maupun cedera.
Proses fisioterapi ini akan dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan, diagnosis, serta penanganan masalah Kesehatan yang muncul pada tubuh penderita stroke.
Pada fisioterapi terdapat beberapa bentuk perawatan yang dapat diterapkan pada pasien, seperti program latihan, Teknik elektroterapi, fisioterapi manual, hingga terapi okupasi.

Terapi Okupasi 

Merupakan bagian dari terapi fisik, yang tujuannya untuk membantu pasien pasca stroke yang memiliki keterbatasan fisik, sensorik, ataupun kognitif untuk dapat kembali menjalani aktivitas harian mereka dengan lebih baik.
Pada proses terapi okupasi ini pun, penderita akan diajarkan untuk menggunakan alat bantu yang dibutuhkan dengan tepat.

Terapi Wicara dan Bahasa 

Pada penderita stroke tak jarang seseorang mengalami kesulitan bicara dan mencerna pembicaraan. Karenanya, sebagai tahapan rehabilitasi fisik, terapi wicara dan bahasa sangat penting dilakukan.
Terapi ini dapat membantu penderita untuk melatih kemampuan bicara, serta otot-otot menelan mereka agar dapat berfungsi seperti sebelumnya.

2. Rehabilitasi Kognitif 

Selain pemulihan fisik, penderita stroke pun harus melakukan rehabilitas kognitif. Jenis terapi ini sangat penting untuk seorang pasien yang mengalami cedera, penyakit, ataupun gangguan otak lain.
Sebab, saat sel-sel otak atau bagian dari lesi otak terserang suatu penyakit maka akan menimbulkan banyak masalah pada fungsinya. Hal ini juga terjadi pada penderita stroke yang kadang tak dapat bicara atau memahami pembicaraan tertentu.
Nah, jenis penanganan dalam rehabilitasi kognitif dapat berupa dua hal berikut:

Terapi Kognitif 

Terapi kognitif, dalam prosesnya, melibatkan latihan fungsi otak yang dirancang untuk memperkuat atau memperbaiki fungsi kognitif yang terganggu. Seperti melatih ingatan, melatih fokus dan perhatian, serta menggunakan strategi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kognitif penderita stroke.

Pelatihan Memori 

Telah kita singgung sebelumnya, bahwa pelatihan memori atau daya ingat ini menjadi bagian dari terapi kognitif. Sebab, saat stroke sel-sel otak akan mengalami kerusakan bahkan mati. Akibatnya fungsi otak akan menurun dan bahkan mengalami gangguan.
Pelatihan memori yang dilakukan ini dapat meningkatkan konsentrasi dan perhatian penderita. Berikut beberapa cara yang umumnya dilakukan pada terapi memori untuk para penderita stroke:

3. Manajemen Emosional dan Psikologis 

Setelah terserang stroke, penderita akan sangat mungkin mengalami gangguan psikologis, yang membuat emosi tak stabil dan timbul kecemasan, hingga depresi.
Sebagai penanganan dokter akan menyarankan penderita stroke untuk menjalankan konseling atau terapi perilaku kognitif. Demi memperlancar terapi ini, pasien membutuhkan banyak dukungan dari orang-orang terdekat, khususnya keluarga dan orang tersayang.


Baca Juga: Jangan Gampang Diagnosa Sendiri! Pelajari Mitos dan Fakta Penyakit Stroke

4. Pendidikan dan Pencegahan Sekunder 

Prosedur selanjutnya yang bisa dilakukan dalam proses rehabilitasi pasca stroke adalah dengan memberikan Pendidikan dan pencegahan sekunder.
Langkah ini sangat penting untuk mencegah terjadinya serangan stroke berulang, misalnya dengan penambahan obat-obatan tertentu, serta melakukan pengendalian faktor risiko lainnya.

5. Pengelolaan Medis Berkelanjutan 

Meski sedang dalam usaha pemulihan, bukan berarti serangan stroke tak akan datang lagi. Justru kondisi ini dapat terjadi kapan saja bila pasien tidak melakukan pencegahan sekunder, serta menerapkan pengelolaan medis berkelanjutan.
Pada tahapan pengelolaan medis berkelanjutan ini, dokter akan melakukan cek kesehatan rutin untuk memantau bagaimana perkembangan pasien pasca stroke. Kemudian melakukan diagnosis dan mendiskusikan bagaimana penanganan yang harusnya diambil untuk keberlanjutan proses pemulihan.
Sebab, proses pemulihan stroke ini tak bisa dilakukan dalam waktu 1–2 bulan saja, melainkan melalui proses yang panjang dan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, sebagai upaya pencegahan, penderita pun harus rutin melakukan medical check up dan menghindari berbagai kebiasaan buruk yang jadi faktor risiko stroke.

6. Peralatan Bantu Jalan 

Pemulihan pasca stroke perlu dilakukan secara rutin dan bertahap, karenanya penderita tak akan secara langsung pulih dan beraktivitas secara normal. Karenanya, dalam tahap pemulihan penderita stroke, dokter pun akan mengenalkan berbagai alat bantu yang penting untuk pasien, salah satunya adalah alat bantu jalan.
Jenis alat bantu jalan ini pun cukup banyak, dokter akan membantu menyarakan jenis mana yang cocok dengan kondisi pasien. Alat bantu jalan ini akan membantu untuk membuat otot gerak Anda untuk kembali terbiasa digunakan berjalan, meskipun secara perlahan.

7. Lingkungan yang Mendukung (Keluarga atau Pengasuh) 

Menjalani terapi stroke membutuhkan waktu tak sebentar, selain itu karena ‘ketidakberdayaannya’, bukan tidak mungkin pasien mengalami stres dan depresi. Karenanya dukungan dari lingkungan sekitar dan orang-orang terdekat adalah hal yang sangat penting.
Sebagai dukungan, berikut ini adalah beberapa tip yang dapat dilakukan oleh orang yang merawat pasien dalam pemulihan pasca stroke:

Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai proses pemulihan untuk penderita stroke yang umumnya direkomendasikan oleh dokter. Akan tetapi, tahapan pemulihan ini biasanya akan disesuaikan porsi dan susunannya oleh dokter dengan menyimak kondisi medis pasien.
Karenanya, diperlukan berbagai rangkaian tes kesehatan lengkap untuk mengetahui bagaimana kondisi pasien pasca stroke. Serta perlu adanya pendampingan dari tenaga medis ahli dan dokter spesialis dalam periode pemulihan tersebut.
Semua kebutuhan tersebut dapat Anda peroleh di Klinik Granostic. Karenanya, bila Anda atau kerabat membutuhkan perawatan dan pemulihan pasca stroke yang lebih optimal, jangan ragu untuk berkunjung ke Klinik Granostic dan berdiskusi bersama Dokter Spesialis Neurologi kami.
Tak hanya itu, dengan layanan Home Service Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kami dari rumah. Anda bisa mendiskusikan keluhan, gejala medis, dan langkah-langkah rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien bersama dokter spesialis dari Klinik Granostic.
Yuk, jaga diri dan keluarga Anda dari serangan stroke dengan rutin melakukan medical check up di Klinik Granostic!

Menerima perubahan perilaku pasien, yang kadang-kadang menunjukkan sikap tidak rasional dan membuat Anda jengkel.

Selalu coba untuk berpikir positif dan tetap bersabar, karena sikap Anda nantinya juga akan dapat menular pada pasien dan membuat mereka lebih optimis untuk pulih.

Beristirahat dan berikan waktu untuk diri sendiri, karena perlu kesabaran dan meluangkan perhatian ekstra, tentu Anda perlu mengambil jeda untuk memulihkan diri sendiri saat merawat pasien pasca stroke.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message