Kenali Manfaat Vaksin Polio
![]()
Sobat Granostic, sejak berusia satu bulan buah hati Anda harus melakukan imunisasi atau vaksinasi polio secara berkala. Lantas apa sih sebenarnya manfaat dan tujuan dari pemberian vaksin polio ini pada anak-anak?
Polio merupakan jenis penyakit menular akibat infeksi virus, yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak pada anak. Pada kasus yang serius, polio dapat menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian.
Salah satu upaya pencegahan infeksi polio pada anak ini adalah melalui vaksin polio. Vaksin polio sendiri terdiri dari dua jenis, vaksin suntik dan vaksin oral.
Vaksin oral diberikan saat anak-anak memasuki usia 1–4 bulan secara berkala. Sementara vaksin suntik diberikan saat anak-anak memasuki usia 4 bulan dan 9 bulan. Kedua vaksin ini harus diberikan secara lengkap dan sesuai dengan jadwal serta dosisnya.
Nah, Sobat Granostic, ada banyak manfaat memberikan vaksin polio pada anak, seperti:
1. Pencegahan Infeksi Polio
Manfaat utama dari pemberian vaksin polio adalah mencegah terjadinya infeksi polio pada anak-anak. Sebab menurut WHO, polio pada umumnya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun, dan menyebabkan dampak yang fatal bagi kesehatan termasuk kematian.
Karenanya dengan pemberian vaksin ini bertujuan untuk membentuk sistem imun pada bayi agar lebih kuat terhadap virus polio. Vaksin oral akan merangsang pembentukan sistem imun di dalam darah, sementara vaksin suntik akan bekerja di usus dan darah.
Pemberian kedua vaksin ini harus dilakukan sesuai jadwal dan prosedur, serta secara lengkap. Karena keduanya bekerja saling mendukung fungsi masing-masing untuk mencegah penularan polio dengan meningkatkan sistem imun tubuh.
2. Mencegah Penyebaran Virus
Selain mencegah infeksi, pemberian vaksin polio juga berperan untuk mengontrol penyebaran penyakit dan penularannya dalam skala yang lebih luas. Misalnya, pada kasus Januari 2024 lalu, melalui pemberitaan di BBC News bahwa terdapat sebanyak tiga anak di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dilaporkan menderita lumpuh layu akut akibat Virus Polio Tipe 2.
Pada wilayah yang sama, ditemukan sembilan anak lain yang dinyatakan positif namun tidak menunjukkan gejala fisik. Padahal meskipun tidak memiliki gejala, polio tetap sama berbahayanya pada anak-anak.
Disinilah peran vaksinasi polio sebagai pengontrol dari penyebaran infeksi virus tersebut. Anak-anak dengan daya tahan tubuh yang tinggi dan telah melakukan vaksinasi tidak akan mudah tertular, serta akan menghentikan rantai penularan penyakit tersebut.
Sebaliknya, jika anak-anak dalam lingkungan tersebut tidak atau belum mendapatkan vaksin, hal ini akan meningkatkan kasus penularan polio.
3. Mengurangi Risiko Kelumpuhan
Infeksi polio dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak dan kecacatan permanen pada anak. Bahkan, penyakit ini pun memberikan gejala pasca polio yang dapat muncul 15–40 tahun setelah terinfeksi di masa kanak-kanak.
Virus polio pada dasarnya menyerang sistem saraf dalam tubuh anak. Sehingga pada gejala awal umumnya dapat menyebabkan demam tinggi, kelemahan otot dan saraf, dan membuat anak tampak lemas. Pada gejala lanjutan polio dapat memicu kelumpuhan, baik parsial atau bahkan seluruh tubuh.
Memberikan vaksinasi polio secara lengkap, sesuai dosis dan usia, akan membantu mengurangi risiko penularan dan keterjangkitan polio pada anak. Sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya kelumpuhan, serta kecacatan permanen pada anak Anda di masa mendatang.
4. Dukungan untuk Program Pengendalian Polio Global
Meski pernah dinyatakan bersih pada tahun 2014, hingga kini kasus polio di Indonesia masih ditemukan di beberapa wilayah. Termasuk di negara-negara lain seperti Nigeria, Pakistan, dan Afganistan.
Ketika Anda memiliki kesadaran dan pengetahuan untuk mewaspadai polio, serta memberikan vaksin pada anak-anak sejak dini, maka Anda juga sangat mendukung program pengendalian polio global tersebut.
Selain keselamatan anak dan keluarga Anda, ketika melakukan vaksin, Anda juga berkontribusi untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penularan polio secara masif.
5. Perlindungan Jangka Panjang
Pemberian vaksin polio pada anak-anak juga bisa menjadi perlindungan jangka panjang untuk mereka. Karena meski banyak menyerang balita, orang dewasa pun bisa terjangkit polio bila tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.
Tak hanya itu, polio pun memiliki efek yang menahun bahkan dapat memberikan gejala bahkan setelah 15–40 tahun pasca penyembuhan. Gejala pasca polio ini dapat berupa:
- kesulitan bernapas dan/atau menelan,
- mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi,
- depresi
- mengalami gangguan tidur dan mudah Lelah
- massa otot tubuh pun turut menurun
Karenanya pemberian vaksinasi polio pada bayi bisa sangat berperan penting dalam menjamin perlindungan dan kualitas hidup anak di masa mendatang.
6. Membentuk Herd Immunity
Herd immunity adalah Sebagian besar populasi yang kebal terhadap penyakit menular tertentu. Sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang rentan terinfeksi terhadap penyakit menular tersebut.
Pengertian ini sangat berkaitan dengan dukungan dari program pencegahan polio. Ya, karena ketika Anda dan masyarakat lingkungan tempat tinggal Anda peduli, serta mendukung upaya pencegahan tersebut dengan memberikan vaksin, maka lingkungan Anda akan lebih sehat.
Lingkungan yang sehat pun akan membuat anak-anak yang rentan tertular jadi lebih terjaga. Selain itu penyakit yang mudah menular ini akan jadi lebih terkontrol, serta tidak menjadi endemi.
Apalagi penularan virus polio sendiri dapat melalui banyak hal, termasuk kontak fisik, lewat droplet saliva, feses yang mencemari air sanitasi dan makanan, serta lingkungan yang tidak sehat.
Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai manfaat dan tujuan vaksin polio pada anak-anak yang perlu Anda ketahui. Anda pasti setuju bahwa pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan?
Selain memberikan vaksin, menjaga daya tahan tubuh anak serta memeriksakan kesehatannya secara rutin adalah hal yang sangat penting. Sebab medical check up akan membantu Anda menyimak bagaimana perkembangan fisik si bayi, mendeteksi dini infeksi penyakit yang tidak mengeluarkan gejala seperti polio, dan upaya kontrol kesehatan bayi dan ibu secara umum.
Pilihlah rumah sakit dan layanan kesehatan yang kredibel untuk memeriksakan kesehatan anak dan ibu, seperti di Klinik Granostic.
Dengan prosedur cek kesehatan lengkap dan tim dokter spesialis profesional, Klinik Granostic dapat membantu memenuhi kebutuhan Anda akan layanan kesehatan berkualitas.
Bersama dokter spesialis kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai vaksinasi polio pada anak, termasuk jadwal, dosis, hingga efek sampingnya. Dokter kami akan memberikan saran sesuai dengan hasil pemeriksaan, serta menganjurkan adanya tindakan tertentu yang bila dirasa perlu.
Untuk melakukan cek kesehatan bersama tenaga ahli kami, Anda bisa langsung mengunjungi Klinik Granostic di Surabaya. Atau lakukan konsultasi online terlebih dahulu lewat layanan Home Service, bila Anda berada di luar kota.
Lewat layanan Home Service Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis Klinik Granostic kapanpun dan dimanapun.
Yuk, lindungi kesehatan anak dan keluarga Anda dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Granostic.

