Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

MCU Untuk Hipertensi Lansia

MCU Untuk Hipertensi Lansia

Melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin sangat penting untuk pencegahan dan penanganan hipertensi pada lansia. Klinik Granostic memberikan layanan medical check up atau MCU terlengkap untuk hipertensi lasia. Apa saja?

Saat memasuki usia senja, lansia sangat rentan terkena berbagai risiko penyakit. Karenanya sangat penting bagi orang lanjut usia (lansia) untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin.

Jenis MCU untuk lansia sendiri ada banyak jenisnya, dari pemeriksaan status gizi, pemeriksaan fisik, fungsi panca indra, hingga untuk mengukur hipertensi. Khusus MCU untuk hipertensi pada lansia, pemeriksaan ini sangatlah penting, baik untuk upaya pencegahan dan pengontrolan tekanan darah pada lansia.

Lantas bagaimana prosedur MCU untuk hipertensi pada lansia ini? Serta apa pentingnya melakukan pencegahan dini hipertensi pada lansia? Mari simak penjelasannya bersama-sama berikut ini!


Pentingnya Pencegahan Dini Hipertensi Pada Lansia
Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, tubuh pun mengalami banyak perubahan dan rentan terkena risiko masalah kesehatan, seperti tekanan darah. Melansir dari berbagai artikel kesehatan, sekitar 2 dari 3 orang berusia 75 tahun ke atas diperkirakan mengidap hipertensi. Mengapa fenomena ini terjadi?

Ini karena hipertensi pada lansia berkaitan dengan proses penuaan pada tubuh. Ketika umur bertambah, maka tekanan darah juga semakin meningkat. Akan tetapi, meskipun ini merupakan fenomena alami, bukan berarti Anda tidak bisa mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi ini untuk terjadi.

Lansia dapat dikatakan memiliki hipertensi bila tekanan darahnya mencapai lebih dari 140/90 mmHg. Kondisi ini bisa meningkat saat lansia berusia 60 tahun, namun Ketika memasuki usia 80 tahun ke atas, tekanan darah bisa menurun.

Hipertensi pada lansia sendiri bisa saja terjadi tanpa menimbulkan gejala apapun pada awalnya. Hal inilah yang kemudian membuat hipertensi dinamakan sebagai "silent killer".

Sebab ketika tidak mendapat penanganan sejak dini, hipertensi ini bisa berdampak buruk pada tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi lain. Beberapa komplikasi tersebut meliputi serangan jantung, gagal jantung, stroke, gangguan fungsi ginjal.

Faktor risiko komplikasi ini pun semakin besar kemungkinannya bila lansia tersebut mengidap hipertensi dan riwayat penyakit penyerta sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini, salah satunya melakukan pengecekan tekanan darah rutin dan didampingi oleh tenaga medis profesional.

Dengan begitu, dokter dapat memberikan himbauan dan resep yang sesuai dengan kondisi lansia penderita hipertensi. Demi mengontrol tekanan darah secara rutin dan mencegah terjadinya komplikasi.


Ketahui Pemeriksaan Hipertensi Pada Lansia
Klinik Granostic menyadari betapa pentingnya melakukan MCU rutin pada lansia penderita hipertensi. Karenanya kami menyediakan rangkaian pemeriksaan hipertensi yang menyeluruh dan didampingi oleh tenaga medis profesional di bidangnya.
Berikut ini beberapa tahap pemeriksaan hipertensi pada lansia yang perlu Anda tahu:
1. Pengukuran Tekanan Darah
Langkah pertama adalah mengukur tekanan darah menggunakan alat ukur tensi. Tenaga medis Klinik Granostic akan mendampingi Anda dalam prosesnya. Manset alat tekanan darah kan dikompres untuk menekan dan kemudian melepaskan tekanan eksternal pada arteri di lengan Anda. Langkah ini dilakukan untuk mengukur tekanan maksimal saat jantung Anda berdetak, serta tekanan terendah yang terjadi saat jantung Anda rileks.


2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik juga sangat penting dalam proses MCU untuk hipertensi pada lansia. Bersama tenaga medis Klinik Granostic, pemeriksaan fisik akan dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari sistem kardiovaskular (berkaitan dengan sistem peredaran darah dan kesehatan jantung), sistem pernapasan, pencernaan, dan seterusnya.

Dokter akan memeriksa kesehatan fisik Anda secara sistematik, dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sehingga akan diperoleh hasil pemeriksaan yang lengkap, yang nantinya dapat digunakan sebagai pijakan diagnosis dan menentukan perawatan yang tepat untuk lansia pengidap hipertensi.


3. Pemeriksaan Laboratorium
Selain melakukan pemeriksaan fisik, untuk MCU hipertensi pada lansia juga dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium ini dapat berupa tes darah dan tes urine. Pada tes darah diperlukan untuk menentukan apakah lansia mengidap hipertensi sekunder karena memiliki kondisi Kesehatan yang serius. Selain itu tes darah untuk hipertensi ini juga dapat membantu diagnosis dokter terkait tingkat elektrolit, tekanan gula darah, hingga fungsi tiroid dan ginjal.

Sementara itu tes urine dilakukan untuk membantu menentukan apakah diabetes, gagal ginjal, atau obat-obatan tertentu dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi atau tidak pada lansia.


4. Elektrokardiogram (EKG)
Selanjutnya Anda pun bisa melalui proses pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) untuk mengontrol tekanan darah tinggi pada lansia.
Prosedur ini dilakukan untuk menganalisis aktivitas listrik jantung. Umumnya dilakukan untuk memantau kecepatan dan ritme detak jantung pada pasien lansia.

Prosedur EKG dilakukan untuk melakukan deteksi dini terkait komplikasi penyakit tekanan darah tinggi dan risikonya terhadap kardiovaskuler. Sebab prevalensi penyakit gagal jantung pada hipertensi juga dapat diperparah oleh lamanya penderita hipertensi memiliki riwayat sakit tersebut.

Bagi lansia pengidap hipertensi biasanya direkomendasikan untuk melakukan pengecekan rutin setiap tiga hingga empat bulan sekali. Begitupun dengan prosedur EKG, frekuensi konsultasi dapat ditentukan lewat diagnosis awal sesuai dengan kondisi lansia tersebut.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dan Tim Ahli Granostic


Nah, setelah membaca uraian di atas, Anda pasti memahami betapa pentingnya untuk melakukan pencegahan dini dengan rutin melakukan medical check up atau MCU pada lansia yang memiliki hipertensi.

Pemeriksaan secara rutin dapat membantu mengontrol tekanan darah lansia, sebab tentu akan selalu terjadi perubahan gaya hidup dan pola konsumsi sewaktu-waktu. Perubahan ini akan berdampak pada tekanan darah, sehingga perlu adanya pantauan secara berkala.
Tak hanya itu, dengan melakukan pengecekan rutin, Anda pun bisa mendeteksi sejak dini mengenai risiko komplikasi hipertensi pada lansia. Sehingga dapat mencegah kemungkinan terburuk dari the silent killer ini.

Klinik Granostic sebagai penyedia jasa kesehatan terlengkap dan profesional memberikan layanan medical check up (MCU) lengkap untuk pasien lansia, termasuk pemeriksaan hipertensi.

Didampingi dengan tenaga medis profesional kami, pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh dan lengkap. Diagnosa dan perawatan pun akan disesuaikan dengan kondisi pasien lansia yang diperoleh lewat data MCU tersebut. Tak hanya itu, Anda pun bisa berkonsultasi dengan dokter lebih jauh soal bagaimana pengaturan diet yang tepat untuk lansia, penerapan gaya hidup sehat yang sesuai, dan banyak lainnya.

Setelah pemeriksaan langsung di Klinik Granostic, Anda pun dapat terus terhubung dengan dokter spesialis kami lewat jaringan Home Service. Lewat layanan ini, Anda dapat melakukan konsultasi dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkan arahan untuk merawat hipertensi lansia.

Konsultasi dapat dilakukan lewat chat atau pesan WhatsApp, juga dapat melalui panggilan video. Mudah dan praktis, bukan?
Hubungi tim Klinik Granostic lewat tombol di bawah untuk mendiskusikan layanan MCU lansia yang Anda butuhkan. Mari jaga kesehatan keluarga kita dengan melakukan MCU rutin di Klinik Granostic.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message