Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Itu Hipertensi Pada Lansia

Apa Itu Hipertensi Pada Lansia

Penyakit hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan paling besar di kalangan lansia seluruh dunia. Penyakit hipertensi ini seakan menjadi momok untuk lansia.

Bahkan hipertensi juga disebut sebagai silent killer karena keberadaannya menyelinap. Namun, memiliki dampak yang sangat besar terhadap kualitas hidup lansia.

Keberadaan hipertensi ini memang patut diwaspadai karena berkaitan dengan kualitas hidup lansia dan harapan hidup lansia. Tahukah Anda bahwa sekitar satu dari tiga orang dewasa di atas usia 50 tahun mengalami hipertensi. Ini merupakan data dari World Health Organization (WHO).

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya mengapa tekanan darah tinggi sering dikaitkan dengan orang usia lanjut? Bagaimana hipertensi pada lansia bisa dicegah? Mari ketahui bersama tentang hipertensi pada lansia, penyebab, risiko, dan tips pencegahannya.


Mengenal Hipertensi Pada Lansia
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi tekanan darah pada arteri yang meningkat secara konsisten di atas nilai normal. Tekanan darah diukur dengan dua cara yaitu tekanan sistolik (angka atas) dan tekanan diastolik (angka bawah). Jadi, tekanan darah diukur ketika jantung memompa darah dan ketika jantung rileks.

Kondisi hipertensi ini terjadi jika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg atau tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg. Tekanan darah dianggap normal ketika berada dalam rentang 120/80 mmHg. Namun, penting untuk diingat bahwa tekanan darah dapat berubah-ubah setiap saat tergantung pada faktor-faktor seperti usia, aktivitas, pola makan, dan waktu pengukuran.

Hipertensi pada lansia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, risiko mengalami hipertensi akan semakin tinggi.

Untuk lansia, tekanan darah dianggap normal jika angka sistolik berada di bawah 120 dan angka diastolik di bawah 80 atau jika ditulis dalam angka 120/80. Seseorang dianggap mengalami hipertensi jika tekanan darahnya mencapai atau melebihi 130/80.

Jika hipertensi terjadi pada lansia, umumnya tubuh mengalami beberapa gejala, seperti pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, mual, detak jantung tidak teratur, telinga berdenging, nyeri dada, sulit bernapas, dan sebagainya. Lansia dengan hipertensi rentan terhadap penyakit komplikasi yang serius.


Penyebab Hipertensi Pada Lansia
Penyebab hipertensi pada lansia bisa bersifat multifaktorial. Artinya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada orang usia lanjut. Beberapa penyebab umumnya sebagai berikut.

1. Proses Penuaan
Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah cenderung menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh darah yang kurang elastis.


2. Perubahan Hormonal

Ada alasan mengapa hipertensi juga kerap terjadi pada lansia wanita, ini karena terjadi perubahan hormonal saat menopause. Perubahan hormon ini terjadi karena kadar estrogen yang menurun pada perempuan.

Kadar estrogen yang menurun dapat menyebabkan pembuluh darah arteri menjadi mengeras dan tegang. Hal ini mengakibatkan tekanan darah rentan mengalami peningkatan, yang dalam kasus tertentu, hingga tidak terkontrol.


3. Faktor Gaya Hidup
Gaya hidup yang tak sehat bisa menjadi sumber dari segala masalah kesehatan, termasuk hipertensi pada lansia. Kebiasaan merokok, meminum alkohol, pola makan yang tak sehat, stress, hingga pola tidur yang tak teratur bisa berdampak pada hipertensi.

Karenanya, sebagai upaya pencegahan Anda juga harus mulai mewaspadai pola makan, tidur, dan mulai mengatur gaya hidup yang lebih sehat.


4. Riwayat Keluarga
Riwayat keluarga dengan hipertensi juga dapat menjadi penyebab munculnya penyakit tekanan darah ini pada lansia. Jika ada anggota keluarga yang menderita hipertensi, kemungkinan besar risiko tersebut juga akan meningkat pada anggota keluarga lainnya.


Risiko Komplikasi Kesehatan Serius Hipertensi Pada Lansia

Hipertensi pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan serius yang dapat berdampak pada kualitas hidup dan harapan hidup lansia. Beberapa risiko komplikasi kesehatan serius akibat hipertensi pada lansia dijelaskan sebagai berikut.


1. Stroke
Salah satu risiko utama hipertensi pada lansia adalah stroke. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di otak, menyebabkan pembekuan darah atau pecahnya pembuluh darah (pendarahan). Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan otak yang permanen atau bahkan fatal.


2. Penyakit jantung koroner
Hipertensi meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, termasuk penyakit arteri koroner (arteri yang mengalami penyempitan akibat plak lemak). Hal ini dapat mengakibatkan serangan jantung, nyeri dada (angina), atau kegagalan jantung.


3. Gagal jantung
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan jantung bekerja keras secara berlebihan untuk memompa darah, akhirnya mengakibatkan kegagalan jantung. Gagal jantung dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas, pembengkakan kaki, kelelahan, dan penumpukan cairan di paru-paru.


4. Kerusakan ginjal
Tekanan darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah di ginjal, menghalangi kemampuan ginjal dalam menyaring limbah dari darah dengan efektif. Hal ini dapat mengakibatkan penyakit ginjal kronis atau bahkan gagal ginjal.


5. Kerusakan mata
Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di mata, yang dapat mengakibatkan retinopati hipertensi. Ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, kehilangan penglihatan, atau bahkan kebutaan.


6. Aneurisma
Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan pelebaran atau melemahnya dinding pembuluh darah (aneurisma), terutama di arteri aorta. Jika aneurisma pecah, hal ini dapat mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis segera.


7. Penyakit vaskular perifer.
Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di lengan, kaki, dan organ lainnya (penyakit vaskular perifer). Hal ini dapat mengakibatkan gangguan sirkulasi darah, luka yang sulit sembuh, atau bahkan amputasi.


Tips Atasi Hipertensi Pada Lansia
Hipertensi pada lansia tidak bisa dianggap sepele. Agar gangguan hipertensi ini tidak menjadi komplikasi kesehatan yang serius, perlu adanya beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Apa saja tipisnya? Berikut beberapa tips yang dapat membantu mengatasi hipertensi pada lansia.
1. Perubahan Gaya Hidup
Telah kita singgung sebelumnya, bahwa gaya hidup juga bisa menjadi faktor risiko seseorang terkena hipertensi. Karenanya sebagai langkah pencegahan dan mengontrol tekanan darah, Anda perlu mengubah gaya hidup Anda.

Mengatur diet sehat, berolahraga rutin, menghindari meminum alkohol, juga mengontrol rasa stres Anda merupakan langkah yang bisa diambil. Namun jika Anda merasa kebingungan untuk mengatur diet sehat, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis Klinik Granostic dan menjadwalkan pola makan sehat yang tepat untuk hipertensi pada lansia.


2. Olahraga Teratur
Lakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam ringan. Olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, dan mengurangi stres.


3. memantau tekanan darah secara teratur
Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam-dalam untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Stres yang tidak terkendali dapat memicu peningkatan tekanan darah.


4. Konsultasi dengan Profesional Medis
Selain mengatasi dan mengontrol tekanan darah Anda secara mandiri, melakukan pengecekan dan berkonsultasi dengan profesional medis adalah hal yang penting. Sebab kondisi tubuh lansia dan orang dewasa yang sehat tidak bisa disamakan. Lansia memiliki tubuh yang lebih lemah dan sangat berisiko terjadi komplikasi bila terjadi lonjakan tekanan darah tiba-tiba.

Konsultasikan dengan profesional medis secara teratur untuk mendapatkan saran medis yang sesuai, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, serta memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan mendapatkan saran medis yang sesuai di Klinik Granostic. Bersama tenaga medis profesional kami, Anda dapat mendiskusikan pengobatan, pola diet sehat, hingga upaya-upaya lainnya yang diperlukan untuk mengatasi dan mengontrol hipertensi pada lansia.

Selain itu, Klinik Granostic juga memiliki layanan Home Service yang dapat memudahkan Anda untuk berkonsultasi dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannnya.

Bagaimana? Tertarik untuk menggunakan layanan medical check up atau MCU di Klinik Granostik? Langsung hubungi kami sekarang!

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message