Ciri-ciri Gula Darah Naik Saat Lebaran
![]()
Tak dimungkiri, momen Hari Raya Lebaran selalu identik dengan kue kering atau jajanan manis. Memang rasanya enak, tapi kue kering di momen Lebaran ini banyak yang mengandung gula sangat tinggi. Akibatnya, banyak orang yang mengalami gula darah naik saat Lebaran. Nah, kali ini Granostic akan memaparkan ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran.
Seseorang dikatakan memiliki kadar gula darah normal apabila angkanya sekitar 70 – 100 mg/dL sebelum makan atau kurang dari 180 mg/dL setelah makan. Apabila memiliki kadar gula darah di atas angka-angka tersebut, maka dia dapat dikatakan memiliki kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia.
Kondisi ini, tentu saja, dapat ‘melahirkan’ masalah kesehatan serius. Seperti, diabetes, masalah ginjal dan gangguan hormon. Oleh karenanya, penting sekali bagi kita semua untuk membatasi atau bahkan menghindari makanan-makanan yang mengandung tinggi gula saat Lebaran.
Di sisi lain, penting juga bagi kita untuk mengenali ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran agar kita bisa mengambil tindakan tepat waktu. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Rasa Haus yang Berlebihan
Ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran yang pertama yakni sering haus. Ya, rasa haus yang berlebihan akan dirasakan oleh seseorang yang memiliki gula darah tinggi meski sudah minum banyak air. Pertanyaannya, mengapa seseorang yang memiliki gula darah tinggi sering haus?
Gula darah atau glukosa yang tinggi akan menumpuk di dalam darah. Glukosa yang menumpuk ini membuat ginjal bekerja lebih keras dalam melakukan penyaringan dan penyerapan yang nantinya akan dibuang melalui urine karena berlebihan.
Akibatnya, tubuh akan cepat kehilangan banyak cairan. Tubuh lantas akan memberikan reaksi alami untuk mengganti cairan yang hilang dengan memberikan sinyal rasa haus yang berlebihan.
2. Sering Kencing
Ciri kedua seseorang mengalami gula darah naik yakni sering kencing atau buang air kecil. Hal ini berkaitan dengan poin pertama seperti yang kami jelaskan di atas, yakni muncul rasa haus yang berlebihan.
Ya, pada saat rasa haus menyerang, Anda akan terdorong untuk meneguk air lebih banyak dari biasanya. Semakin banyak air atau cairan yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin banyak juga cairan yang dibuang tubuh melalui urine. Inilah mengapa seseorang dengan gula darah tinggi akan sering kencing.
Lebih lanjut, perlu Anda ketahui juga bahwa peningkatan jumlah cairan tubuh juga dapat terjadi karena glukosa mengikat lebih banyak cairan. Jadi, peningkatan cairan dalam hal ini bukan cuma melalui air yang diminum secara berlebihan.
3. Merasa Lelah atau Lesu
Seseorang yang memiliki gula darah tinggi saat Lebaran juga akan mudah merasakan lelah atau lesu. Bahkan, rasa lelah ini bisa berlangsung dalam waktu yang lama atau berkepanjangan. Kenapa hal itu terjadi?
Rasa lelah atau lesu ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang tidak mampu mendapatkan cukup glukosa untuk energi. Dalam kata lain, seseorang yang gula darahnya naik saat Lebaran akan tampak tidak berenergi dan bahkan sering mengantuk.
Oh ya, ada juga faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang yang gula darahnya naik mudah lelah. Yakni, dehidrasi akibat sering kencing dan penderita tidak minum air putih yang cukup.
4. Pandangan Kabur
Ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran yang keempat yakni pandangan kabur. Pandangan kabur ini termasuk gejala yang sangat umum dialami oleh penyandang gula darah tinggi karena lensa di dalam mata membengkak. Nah, pembengkakan lensa di dalam mata ini terjadi akibat glukosa di dalam tubuh tinggi.
Selain itu, gula darah tinggi juga bisa membuat pembuluh darah kecil pada area mata mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu saja memberikan ketidaknyaman bagi penderita dan perlu mendapatkan perawatan atau pengobatan medis yang tepat.
5. Penurunan Berat Badan Mendadak
Anda tidak sedang diet tapi mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa direncanakan? Mungkin saja hal itu disebabkan oleh gula darah atau glukosa dalam tubuh naik. Anda mungkin bertanya-tanya apa kaitannya gula darah naik dengan penurunan berat badan secara mendadak.
Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, glukosa di dalam tubuh penyandang gula darah tinggi tidak dapat secara maksimal diolah atau diubah menjadi energi. Sebagai gantinya, tubuh akan membakar lemak untuk diubah menjadi energi sehingga pada akhirnya berat badan akan mengalami penurunan secara mendadak.
Kondisi ini juga perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan medis secara tepat. Jika dibiarkan, penurunan berat badan bisa menjadi sangat signifikan dan memunculkan gangguan kesehatan lainnya.
6. Nyeri Kaki atau Tangan
Nyeri kaki atau tangan juga menjadi ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran selain yang kami sebutkan di atas. Hal ini dikarenakan kadar glukosa atau gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf-saraf tubuh. Dalam dunia medis, kondisi ini dinamakan neuropati diabetic.
Nah, pada umumnya penyandang gula darah tinggi lebih sering menyerang kaki. Sehingga, kaki akan terasa nyeri, kesemutan bahkan mati rasa. Hal ini dikarenakan saraf pada kaki lebih susah memompa darah ke jantung dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Kondisi ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderita. Penderita disarankan beristirahat lebih banyak agar kondisinya lebih fit.
7. Sulit Berfokus atau Berkonsentrasi
Ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran yang terakhir yakni sulit fokus atau konsentrasi. Kondisi ini muncul karena glukosa yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap fungsi otak. Sehingga, pengidap akan mengalami gangguan konsentrasi, kebingungan dan lebih parahnya sulit dalam mengambil keputusan.
Lebih lanjut, gula darah naik saat Lebaran juga bisa menyebabkan sakit kepala. Gejala sakit kepala ini muncul apabila penderita gula darah tinggi tidak mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya saat dehidrasi. Selain sakit kepala, pengidap juga dapat merasakan gejala lainnya, seperti pusing, mual hingga pingsan.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan pengidap glukosa tinggi sulit konsentrasi, kebingungan dan sulit dalam membuat keputusan. Pengidap perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis secara tepat.
Selain memeriksakan diri ke dokter, cek gula darah di Granostic secara berkala juga penting dilakukan, terutama oleh diabetesi atau orang yang memiliki riwayat diabetes. Dengan melakukan cek gula darah secara berkala di Granostic, Anda bisa mengantisipasi munculnya risiko berbagai penyakit.
Untuk diketahui, penderita diabetes pada umumnya memiliki kadar gula darah atau glukosa yang naik turun sepanjang hari. Dalam kata lain, perubahan kadar gula darah mereka sangat fluktuatif dan jika tidak dikontrol secara berkala maka berisiko timbul komplikasi.
Itulah penjelasan tentang ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran. Jangan lupa cek gula darah secara berkala di Granostic, terutama menjelang Lebaran ya. Oh ya, bagi Anda yang saat ini tidak memiliki riwayat diabetes juga perlu melakukan cek gula darah di Granostic secara berkala guna mengantisipasi risiko penyakit tersebut.

