Cara Menahan Lapar Saat Puasa
![]()
Hai, Sobat Granostic! Dalam berpuasa, kita tidak boleh makan dan minum sepanjang hari. Pertanyaannya, bagi orang yang tak bisa menahan lapar dan haus, apakah ada cara tertentu untuk mengakalinya?
Meski sebenarnya menahan lapar dan haus ini termasuk bagian paling mendasar dari berpuasa, tetap saja bagi sebagian orang hal tersebut bisa jadi tantangan besar. Apalagi kalau aktivitas harian yang dilakukan cenderung padat dan tak bisa ditinggalkan begitu saja.
Tak jarang juga, saat siang hari kita akan merasakan lapar dan haus yang berlebihan. Atau bahkan menyebabkan rasa lemas dan kantuk setelahnya.
Nah, untuk menyiasati hal ini, kita akan membahas bagaimana cara menahan lapar saat bulan puasa dengan tepat. Simak ulasan di bawah ini, yuk!
1. Sahur yang Tepat Waktu
Hal pertama dalam cara menahan lapar saat puasa adalah sahur tepat waktu. Pastikan Anda tidak melewatkan waktu sahur dan makan menu sahur yang sehat.
Agar tidak terlewat, baiknya untuk tidak memakan karbohidrat secara berlebihan pada malam hari. Anda juga bisa tidur lebih awal dan memasang alarm untuk sahur.
Sementara untuk menunya, Anda bisa menyiapkan buah, sumber karbohidrat kompleks, sayur, dan protein tanpa lemak.
Sebaiknya hindari makan makanan cepat saji yang tinggi garam, banyak mengandung gula, atau mengandung lemak tak sehat. Dengan begitu saat puasa Anda jadi lebih fit dan tak mudah lapar.
2. Konsumsi Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah
Cara menahan lapar saat puasa selanjutnya adalah dengan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah. Tujuannya untuk menghindari rasa lapar berlebihan selama berpuasa.
Yang dimaksud dengan indek glikemiks ini adalah indikator seberapa cepat makanan berkarbohidrat mempengaruhi gula darah dalam tubuh kita.
Semakin tinggi angka indeks glikemiks dalam suatu makanan, maka semakin cepat pula proses peningkatan kadar gula darah dalam tubuh.
Contoh makanan dengan indeks glikemik tinggi mulai dari minuman manis dan bersoda, sereal, makanan cepat saji, dan banyak lainnya.
Ketika Anda memilih makanan dengan indeks glikemik rendah, gula darah tidak akan melonjak. Selain itu, makanan ini juga akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Anda bisa memilih makanan yang tinggi serat, protein tanpa lemak, atau yang mengandung lemak sehat untuk berbuka puasa dan sahur.
3. Penuhi Kebutuhan Nutrisi
Agar tidak mudah lapar dan merasa lemas saat berpuasa, pastikan Anda memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh. Sebab, saat berpuasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan ataupun minuman dalam waktu yang cukup panjang.
Mineral dan vitamin sangat diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh. Sementara serat akan membantu menjaga Anda merasa kenyang lebih lama.
Anda dapat mencukupi kebutuhan akan vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi lainnya ini dengan memakan-makanan yang sehat. Misalnya buah-buahan segar, sayuran, ikan, kacang-kacangan, oatmeal, susu rendah lemak, dan banyak lainnya.
Sebagai catatan, akan lebih baik pula untuk Anda memasaknya dengan cara tidak digoreng. Sebab gorengan akan membuat Anda lebih mudah haus.
4. Minum Air yang Cukup
Memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup selama berpuasa adalah hal yang sangat penting. Tak hanya menjaga agar kita tetap segar dan tidak dehidrasi, minum air yang cukup juga tak akan membuat kita gampang lapar.
Selama berpuasa, tubuh Anda akan kehilangan banyak cairan. Sementara itu, kadang kala saat berbuka, orang cenderung suka minum-minuman yang manis alih-alih minum air putih.
Padahal asupan cairan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
Selain itu, tubuh terkadang kebingungan membedakan mana rasa lapar dan haus. Anda mungkin pernah mengira sedang merasa lapar, padahal yang tubuh Anda butuhkan adalah cairan tambahan.
Karena itu, selama berpuasa pastikan tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup, yakni 8 liter sehari. Anda dapat menerapkan pola minum air 2-4-2 selama bulan Ramadhan. Minum dua gelas air saat berbuka, empat gelas di malam hari (di antara waktu buka dan sahur), dan dua gelas lagi saat Anda sahur.
5. Hindari Stres dan Kecemasan
Stres saat puasa bisa saja muncul karena banyak faktor. Mulai dari istirahat yang tidak cukup, pekerjaan yang padat sementara tubuh tidak mendapatkan cukup asupan energi, dan banyak lainnya.
Nah, siapa sangka jika stres berlebih dapat meningkatkan hormon kortisol, yang bisa meningkatkan dorongan untuk makan.
Meski begitu, tak semua orang mengalami kondisi tersebut. Ada orang yang justru merasa nafsu makan turun saat sedang stres dan tertekan.
Karena itu, Sobat Granostic, bila Anda menyadari bahwa Anda cenderung suka makan ketika sedang stres, lakukan beberapa langkah di bawah ini untuk mengatasinya:
1. Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat serta kaya akan nutrisi saat buka puasa dan sahur.
2. Lakukan olahraga ringan di sore hari, seperti jalan-jalan santai atau yoga sederhana.
3. Hindari minum kopi saat sahur
6. Perhatikan Porsi Makan
Anda mungkin beranggapan bahwa makan dalam jumlah besar saat buka, sahur, atau bahkan sepanjang malam, bisa membuat kenyang lebih lama. Nah, pendapat itu tak sepenuhnya benar.
Justru ketika puasa sangat penting untuk memperhatikan besar porsi makan Anda.
Tubuh Anda membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyadari bahwa ia telah mendapat cukup makanan. Sehingga jangan makan berlebihan saat berbuka puasa.
Sebaliknya makanlah dengan pelan-pelan dan penuh kesadaran. Hal ini akan mengurangi stres pada tubuh Anda dan memberikan lebih banyak energi ketimbang makan dalam jumlah banyak sekaligus.
Selain itu yang perlu diperhatikan saat sahur adalah bukan seberapa banyak porsinya. Namun, apakah makanan tersebut mengandung gizi yang lengkap. Anda bisa melengkapi menu sahur dengan makanan yang kaya karbohidrat kompleks, vitamin dan mineral, lemak sehat, dan protein.
Makanan-makan tersebut dapat dicerna dalam waktu yang lebih lambat, sehingga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
7. Jika Ada Riwayat Kesehatan Konsultasi Dokter
Selain menu-menu makan yang tidak bergizi, stres, dan melewatkan waktu sahur, lapar saat puasa bisa terjadi karena adanya masalah kesehatan.
Seseorang dengan gangguan tiroid, diabetes, atau meminum obat-obatan tertentu bisa lebih mudah lapar dibanding yang bukan pengidap.
Karenanya sebelum melakukan ibadah puasa, Anda dapat menemui dokter Anda dan memeriksakan kesehatan tubuh Anda.
Klinik Granostic dalam hal ini bisa menjadi pilihan klinik kesehatan terbaik dan terpercaya untuk Anda.
Berkomitmen memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan terbaik untuk masyarakat, tim tenaga kesehatan (nakes) ahli dan dokter kami akan melakukan pengecekan secara menyeluruh.
Termasuk memeriksa kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan banyak lainnya. Semua pemeriksaan kesehatan ini dilakukan menggunakan teknologi yang canggih dan berada dalam pendampingan dokter.
Sehingga hasil yang didapatkan akan lebih akurat, yang kemudian akan digunakan sebagai acuan untuk menyusun rencana pola makan dan istirahat yang ideal selama Anda menjalankan puasa Ramadhan.
Lalu bagaimana cara konsultasi dengan dokter Granostic?
Mudah! Anda bisa langsung datang di klinik Granostik secara langsung, untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan lengkap dan bertemu tatap muka dengan dokter kami.
Namun, bila rumah Anda jauh dari klinik, Anda juga dapat melakukan konsultasi daring (online) dengan klik tombol Home Service di bawah ini. Sekali klik, Anda akan terhubung dengan tim dokter kami.
Bagaimana, Sobat Granostik, tertarik untuk konsultasi secara online? Salam sehat!

