Apakah Merokok Menjadikan Kanker Paru Makin Parah ?
![]()
Apakah merokok menjadikan kanker paru makin parah ? Jawabannya, iya. Untuk mengetahui detail penjelasannya, simak artikel ini sampai tuntas !
Sejauh ini, kebiasaan buruk merokok disebut sebagai faktor utama pemicu kanker paru. Hal ini dikarenakan asap rokok memiliki kandungan tidak kurang dari 70 zat karsinogen penyebab tumbuhnya sel kanker.
Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa perokok aktif berisiko 15 hingga 30 kali lebih tinggi terserang kanker paru dibandingkan orang yang tidak merokok. Di sisi lain, perokok pasif atau orang yang menghirup asap rokok dari orang lain juga berisiko terkena penyakit berbahaya ini lho.
Ketahuilah, orang yang menghirup asap rokok dari orang lain sama saja seperti merokok. Artinya, perokok pasif tersebut juga berpeluang menghirup puluhan zat karsinogen yang terkandung di dalam asap rokok. Oleh karenanya, kita juga perlu menghindarkan diri dari orang yang sedang merokok agar organ paru tetap sehat.
Nah, di bawah ini kami informasikan fakta bahwa merokok menjadikan kanker paru makin parah. Simak ya Sobat Granostic !
1. Mempercepat Pertumbuhan Kanker
Hampir semua orang dewasa telah mengetahui bahaya rokok terhadap kanker. Bukan hanya kanker paru, berbagai jenis kanker lainnya juga bisa disebabkan oleh kebiasaan buruk merokok, di antaranya kanker mulut, kanker hidung dan sinus, kanker usus, kanker pankreas dan kanker lambung.
Pada intinya, jumlah rokok yang dihisap setiap harinya berpengaruh terhadap pertumbuhan sel kanker. Jadi, jika Anda perokok aktif, sebagai langkah awal Anda bisa mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap harinya hingga kemudian hari Anda betul-betul berhenti dari kebiasaan buruk tersebut.
Perlu diketahui, asap rokok mengandung lebih dari 70 jenis zat karsinogenik pemicu kanker. Kandungan zat karsinogenik inilah yang berbahaya bagi tubuh karena dapat menumbuhkan sel kanker pada organ tertentu, termasuk organ paru.
Di sisi lain, perokok pasif juga memiliki risiko terkena kanker paru jika hal itu terjadi dalam jangka panjang. Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok namun menghirup asap rokok dari orang lain yang tengah merokok. Jadi, meski bukan perokok, Anda sebaiknya tidak berada terlalu dekat dengan orang yang tengah merokok demi menghindari risiko gangguan kesehatan yang ditimbulkannya.
2. Menyebabkan Penyebaran (Metastasis)
Selain mempercepat pertumbuhan kanker paru, kebiasaan buruk merokok juga bisa menyebabkan metastasis. Dalam kondisi ini, kanker paru menjadi lebih parah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Metastasis adalah penyebaran sel kanker dari satu organ tubuh ke organ tubuh lainnya. Secara umum, metastasis terjadi karena kebiasaan merokok tak kunjung dihentikan dan terlambat ditangani.
Metastasis dari kanker paru bisa menyebar ke organ tubuh lain, seperti hati, ginjal dan tulang. Dalam kata lain, metastasis kanker paru bisa ‘melahirkan’ kanker baru, seperti kanker hati, kanker ginjal dan kanker tulang.
Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana bisa kebiasaan merokok bisa menyebarkan kanker ke berbagai organ tubuh. Ketahuilah, zat berbahaya yang terkandung didalam rokok bisa menghilangkan efektivitas pengobatan kanker. Selain itu, rokok juga bisa menyebabkan perbaikan sel terganggu dan berisiko menyebarkan sel kanker ke organ tubuh yang sehat.
Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Pengidap perlu mendapatkan perawatan medis secara tepat dan berhenti merokok secara total.
3. Menurunkan Respons Terhadap Pengobatan
Telah kami sebutkan di atas bahwa rokok bisa menghilangkan efektivitas pengobatan kanker. Dalam kata lain, rokok dapat mengganggu respons tubuh terhadap obat yang dikonsumsi. Pada akhirnya, pengobatan yang diberikan tidak manjur.
Perlu Anda ketahui, paru adalah organ yang sangat sensitif terhadap asap rokok. Satu batang rokok saja yang Anda hisap bisa mempengaruhi kinerja fungsi organ paru. Bahkan disebutkan bahwa merokok setelah mengkonsumsi obat bisa menyebabkan kanker. Jadi bukan saja menurunkan respons terhadap pengobatan, kebiasaan buruk merokok juga bisa menyebabkan kanker paru menjadi lebih parah.
Oleh karenanya, sekali lagi kami tekankan pentingnya berhenti merokok. Mengingat rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan dapat menjadikan kanker paru menjadi semakin parah. Setidaknya, dengan menyetop kebiasaan buruk merokok, Anda dapat terhindar dari efek samping mungkin terjadi karena kanker.
4. Menyebabkan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
Anda mungkin sudah tahu kalau PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Ternyata kebiasaan buruk merokok adalah pemicu utama seseorang terkena penyakit ini.
Penyakit Paru Obstruktif Kronis bisa menyerang siapa saja, tetapi individu yang paling berisiko terkena penyakit ini yakni orang yang sudah lanjut usia dan aktif merokok.
Jadi, jika ada pertanyaan seberapa buruk pengaruh rokok terhadap PPOK, maka kami bisa menjawab ‘sangat buruk’. Di sisi lain, merokok juga bisa menyebabkan kanker paru jadi lebih parah.
Perlu diketahui juga bahwa PPOK yang baru tumbuh atau berkembang mungkin tidak menunjukkan gejala yang nampak. Namun, jika dibiarkan begitu saja, dan PPOK jadi semakin parah ditambah tetap terus ‘melanggengkan’ kebiasaan buruk merokok, maka pengidap akan merasakan gejala serius seperti nyeri dada, sesak nafas, batuk berdahak tak kunjung selesai, mengi dan tubuh lemas.
Oleh karenanya, penting sekali bagi kita semua untuk melakukan medical check up secara berkala di Granostic. Dengan melakukan medical check up, Anda bisa melakukan deteksi dini terhadap gangguan kesehatan dan menanganinya dengan segera dengan pengobatan yang tepat.
5. Meningkatkan Risiko Kanker Paru Sekunder
Merokok bisa memicu meningkatnya risiko kanker paru sekunder. Apa itu kanker paru sekunder ? Kanker paru memang diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan awal perkembangannya.
Pertama kanker paru primer, yang mana kanker ini tumbuh awal di organ paru. Kedua kanker paru sekunder, yang mana kanker ini tumbuh di bagian tubuh lainnya lalu menyebar ke organ paru.
Nah, orang dengan kebiasaan buruk merokok berpeluang terkena berbagai jenis kanker, seperti kanker mulut, kanker tenggorokan dan lainnya. Kanker ini juga berpeluang menyebar ke organ paru sehingga penderita juga akan menderita kanker paru.
Itulah penjelasan tentang fakta bahwa merokok menjadikan kanker paru makin parah. Menghentikan kebiasaan buruk merokok adalah langkah tepat untuk memerangi kanker paru.
Di sisi lain, penting juga bagi Anda untuk melakukan deteksi dini kanker paru melalui layanan medical check up di Granostic. Terlebih jika Anda selama ini tidak berhenti merokok. Granostic akan memberikan penanganan tepat yang dibantu oleh dokter spesialis berpengalaman jika ditemukan indikasi pertumbuhan sel kanker.
Bukan hanya itu, Granostic juga siap membantu Anda menerapkan gaya hidup sehat dan menghentikan kebiasaan buruk merokok. Seperti diketahui, banyak orang yang gagal berhenti merokok karena merasa kesulitan melakukan hal itu. Fakta inilah yang mendorong Granostic dalam membantu pasien menghentikan kebiasaan buruk merokok.
Medical check up di Granostic sebaiknya dilakukan secara berkala. Dengan melakukan ini, Anda akan memiliki tubuh sehat dan mendapatkan penanganan dengan segera jika ada indikasi gangguan kesehatan tertentu. Yuk medical check up sekarang juga di Granostic !

