Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Cara Mengatasi Pneumonia

Cara Mengatasi Pneumonia

Cara mengatasi pneumonia sebaiknya menggunakan pendekatan medis. Sebab, pneumonia termasuk penyakit serius yang menyerang organ vital, yakni paru. Jika tidak segera mendapatkan tindakan medis, penyakit pneumonia bisa jadi lebih parah bahkan menimbulkan komplikasi.

Perlu diketahui, pneumonia adalah penyakit yang membuat parenkim paru mengalami peradangan. Pneumonia bisa terjadi pada anak, dewasa maupun lanjut usia (lansia). Meski begitu, penyakit ini lebih sering menyerang bayi dan anak-anak.

Penyakit pneumonia sering kali mengakibatkan kantong udara kecil pada saluran pernafasan dipenuhi lendir dan air. Inilah mengapa penyakit ini juga dikenal dengan sebutan paru basah.

Lantas, apa saja gejala dan keluhan yang dialami penderita pneumonia ? Pada awalnya, secara umum, gejala pneumonia menyerupai flu, yakni demam dan batuk namun durasinya lebih lama daripada flu biasa.

Jika dibiarkan begitu saja, penderita pneumonia akan merasakan sejumlah gejala lainnya, di antaranya nyeri dada, sesak nafas, mudah lelah, muntah dan mual, menggigil hingga gangguan kesadaran. Kondisi ini tentunya sangat berbahaya dan penderita pneumonia perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Nah, kali ini kami akan memaparkan informasi mengenai cara mengatasi pneumonia secara efektif. Jika Anda saat ini tengah berjuang melawan penyakit ini, simak penjelasan berikut hingga tuntas ya !
1. Konsultasikan dengan Dokter
Cara mengatasi pneumonia yang pertama yakni konsultasi dengan dokter. Ya, konsultasi dokter ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi medis Anda terkini. Jika Anda tidak sedang sakit pneumonia, konsultasi dokter bermanfaat untuk mengetahui langkah pencegahan yang efektif.

Apabila Anda tengah sakit pneumonia, konsultasi dokter pun bermanfaat untuk mendapatkan rekomendasi tindakan medis dan pengobatan yang tepat. Jadi, konsultasi dokter bisa dilakukan bukan saja saat sakit, tapi juga sebelum sakit. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait penyakit pneumonia di Granostic.

2. Pemeriksaan dan Diagnosis
Pemeriksaan dan diagnosis diperlukan untuk mengetahui kondisi pasien pneumonia. Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti gejala dan keluhan yang dialami, riwayat penyakit dan obat-obatan yang dikonsumsi, riwayat perjalanan, pekerjaan dan pertanyaan lainnya.

Lebih lanjut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama hal yang berkaitan dengan nafas dan paru. Beberapa pemeriksaan tertentu juga diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, seperti CT scan dan rontgen untuk mengetahui kondisi paru pasien lebih detail, tes dahak untuk mengetahui kuman pemicu infeksi pneumonia, bronkoskopi untuk mengetahui kondisi saluran nafas pasien dan lainnya.

Nah, pemeriksaan dan diagnosis pneumonia bisa dilakukan di Granostic. Granostic memiliki berbagai alat kesehatan dan dokter spesialis berpengalaman yang dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan terkini dan diagnosis berbagai penyakit, termasuk pneumonia.

Perlu Anda tahu juga bahwa Granostic menyediakan layanan home service. Layanan home service ini, tentunya, sangat menguntungkan bagi pasien karena pemeriksaan kesehatan dilakukan di rumahnya. Jadi, pasien tidak perlu pergi ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri.

3. Pengobatan dengan Antibiotik
Perlu Anda tahu nih, penyakit pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri bisa diatasi atau diobati dengan mengkonsumsi antibiotik. Hal ini berbeda dengan pneumonia dari virus yang pengobatannya dengan mengkonsumsi obat anti virus.

Pengobatan pneumonia dengan antibiotik ini harus berdasarkan resep dokter ya. Dokter sebelumnya akan memeriksa dan mengidentifikasi jenis bakteri pemicu pneumonia, kemudian akan meresepkan obat antibiotik.

Sebagai pengingat, penderita pneumonia tidak boleh sembarangan mengkonsumsi antibiotik tanpa resep dari dokter. Pasalnya, mengkonsumsi antibiotik secara sembarangan dapat berdampak pada resistensi antibiotik yang bisa mengakibatkan penyakit dari infeksi bakteri sulit diatasi.

4. Istirahat yang Cukup
Cara mengatasi pneumonia berikutnya yakni dengan beristirahat cukup. Cara ini sering kali dilupakan dan disepelekan padahal penderita pneumonia perlu mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya. Tujuannya tidak lain agar proses penyembuhan pneumonia berjalan dengan baik.

Nah, penderita pneumonia biasanya mengalami gejala batuk, terutama pada malam hari. Gejala ini mungkin dapat mengganggu tidur malam. Akan tetapi, penderita pneumonia harus tetap mengupayakan untuk memperoleh istirahat yang cukup. Sebagai solusi, Anda dapat menciptakan suasana yang nyaman di rumah Anda, terutama untuk kamar tidur.

5. Hindari Merokok dan Asap Rokok Pasif
Merokok adalah kebiasaan buruk yang harus segera dihentikan. Bagi penderita pneumonia, merokok sangat berpengaruh terhadap kerusakan paru. Selain itu, sistem kekebalan tubuh akan menurun sehingga susah melawan infeksi virus pemicu pneumonia.

Di sisi lain, asap rokok dari perokok juga berbahaya bagi kesehatan orang di sekeliling yang menghirupnya. Jadi, selain tidak merokok, Anda juga perlu menghindari asap rokok dari perokok.

Perlu diketahui, selain menjadi salah satu cara mengatasi pneumonia, berhenti merokok dan menghindari asap rokok pasif juga bisa jadi langkah pencegahan yang efektif. Dalam kata lain, Anda dapat menurunkan risiko terkena penyakit pneumonia dan paru jadi makin sehat.

6. Pengobatan Pendukung
Mengkonsumsi obat-obatan tertentu juga perlu dilakukan penderita agar dapat segera sembuh dari penyakit pneumonia. Tentunya, penderita atau pasien perlu mendapatkan petunjuk atau resep obat-obatan ini dari dokter.

Dokter biasanya meresepkan obat batuk untuk meredakan gejala batuk yang dialami pasien pneumonia. Dengan mengkonsumsi obat batuk, diharapkan pasien dapat beristirahat lebih baik. Selain itu, dokter juga tidak jarang meresepkan obat penurun demam dan penghilang nyeri, seperti paracetamol dan aspirin. Tujuannya tidak lain untuk menghilangkan rasa tidak nyaman dan demam yang dialami pasien.

Di sisi lain, Anda penderita pneumonia pun bisa mengkonsumsi obat-obatan alami. Obat-obatan alami ini berguna untuk meredakan gejala pneumonia, seperti batuk, demam dan nafas pendek. Adapun obat-obatan alami yang dimaksud yakni obat herbal dari kunyit, jahe dan peppermint. Penderita juga bisa berkumur dengan air garam untuk mengurangi gejala tersebut.

7. Pemantauan dan Tindak Lanjut
Cara mengatasi pneumonia yang terakhir yakni dengan melakukan pemantauan dan tindak lanjut. Pemantauan dan tindak lanjut ini diperlukan terutama bagi pasien pneumonia dengan gejala yang parah atau sangat parah.

Pasien pneumonia yang parah perlu mendapatkan tindak lanjut berupa rawat inap di rumah sakit. Pasien akan diberikan sejumlah perawatan, di antaranya pemberian antibiotik dan obat-obatan pendukung yang dapat mengatasi pneumonia, pemberian oksigen agar kadar oksigen dalam darah stabil, pemberian cairan infus agar pasien mendapatkan keseimbangan cairan dan cukup nutrisi dan fisioterapi berupa latihan pernafasan.

Kondisi pasien pneumonia akan dipantau selama di rumah sakit oleh dokter spesialis paru. Tindak lanjut dan pemantauan ini bertujuan untuk meredakan gejala, mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi pneumonia.

Itulah sejumlah cara mengatasi pneumonia. Perlu diketahui, pada umumnya, penyakit pneumonia dapat sembuh dalam waktu 2 – 3 minggu dengan penanganan dan pengobatan yang tepat. Oleh karenanya, kami sangat menyarankan agar segera menghubungi Granostic jika mengalami gejala-gejala pneumonia. Dengan begitu, Anda dapat sembuh lebih cepat.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message