Cara Menyembuhkan Asma
![]()
Asma adalah salah satu masalah pernafasan yang cukup umum terjadi. Serangan asma dapat membuat otot pernafasan menyempit dan menegang, sehingga membuat penderita mengalami kesulitan bernafas. Lantas bagaimana cara yang tepat untuk menyembuhkan asma ini ?
Asma dapat terjadi pada siapa saja, baik pada anak maupun orang dewasa. Penderita asma memiliki paru lebih sensitif dari orang dengan kondisi paru normal.
Sehingga saat terpapar debu, asap rokok, polusi, zat kimia atau bahkan infeksi virus, bisa menyebabkan iritasi pada paru. Kondisi ini akan membuat otot saluran pernafasan menjadi kaku dan menyempit.
Sobat Granostic, asma hingga kini masih belum dapat disembuhkan secara total. Namun ada banyak pengobatan dan terapi medis yang dapat meringankan gejala asma.
Apa saja cara meringankan gejala dan kekambuhan asma tersebut ? Berikut penjelasannya.
1. Pendampingan Dokter
Adanya pendampingan dokter dalam cara menyembuhkan asma adalah hal yang sangat penting. Sebab, untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis yang tepat sasaran, Anda memerlukan pemeriksaan oleh dokter spesialis.
Dokter spesialis di klinik Granostic bisa membantu Anda dalam upaya cara meringankan dan menyembuhkan gejala penyakit asma. Bersama tenaga medis kami, Anda dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesehatan paru dan mendiskusikan gejala asma yang pernah Anda alami.
Hasil pemeriksaan dan konsultasi ini akan digunakan untuk menentukan jenis pengobatan asma mana yang paling sesuai untuk kondisi Anda. Sebab ada banyak pilihan terapi untuk menyembuhkan asma.
Dokter akan membantu menentukan terapi asma tersebut sesuai dengan jenis, tingkat keparahan, dan kondisi asma yang Anda alami.
Untuk mulai berkonsultasi dengan tim dokter spesialis kami, Anda bisa langsung menghubungi nomor Home Service yang tertera di website. Selain itu Anda juga bisa berkunjung ke klinik kami secara langsung.
2. Terapi Obat
Terapi obat merupakan metode pengobatan asma yang cukup umum diberikan oleh dokter, untuk pengobatan jangka pendek maupun panjang. Panjang periode pengobatan ini akan dokter sesuaikan dengan tingkat keparahan asma yang Anda miliki.
Secara umum, terapi obat untuk menyembuhkan asma ini terbagi menjadi tiga, yakni :
1. Pengobatan asma jangka panjang : dilakukan untuk mengendalikan keparahan gejala, mencegah asma kambuh secara berkelanjutan, dan mencegah adanya komplikasi. Pengobatan ini menggunakan obat hirup seperti inhaler asma atau nebulizer.
2. Pengobatan asma jangka pendek : dilakukan untuk meredakan gejala serangan asma akut saat kejadian dengan segera. Obat ini juga dapat digunakan untuk pertolongan pertama ketika serangan asma terjadi.
3. Pengobatan alergi : dilakukan untuk mengatasi alergi yang menjadi penyebab timbulnya asma. Karenanya jenis pengobatan ini hanya diberikan jika tubuh bereaksi terhadap pemicu atau alergen tertentu.
3. Terapi Pernafasan
Cara meredakan dan meringankan gejala asma selanjutnya adalah dengan terapi pernafasan. Apakah Anda sudah pernah dengar ?
Terapi pernafasan merupakan cara mengatasi asma tanpa obat yang juga kerap dianjurkan oleh dokter. Namun, terapi pernafasan haruslah secara rutin dilakukan setiap hari, yakni dengan membiasakan pengidap untuk bernafas dengan lebih efektif.
Beberapa jenis terapi pernafasan yang bisa Anda gunakan untuk menyembuhkan asma, antara lain :
● Pernafasan diafragma
● Pernafasan dengan bibir mengerucut
● Metode papworth
● Metode pernafasan Buteyko
● Pernafasan hidung
Melakukan terapi pernafasan secara teratur dapat membantu mengontrol asma dengan meningkatkan fungsi paru, mengurangi gejala asma, dan meningkatkan kesehatan paru secara umum.
4. Terapi Yoga
Selain melatih pernafasan, Anda juga bisa menerapkan terapi yoga sebagai cara menyembuhkan asma. Olahraga ini berfokus pada kesadaran sepanjang gerakannya. Yoga dapat meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, manajemen pernafasan, dan banyak lainnya.
Meski olahraga ini tidak dapat kita kategorikan sebagai pertolongan utama untuk asma, namun yoga dapat menjadi bagian dari perencanaan terapi komprehensif Anda. Beberapa pose yoga dapat mengontrol gejala asma, seperti mereduksi stres, membuka dada, dan mendorong pernafasan dalam.
Sebuah jurnal di tahun 2016 dengan partisipan sebanyak 1048 orang, menemukan bahwa yoga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi gejala kekambuhan bagi pengidap asma.
Penelitian lain di Ethiopian Journal o Health Sciences, yang dilakukan pada 24 orang pengidap asma, menunjukkan bahwa yoga berpotensi mengurangi serangan asma akut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yoga dinilai efektif mengurangi kekambuhan asma di pagi dan malam hari.
5. Kurangi Kebiasaan Buruk Seperti Merokok
Selain melakukan ketiga terapi di atas, sangat penting untuk menghentikan gaya hidup tak sehat dalam menyembuhkan asma Anda. Mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok, minum minuman beralkohol, memperhatikan pola diet dan menjaga berat badan, serta banyak lainnya.
Merokok, utamanya, rokok tembakau ataupun elektrik (vape) dapat berdampak buruk bagi kesehatan paru dan mengganggu pernafasan Anda. Asap rokok dapat memicu proses alergi pada saluran pernafasan, terutama pada pengidap asma yang memiliki paru-paru lebih sensitif.
Anda bisa memulai gaya hidup yang lebih sehat, misalnya dengan olahraga rutin sesuai dengan kondisi dan kemampuan fisik Anda. Jangan lupa untuk menerapkan diet sehat dan bergizi tinggi.
6. Usahakan untuk tidur dengan posisi telentang atau miring
Cara menyembuhkan asma selanjutnya adalah dengan tidur dengan posisi telentang atau miring. Kedua posisi ini dapat membuat saluran udara terbuka lebih lebar, sehingga mempermudah Anda untuk bernafas saat sedang tidur.
Seperti yang Anda tahu, gejala asma sangat rawat terjadi di malam atau pagi hari. Karenanya, mengenali dan menerapkan posisi tidur yang tepat akan mengurangi kemungkinan kambuhnya asma serta membuat kualitas tidur lebih baik.
7. Gunakan masker ketika pergi keluar rumah
Asap kendaraan, perokok, debu, dan berbagai polusi udara lainnya dapat menjadi pemicu munculnya gejala asma. Berbagai alergen tersebut berpotensi untuk mengiritasi paru dan membuat otot saluran pernafasan menjadi kaku serta menyempit.
Nah, untuk menghindari adanya serangan asma secara tiba-tiba saat Anda beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya gunakan masker saat bepergian. Anda juga bisa menggunakan masker bila sedang membersihkan ruangan untuk mencegah terhirupnya debu dan kotoran.
Meski begitu pada praktiknya, tak sedikit penderita asma mengaku mengalami kesulitan bernafas saat menggunakan masker. Karenanya, pemilihan masker ini juga harus Anda perhatikan dengan baik.
Tips aman menggunakan masker untuk penderita asma :
1. Pilih masker yang nyaman dan pas untuk kondisi Anda. Misalnya mempertimbangkan masker berbahan katun karena ringan dan mudah menyerap kelembaban daripada yang berbahan sintetis. Atau masker bedah standar yang diklaim lebih mudah untuk bernafas.
2. Selalu membawa inhaler setiap saat.
3. Lepas masker segera setelah Anda sampai di tempat tujuan, atau memasuki ruang aman yang bebas polusi.
Nah, Sobat, itu adalah penjelasan mengenai cara mengontrol dan menyembuhkan gejala penyakit asma yang Anda miliki. Apakah artikel ini menjawab kebutuhan Anda ?
Ingat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sasaran, Anda harus memiliki diagnosis yang akurat mengenai kondisi paru dan tingkat keparahan asma yang Anda alami.
Karenanya melakukan medical check up untuk paru secara berkala dan berkonsultasi dengan dokter adalah hal yang sangat penting. Dalam hal ini klinik Granostic bisa menjawab kebutuhan Anda.
Kami memiliki tim dokter dan tenaga medis profesional yang akan mendampingi Anda dalam pemeriksaan kesehatan paru-paru. Selain itu, kami pun memiliki layanan tes kesehatan paru secara lengkap seperti pemeriksaan spirometri, foto rontgen dada, dan banyak lainnya.
Konsultasi kesehatan ini tak hanya dapat Anda lakukan secara langsung dengan mengunjungi klinik kami. Melainkan, Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter melalui WhatsApp, loh.
Bersama layanan Home Service kami Anda bisa mendiskusikan dan mengkonsultasikan gejala asma yang Anda alami. Tim dokter kami akan dengan tanggap memberikan informasi dan analisis terhadap gejala tersebut.

