Kenapa Dada Terasa Sesak ?
![]()
Saat dada tiba-tiba terasa sesak seperti dicengkeram atau diremas, Anda mungkin mengiranya sebagai serangan jantung, padahal ada banyak masalah kesehatan yang dapat menjadi penyebab rasa sesak tersebut.
Rasa sesak di dada dapat dipicu oleh banyak faktor, termasuk infeksi, keresahan, masalah kardiovaskular, gangguan pada saluran pernafasan, hingga masalah pencernaan.
Kondisi sesak ini dapat terasa di seluruh bagian dada atau pada satu bagian saja. Selain itu, rasa sesak juga bisa muncul bersamaan dengan kesulitan bernafas.
Nah, Sobat Granostic agar tak salah duga dan langkah penanganan pertama, dalam artikel ini kita akan membahas lebih rinci mengenai penyebab kenapa dada terasa sesak dan gejalanya.
1. Masalah Kardiovaskular
Bagi orang awam masalah kardiovaskular umumnya disamaartikan dengan penyakit jantung. Hal ini tidaklah sepenuhnya benar.Sebab sistem kardiovaskular ini terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah. Sehingga saat membicarakan gangguan pada sistem kardiovaskular ini tak hanya serangan jantung, namun bisa berupa stroke, aritmia, hingga gagal jantung.
Masalah kardiovaskular juga bisa menyebabkan rasa sesak di dada, khususnya pada serangan jantung, yang kerap digambarkan seperti adanya rasa berat, sesak, atau tekanan pada dada.
Gejala lain yang muncul saat masalah kardiovaskular bisa menimbulkan rasa sesak dan nyeri di dada, mual, angina, tidak nyaman di lengan atau pundak, keringat dingin, nafas pendek-pendek, dan banyak lainnya.
Kondisi ini bisa berbeda-beda tergantung pada masalah kardiovaskular apa yang Anda alami. Sebab itu, untuk dapat mengatasi dada yang sesak secara efektif, Anda perlu melakukan diagnosis bersama ahli atau di klinik kesehatan untuk mengetahui kenapa kondisi tersebut muncul.
2. Gangguan Paru
Timbulnya rasa sesak pada dada juga dapat mengindikasikan adanya gangguan paru. Gangguan paru ini bisa terjadi karena infeksi bakteri, virus, atau asma.Pada penderita asma, dada yang terasa nyeri dan sesak adalah gejala yang paling umum. Pada kondisi ini, sesak di dada juga diiringi dengan mengi, sesak nafas, dan batuk.
Selain asma, gangguan paru lain yang bisa menyebabkan rasa sesak dan nyeri dada adalah :
● Emboli paru
● Tuberkulosis
● Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
● Hipertensi paru
● Radang selaput dada
● Pneumotoraks
Selain rasa nyeri dan sesak di dada, beberapa gejala lain juga akan muncul seperti sulit bernafas, rasa cemas, detak jantung tidak teratur dan abnormal, dan banyak lainnya. Gejala yang muncul berbeda-beda tergantung jenis gangguan paru apa yang Anda alami.
Karena itu, sangat penting untuk melakukan pengecekan yang lengkap bersama dokter atau spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
3. Masalah Otot dan Tulang Rusuk
Tak sedikit kasus nyeri dan sesak pada dada timbul karena masalah otot dan tulang rusuk. Otot yang tegang bisa jadi penyebab dada sesak dan nyeri yang cukup umum. Secara khusus, ketegangan pada otot interkostal dapat menimbulkan gejala sesak tersebut.Otot interkostal bertanggung jawab untuk membuat tulang rusuk menempel satu sama lain. Ketegangan otot-otot ini biasanya terjadi akibat aktivitas intens, seperti kegiatan meraih atau mengangkat saat memutar badan.
Bersamaan dengan rasa sesak tersebut, Anda juga mungkin akan mengalami :
● Nyeri
● Sulit bernafas
● Pembengkakan
● Tekanan
Masalah lain pada tulang rusuk pun bisa jadi penyebab dada terasa sesak dan nyeri. Misalnya saat Anda cedera atau patah tulang rusuk akibat kecelakaan.
Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit dan sesak ketika Anda menarik nafas dalam, menekan area yang cedera, atau saat Anda menggerakkan tubuh.
4. GERD (Gastroesophageal Reflux Diseases)
Sesak yang timbul di dada bisa terjadi karena adanya gangguan pada sistem pencernaan. Misalnya ketika terjadi refluks asam lambung yang menyebabkan asam lambung naik hingga ke kerongkongan.Masalah pencernaan ini dikenal dengan nama GERD. Kondisi ini terjadi karena melemahnya katup di pangkal lambung, sehingga isi perut dapat naik ke kerongkongan.
Sesak dada yang terjadi akibat GERD biasanya timbul dengan gejala lain, seperti :
● Rasa nyeri dan terbakar
● Regurgitasi (isi perut naik ke tenggorokan / mulut)
● Sesak di dada
● Mual
● Masalah menelan
● Batuk kronis
● Suara serak
5. Gangguan Kecemasan atau Stres
Dada sesak juga dapat berhubungan dengan kesehatan mental Anda. Rasa cemas yang Anda rasakan akan memicu stres dalam tubuh, yang disebut dengan mode fight or flight. Gejala dari serangan kecemasan ini termasuk :
● Meningkatnya detak jantung
● Dada yang sesak
● Diare
● Nyeri otot
● Nafas yang cepat, pendek, dan tidak beraturan
● Kram perut
6. Infeksi atau Inflamasi
Dada yang sesak juga dapat timbul karena infeksi, seperti flu yang umum terjadi. Namun bisa juga timbul karena infeksi yang lebih serius, seperti Herpes Zooster.Selain itu, Anda juga bisa merasakan sesak di dada karena penumpukan lendir / cairan di paru, adanya inflamasi (peradangan), dan berbagai masalah lainnya.
Beberapa jenis infeksi yang dapat menyebabkan nyeri dan sesak dada antara lain :
● Bronkitis akut
● Pneumonia
● Covid-19
● Herpes Zooster
Selain rasa nyeri di dada dan sesak, umumnya ada gejala lain yang juga muncul saat infeksi atau inflamasi terjadi, yakni :
● Kesulitan bernafas
● Rasa nyeri dan sesak dada yang konsisten
● Demam
● Batuk berdahak
● Bibir dan ujung jari membiru
● Batuk
7. Anemia
Nyeri dan sesak dada bisa menjadi salah satu gejala anemia yang cukup serius. Kondisi ini terjadi ketika sel darah merah tidak cukup, sehingga jantung harus bekerja keras untuk memindahkan oksigen melalui darah.Nyeri dan sesak dada bisa menjadi salah satu gejala anemia yang cukup serius. Kondisi ini terjadi ketika Anda tidak memiliki sel darah merah yang cukup. Sehingga jantung harus bekerja keras untuk mendistribusikan oksigen melalui darah.
Dengan kata lain nyeri dan sesak pada dada ini adalah akibat dari jantung yang tidak mendapatkan cukup oksigen. Sel darah merah mengandung molekul hemoglobin, yang berfungsi untuk mengikat oksigen di paru-paru dan membawanya ke berbagai bagian tubuh.
Selain nyeri dada, gejala anemia lain yang dapat Anda alami antara lain :
● Sesak nafas
● Lemas
● Kulit yang pucat
● Detak jantung yang tak normal
Baca Juga: Cara Mengatasi Dada Tiba-Tiba Sesak Dada
Mengalami Nyeri dan Sesak di Dada Tiba-Tiba, Lakukan Diagnosis Awal Bersama Ahlinya
Setelah membaca ulasan di atas, Anda tentu memahami bahwa nyeri dada tidak muncul dengan sendirinya. Melainkan kondisi ini bisa menjadi petunjuk atau gejala dari penyakit tertentu yang bisa berdampak serius pada kesehatan Anda.Karenanya penanganan dan perawatan sesak di dada ini tidak bisa kita atasi secara sembarangan. Anda perlu mengetahui kenapa nyeri dan sesak di dada tersebut timbul, kemudian menyesuaikan pengobatan dengan penyebabnya tersebut.
Granostic Medical Service menjadi jawaban yang ideal untuk mengatasi masalah Anda tersebut. Bersama tim ahli dan dokter spesialis kami, Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan serta mengkonsultasikan gejala sesak di dada yang Anda alami.
Proses pemeriksaan kesehatan ini akan dilakukan secara menyeluruh, serta menggunakan teknologi canggih dan mutakhir.
Lebih dari itu, kami juga menyediakan layanan Home Service. Anda dapat melakukan konsultasi secara daring (online) dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannya.
Cukup dengan menghubungi nomor WhatsApp yang tertera pada halaman website atau dengan klik tombol Home Service di bawah, Anda bisa langsung terhubung bersama tim ahli kami.
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- ”. Chest Pain: Differentiating Cardiac from Noncardiac Causes"
https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2013/0815/p231.html (Diakses 2025) - ”. Evaluation of the Patient with Chest Pain"
https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2005/0215/p575.html (Diakses 2025) - ”. Noncardiac Chest Pain: Epidemiology, Natural Course and Pathogenesis"
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3096279/ (Diakses 2025)

