Bagaimana Tips Penanganan Asma?
![]()
Asma merupakan gangguan pernafasan jangka panjang, yang menyebabkan kesulitan bernafas pada pengidapnya. Untuk dapat mencegah dan mengontrol serangan asma, Anda harus mengerti bagaimana tips penanganan asma yang tepat.
Gejala asma dapat muncul karena banyak faktor termasuk lingkungan hidup yang tak sehat, gaya hidup yang buruk, serta paparan bahan kimia. Serangannya pun dapat terjadi secara mendadak dan dalam rentang keparahan yang berbeda-beda.
Pengobatan asma perlu dilakukan secara tepat dan dalam jangka waktu tertentu (bisa menahun). Tujuannya agar pengidap dapat mencapai kualitas hidup yang baik, mengontrol tingkat keparahan serangan, serta meminimalisir kekambuhan asma.
Lewat artikel kali ini akan dibahas mengenai bagaimana tips penanganan asma yang tepat. Simak, ya, Sobat Granostic!
1. Rencana Manajemen Asma
Manajemen asma merupakan suatu perilaku yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pengidap untuk mengelola dan mengendalikan gejala asma, serta mencegah terjadinya eksaserbasi.
Dikutip dari Jurnal Resmi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, eksaserbasi berarti perburukan gejala pernapasan akut. Faktor penyebab eksaserbasi bisa dipicu oleh infeksi virus, bakteri, dan polusi. Selain itu perbedaan suhu juga dapat menimbulkan kondisi ini, terutama saat musim dingin.
Sobat Granostic, meski manajemen asma ini dilakukan secara mandiri, akan tetapi dalam penyusunan rencana manajemen tertulis Anda memerlukan arahan dan bantuan dari dokter spesialis.
Perencanaan manajemen asma ini terdiri dari 4 seksi utama :
1. Bagaimana merawat asma Anda setiap hari ?
2. Apa yang harus dilakukan kalau Asma mulai kambuh ?
3. Apa yang harus dilakukan apabila kekambuhan asma cukup serius ?
4. Apa yang dilakukan bila asma berstatus gawat darurat ?
Memahami kebutuhan Anda sebagai pengidap asma, klinik Granostic berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam perencanaan manajemen asma ini. Kami memiliki tenaga medis dan dokter spesialis yang dapat menjadi partner konsultasi kesehatan Anda yang terpercaya.
Selain itu, klinik Granostic juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan paru secara lengkap yang dapat mendukung diagnosa kesehatan saluran pernafasan Anda.
Dokter kami akan membantu menyusun rencana manajemen asma sesuai dengan hasil konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh pada saluran pernafasan Anda.
2. Konsisten dengan Pengobatan
Setelah menulis rencana manajemen asma dengan dokter spesialis di klinik Granostic, Anda juga perlu melakukan pengobatan secara konsisten. Pemeriksaan rutin ini penting agar Anda selalu tahu kadar penyakit asma yang Anda miliki, serta dokter akan memberikan obat untuk mengontrol dan mencegah asma kambuh.
Selain itu dengan pemeriksaan rutin, Anda bisa meminimalisir gejala asma agar tidak menjadi berat ketika kambuh.
Perencanaan manajemen asma yang telah Anda buat perlu ada pembaharuan. Sebab dalam masa perawatan atau jangka waktu tertentu, akan ada kemungkinan bahwa asma Anda mengalami perubahan gejala atau tingkat keparahan serangannya.
Pembaharuan rencana manajemen asma disarankan dilakukan setahun sekali untuk orang dewasa, dan setiap enam bulan sekali untuk anak-anak.
3. Gunakan Inhaler dengan Benar
Inhaler merupakan alat yang dapat membantu memasukkan obat ke dalam saluran pernafasan secara langsung. Bagi penderita asma, inhaler tentunya bukan hal baru lagi.
Meski terbilang jenis obat yang cukup umum untuk penderita asma, namun tak sedikit juga penderita yang menggunakan inhaler dengan teknik yang salah. Sehingga efek dari obat hirup ini pun tidak akan maksimal.
Inhaler sendiri memiliki beberapa jenis, yang kecocokannya harus disesuaikan dengan kondisi pasien, umur, dan bagaimana paru-paru Anda bekerja. Dokter atau perawat juga harus menunjukkan pada Anda bagaimana menggunakan inhaler ini dengan tepat.
Namun secara umum berikut ini cara menggunakan inhaler berdasarkan laman kesehatan Health Direct Australia dengan tepat :
1. Kocok terlebih dahulu sebelum Anda menggunakannya.
2. Hembuskan napas dengan kuat.
3. Gunakan inhaler dengan posisi yang tepat.
4. Tarik napas dalam-dalam ketika Anda memasukkan obat tersebut ke dalam mulut, kemudian tahan nafas selama beberapa saat (paling tidak selama 5 detik).
5. Pastikan untuk mengocok inhaler di sela-sela isapan.
4. Hindari Pemicu Asma
Selain penggunaan obat dan rutin mengontrol kesehatan pernafasan Anda bersama dokter, penting juga untuk menghindari pemicu asma. Setiap orang memiliki tingkat serangan asma yang berbeda-beda dan bisa dipicu oleh banyak hal.
Sebab penderita asma terbukti memiliki saluran pernafasan yang lebih sensitif. Saat paru mengalami iritasi, maka saluran pernafasan akan menjadi kaku dan menyempit.
Kondisi tersebut menyebabkan produksi dahak meningkat, dan membuat pengidapnya mengalami kesulitan bernafas.
Secara umum gejala asma dapat timbul karena beberapa faktor, antara lain :
- Paparan debu dan polusi udara.
- Asap rokok dan kendaraan.
- Aktivitas fisik yang berlebihan sehingga terjadi nyeri otot.
- Alergi pada bulu dan rambut halus dari binatang.
- Infeksi virus dan bakteri.
- Paparan zat kimia di lingkungan tempat kerja.
- Perubahan cuaca secara drastis, misalnya musim hujan yang menyebabkan udara jadi lebih dingin.
- Mengenali faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kekambuhan asma Anda adalah hal yang sangat penting. Sebab, dengan begitu Anda dapat mengontrol dan mencegah kambuhnya asma tersebut.
5. Istirahat yang Cukup
Sobat Granostic, dari sekian banyak tips penanganan asma yang tepat di atas, ada satu hal yang harus Anda perhatikan dengan baik, yakni waktu istirahat. Tidur dan istirahat berkualitas sangat baik untuk kesehatan, tak hanya untuk manajemen asma. Sebab orang dengan tidur dan istirahat kurang akan mengalami kesulitan dalam mengontrol daya imun mereka, yang tentunya memiliki peranan besar pada kesehatan sistem pernafasan dan paru.
Ketika Anda tidak memiliki istirahat atau tidur yang cukup, seorang pasien asma berkemungkinan besar untuk memiliki alergi asma yang tidak terkontrol. Selain itu, berpotensi untuk terserang infeksi oleh virus dan bakteri yang menyerang paru-paru.
Selain itu, sebagian besar orang merasakan kelelahan secara emosional dan fisik setelah serangan asma terjadi. Setelah serangan asma Anda bisa beristirahat untuk memulihkan diri dengan beberapa cara berikut :
- Istirahat dan menenangkan diri semaksimal mungkin.
- Hindari untuk kembali bekerja atau melakukan aktivitas berat sebelum Anda benar-benar sembuh.
- Tidur berkualitas dan rutin.
- Hindari bepergian ke acara sosial sampai Anda benar-benar merasa sehat.
Nah, itu adalah penjelasan mengenai tips penanganan asma yang tepat dan harus Anda ketahui. Apakah Anda siap menerapkan langkah-langkah di atas ?
Untuk memaksimalkan perawatan yang akan Anda lakukan penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan pemeriksaan medis secara menyeluruh. Sebab pengobatan asma harus dilakukan berdasarkan penyebab, kondisi paru, dan kesehatan tubuh Anda secara umum.
Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan paru dan saluran pernafasan di klinik Granostic. Kami memiliki staf kesehatan dan dokter spesialis yang dapat mendampingi Anda dalam penanganan asma secara profesional.
Keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan memeriksakan kesehatan paru di klinik kami adalah :
* Pemeriksaan menyeluruh bersama dokter spesialis.
* Layanan pemeriksaan kesehatan paru-paru lengkap, seperti spirometri, foto rontgen dada, tes tekanan darah, dan banyak lainnya.
* Pemeriksaan dapat dilakukan dimana dan kapan saja lewat layanan Home Service. Anda dapat menjangkau tenaga medis kami lewat aplikasi WhatsApp dan melakukan konsultasi secara daring (dalam jaringan).
Langsung jadwalkan konsultasi Anda dengan klik tombol di bawah ini. Salam sehat, Sobat Granostic!

