Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Yuk, Kenali Beberapa Makanan Peningkat Imun Tubuh Ini!

Yuk, Kenali Beberapa Makanan Peningkat Imun Tubuh Ini!

Istilah 'Anda adalah apa yang Anda makan' merujuk pada arti bahwa pola makan seseorang secara harafiah mencerminkan kesehatan dan kondisi tubuhnya. Dengan kata lain, pentingnya memiliki pola makan yang sehat yang bervariasi merupakan kunci untuk menjaga daya tahan tubuh yang optimal.

Faktor-faktor lain seperti pola istirahat, tingkat stres, serta kebersihan diri berperan dalam mempengaruhi respons sistem kekebalan tubuh. Namun, nutrisi yang masuk kedalam tubuh tetap menjadi elemen krusial dalam memenuhi kebutuhan gizi, termasuk vitamin dan mineral yang memiliki peran signifikan dalam mendukung kinerja sistem kekebalan imun. Mari kita lihat bagaimana berbagai jenis makanan berikut dapat berkontribusi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.


1. Buah-Buahan Sitrus
Tinjauan Justin Laube, MD dan Lynn Grieger, RDN, CDCES dari Everyday Health, buah-buahan sitrus seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Vitamin C dikenal sebagai nutrisi yang penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Nutrisi ini berperan dalam merangsang produksi sel darah putih, yang merupakan komponen utama sistem kekebalan tubuh.
Vitamin C juga membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Selain itu, vitamin C berperan dalam sintesis kolagen, suatu protein penting untuk struktur kulit, pembuluh darah, tulang, dan jaringan ikat lainnya.

Dengan meningkatnya sistem imun tubuh berkat vitamin C, akan membantu dalam mempercepat proses penyembuhan luka, regenerasi sel, dan penyerapan zat besi dari makanan menjadi sumber energi. Karenanya, jika tubuh kekurangan vitamin C dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit skorbut, yang ditandai oleh gejala seperti gusi berdarah, nyeri sendi, dan penurunan massa otot.


2. Bawang Putih
Selain menjadi bumbu dapur, bawang putih juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh berkat kandungan fitonutrien-nya yang bermanfaat dalam mengurangi stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi ketika tubuh menghasilkan lebih banyak radikal bebas daripada yang dapat diatasi oleh sistem antioksidan. Dengan mengandung senyawa antioksidan, bawang putih membantu melawan radikal bebas dan menjaga keseimbangan dalam tubuh.

Selain itu, bawang putih juga memiliki kandungan vitamin C, vitamin B6, dan mangan. Semua kandungan tersebut bermanfaat untuk menjaga vitalitas tubuh agar tidak terjangkit demam dan flu.


3. Yoghurt
Dengan mengkonsumsi yoghurt secara rutin, seseorang dapat merasakan peningkatan pada sistem kekebalan tubuh berkat kandungan probiotiknya. Kandungan probiotik dalam yoghurt tidak hanya membantu mengoptimalkan fungsi sistem pencernaan tetapi juga memiliki efek anti-radang. Ini berarti bahwa yoghurt dapat berperan dalam pencegahan berbagai penyakit yang terkait dengan peradangan, seperti radang tenggorokan dan radang usus.


4. Almond
Kacang almond adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang kaya akan nutrisi penting, terutama vitamin E. Tinjauan Natalie Olsen, R.D., L.D., ACSM EP-C dari Medical News Today, kandungan vitamin E yang tinggi dalam kacang almond membuatnya menjadi pilihan yang sangat baik untuk mendukung kesehatan tubuh. Vitamin E dikenal sebagai antioksidan yang efektif, membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, kacang almond juga mengandung berbagai mineral penting seperti tembaga dan magnesium.

Tembaga adalah mineral esensial yang berperan dalam berbagai proses biologis di dalam tubuh. Ia berfungsi sebagai sumber tembaga yang signifikan, serta mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dan pembentukan kolagen. Di samping itu keberadaan magnesium dalam kacang almond memiliki peran kunci dalam menjaga kesehatan otot dan saraf.


5. Ikan Salmon

Daging ikan salmon sudah populer akan sumber nutrisi yang kaya dan bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. Tidak hanya menyajikan cita rasa lezat, menurut ahli gizi Dr Carrie Ruxton mengatakan dalam 198 gram ikan salmon terdapat 815 IU vitamin D. Selain itu, ikan salmon juga kaya akan asam lemak, terutama asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3 memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk kemampuannya dalam mengurangi risiko penyakit jantung, dan bahkan dapat membantu meningkatkan fungsi otak.

Kandungan asam lemak dalam ikan salmon juga dapat memodulasi respons imun, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan mendukung produksi sel-sel kekebalan tubuh yang efektif.


6. Brokoli

Sayuran ini mengandung sejumlah besar vitamin dan mineral, termasuk vitamin C, vitamin A, vitamin K, folat, dan selenium. Vitamin C berperan sebagai antioksidan untuk membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Vitamin A untuk kesehatan mata dan fungsi sistem kekebalan tubuh, dan vitamin K dalam brokoli berperan dalam pembekuan darah dan dapat mendukung kesehatan tulang.
Selain itu, brokoli mengandung serat pangan yang tinggi, yang mendukung kesehatan saluran pencernaan dan dapat membantu mengontrol berat badan.


7. Bayam
Selain brokoli, sayuran hijau lainnya yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh adalah bayam. Salah satu komponen utama yang dimiliki bayam adalah beta karoten, sebuah senyawa yang dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Selain itu, bayam juga kaya akan antioksidan, yang berperan dalam melawan infeksi dan menjaga keseimbangan sistem organ tubuh.

Seperti halnya brokoli, bayam juga dikenal memiliki kandungan vitamin yang melimpah. Dikatakan dalam artikel India Times, vitamin C dalam bayam memiliki peran dalam mempercepat penyembuhan luka. Sementara itu, vitamin K1 membantu dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang, serta vitamin B9, atau asam folat, penting untuk perkembangan sel dan sintesis DNA.

Namun, penting untuk diingat bahwa cara pengolahan bayam dapat mempengaruhi kandungan nutrisinya. Sebaiknya, hindari memasak bayam terlalu lama agar nutrisi yang terkandung di dalamnya tetap terjaga. Jika terlalu lama, nutrisi dan gizinya akan hilang.


8. Jahe
Tanaman yang seringkali dimanfaatkan sebagai tanaman herbal ini memang sangat ampuh dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti mual, batuk, nyeri sendi, dan nyeri akibat terapi kanker. Dengan mengkonsumsinya secara teratur, jahe dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung sistem pencernaan, melawan peradangan yang mengundang berbagai penyakit. Ini disebabkan oleh jahe memiliki sifat antioksidan, anti radang, dan antibakteri yang dapat memperkuat kekebalan tubuh dan mencegah infeksi.


9. Teh Hijau

Teh hijau dikenal mengandung sejumlah antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah Epigallocatechin gallate (EGCG). Dalam penelitian yang dilakukan oleh perusahaan teh India, Dharamsala Tea Company menyebutkan EGCG memiliki manfaat dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh agar tidak mudah diserang penyakit dari virus dan bakteri.
Selain kandungan EGCG yang tinggi, teh hijau juga dikenal sebagai sumber kaya asam amino L-theanine. L-theanine adalah senyawa yang tidak hanya memberikan rasa relaksasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam memicu produksi senyawa pelawan kuman di sel T tubuh.


10. Kiwi
Kiwi, atau yang juga dikenal sebagai buah gosberi cina ini termasuk tanaman berbunga dalam genus Actinidia. Buah ini memiliki ciri khas kulit berbulu coklat dan daging berwarna hijau dengan biji kecil yang dapat dimakan. Sebagai layaknya buah, kiwi mengandung banyak vitamin, terutama vitamin C yang paling banyak berperan dalam menjaga kekebalan tubuh. Hal ini dikarenakan porsi vitamin C dalam kiwi lebih banyak daripada vitamin dan nutrisi lain yang dikandungnya.


11. Daging Ayam
Ayam merupakan sumber nutrisi yang kaya akan vitamin B6, suatu zat penting yang esensial bagi tubuh manusia. Vitamin B6 memiliki peran yang krusial dalam proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang berperan penting dalam mengoptimalkan penguraian dan penggunaan nutrisi yang diperoleh dari makanan, menjaga keseimbangan energi dalam tubuh.

Selain itu, vitamin B6 juga memainkan peran penting dalam produksi sel darah merah. Kehadirannya diperlukan untuk sintesis hemoglobin, protein transportasi oksigen dalam darah. Dengan demikian, asupan vitamin B6 yang cukup dapat berkontribusi pada kesehatan sistem peredaran darah dan memastikan pasokan oksigen yang memadai ke seluruh tubuh.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message