Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Penyebab Imun Tubuh Turun dan Melemah

Penyebab Imun Tubuh Turun dan Melemah

Fungsi kekebalan tubuh dari berbagai serangan virus dan bakteri sangat penting secara keseluruhan. Sistem kekebalan tubuh memiliki peran krusial dalam melawan berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang dari luar. Fungsi utama sistem kekebalan tubuh adalah untuk mencegah penyakit, termasuk yang bersifat serius. Meskipun demikian, tidak selalu sistem kekebalan atau imun tubuh ini dapat mengatasi semua jenis virus dan bakteri dengan efektif. Ada situasi di mana sistem imun melemah, sehingga meningkatkan risiko penyakit menjangkiti tubuh yang sangat merugikan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan menurunnya sistem imun tubuh, pun begitu dengan cara mengatasinya. Lantas, apa saja hal yang menimbulkan sistem kekebalan tubuh melemah? Berikut pembahasannya.

1. Dehidrasi

Penurunan tingkat imun dalam tubuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kekurangan cairan tubuh. Kondisi ini dapat mengakibatkan dehidrasi, yang berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh. Dehidrasi dapat mengurangi produksi sel darah putih dan antibodi, yang berperan penting dalam melawan infeksi dan penyakit.

Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan, kemampuan sel darah putih untuk mendeteksi dan melawan patogen menjadi terbatas. Hal ini membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan virus dan bakteri. Selain itu, dehidrasi juga dapat menyebabkan penurunan kadar enzim dan protein yang mendukung fungsi kekebalan tubuh.

Gejala kekurangan cairan tubuh diantaranya meliputi kelelahan berat, melemahnya kinerja otot, dan meningkatnya risiko mengalami infeksi. Karena itu, tubuh yang mengalami dehidrasi cenderung lebih rentan terhadap penyakit seperti flu, karena sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi optimal.

Untuk itulah, disarankan untuk minum air putih sebanyak kurang lebih 2 liter per hari, terutama jika seseorang aktif secara fisik atau berada dalam kondisi cuaca yang panas. Selain air putih, konsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung banyak air juga dapat membantu menjaga kecukupan cairan tubuh.

2. Kurang Gizi

Gizi yang cukup adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan sistem imun. Beberapa nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin D, vitamin E, zinc dan selenium memiliki peran khusus dalam mendukung fungsi sistem imun. Kurangnya asupan nutrisi ini dapat menghambat produksi dan aktivitas sel kekebalan tubuh, termasuk sel darah putih, yang memiliki peran utama dalam melawan infeksi.
Beberapa vitamin seperti vitamin C memiliki peran penting dalam pembentukan kolagen dan produksi antibodi, sementara vitamin D memiliki peran vital dalam modulasi respons imun. Jika tubuh tidak mendapatkan asupan asupan cukup dari vitamin tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi masuk ke dalam tubuh.

3. Kurang Istirahat

Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, saat Anda beristirahat, tubuh akan secara otomatis memperbaiki sel-sel yang rusak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, waktu untuk tidur yang optimal adalah 7 sampai 9 jam setiap hari. Studi menunjukkan bahwa jika seseorang kurang tidur memiliki potensi untuk terserang flu dibandingkan dengan orang yang memiliki waktu tidur yang cukup, yaitu 7 jam atau lebih setiap harinya.

Sebagai upaya dalam menjaga kesehatan optimal, sangat penting untuk mengurangi kegiatan yang dilakukan pada malam hari, atau istilahnya begadang dan segera tidur sesuai waktu yang disarankan tadi. Jika bisa, cobalah untuk menyisihkan waktu untuk tidur siang paling tidak selama satu jam. Hal ini bertujuan untuk memulihkan tenaga dan sistem kekebalan saat bekerja di sepanjang hari.

4. Stress

Penurunan daya tahan tubuh tidak hanya disebabkan oleh faktor fisik, tetapi juga faktor mental, seperti stres. Stres yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan tubuh yang akhirnya mempengaruhi sistem imun. Saat mengalami gangguan dari segi mental, tubuh akan merespons dengan meningkatkan produksi hormon yang dapat meningkatkan emosi seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin.

Menurut Ahli Gizi Lenny Jusup, peningkatan hormon pemicu stres ini dapat menghambat kinerja sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, berbagai cara dapat diterapkan untuk mengurangi stres, seperti menonton film kesukaan, jalan-jalan ke tempat yang ingin dituju, atau mengejar hobi lain yang dapat meningkatkan mood dan energi positif.

5. Obesitas

Kelebihan berat badan dapat mengakibatkan akumulasi sel-sel lemak dalam tubuh. Penumpukan lemak tersebut dapat meningkatkan dan mempermudah potensi penyakit menyerang. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan oleh Universitas Cambridge, orang yang mengalami sindrom metabolik, seperti obesitas, cenderung mengalami resistensi insulin, gangguan toleransi glukosa, dan akhirnya dapat mengembangkan diabetes.

Dari perspektif metabolisme, obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin dan penurunan fungsi sel beta pankreas. Kedua kondisi ini dapat membatasi respons metabolik saat tubuh menghadapi tantangan imunitas. Selain itu, kelebihan nutrisi akibat obesitas dapat memicu pelepasan lebih banyak sitokin proinflamasi oleh adiposit, yang pada akhirnya menyebabkan gejala yang bersifat kronis pada individu yang mengalami obesitas.

6. Merokok

Berdasarkan data yang diambil dari riset sains Nature Journal, rokok mengandung sejumlah zat berbahaya yang dapat menembus aliran darah dan menyusup ke dalam organ-organ tubuh, melalui proses merokok, berbagai zat berbahaya seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida masuk ke dalam tubuh melalui paru-paru. Setelah itu, zat-zat tersebut dapat menyebar melalui aliran darah, mencapai organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak.

Dalam perjalanannya, zat-zat tersebut memiliki potensi besar untuk merusak sel-sel tubuh dan sistem imun. Kebiasaan merokok juga memiliki dampak negatif terhadap kadar antioksidan dalam darah, yang sejatinya berperan penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas. Hal ini membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk infeksi yang seharusnya dapat dicegah oleh sistem kekebalan tubuh.

7. Konsumsi Antibiotik Tanpa Resep Dokter

Konsumsi obat yang mewajibkan resep dokter, seperti antibiotik jika dimakan tanpa adanya pengarahan atau dikonsumsi secara sembarangan dapat membahayakan kesehatan dalam jangka panjang. Antibiotik merupakan jenis obat-obatan yang membantu tubuh melawan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Saat digunakan dengan benar, obat ini efektif dalam mengatasi infeksi. Pemberian antibiotik umumnya dilakukan ketika seseorang mengalami penyakit yang bersifat invasif pada sistem tubuh seperti diare, maag, demam, dan lain sebagainya. Karena itulah, antibiotik juga dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk mempengaruhi sistem kekebalan imun.

Namun penggunaan antibiotik ini jika terlalu banyak dikonsumsi dapat memperburuk sistem pencernaan terutama usus, yang dalam hal ini sangat berbahaya jika masih dalam masa pertumbuhan. Selain itu, konsumsi antibiotik juga dapat menyebabkan resistensi antimikroba, efeknya dapat terasa pada mikrobioma usus yang berperan penting dalam proses pencernaan.

8. Kurang Olahraga

Analisis ilmiah tahun 2007 yang dipublikasikan dalam American Physiological Society Journal menunjukkan bahwa berolahraga dapat meningkatkan respons imun dan mengurangi risiko penyakit mematikan. Umumnya, jumlah sel imun dalam tubuh seseorang terbatas dan tersebar di seluruh tubuh. Sel-sel tersebut lebih cenderung berkumpul di jaringan organ limfa, tempat di mana tubuh melawan virus, bakteri, dan mikroorganisme penyebab penyakit. Melalui peningkatan aliran darah dan getah bening saat otot berkontraksi selama olahraga, sirkulasi sel kekebalan tubuh juga meningkat. Hal ini memungkinkan sel imun dapat melindungi seluruh sistem organ dengan cepat.

9. Penyakit Bawaan Yang Mempengaruhi Sistem Imun Tubuh

Penurunan sistem kekebalan tubuh juga bisa disebabkan oleh adanya penyakit bawaan yang mempengaruhi sistem imun. Pada penyakit autoimun, sistem imun malah menyerang sel-sel sehat dalam tubuh, mengakibatkan peradangan dan kerusakan jaringan. Contoh penyakit autoimun meliputi lupus, rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1.

Dalam sumber yang diambil dari Science Direct menyebutkan orang-orang yang terjangkit penyakit ini sistem imunnya tidak dapat memproduksi atau berfungsi dengan baik, membuat tubuh rentan terhadap infeksi. Penyebabnya dapat bersifat genetik atau didapat, seperti infeksi HIV yang menyerang sel-sel sistem imun. Penyakit bawaan semacam ini dapat merugikan kemampuan tubuh untuk melawan patogen, menyebabkan penurunan imunitas dan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit.

Kenali selengkapnya Berikut Cara Atasi Imun Tubuh Yang Menurun

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message