Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kenali Bahaya Duduk Terlalu Lama

Kenali Bahaya Duduk Terlalu Lama

Terdapat berbagai kegiatan sehari-hari yang menuntut seseorang untuk menghabiskan sejumlah waktu yang cukup lama dalam posisi duduk. Pada kenyataannya, ada kemungkinan besar bahwa seseorang dapat menghabiskan waktu lebih dari 6 jam setiap harinya dalam keadaan duduk.

Dari sini sudah jelas, mereka dapat berpotensi mengalami gangguan kesehatan akibat kebiasaan duduk dalam jangka waktu lama. Kondisi seperti otot yang kaku, masalah postur tubuh, dan bahkan risiko kesehatan jangka panjang seperti penyakit jantung atau masalah tulang belakang dapat muncul sebagai akibat dari kebiasaan duduk yang tidak sehat ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyadari dampak kesehatan dari menambah waktu untuk bergerak dalam rutinitas sehari-hari mereka.

Apa saja aktivitas yang “mengharuskan” porsi waktu duduk yang terlalu lama tersebut? berikut ini kami jabarkan jawabannya.
1. Mengetik di Depan Layar Komputer
Berdasarkan riset yang ditujukan pada karyawan Microsoft, duduk di depan komputer selama berjam-jam seolah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Sebagian besar dari mereka menghabiskan waktu hingga delapan jam setiap harinya di depan layar komputer.

Mungkin tidak semua orang menyadari atau mengakui hal ini, namun kebiasaan tersebut secara berulang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kelelahan fisik yang cukup serius.

Yang paling umum, dari apa yang dikatakan penelitian tersebut, hal ini dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit terkait postur tubuh. Meskipun dampaknya tidak langsung terasa, gangguan-gangguan tersebut akan muncul secara bertahap selama beberapa tahun jika kebiasaan yang sama dilakukan berulang-ulang. Beberapa efek yang bisa dirasakan termasuk nyeri leher dan bahu, serta kelainan tulang belakang karena beban dan tumpuan pada tulang punggung yang terus menerus dalam posisi duduk.


2. Duduk Sambil Bermain Ponsel
Perkembangan teknologi saat ini telah secara drastis mengubah pola hidup manusia. Berbagai gadget dengan teknologi dan fasilitas yang disediakan membuat orang-orang semakin nyaman dalam kehidupannya. Dampaknya, aktivitas fisik kita menjadi semakin terbatas. Karena kita tidak perlu beranjak dari sofa nyaman untuk melakukan atau mendapatkan sesuatu, semua itu sudah tersedia di depan layar gadget.

Kebiasaan buruk ini, apabila dibiarkan, dapat berdampak negatif pada metabolisme tubuh. Menurut informasi yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan, dampak yang paling terlihat dari kebiasaan duduk terlalu lama adalah penumpukan lemak di daerah perut.
Kebiasaan ini dapat mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik dan olahraga, sehingga tubuh kesulitan membakar lemak. Akumulasi lemak di perut dapat menimbulkan masalah pencernaan seperti sembelit, kram, kembung, dan produksi gas yang berlebihan. Dan efeknya perut semakin menggembung atau buncit, dan bisa berujung pada obesitas.


3. Bermain Game di Layar Televisi
Ketika bermain game, para pemain sering terperangkap dalam dunia virtual yang menarik, di mana fokus pada tugas dan tantangan dapat membuat mereka lupa untuk bergerak. Hal ini seringkali terjadi dalam sesi permainan yang intens dan membutuhkan konsentrasi tinggi.

Sementara itu, menonton televisi juga dapat menciptakan kecenderungan untuk duduk dalam waktu yang lama, terutama jika serial atau acara yang ditonton menarik perhatian penonton. Akibatnya dalam kurun waktu yang panjang, duduk terus-menerus dapat mengakibatkan masalah kesehatan seperti peningkatan risiko obesitas, masalah postur tubuh, dan berbagai masalah terkait otot dan tulang belakang.


4. Menyetir Dalam Waktu Lama

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan Human Factors The Journal of the Human Factors and Ergonomics Society, menunjukkan bahwa mengemudi dalam jangka waktu yang cukup lama dapat menyebabkan timbulnya nyeri di leher dan pundak. Selain itu, pegal pada bagian punggung dan pinggang juga dapat muncul ketika seseorang duduk dalam kondisi serupa.

Sensasi nyeri dan pegal tersebut disebabkan oleh durasi dan posisi duduk yang salah serta kurangnya dukungan yang memadai dari tulang belakang. Terlebih lagi, jika seseorang duduk dengan posisi mengemudi yang tidak benar, postur tubuhnya dapat terganggu dan menjadi kurang ideal.

Untuk mengatasi masalah ini, mulailah atur posisi duduk dengan sebaik mungkin, sesuaikan jarak antara kursi dan kemudi, serta memastikan posisi paha nyaman dengan lutut yang sedikit ditekuk. Disarankan juga untuk menghindari posisi duduk yang terlalu jauh dari pedal, hal ini bertujuan untuk mengurangi ketegangan di leher, bahu, dan pergelangan tangan. Selain itu, hindari duduk membungkuk saat mengemudi agar posisi tulang belakang tetap optimal.


5. Terlalu Banyak Pekerjaan Yang Harus Dikerjakan

Banyaknya pekerjaan sehari-hari seringkali menjadi pemicu utama rasa malas untuk bergerak. Seringkali dengan banyaknya tugas yang harus dikerjakan menyebabkan kelelahan dan meredupnya semangat untuk menyisihkan waktu sedikit untuk melakukan peregangan. Hal tersebut ditambah dengan tekanan mental seperti stres akibat terperangkap dalam pantauan layar komputer, mengurus berbagai tabel atau menyusun berkas-berkas kantor. Tentu hal ini dapat menjadi faktor utama yang membuat seseorang terus duduk dalam jangka waktu lama.

Dikutip dari laman The Conversation, ketika seseorang terperangkap dalam rutinitas yang tidak pernah berakhir, aktivitas lain sering diabaikan. Akibatnya, motivasi untuk melakukan sesuatu menurun, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang terkait dengan kurangnya aktivitas fisik.


6. Terlalu Fokus Kepada Hobi Yang Hanya Memerlukan Pergelangan Tangan
Beberapa hobi, seperti merajut, menggambar, atau menulis, seringkali hanya memerlukan gerakan tangan saja. Selebihnya anggota tubuh lainnya "diistirahatkan" saat duduk pada kursi yang nyaman. Kadangkala mereka cenderung memusatkan perhatian pada tugas tersebut, seringkali tanpa menyadari lamanya waktu yang telah berlalu.

Menurut ahli psikologi dari Maryland Dokter Kathleen Nadeau, saat seseorang merajut, semua fokus terpaku pada setiap tusukan dan pola yang sedang mereka kerjakan. Akibatnya akan terjadi kelelahan pada otot pergelangan tangan, dan juga tegangnya otot bokong karena terlalu lama menopang anggota tubuh bagian atas. Gejalanya dapat dirasakan secara langsung, yang paling sering adalah munculnya rasa kesemutan pada pergelangan kaki yang membuatnya sulit untuk digerakkan sementara waktu.

Hal yang sama berlaku untuk kegiatan seperti menggambar atau menulis. Seseorang yang sedang menggambar duduk terpaku di depan kertas atau layar komputer, memusatkan perhatian pada setiap detail gambar yang mereka buat. Begitu juga dengan menulis, ia akan duduk di depan komputer atau kertas, seluruh tenaga difokuskan hanya pada otak, mata, dan tangan pada proses penciptaan kata-kata yang menyampaikan ide atau cerita mereka. Sehingga akan berdampak pada nyeri otot di bagian kepala, pundak, pinggang, dan juga kaki.


7. Berbincang Bersama Keluarga atau Teman Lama
Menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga di rumah merupakan suatu kegiatan sosial yang umumnya dijalankan dengan tujuan untuk mempererat hubungan interpersonal dan menciptakan momen-momen berharga. Dalam konteks ini, kegiatan tersebut seringkali melibatkan aktivitas-aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama, seperti menonton film atau duduk bersama di sekitar meja.

Kegiatan duduk di sekitar meja juga seringkali menjadi pilihan saat berkumpul bersama. Makan malam, permainan papan, atau diskusi ringan adalah contoh kegiatan yang sering dilakukan di sekitar meja. Meskipun kegiatan ini memiliki nilai sosial yang tinggi, duduk dalam waktu yang lama saat aktivitas tersebut dapat berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan.

Salah satunya adalah penurunan kesehatan kardiovaskular, kelebihan berat badan, dan masalah postur tubuh. Jadi untuk mengatasinya cukup mudah, jika sedang berkumpul bersama, lakukan kegiatan yang melibatkan gerakan fisik yang memadai. Jangan terlalu lama duduk bersama yang tidak menggerakkan keseluruhan tubuh. Hal yang bisa dilakukan adalah bermain game outdoor, masak bersama, berolahraga, berenang, dan masih banyak lagi.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message