Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Awas! Ternyata Ini Bahaya Dari Duduk Terlalu Lama!

Awas! Ternyata Ini Bahaya Dari Duduk Terlalu Lama!

Keberadaan ponsel mempermudah aksesibilitas dalam melakukan sesuatu. Misalnya saat seseorang mau membeli barang, ia harus keluar menuju toko atau sebagainya untuk mendapatkannya, namun dengan ponsel mereka cukup mengakses internet dan membuka toko online terkait. Dan barang pun akan diantar sampai ke rumah. Akibat dari fenomena ini mudah saja disimpulkan, mobilitas orang-orang menjadi lebih terbatas, atau singkatnya manusia semakin mager atau malas gerak.

Perilaku malas ini ditunjukkan dalam bentuk duduk terlalu lama. Dengan duduk dalam waktu lama ini tanpa adanya pergerakan tubuh lain, dapat mengakibatkan gangguan pada sistem metabolisme. Namun sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari dampak negatif dari kebiasaan duduk berlama-lama.

Risiko kesehatan yang timbul akibat duduk terlalu lama tidak hanya berlaku bagi mereka yang gemar bermain ponsel atau enggan bergerak. Orang yang bekerja di perkantoran yang identik dengan duduk di kursi kemudian mengetik komputer juga rentan terhadap gangguan ini.


Berikut adalah ulasan mengenai dampak buruk dari duduk yang terlalu lama.
1. Sakit Punggung
Ketika duduk, tidak hanya punggung yang menjadi tumpuan beban, tetapi juga tulang belakang dan juga leher. Terutama jika posisi duduknya tidak benar, ini dapat menyebabkan otot pada punggung dan leher menjadi tegang. Situasi ini dapat terjadi ketika seseorang duduk terlalu lama di tempat kerja, di dalam mobil, atau bahkan di rumah.
Tinjauan dr. Verury Verona Handayani dari Halodoc, dalam durasi duduk yang lama, otot fleksor pinggul menjadi lebih pendek. Hal ini dapat menghambat aktivitas gluteus dan menyebabkan paha belakang menanggung beban berlebih. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kemiringan panggul anterior yang dapat memicu nyeri pada bagian bawah punggung, gangguan mekanika gerakan, bahkan menghambat respons timbal balik tubuh.


2. Gangguan Postur Tubuh
Meskipun dampaknya tidak segera terlihat, duduk terlalu lama dapat mengakibatkan gangguan postur tubuh secara sementara atau bahkan permanen. Beberapa efek dari gejala ini yang umum dirasakan diantaranya rasa sakit yang berlebihan di leher dan bahu, perubahan postur tulang belakang akibat menjadi tumpuan atau sebagai penopang tubuh saat duduk, serta gangguan pada sendi bagian belakang yang disebabkan oleh keterbatasan gerakan bagian belakang tubuh.


3. Penyakit Jantung
Darah yang mengalir ke dalam tubuh mengalami penurunan laju pergerakan, yang menyebabkan otot menjadi tidak mampu membakar kalori dengan efisien. Posisi duduk yang terlalu lama dapat menghambat proses metabolisme, yang merupakan kunci dalam pembakaran kalori. Dalam konteks kalori, terdapat kandungan lemak yang apabila terakumulasi di dalam pembuluh darah, dapat mengakibatkan penyumbatan. Akibatnya, terjadi gangguan pada sistem peredaran darah, yang berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama terkait dengan kesehatan jantung.


4. Perut Buncit

Fenomena ini terkait erat dengan penumpukan lemak di dalam tubuh. Ketika kita duduk untuk waktu yang lama, lipoprotein lipase, sebuah enzim yang berfungsi untuk mengolah lemak dan gula dalam tubuh, tidak bekerja secara optimal. Hal ini menyebabkan proses metabolisme berjalan lebih lambat, dan akhirnya lemak mulai menumpuk.

Dilansir dari National Library of Medicine, dari studi penelitian tahun 2003 terlalu lama duduk akan mengurangi stimulasi lipoprotein lipase membuat tubuh kesulitan dalam membakar lemak yang disimpan. Seiring waktu, lemak ini dapat terakumulasi di berbagai bagian tubuh, termasuk perut. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika berat badan meningkat dan perut terlihat semakin buncit. Perut yang buncit juga dapat menjadi indikasi penumpukan lemak di sekitar organ dalam, yang dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik.


5. Atrofi Otot

Dengan duduk dalam jangka waktu lama, otot besar di area bokong tidak menanggung beban dengan cukup, sehingga tekanan dan kekuatan beralih ke area yang lebih lemah. Otot bokong yang tidak aktif secara terus-menerus dapat mengalami atrofi otot, yang dapat merusak postur tubuh, hal ini memang tidak berdampak pada kesehatan, namun pada wanita yang menginginkan postur tubuh yang elegan, hal ini sangat dihindari.

Dampaknya adalah, bentuk bokong dapat menjadi datar atau sering disebut sebagai 'bokong meja'. Selain itu, otot-otot bokong yang melemah juga akan kehilangan kemampuannya untuk menstabilkan panggul, sehingga tubuh cenderung miring ke depan dan menimbulkan tekanan tambahan pada bagian bawah tulang belakang.


6. Osteoporosis
Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, osteoporosis merupakan suatu gangguan sistemik pada tulang yang dicirikan oleh penurunan kualitas kepadatan massa tulang, menyebabkan tulang menjadi lebih rentan terhadap kerapuhan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko patah tulang.

Penting untuk dicatat bahwa melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu memperkuat tulang dan meningkatkan massa tulang secara keseluruhan. Namun, selama bekerja di kantor, hal tersebut tidak memungkinkan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan tulang. Oleh karena itu, risiko terkena osteoporosis dapat meningkat dengan adanya hambatan tersebut.


7. Kanker Kandung Kemih
Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa gaya hidup yang kurang aktif dan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko terkena kanker, termasuk kanker kandung kemih. Namun untuk saat ini belum ditemukan bukti akurat yang mendukung klaim bahwa duduk terlalu lama secara langsung dapat menyebabkan hal tersebut.


8. DVT (Deep vein thrombosis)

Dikutip dari Healthdirect Australia, penyakit yang dikenal sebagai trombosis vena merupakan gejala pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah vena, khususnya pada bagian dalam tubuh, hal ini biasanya terjadi di area tungkai. Keadaan ini dapat berkembang menjadi serius dan berpotensi menyebabkan komplikasi jika tidak diidentifikasi dan diobati dengan cepat.

DVT dapat timbul sebagai akibat dari berbagai faktor, salah satunya adalah kebiasaan duduk terlalu lama. Saat seseorang menghabiskan waktu yang lama dalam posisi duduk, misalnya selama penerbangan panjang atau perjalanan darat yang tidak terputus, aliran darah dapat melambat, menciptakan kondisi yang mendukung pembentukan gumpalan darah. Hal ini terutama berpotensi terjadi pada pembuluh darah vena yang berada di bagian dalam tubuh.


9. Nyeri Kronis
Postur duduk yang tidak benar, kekakuan dan ketegangan pada otot, dan distribusi beban yang tidak merata di sekitar punggung dan pinggul jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan pada cakram intervertebralis dan merangsang saraf-saraf di sekitarnya. Akibatnya, rasa nyeri bisa menjadi lebih intens dan bahkan menetap dalam jangka waktu yang lebih lama, menciptakan kondisi yang dikenal sebagai nyeri kronis.
Nyeri kronis ini bisa berujung pada kelumpuhan permanen. Oleh karena itu, penting untuk menyadari pentingnya postur duduk yang benar dan melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti mengatur kursi dan meja dengan ergonomis, melakukan istirahat singkat untuk meregangkan otot-otot, dan jangan lupa untuk stretching secara berkala. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan dan mengurangi potensi masalah kesehatan yang berkaitan dengan postur duduk yang tidak benar.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message