Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kenali Prosedur Tes Kolesterol Dalam Medical Check Up!

Kenali Prosedur Tes Kolesterol Dalam Medical Check Up!

Kolesterol sejatinya merupakan salah satu jenis lemak yang bermanfaat bagi organisme, berperan dalam pembentukan sel tubuh yang sehat dan sintesis hormon. Namun, apabila konsentrasinya tinggi, kolesterol dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.
Oleh karena itu, perlu untuk secara teratur memantau dan menjaga kadar kolesterol dalam tubuh, salah satunya melalui pemeriksaan kolesterol yang merupakan bagian dari Medical Check Up (MCU).


Apa Yang Dimaksud Dengan Tes Kolesterol?
Tes kolesterol, yang juga dikenal sebagai profil lipid merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai keadaan tingkat lemak dalam aliran darah, termasuk kolesterol dan trigliserida. Tes ini memberikan informasi yang sangat berarti mengenai potensi risiko terhadap penyakit kardiovaskular. Kadar lemak yang tinggi dalam sirkulasi darah dapat meningkatkan kemungkinan pembentukan plak di dalam pembuluh darah, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau stroke.

Melalui pemeriksaan kolesterol secara rutin, seseorang dapat mengetahui apakah terdapat peningkatan kadar lemak dalam darah mereka. Jika hasil tes menunjukkan adanya tingkat lemak yang tinggi, dokter atau petugas medis dapat mengambil tindakan pencegahan dan pengobatan yang sesuai guna mengurangi potensi risiko terhadap penyakit jantung.


Seberapa Penting Pemeriksaan Kolesterol?
Tingginya tingkat kolesterol dalam peredaran darah dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada sistem peredaran darah yang berpotensi menimbulkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan bahkan stroke. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin sangat dianjurkan.

Berdasarkan data yang diambil dari British Heart Foundation, LDL atau Low Density Lipoprotein dianggap normal jika berada di bawah 100 mg/dL. Jika jumlahnya berada antara 100 hingga 129 mg/dL, masih dianggap wajar, tetapi jika sudah melebihi 129 mg/dL, perlu diwaspadai karena tingkat kolesterol telah mencapai batas yang ditetapkan.
Sementara itu, untuk kadar HDL atau High Density Lipoprotein, batas minimalnya adalah 60 mg/dL. Semakin tinggi nilai HDL, semakin baik karena dapat membantu mencegah berbagai masalah terkait peredaran darah. Namun, jika angkanya kurang dari 40 mg/dL, perlu diwaspadai juga karena dapat menimbulkan risiko masalah jantung.


Prioritas Orang yang Lakukan Pemeriksaan Kolesterol
Siapa yang seharusnya menjalani pemeriksaan kolesterol dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pengecekan? Berikut beberapa situasi yang dialami orang-orang yang memerlukan evaluasi tingkat kolesterol dalam dirinya:
1. Orang Dengan Usia Lanjut
Untuk pria yang berusia antara 45 hingga 65 tahun dan wanita yang berusia antara 55 hingga 65 tahun, sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan kolesterol secara teratur, idealnya setiap 1 hingga 2 tahun sekali.
Adapun untuk lansia yang berusia di atas 65 tahun, rekomendasi yang diberikan adalah menjalani tes kolesterol setiap tahun. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan metabolisme dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang sering terjadi pada kelompok usia ini. Dengan melakukan pemeriksaan kolesterol secara lebih sering, dokter dapat lebih efektif memantau dan mengelola risiko kesehatan kardiovaskular yang mungkin timbul seiring dengan penuaan.

2. Orang Dengan Riwayat Jantung
Individu yang memiliki riwayat penyakit stroke, arteri perifer, atau gangguan jantung lainnya disarankan untuk menjalani pemeriksaan kolesterol secara rutin sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh dokter yang mengawasi atau bertugas. Pemeriksaan kolesterol secara berkala ini sangat penting karena baik dokter maupun individu terkait memiliki gambaran yang komprehensif mengenai kesehatan kardiovaskular pasien seiring waktu.

Dengan adanya data kadar kolesterol yang terupdate, dokter dapat menyesuaikan dosis obat atau metode pengobatan lainnya sesuai dengan kebutuhan spesifik pasien. Hal ini sangat membantu untuk memastikan bahwa penanganan medis yang diberikan dapat memberikan hasil yang optimal dalam mengendalikan penyakit, serta meminimalkan risiko komplikasi yang bisa terjadi.

3. Orang Dengan Berat Badan Diatas Normal
Orang yang memiliki berat badan berlebih, yang dikenal dengan obesitas, sangat diwajibkan untuk segera mengecek kadar kolesterol mereka. Obesitas dianggap sebagai faktor risiko utama untuk meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, khususnya kolesterol LDL.
Hal ini terjadi karena obesitas seringkali terkait dengan gaya hidup yang kurang sehat, termasuk pola makan yang tinggi lemak jenuh dan kurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam arteri dan meningkatkan risiko aterosklerosis, suatu kondisi di mana arteri mengeras dan menyempit akibat penumpukan plak.

Tes kolesterol menjadi penting untuk individu yang mengalami obesitas karena dapat memberikan informasi terkait tingkat kolesterol dalam tubuh mereka. Hasil tes ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil langkah-langkah pencegahan atau perubahan gaya hidup yang diperlukan guna mengelola risiko penyakit kardiovaskular yang seringkali terkait dengan kadar kolesterol tinggi.

4. Orang Dengan Gejala Penyakit Diabetes
Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan pembuluh darah. Pasien diabetes sering mengalami gangguan metabolisme glukosa dan insulin, yang dapat menyebabkan penumpukan LDL serta trigliserida yang tinggi, serta terjadi penurunan kadar (HDL).

Kondisi ini dapat menyebabkan pembentukan plak di dalam pembuluh darah, mengurangi aliran darah, dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Dengan menjalani tes kolesterol secara rutin, dokter dapat memantau tingkat kolesterol pasien dan mengambil langkah-langkah pencegahan atau pengobatan yang diperlukan untuk mencegah ke arah yang lebih buruk.

5. Perokok Aktif
Korelasi yang kuat antara kebiasaan merokok dan peningkatan tingkat kolesterol dalam tubuh membuat perokok aktif wajib menjalani tes kolesterol secara rutin.

Berdasarkan Riset dari Journal of Biosciences and Medicines, dalam kandungan sebatang rokok, terdapat zat-zat kimia berbahaya, seperti nikotin dan tar dapat merangsang hormon adrenalin yang akibatnya akan mengubah metabolisme lemak sehingga kadar HDL dalam peredaran darah sehingga jumlah kolesterol akan menurun.

Selain itu, perokok aktif lebih rentan terkena penyakit jantung, yang sebagaimana kita ketahui stroke dan gangguan jantung lainnya dipengaruhi oleh kadar kolesterol dalam tubuh. Dalam sebuah jurnal dari HMA Hasan dikatakan, 9 dari 10 orang memiliki resiko penyakit jantung.

6. Orang Yang Menjalani Gaya Hidup Yang Tidak Sehat
Seseorang yang sering mengonsumsi makanan berlemak, sering begadang, dan jarang berolahraga sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan khususnya terkait tingkat kolesterol dalam tubuh mereka. Hal ini disarankan karena gaya hidup seperti itu dapat menjadi faktor pemicu peningkatan kadar kolesterol yang dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Makanan berlemak mengandung banyak kolesterol jenis LDL yang dapat menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Kebiasaan begadang juga dapat berkontribusi pada ketidakseimbangan hormon dan metabolisme tubuh, yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik atau olahraga dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh dan berpotensi meningkatkan kolesterol.

7. Prosedur Pemeriksaan Kolesterol
Pengukuran kadar kolesterol dilaksanakan dengan mengambil sampel darah, melalui ujung jari dengan alat khusus dan kemudian dianalisis di laboratorium atau fasilitas kesehatan. Pemeriksaan ini umumnya dapat selesai dalam waktu beberapa menit. Sebelum menjalani pemeriksaan kolesterol, umumnya dokter akan menghimbau pasien untuk melakukan puasa, serta memberikan informasi mengenai persiapan lain yang diperlukan. Lamanya waktu puasa biasanya selama 9-12 jam sebelum tes, yang biasanya dijadwalkan pada pagi hari.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat mengakibatkan penyakit jantung dan stroke, karena itu sangatlah penting untuk menjalani pemeriksaan kadar lemak dalam tubuh. Semua prosedur pemeriksaan kolesterol yang telah kami jelaskan diatas, Anda akan dapatkan pelayanan yang jauh lebih memuaskan jika berkunjung ke Granostic Diagnostic Center.

Kami memiliki peralatan lengkap untuk menunjang semua tes kolesterol dan pemeriksaan kesehatan lainnya dengan hasil yang akurat. Selain itu, untuk memudahkan konsultasi saat Anda membutuhkan pertolongan, kami menyediakan sarana telekomunikasi daring secara on-time kepada dokter dalam menunjang pelayanan yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Sehingga Anda dapat menyusun rencana tes kesehatan dengan matang bersama kami.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message