Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Benarkah Anak Muda Rentan Alami Frozen Shoulder? Ketahui Penyebabnya!

Benarkah Anak Muda Rentan Alami Frozen Shoulder? Ketahui Penyebabnya!

Tidak menutup kemungkinan bahwa generasi saat ini merupakan generasi yang sulit untuk mengatur waktu istirahat. Banyak “gen Z” memutuskan untuk bekerja karena tuntutan ekonomi yang harus mereka emban dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, banyak penyakit mulai diderita oleh orang-orang dari generasi Z. Salah satu penyakit yang paling banyak diderita diantaranya adalah frozen shoulder.

Seperti namanya, frozen shoulder merupakan gangguan pada bahu mengalami nyeri disertai dengan kekakuan, sehingga individu yang mengalaminya menghadapi kesulitan dalam melakukan gerakan pada bahu atau lengan atas. Bahkan, seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat menyebabkan bahu menjadi tidak mampu digunakan sama sekali. Dalam setiap sendi bahu memiliki kapsul yang berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk tulang, tendon, dan ligamen. Jika bahu mengalami cedera atau tidak bergerak secara semestinya dalam jangka waktu yang lama, kapsul tersebut akan mengalami penebalan yang bertahap dan akhirnya menyebabkan keterbatasan pergerakan sendi atau bahkan kehilangan kemampuan gerak sepenuhnya.

Berikut ini kita akan membahas mengapa generasi Z atau muda saat ini, mudah mengalami frozen shoulder.
1. Cedera Bahu Atau Pergelangan Tangan
Banyak di antara generasi muda menunjukkan kecenderungan gaya hidup yang dinamis, aktif, dan seringkali terlibat dalam berbagai aktivitas. Dikutip dari Sports Health, para anak muda secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk olahraga, rekreasi, dan berbagai pekerjaan yang menuntut kekuatan fisik. Beberapa aktivitas tersebut tentu akan memaksimalkan tekanan ekstra pada persendian bahu dan pergelangan tangan, tentunya dilakukan tanpa pemanasan yang memadai atau teknik yang benar. Hal itu menciptakan situasi di mana tekanan ekstra pada persendian bahu dan pergelangan tangan dapat mencapai tingkat maksimal.

Selain itu, kurangnya kesadaran akan pentingnya memiliki postur tubuh yang baik dan kurangnya pelatihan kekuatan otot pendukung sering kali menjadi penyebab utama peningkatan risiko cedera pada area-area tersebut. Bagi sebagian besar anak muda, pemahaman terhadap batas kemampuan fisik seringkali minim, dan hasrat untuk mencoba hal-hal baru tanpa persiapan yang memadai juga dapat menjadi faktor yang signifikan dalam meningkatnya risiko cedera.

Pada kenyataannya, kekurangan akan informasi ini dapat menyebabkan pelaksanaan aktivitas yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan di persendian dan pergelangan tangan. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemanasan yang benar, teknik pelaksanaan yang tepat, serta pemahaman akan batasan fisik individu perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko cedera di kalangan anak muda.

Penting untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga postur tubuh yang benar selama beraktivitas. Postur tubuh yang buruk tidak hanya dapat meningkatkan risiko cedera, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan tulang belakang dan otot. Kurangnya perhatian terhadap postur tubuh juga dapat mengarah pada masalah kesehatan lainnya dalam jangka panjang.


2. Aktivitas dan Mobilitas Yang Berlebihan

Ketika seseorang memiliki tanggung jawab atau pekerjaan yang memerlukan gerakan berulang untuk mengangkut beban berat, otot-otot di sekitar bahu dan pergelangan tangan dapat mengalami tekanan yang signifikan. Pekerjaan yang memaksa tubuh untuk terus-menerus melakukan gerakan tangan dan bahu dalam pola tertentu tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup dapat menyebabkan peradangan dan kelelahan pada jaringan otot dan ligamen.

DIkutip dari Silicon Valley Orthopedics, dalam situasi seperti ini, otot-otot yang terlibat menjadi rentan terhadap stres berlebihan, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan kondisi seperti peradangan otot atau tendonitis. Peradangan ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di sekitar area bahu dan pergelangan tangan. Selain itu, pengulangan gerakan yang sama tanpa istirahat yang memadai dapat mengakibatkan ketidakseimbangan struktural dalam otot, ligamen, dan sendi.

Apabila kondisi ini diabaikan atau tidak diatasi dengan baik melalui istirahat yang memadai dan manajemen stres, dampaknya dapat semakin serius. Salah satu komplikasi yang mungkin muncul adalah frozen shoulder atau bahu kaku. Hal ini dapat membuat seseorang kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang melibatkan gerakan bahu, seperti mengangkat benda atau bahkan menjalankan tugas-tugas sederhana.


3. Bawaan Genetik

Menurut ahli bedah terkemuka dari Amerika G. Brian Holloway, MD, faktor genetik memiliki peran dalam menentukan kecenderungan seseorang terhadap kondisi frozen shoulder, terutama pada usia muda. Beberapa gen tertentu dapat berpengaruh langsung terhadap struktur dan fungsi berbagai komponen di sekitar bahu, termasuk kapsul sendi, ligamen, dan otot. Gen-gen ini dapat memainkan peran penting dalam mengatur perkembangan dan integritas jaringan-jaringan tersebut. Jika seseorang mewarisi kecenderungan genetik yang menyebabkan ketidaksempurnaan struktural dalam komponen ini, maka hal tersebut dapat meningkatkan rentan mereka terhadap penyakit ini.

Kapsul sendi, yang merupakan lapisan jaringan yang melibatkan sendi bahu, akan menjadi lebih rentan terhadap nyeri atau kekakuan jika terdapat varian genetik yang mempengaruhi respons sistem kekebalan tubuh pada bagian pergelangan tangan. Ligamen, yang menghubungkan tulang dengan tulang, serta otot yang mendukung pergerakan bahu, juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang mempengaruhi kekuatan dan elastisitas jaringan persendian.


4. Gaya Hidup Yang Tidak Sehat
Gaya hidup yang tidak sehat dapat memiliki dampak serius pada kesehatan, terutama pada bagian bahu dan pergelangan tangan. Kondisi ini tidak hanya terkait dengan kurangnya aktivitas fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh postur tubuh yang tidak tepat dan kebiasaan buruk, seperti duduk atau bekerja dalam posisi tubuh yang tidak sesuai dengan struktur normal.

Ketika seseorang mengalami kondisi ini, otot-otot di sekitar bahu dan pergelangan tangan dapat menjadi tegang dan lemah. Hal ini dapat memicu ketidakseimbangan dalam kekuatan otot, menyebabkan ketegangan atau nyeri pada bagian tersebut. Gaya hidup yang kurang sehat yang dimaksud, seperti merokok dan konsumsi makanan tidak sehat, juga dapat berkontribusi pada tingkat keparahan masalah ini.

Aspek kesehatan yang terpengaruh oleh gaya hidup yang buruk melibatkan peredaran darah dan elastisitas jaringan ikat di sekitar sendi. Contohnya adalah merokok, kebiasaan ini jika dilakukan terus menerus akan menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi pasokan oksigen ke jaringan sendi dan otot, sementara konsumsi makanan tidak sehat dapat mempengaruhi elastisitas jaringan ikat persendian. Akibatnya, ketegangan dan nyeri kronis serta peradangan pada otot dan ligamen, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kekakuan, pada bagian bahu dan pergelangan tangan.


5. Kelebihan Berat Badan/Obesitas

Perlu diketahui bahwa berat badan berlebih dapat memberikan beban ekstra pada struktur otot dan sendi, terutama di daerah bahu dan pergelangan tangan. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan tekanan pada otot dan ligamen di sekitar sendi, yang dapat menyebabkan kelelahan dan ketegangan di area tersebut.

Selain itu, obesitas seringkali menyebabkan peradangan kronis dalam tubuh, yang dapat mempengaruhi sendi-sendi. Peradangan ini dapat merusak jaringan ikat di sekitar sendi bahu dan pergelangan tangan, menyebabkan kerusakan jaringan parut yang mengurangi fleksibilitas sendi. Akibatnya, gerakan bahu dan pergelangan tangan menjadi terbatas dan nyeri muncul.

Kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan perubahan postur tubuh yang tidak sehat, seperti bahu yang cenderung melorot ke depan dan posisi tubuh yang tidak alami. Postur tubuh yang buruk dapat menambah beban pada otot-otot di sekitar bahu dan pergelangan tangan, memicu rasa lelah dan ketidaknyamanan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi frozen shoulder, di mana sendi bahu mengalami peradangan, penumpukan jaringan parut, dan kehilangan fleksibilitas yang signifikan. Oleh karena itu, mengelola berat badan dengan baik dan menjaga gaya hidup sehat sangat penting untuk mencegah terjadinya masalah ini serta meminimalkan risiko kelelahan pada bagian bahu dan pergelangan tangan.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message