Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apakah Nyeri Bahu Cukup Dengan Refleksi? Berikut Penjelasannya

Apakah Nyeri Bahu Cukup Dengan Refleksi? Berikut Penjelasannya

Jika Anda mengalami nyeri pada bagian bahu atau pundak, entah karena cedera atau faktor kelelahan, sangat penting untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Nyeri pada area ini bukanlah sesuatu yang sebaiknya diabaikan, karena dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan tepat dan segera.

Terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan munculnya rasa sakit di bahu dan lengan, dan pemahaman mengenai berbagai kemungkinan penyebabnya dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah yang tepat dalam penanganan masalah ini. Salah satu penyebab umum adalah cedera fisik, yang bisa melibatkan otot, ligamen, atau sendi di sekitar area bahu. Hal ini sering kali terjadi dalam aktivitas sehari-hari atau kegiatan olahraga.

Selain cedera fisik, saraf terjepit juga dapat menjadi pemicu nyeri di bahu dan lengan. Saraf yang terjepit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk postur tubuh yang buruk, pembengkakan otot, atau perubahan degeneratif pada tulang belakang.
Beberapa kondisi lainnya seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, atau gangguan saraf tertentu juga dapat menjadi penyebab nyeri bahu dan lengan. Oleh karena itu, jika gejala persisten atau semakin parah, perlu dilakukan penanganan yang tepat agar tidak merambat kepada bagian tubuh lainnya yang malah semakin memperburuk keadaan.

Ada dua jenis refleksi yang bisa Anda lakukan untuk menangani permasalahan nyeri bahu, yaitu Fisioterapi dan Akupuntur. Dua jenis refleksi tersebut akan kami bahas dalam pembahasan berikut;


Fisioterapi Untuk Penanganan Nyeri Bahu

Sebelum melakukan prosedur, pasien akan menjalani sejumlah asesmen, yang melibatkan serangkaian wawancara dan tes gerak pada bahu. Tujuan dari asesmen ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab nyeri secara spesifik, seperti apakah nyeri terjadi pada tendon, otot, atau persendian, serta seberapa parah gangguannya.

Dengan demikian, dapat ditegakkan diagnosa yang akurat. Setelah mendapatkan diagnosa, fisioterapis akan merancang rencana perawatan yang sesuai untuk mengatasi nyeri bahu tersebut. Terapi yang diberikan mencakup berbagai kombinasi dan variasi tindakan untuk mengatasi nyeri serta mendukung pemulihan agar pasien dapat kembali beraktivitas normal.

Latihan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan harapan terjadi peningkatan kualitas gerakan sendi bahu setiap harinya. Fisioterapis juga akan menentukan dosis latihan yang sesuai, termasuk intensitas, jenis latihan, dan beban latihan. Lamanya masa latihan dilakukan selama 4-8 minggu berikutnya untuk mencegah kambuhnya nyeri dan meningkatkan kualitas jaringan di sekitar persendian otot bahu. Dengan melakukan latihan secara teratur, otot-otot bahu akan menjadi lebih kuat dan lebih fleksibel.

Dikutip dari The Medical Healthcare Centre UK, beberapa latihan dalam prosedur fisioterapi diantaranya adalah sebagai berikut;
1. Gerakan Pendulum
Berdiri sambil memegang kursi dengan tangan yang sehat. Biarkan lengan yang bermasalah menggantung ke bawah, lalu lakukan gerakan ayunan perlahan ke depan dan ke belakang, diikuti dengan gerakan memutar. Ulangi sebanyak 10 kali dan lakukan 2-3 kali sehari.

2. Latihan Mobilisasi Bahu
Berdiri tegak, angkat kedua bahu ke atas dan tahan selama 5 detik. Tarik kedua bahu ke belakang dan tahan selama 5 detik. Tarik kedua bahu ke bawah dan tahan selama 5 detik. Setelah itu, rileks. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali dan lakukan 2-3 kali sehari.

3. Door Lean
Berdiri di depan pintu, rentangkan kedua lengan pada sisi pintu, lalu perlahan condongkan kepala dan badan ke depan hingga terasa tarikan pada kedua bahu bagian depan. Tahan posisi ini selama 15-30 detik. Ulangi 3 kali sehari.

4. Door Press
1) Berdiri tegak di depan pintu dengan siku ditekuk 90 derajat, dan bagian punggung telapak tangan menekan sisi pintu ke arah luar. Tahan selama 5 detik, ulangi gerakan ini sebanyak 3 set dengan 10 pengulangan/set. Lakukan 2-3 kali sehari.
2) Gunakan lengan yang berlawanan dengan posisi bahu tegak lurus, dan dengan telapak tangan dorong, lakukan gerakan mendorong sisi pintu. Ulangi gerakan ini sebanyak 3 set dengan 10 pengulangan/set. Lakukan 2-3 kali sehari.


Akupuntur Untuk Penanganan Nyeri Bahu
Secara umum, akupunktur beroperasi pada tiga tingkatan utama, yaitu lokal, spinal, dan sentral. Pada tingkat lokal, tindakan tusukan akupuntur menyebabkan pemutusan rasa sakit di area yang ditusukkan, menimbulkan relaksasi, meningkatkan sirkulasi darah, dan membantu proses penyembuhan jaringan otot yang rusak. Pada tingkat spinal, rangsangan akupuntur dikirim melalui serabut saraf Aδ ke sel tepi (marginal cell) dan kemudian berlanjut ke sel tangkai (stalk cell). Proses ini menghasilkan pelepasan enkefalin yang menghambat penyebaran impuls nyeri dari Substansia Gelatinosa (SG) ke Wide Dynamic Range (WDR).

Pada tingkat sentral, rangsangan akupuntur juga berlanjut ke Peri Aqueductal Grey matter (PAG) di otak tengah. Setelah itu, melalui jalur nucleus raphe magnus yang memiliki sifat serotoninergik, rangsangan ini merangsang sel bertangkai untuk mengeluarkan enkefalin, yang kemudian menghambat SG dalam mentransmisikan sensasi nyeri yang dirasakan.

Menurut Zhang Maohai, salah satu ahli akupuntur di Tiongkok menyatakan, metode dalam penyembuhan nyeri bahu dapat berjalan efektif jika memusatkan perhatian pada satu titik akupunktur, yaitu Yanglingquan GB-34 atau lengan kontralateral pada area tungkai. Menurutnya, metode ini lebih efektif daripada penusukkan melalui sejumlah titik. Titik tersebut ditusuk hanya pada satu sisi bahu yang mengalami nyeri , dan jika tidak berhasil, penusukan dilakukan pada sisi yang berlawanan. Teknik ini melibatkan jarum dengan kedalaman 2-2,5 cun, diikuti dengan gerakan memutar dan tusukan yang lebih dalam untuk mencapai respons qi yang lebih baik..

● Selama prosedur, jarum digerakkan setiap 3-5 menit untuk menjaga stimulus. Sementara itu, pasien diminta untuk melakukan gerakan pada bahu mereka secara perlahan.
● Jarum dibiarkan selama 30 menit setiap hari selama 5 hari sebagai satu rangkaian pengobatan. Setelah dua rangkaian pengobatan dengan selang waktu 1-2 hari, frekuensi pengobatan dikurangi menjadi dua hari sekali, hingga mendapatkan hasil yang optimal.
● Pada kasus nyeri bahu akut, pemberian stimulasi listrik diterapkan pada jarum dengan gelombang intermiten dan intensitas yang tinggi.

Hasil dari metode ini menunjukkan tingkat kesembuhan sebanyak 64% dari total 172 orang yang menjalani pengobatan. Prinsip penggunaan titik Yanglingquan adalah untuk mengurangi rasa sakit, melenturkan otot, dan mengatasi kontraksi pada kapsul sendi bahu.


Konsultasi Ahli Sebelum Memilih Penanganan Nyeri Bahu
Apakah Nyeri Bahu Cukup Dengan Refleksi? tentu saja tidak, Anda harus berkonsultasi dengan tim dokter profesional ataupun spesialis yang bisa memberikan diagnosa terbaik bagi kesembuhan nyeri pada bahu yang berkepanjangan.

Ketika Anda dihadapkan pada suatu penyakit atau masalah yang memerlukan penanganan profesional adalah dengan menghubungi dokter atau layanan kesehatan untuk meminta rujukan, konsultasi, dan pengobatan yang tepat. Rasa sakit akibat rasa nyeri harus segera ditangani, terutama jika gejala peradangan otot dan sendi semakin memburuk. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi bahu dengan efektif adalah melalui manajemen nyeri atau Pain Management. Granostic Medical Center, sebuah penyedia layanan kesehatan, menawarkan fasilitas unggulan di Pain Management Center.

Program manajemen nyeri yang diterapkan oleh Granostic Medical Center melibatkan kolaborasi dengan dokter dan pakar saraf terbaik. Mereka dapat menangani berbagai masalah kesehatan yang terkait dengan nyeri, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan lutut.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message