Berikut Penanganan Nyeri Otot Akibat Kebiasaan Mager Bersama Granostic Medical Center!
![]()
Banyak milenial saat ini memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat, padahal, menerapkan pola hidup sehat dapat mengurangi risiko terkena berbagai penyakit yang berpotensi memengaruhi masa tua mereka. Pola buruk itu seperti malas bergerak dan jarang menggerakkan tubuh mereka secara rutin. Dampak negatif dari kebiasaan ini mungkin tidak dirasakan secara langsung, tetapi baru akan terasa saat memasuki usia tua, saat tubuh yang jarang digerakkan mulai menunjukkan konsekuensi buruknya.
Gaya hidup modern dan kecanggihan teknologi merupakan faktor utama dari kebiasaan mager yang merebak di kalangan muda-mudi saat ini. Jika hal ini dilakukan terus menerus, Anda akan merasa mudah kelelahan karena tubuh tidak digunakan dalam melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. Hasilnya, Anda akan kehilangan semangat dalam menjalani hidup. Daya dorong dan motivasi untuk mencapai tujuan dalam kehidupan akan terkikis secara perlahan. Ini bisa menjadi masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan secara fisik. Yang paling terdampak adalah kesehatan otot dan sendi secara keseluruhan.
Dilansir dari National Institutes of Health, ketidakaktifan fisik yang berkelanjutan dapat memiliki dampak negatif pada kemampuan tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal. Ketika tubuh tidak terlibat dalam aktivitas fisik yang memadai, otot-otot menjadi kurang terlatih dan akhirnya mengalami penurunan dalam volume dan kekuatan. Dampak lain dari penurunan massa otot adalah terjadi peradangan pada sendi. Ketika tubuh tidak aktif, sendi-sendi cenderung menjadi kaku dan kurang fleksibel. Hal ini dapat menyebabkan peradangan pada sendi-sendi tersebut, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan rasa nyeri, pembengkakan, dan bahkan gangguan dalam mobilitas sehari-hari.
Rasa nyeri yang dirasakan tentu akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Tentunya selain menghilangkan kebiasaan mager tersebut. Penanganan dari gejala peradangan otot dan sendi harus dilakukan secepatnya. Salah satu metode terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi dengan hasil maksimal, perlu dilakukan Pain Management atau manajemen nyeri.
Metode penanganan nyeri ini merupakan alternatif terapi yang bertujuan memberikan kenyamanan kepada orang-orang terkait untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Keluhan nyeri sebagian besar terjadi di pinggang, leher, dan punggung. Namun sayangnya, masih banyak orang Indonesia mengabaikan hal ini dan memilih untuk mengabaikannya. Hal ini menjadi keprihatinan bagi penggiat kesehatan dalam mengatasi hal tersebut. Dan juga menjadi latar belakang peningkatan jumlah pusat kesehatan yang menyediakan layanan dan fasilitas untuk menangani masalah tersebut. Salah satunya adalah Granostic Medical Center yang melakukan menawarkan layanan unggulan di Pain Management Center.
Layanan dan Perawatan Klinik Manajemen Nyeri Granostic
Untuk memastikan kesuksesan program pain management yang telah didirikan, Granostic Medical Center telah berkolaborasi dengan tim dokter spesialis bedah saraf terbaik. Mereka akan menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan nyeri di berbagai bagian tubuh, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi.
Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan yang paling umum, nyeri lutut. Inilah layanan andalan yang ditawarkan oleh Pain Management Center di Granostic Medical Center;
1. Konsultasi Penanganan Nyeri Kronik
Nyeri kronis yang dalami akibat kebiasaan malas bisa mengubah kehidupan Anda secara drastis. Penderita akan menghadapi kesulitan dalam beristirahat, pekerjaan akan terganggu, produktivitas akan menurun, dan sebagainya. Untuk menanganinya, dokter akan melakukan pendalaman lebih lanjut dengan calon pasien untuk mengidentifikasi akar masalah nyeri yang dialami. Mereka akan meminta pasien untuk menjelaskan sejak kapan nyeri dirasakan, bagian tubuh mana yang mengalami ketidaknyamanan, bagaimana rasanya, apakah menghambat aktivitas, dan aspek lainnya. Dialog ini memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan perawatan yang sesuai setelah prosedur ini dilakukan.
2. Proloterapi
Proloterapi adalah teknik pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dengan cara mempengaruhi dan memicu proses penyembuhan secara langsung pada daerah atau faktor yang menjadi penyebabnya. Dalam tindakan proloterapi yang dilakukan oleh Granostic, cairan perangsang disuntikkan beberapa kali ke dalam sendi atau jaringan ikat seperti tendon dan ligamen. Biasanya, cairan perangsang yang digunakan adalah larutan gula (dextrose), yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan dan proses penyembuhan di daerah yang mengalami kerusakan, dengan harapan mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh rasa nyeri.
3. Modulasi Radiofrekuensi
Radio frekuensi (RF) merupakan metode yang digunakan untuk meredakan sensasi nyeri di berbagai bagian tubuh dengan memanfaatkan gelombang radio. Dalam prosedur ini, gelombang radio listrik dikirimkan ke saraf yang bertugas mengirimkan sinyal nyeri ke otak saat daerah tersebut meradang akibat rasa sakit. Pengiriman gelombang ini dilakukan melalui jarum RF khusus yang terhubung dengan mesin radio frekuensi. Aliran listrik radio frekuensi menciptakan panas khusus yang membantu mengurangi sensasi nyeri pada saraf, sehingga mengurangi transmisi sinyal nyeri dari sumber asalnya. Proses ini terbukti efektif dalam mengurangi rasa sakit selama periode 6-9 bulan nantinya.
4. Platelet-rich Plasma (PRP)
Terapi PRP adalah suatu tindakan medis yang bertujuan untuk mengatasi rasa sakit pada lutut dengan memanfaatkan darah pasien sendiri. Terapi ini fokus pada pemanfaatan darah yang telah diperkaya dengan platelet, yang mengandung faktor-faktor pertumbuhan dan sel-sel pembentuk jaringan. Dalam prosedurnya, sejumlah kecil darah diambil dari pasien, kemudian darah tersebut diproses untuk memisahkan platelet dan faktor-faktor pertumbuhan dari komponen darah lainnya. Setelah itu, campuran PRP yang dihasilkan disuntikkan kembali ke daerah lutut yang mengalami rasa sakit atau cedera. Platelet dan faktor-faktor pertumbuhan dalam PRP berperan dalam merangsang proses penyembuhan jaringan, mempercepat regenerasi sel, dan mengurangi peradangan.
Ketika Anda menjalani prosedur PRP di fasilitas klinik kami, ada beberapa langkah dan tahapan yang perlu diikuti:
1. Pasien akan diminta untuk tidak menggunakan obat anti-inflamasi seperti aspirin atau ibuprofen selama dua minggu sebelumnya. Selain itu, pemeriksaan dengan bantuan alat USG dibutuhkan untuk memastikan diagnosis yang akurat dan menentukan lokasi nyeri yang tepat.
2. Saat prosedur dijalankan, dokter akan mengambil sejumlah darah dari pasien. Tahapan ini sangat penting karena darah yang diambil akan menjadi bahan dasar dalam pembuatan PRP.
3. Setelah pengambilan darah dilakukan, sampel tersebut diolah menggunakan alat khusus yang disebut centrifuge. Alat ini berfungsi untuk memisahkan komponen-komponen dalam darah, termasuk plasma yang mengandung trombosit dalam konsentrasi tinggi. Hasilnya adalah plasma darah yang kaya akan trombosit.
4. Setelah PRP terbentuk, langkah berikutnya adalah menyuntikkan cairan PRP ini ke daerah tubuh yang memerlukan perawatan. Biasanya, sebelum prosedur ini dilakukan, pasien akan diberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Proses penyuntikan PRP mungkin akan menyebabkan sedikit rasa sakit dan ketidaknyamanan di daerah yang disuntikkan selama beberapa hari setelah prosedur.
Salah satu keunggulan utama dari metode PRP adalah kemampuannya dalam merangsang proses regenerasi dan penyembuhan jaringan otot dan sendi yang mulai melemah dan rentan terkena nyeri kronis. Metode ini telah menunjukkan hasil positif dalam mengatasi masalah nyeri dan kondisi-kondisi lain dari tubuh yang jarang digerakkan lainnya seperti osteoarthritis yang berkaitan dengan kerusakan sendi tangan dan kaki yang bersifat kronis.

