Cara Antisipasi dan Mencegah Nyeri Leher dan Pundak
![]()
Nyeri di bagian pundak dan leher adalah masalah umum yang seringkali dirasakan oleh banyak orang, terutama mereka yang menjalani rutinitas harian yang padat. Sayangnya, banyak dari mereka cenderung mengabaikan ketidaknyamanan ini tanpa memberikannya perhatian serius. Mereka mungkin berpikir bahwa rasa sakit tersebut akan memudar dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, yang perlu diingat adalah bahwa jika kita terus-menerus mengabaikan gejala ini tanpa mencari pengobatan atau mencari tahu penyebab sebenarnya, kita bisa berisiko menghadapi masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan.
Pada kesempatan ini, kami akan memberikan panduan yang komprehensif tentang berbagai cara untuk mengatasi nyeri pada pundak dan leher dengan cara yang paling sederhana. Dengan informasi ini, Anda akan memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola ketidaknyamanan ini secara efektif dan dengan kemudahan yang diperlukan.
Cek Kondisi Kesehatan Secara Berkala
Berbagai gejala nyeri yang tidak kunjung membaik perlu ditangani oleh seorang dokter secepat mungkin. Nyeri leher dan pundak merupakan masalah kesehatan yang dialami oleh hampir 85% penduduk dunia, termasuk di Indonesia. Keluhan nyeri ini seringkali mengganggu produktivitas dan menghambat aktivitas sehari-hari.
Sebagai penyedia layanan kesehatan di Indonesia, Granostic Medical Center menyediakan metode pengobatan yang efektif untuk nyeri leher dan pundak tanpa perlu operasi. Untuk memastikan keberhasilan program ini, kami bekerja sama dengan tim ahli syaraf terbaik untuk memberikan manajemen nyeri menggunakan metode terbaik yang tersedia. Misalnya, kami menggunakan Proloterapi, di mana kami menyuntikkan cairan perangsang ke sendi dan jaringan ikat, serta Modulasi Radiofrekuensi, yang menggunakan gelombang radio untuk mengurangi rasa nyeri secara efektif. Metode-metode ini bertujuan untuk mengatasi masalah nyeri dan meningkatkan kualitas hidup setiap pasien kami.
Atur Posisi Duduk Yang Baik Saat Anda Bekerja
Penting sekali untuk duduk dengan benar agar Anda dapat menghindari stres berlebih pada otot dan tulang belakang ketika bekerja di kantor. Posisi tubuh yang kurang tepat dapat menyebabkan masalah seperti nyeri pada pundak dan leher. Untuk menghindari masalah ini, berikut beberapa panduan yang telah kami rangkum dari Waldegrave Clinic yang bisa Anda ikuti:
● Sesuaikan tinggi kursi Anda agar lengan membentuk sudut 90 derajat dan siku berada di samping tubuh. Hal ini akan membuat pergelangan tangan dan lengan Anda merasa nyaman saat mengetik dan mencegah cedera.
● Duduk dengan posisi tegak, bahu terbuka, bokong menyentuh bagian belakang kursi, dan leher serta kepala tetap dalam posisi yang lurus namun tetap nyaman. Pastikan untuk menjaga bahu Anda dalam keadaan rileks.
● Pastikan juga posisi tubuh bagian bawah Anda berada dalam posisi yang benar. Pastikan bahwa lutut Anda sejajar dengan pinggul Anda dan hindari bersilangan kaki untuk menghindari nyeri pada bagian bawah punggung.
● Pastikan kedua kaki Anda menyentuh lantai dengan nyaman. Jika perlu, Anda dapat menggunakan pijakan kaki atau bangku kecil.
● Sesuaikan posisi tubuh Anda dengan komputer. Letakkan layar pada tingkat mata Anda agar Anda tidak perlu membungkuk atau mengangkat leher. Jika Anda menggunakan mouse komputer, Anda dapat menggunakan bantalan pergelangan tangan untuk menjaga kenyamanan.
Sumber: https://waldegraveclinic.co.uk/can-bad-posture-cause-neck-and-shoulder-pain
Melakukan Gerakan Yang Dapat Memperburuk Nyeri Leher dan Pundak
Dilansir dari Guardian, nyeri leher dan pundak bisa jadi disebabkan oleh berbagai gerakan atau posisi yang tidak Anda ketahui dapat memperburuk gejala tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang tidak memperhatikan posisi duduk yang tidak benar saat bekerja di depan komputer atau menggunakan smartphone, yang dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada leher dan pundak.
Selain itu, tidur dengan bantal yang tidak sesuai atau pada kasur yang tidak mendukung juga bisa menjadi pemicu nyeri leher dan pundak. Aktivitas fisik yang melibatkan penggunaan berat berlebihan atau gerakan yang berulang-ulang, seperti mengangkat barang berat tanpa teknik yang benar atau menghabiskan waktu lama di depan layar komputer tanpa istirahat, juga dapat menyebabkan ketegangan dan nyeri pada otot leher dan pundak.
Sumber:https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2022/jan/19/how-to-move-with-neck-and-shoulder-pain
Lakukan Peregangan Leher dan Pundak Secara Rutin
Melakukan peregangan pada leher dan pundak merupakan latihan yang penting untuk mengurangi nyeri dan ketegangan di area tersebut. Seperti yang sudah dibahas dalam poin sebelumnya, ketegangan ini sering disebabkan oleh berbagai faktor seperti postur tubuh yang buruk, stres, kelebihan aktivitas fisik, atau duduk terlalu lama di depan komputer. Rutin melakukan peregangan dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan kelenturan otot, dan mengurangi risiko cedera. Berikut adalah pentingnya dan langkah-langkah peregangan leher dan pundak:
● Meredakan Ketegangan Otot
● Meningkatkan Kelenturan Otot
● Meningkatkan Aliran Darah
● Mengurangi Akumulasi Stres
Pemanasan Sebelum Melakukan Aktivitas Fisik
Sebelum memulai kegiatan fisik, sangat esensial untuk melakukan pemanasan atau peregangan tubuh terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk menghindari potensi cedera pada leher akibat otot yang kaku dan tidak siap menghadapi gerakan tiba-tiba. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemanasan sebelum memulai aktivitas fisik. Sebagaimana yang dikutip dari Healthline, pemanasan merupakan bagian penting dari rutinitas dan dapat membantu mencegah cedera tubuh, termasuk nyeri leher dan pundak. Berikut adalah langkah-langkah yang kami rangkum dari Summit Orthopedics dan bisa diikuti untuk melakukan pemanasan yang benar sebelum beraktivitas :
● Peregangan Dinamis: Pemanasan dimulai dengan peregangan dinamis, yang melibatkan gerakan aktif tubuh. Ini membantu meningkatkan aliran darah dan mempersiapkan otot-otot untuk aktivitas lebih intens. Contoh peregangan dinamis termasuk lari kecil, lompatan kecil, atau berjalan sambil menggerakkan lengan.
● Peregangan Statis: Setelah peregangan dinamis, selanjutnya lakukan peregangan statis. Peregangan ini melibatkan mempertahankan posisi tertentu selama 15-30 detik untuk meregangkan otot dan meningkatkan fleksibilitas. Pastikan untuk memfokuskan peregangan pada area leher, bahu, dan punggung atas.
● Gerakan Bahu: Lakukan gerakan putaran bahu dengan lembut untuk mengurangi ketegangan di daerah leher dan pundak. Gerakan ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke area tersebut.
Sumber: https://www.summitortho.com/2021/02/04/shoulder-warm-up-tips/
Teknik Manajemen Stress
Pengelolaan dan penanganan stres memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi ketidaknyamanan pada bagian leher dan pundak. Di bawah ini kami sampaikan penjelasan sederhana mengenai langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:
● Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga untuk meredakan tegangan otot di leher dan pundak.
● Rencanakan aktivitas Anda dengan bijak untuk menghindari tekanan dan kesibukan yang berlebihan. Pastikan Anda memberikan waktu untuk beristirahat dan bersantai.
● Pastikan Anda tidur yang cukup setiap malam agar tubuh bisa pulih dan sistem kekebalan tubuh Anda tetap kuat.
● Lakukan aktivitas yang Anda nikmati seperti membaca, mendengarkan musik, atau menggambar sebagai cara untuk mengalihkan pikiran dari stres.
Atur Posisi Tidur Yang Benar
Seperti yang sudah dibahas pada poin kedua, cara kita tidur dapat menyebabkan nyeri leher dan mempengaruhi tidur kita serta aktivitas harian. Seperti posisi tidur tengkurap dapat meningkatkan risiko nyeri leher karena memiringkan kepala untuk bernapas, yang bisa menegangkan otot leher. Untuk menghindari ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal seperti berikut:
● Pastikan tempat tidur yang Anda gunakan memiliki kekuatan dan dukungan yang memadai untuk menjaga kesehatan tulang leher dan punggung. Hal ini penting untuk menghindari tekanan yang dapat berpotensi menyebabkan cedera atau ketidaknyamanan.
● Selain itu, dalam memilih bantal yang cocok untuk Anda, pertimbangkan untuk memilih yang terbuat dari bulu. Bantal jenis ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menyesuaikan diri dengan bentuk leher saat Anda tidur. Dengan begitu, Anda dapat memastikan kenyamanan yang optimal dan dukungan yang sesuai untuk leher Anda.
● Ketika Anda mengalami nyeri pada leher, sangat disarankan untuk menghindari tidur dalam posisi tengkurap setidaknya untuk sementara waktu. Tidur dalam posisi tengkurap dapat mengakibatkan kepala Anda terpaksa berada dalam posisi tertentu, terpelintir ke satu arah selama berjam-jam, yang pada gilirannya dapat memperburuk masalah yang sedang dialami pada leher Anda. Sebagai gantinya, coba tidur dalam posisi yang lebih nyaman dan kurang mungkin menyebabkan ketegangan tambahan pada leher Anda.

