Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Penyebab Nyeri Leher dan Pundak Yang Perlu Diketahui

Penyebab Nyeri Leher dan Pundak Yang Perlu Diketahui

Banyak orang, termasuk Anda dan kami juga sering mengalami keluhan nyeri pada pundak dan leher, terutama mereka yang memiliki jadwal harian yang sibuk. Namun sayangnya, masih banyak yang tidak serius dalam menghadapi keluhan ini, dengan menganggap bahwa rasa sakit tersebut akan hilang dengan sendirinya. Kenyataannya, jika keluhan ini dibiarkan tanpa perawatan atau tanpa mencari tahu penyebabnya, bisa saja muncul masalah kesehatan lain yang lebih serius.


Berikut ini kita akan bahas beberapa penyebab nyeri di pundak dan leher yang perlu Anda ketahui.
1. Posisi Duduk Yang Tidak Benar
Cara duduk yang benar sangat penting untuk menghindari tekanan berlebihan pada otot dan tulang belakang. Posisi tubuh yang buruk, seperti duduk bergeser atau membungkuk, bisa menyebabkan masalah seperti nyeri pundak dan leher. Untuk menghindari ini, ada beberapa tips yang sudah kami rangkum dari Walde Grave Clinic:
● Sesuaikan ketinggian kursi Anda sehingga lengan membentuk sudut 90 derajat dan siku berada di samping tubuh. Ini akan membuat pergelangan tangan dan lengan Anda nyaman saat mengetik dan mencegah cedera.
● Pastikan kursi Anda memberikan dukungan yang baik untuk punggung Anda. Jika tidak, Anda bisa tambahkan bantal atau gulungan handuk di bagian bawah punggung saat duduk.
● Duduk tegak dengan bahu ke belakang, bokong menyentuh bagian belakang kursi, dan leher serta kepala tetap lurus namun nyaman. Jaga bahu rileks.
● Pastikan posisi tubuh bagian bawah juga benar. Lutut harus sejajar dengan pinggul, hindari bersilang-silangan kaki untuk menghindari nyeri punggung.
● Pastikan kedua kaki Anda menapak lantai dengan nyaman. Gunakan pijakan kaki atau bangku kecil jika perlu.
● Sesuaikan posisi tubuh Anda dengan komputer. Letakkan layar pada tingkat mata Anda agar Anda tidak perlu membungkuk atau mengangkat leher. Gunakan bantalan pergelangan tangan jika Anda menggunakan mouse komputer untuk menjaga kenyamanan.


2. Posisi Tidur Yang Buruk
Terkadang, kita bisa merasakan nyeri leher setelah bangun tidur, yang disebut "salah bantal." Cara kita tidur dapat menyebabkan nyeri leher dan mempengaruhi tidur kita serta aktivitas harian. Dikutip dari West Pennant Hills Physiotherapy and Sports Injuries Centre, Tidur tengkurap dapat meningkatkan risiko nyeri leher karena memiringkan kepala untuk bernapas, yang bisa meregangkan otot leher. Untuk menghindari ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal:
● Pastikan kasur yang Anda gunakan kokoh dan memberikan dukungan yang baik untuk tulang leher dan punggung Anda, sehingga menghindari tekanan yang bisa menyebabkan cedera.
● Pilihlah bantal yang sesuai, misalnya yang terbuat dari bulu, karena bantal tersebut akan lebih mudah menyesuaikan dengan bentuk leher Anda saat tidur.
● Saat Anda merasakan nyeri pada leher, disarankan untuk menghindari tidur dalam posisi tengkurap untuk sementara waktu. Tidur dalam posisi ini dapat menyebabkan kepala Anda terpelintir ke satu arah selama berjam-jam dan memperparah masalah leher Anda.


3. Cedera Saat Berolahraga
Meskipun melakukan olahraga dengan prosedur yang benar, masih ada kemungkinan mengalami cedera leher. Untuk itu, penting untuk selalu berhati-hati untuk menghindari kemungkinan buruk. Olahraga perlu dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan untuk mencegah cedera.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, untuk mengatasi cedera ini memerlukan perhatian khusus dan tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, karena dapat berpotensi mengakibatkan masalah kesehatan yang kronis;
● Mengompres Leher dengan Air Hangat atau Es: Pilih antara kompres air hangat atau es. Untuk penggunaan es, bungkus dengan handuk terlebih dahulu. Untuk air hangat, gunakan handuk yang direndam dalam air hangat dan letakkan di area leher yang sakit. Lakukan selama 20-30 menit, 3-4 kali dalam 2-3 hari.
● Istirahat Cukup: Penting untuk beristirahat dengan nyaman. Jangan memaksa diri untuk melanjutkan aktivitas fisik atau olahraga sampai kondisi Anda sepenuhnya pulih. Tunggu hingga Anda merasa benar-benar sehat sebelum kembali ke aktivitas rutin.
● Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri: Beberapa jenis obat pereda nyeri seperti Tylenol, paracetamol, ibuprofen, atau aspirin dapat membantu meredakan gejala nyeri pada leher dan pundak.


3. Terjadi Ketegangan Otot
Beberapa faktor yang bisa memicu otot leher tegang dan nyeri meliputi penggunaan berlebihan otot leher, posisi tiduran yang buruk, terjadinya kejang otot leher, dan kebiasaan membaca sambil tiduran. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan gerakan sederhana, seperti memutar bahu, menoleh ke kiri dan kanan, serta menekuk kepala ke depan dan belakang secara perlahan. Lakukan setiap gerakan ini sebanyak 10 kali.


4. Radang Sendi (Arthritis)
Arthritis merujuk pada kondisi di mana satu atau lebih sendi mengalami pembengkakan dan rasa nyeri. Gejala utamanya melibatkan rasa nyeri dan keterbatasan gerakan pada sendi, yang seringkali semakin buruk seiring dengan pertambahan usia. Terdapat dua jenis arthritis yang paling umum terjadi, yaitu osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.

Osteoarthritis adalah penyakit yang merusak tulang rawan, yaitu jaringan keras dan licin yang melapisi permukaan sendi. Di sisi lain, rheumatoid arthritis adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi yang sehat, dimulai dari lapisan luar sendi.
Pada kasus ini, sistem kekebalan tubuh menyerang sendi, menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan sendi. Oleh karena itu, seseorang dengan artritis dapat mengalami nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerakan pada leher dan pundak, mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari.


5. Stress dan Kecemasan
Dikutip dari Healthline, Stress dan kecemasan adalah dua faktor yang dapat berkontribusi secara signifikan terhadap timbulnya nyeri leher dan pundak. Pertama, ketika seseorang mengalami stres, tubuh mereka seringkali merespons dengan meningkatkan ketegangan otot. Ini dapat mengakibatkan otot-otot di sekitar leher dan pundak menjadi tegang dan kaku, yang pada gilirannya dapat menyebabkan rasa nyeri.

Kecemasan juga dapat menyebabkan peningkatan ketegangan otot, karena sistem saraf simpatis, yang terkait dengan respon "fight or flight," dapat memicu kontraksi otot sebagai respons terhadap situasi yang menekan. Ketika otot-otot leher dan pundak terus-menerus tegang akibat stres atau kecemasan kronis, ini dapat menyebabkan nyeri kronis di daerah tersebut.


6. Ketegangan Saraf
Ketegangan saraf terjadi ketika saraf-saraf yang menjalar dari tulang belakang ke berbagai bagian tubuh terjepit atau mengalami tekanan berlebihan. Ketegangan saraf ini dapat menyebabkan rasa sakit yang terasa di leher dan pundak. Beban berlebihan pada otot-otot di sekitar daerah leher dan pundak dapat menjadi salah satu penyebab utama ketegangan saraf ini.

Beberapa kondisi seperti postur tubuh yang buruk, stres, dan aktivitas fisik yang berlebihan dapat memperburuk ketegangan saraf, menyebabkan rasa nyeri yang intens. Selain nyeri, gejala lain yang mungkin muncul termasuk kebas atau kesemutan di tangan dan lengan. Untuk meredakan ketegangan saraf dan nyeri leher serta pundak, penting untuk mengelola stres, menjaga postur tubuh yang baik, dan mungkin juga diperlukan terapi fisik atau pengobatan medis sesuai dengan tingkat keparahan kondisi ini.


7. Saraf Yang Terjepit
Saraf terjepit terjadi ketika saraf di daerah leher atau pundak tertekan oleh tekanan dari tulang belakang yang tidak sejajar atau oleh jaringan lunak di sekitarnya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti postur tubuh yang buruk, cedera, atau degenerasi tulang belakang.

Ketika saraf terjepit, sinyal-sinyal saraf tidak dapat berfungsi dengan baik, yang dapat mengakibatkan nyeri, kelemahan, atau mati rasa di leher, pundak, dan bahkan lengan. Gejala ini dapat sangat mengganggu dan mengurangi kualitas hidup seseorang. Pengobatan biasanya melibatkan terapi fisik, obat penghilang nyeri, dan dalam beberapa kasus, pembedahan untuk mengurangi tekanan pada saraf terjepit.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message