Tangan Terasa Kebas? Ternyata Ini Penyebabnya!
![]()
Sering mengalami kebas dan ngilu pada pergelangan tangan Anda? Jangan remehkan hal ini! Kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan dalam kegiatan sehari-hari Anda.
Selain itu, beberapa gejala tersebut di ujung jari tangan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang bisa serius. Jika Anda mengabaikannya, maka semakin rentan Anda terserang penyakit lain yang berpotensi menyertai.
Oleh karena itu, mari kita lebih cermat dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi beberapa penyebab kebas di pergelangan tangan ini.
1.Tekanan Terhadap Saraf
Kebas pada tangan seringkali merupakan gejala yang muncul akibat adanya tekanan yang diberikan pada saraf-saraf yang bertanggung jawab atas pengendalian sensasi dan pergerakan di tangan. Ini dapat terjadi ketika saraf-saraf tersebut mengalami tekanan berlebihan, terjepit, atau teriritasi karena berbagai sebab. Salah satu penyebab umum dari kebas pada tangan adalah sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome). Dalam kondisi ini, saraf median yang berjalan melalui terowongan karpal di pergelangan tangan mengalami penekanan atau terjepit karena tekanan yang berlebihan. Sindrom terowongan karpal seringkali muncul akibat aktivitas yang memicu tekanan berlebihan pada pergelangan tangan, seperti penggunaan berlebihan pada keyboard komputer atau penggunaan alat-alat yang melibatkan pergelangan tangan secara berulang. Menurut data dari Cleveland Clinic, sindrom terowongan karpal merupakan salah satu penyebab yang paling umum dari timbulnya gejala kebas di pergelangan tangan hingga ke ujung jari. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa mati rasa, kesemutan, atau kelemahan di tangan, terutama pada jari-jari yang terhubung dengan saraf median.
2.Terlalu Banyak Aktivitas Yang Menggunakan Kedua Tangan
Melanjutkan poin pertama, tekanan berlebihan pada saraf juga disebabkan oleh banyaknya aktivitas yang melibatkan penggunaan kedua tangan, terutama jika aktivitas tersebut melibatkan gerakan berulang, pengangkatan barang berat, atau membuat tangan menahan beban dalam posisi tertentu dalam jangka waktu yang lama, tentu akan berdampak buruk. Aktivitas semacam ini dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada saraf dan pembuluh darah yang memasok tangan, terutama pada daerah sekitar pergelangan tangan. Efek dari tekanan berlebihan ini dapat mencakup sensasi kebas, mati rasa, atau kesemutan. Jika seseorang terus-menerus melakukan aktivitas yang memicu gejala ini tanpa jeda untuk istirahat, maka kondisi tersebut bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius seperti epikondilitis lateral. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan ergonomi saat melakukan aktivitas yang melibatkan kedua tangan. Ergonomi mencakup pengaturan posisi tubuh dan alat kerja agar beban pada tangan dapat diminimalkan. Selain itu, ambil jeda istirahat secara teratur saat melakukan aktivitas yang mengandalkan kedua tangan. Ini akan membantu menghindari terjadinya kebas pada tangan dan mencegah potensi masalah kesehatan yang lebih serius.
Terutama bagi mereka yang melakukan pekerjaan yang mengandalkan penggunaan tangan secara intensif.
3.Adanya Tekanan Darah Pada Saraf
Jika aliran darah ke sebagian tubuh terhambat karena pembuluh darah arteri di pergelangan tangan menyempit, kemungkinan besar Anda mengalami sindrom Raynaud. Dikutip dari MedicineNet, Pada kondisi ini, faktor seperti suhu dingin, rasa cemas, atau stres dapat memicu penyempitan pembuluh darah, yang mengakibatkan perubahan warna kulit menjadi pucat dan biru. Meskipun umumnya mempengaruhi pergelangan tangan dan jari-jari, sindrom Raynaud juga dapat terjadi di telinga, hidung, bibir, dan puting.
Menurut sumber dari Medicine.net, sindrom Raynaud dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu sebagai berikut:
Sindrom Raynaud primer
Sindrom Raynaud primer tidak memiliki keterkaitan dengan kondisi medis lainnya. Ini adalah jenis yang paling umum terjadi, biasanya bersifat ringan, dan seringkali tidak memerlukan pengobatan.
Sindrom Raynaud sekunder
Sindrom Raynaud sekunder memiliki keterkaitan oleh kondisi medis lainnya, seperti penyakit autoimun dan gangguan pada pembuluh arteri. Jenis sindrom ini lebih serius, Anda harus mendapatkan perhatian medis, dan penanganan oleh dokter terkait.
4.Radang Sendi
Radang sendi, atau arthritis, adalah kondisi medis yang melibatkan peradangan pada sendi-sendi di tangan dan jari-jari. Penyebab utama radang sendi bisa bervariasi, termasuk faktor genetik, penuaan, cedera fisik, dan faktor lingkungan.
Ketika terjadi peradangan pada sendi-sendi tangan, seperti sendi pergelangan tangan atau sendi jari, saraf-saraf yang berjalan di sekitar sendi-sendi tersebut dapat tertekan atau teriritasi.
Hal ini dapat mengakibatkan sensasi kebas, mati rasa, atau bahkan rasa sakit seperti baru saja tertusuk benda tajam. Kondisi ini seringkali membuat gerakan tangan terbatas dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
5.Cedera Berat Pada Pergelangan Tangan
Dilansir dari Bon Secours Health, Cedera serius pada tangan, seperti patah tulang, penjepitan saraf, atau pembengkakan yang parah akibat kecelakaan, memiliki potensi untuk menyebabkan dampak serius pada saraf, pembuluh darah, dan jaringan otot di area yang terkena dampak.
Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah yang seharusnya mengalir ke tangan dan juga merusak komunikasi antara sistem saraf dan bagian yang mengalami cedera. Akibatnya, tangan bisa mengalami mati rasa, karena gangguan ini menghambat sinyal dan pesan yang seharusnya dikirim antara otak dan area yang terluka.
Mati rasa ini bisa bersifat sementara atau bahkan permanen, tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi pada jaringan-jaringan kunci dalam tangan serta seberapa cepat penanganan medis dapat diberikan.
Penting untuk diingat bahwa cedera berat pada tangan bukan hanya masalah fisik, tetapi juga memiliki potensi dampak yang signifikan pada kualitas hidup seseorang, termasuk kemampuan fungsional tangan dan tingkat kemandiriannya. Oleh karena itu, deteksi dan perawatan cepat merupakan hal yang sangat penting dalam menghadapi cedera tangan serius.
6. Neuropati Perifer
Neuropati perifer adalah gangguan pada sistem saraf perifer yang merupakan jaringan saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang. Gangguan ini seringkali mengakibatkan gejala seperti kebas atau mati rasa pada tangan. Kondisi ini muncul akibat kerusakan pada saraf-saraf perifer tersebut, yang dapat diakibatkan oleh berbagai faktor yang berbeda.
Dilansir dari Mayo Clinic, salah satu penyebab umum dari neuropati perifer adalah diabetes. Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf perifer. Ketika kadar gula darah tinggi terjadi dalam jangka waktu yang lama, saraf-saraf ini menjadi rentan terhadap kerusakan, dan inilah yang dapat menyebabkan sensasi kebas atau mati rasa pada tangan dan area lainnya di tubuh.
Selain diabetes, neuropati perifer juga dapat disebabkan oleh cedera fisik. Cedera ini mungkin melibatkan trauma langsung pada saraf-saraf perifer, seperti yang dapat terjadi dalam kecelakaan atau cedera olahraga. Infeksi seperti infeksi saraf (neuritis) juga dapat menyebabkan neuropati perifer. Ketika infeksi menyerang saraf-saraf ini, itu bisa merusaknya dan mengganggu transmisi sinyal sensorik.
Hal ini dipengaruhi penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendiri, juga dapat menjadi penyebab neuropati perifer. Sistem kekebalan tubuh menyerang saraf-saraf perifer, yang dapat menyebabkan kerusakan dan gejala seperti kebas atau mati rasa. Ketika hal ini terjadi, sinyal-sinyal sensorik yang seharusnya bergerak dari tangan ke otak menjadi terganggu. Hal ini mengakibatkan sensasi kebas atau mati rasa yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk merasakan dan merespons rangsangan dengan benar.

