Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Itu Penyakit Ginjal? Berikut Penjelasannya

Apa Itu Penyakit Ginjal? Berikut Penjelasannya

Ginjal merupakan sepasang organ yang memiliki beragam fungsi, salah berperan dalam menghasilkan renin, yang merupakan enzim yang mengatur tekanan darah, dan juga memproduksi senyawa eritropoetin yang merangsang pembentukan sel darah merah.

Selain itu, ginjal berfungsi sebagai penyaring untuk produk-produk limbah metabolisme dalam tubuh, serta menjaga keseimbangan garam dan mineral yang sangat penting untuk tubuh.

Lebih dari itu, ginjal juga memiliki peran vital dalam menghasilkan senyawa aktif dari vitamin D, yang mendukung kesehatan tulang.
Ketika organ ini mengalami gangguan, maka fungsi-fungsi yang menyertakannya juga akan terganggu, dan menyebabkan penyakit yang dapat merugikan sistem tubuh lainnya.

Berikut ini kita akan bahas lebih mendalam mengenai penyakit ginjal, mulai dari gejala hingga penyebabnya.


Mengenal Penyakit Ginjal
Penyakit ini bisa terjadi akibat ketidakmampuan ginjal dalam melakukan tugasnya untuk membersihkan sisa metabolisme dari darah dan mengeluarkannya melalui urin.

Hal ini mengakibatkan penumpukan racun dan cairan berbahaya dalam tubuh yang bisa berakibat fatal jika tidak diatasi.


Gejala-gejala Penyakit Ginjal
1.Kurangnya Produksi Urine Dalam Tubuh
Ini merupakan kondisi di mana jumlah urine yang dikeluarkan sangat sedikit, yaitu kurang dari 400 mL dalam periode 24 jam. Biasanya, seseorang dengan ginjal yang sehat akan menghasilkan sekitar 800-2.000 mL urine dalam waktu 24 jam jika ia cukup minum.
Sekedar informasi dari Cleveland Clinic, manusia normalnya mengkonsumsi air sekitar 8-10 gelas dalam sehari. Jika volume urine yang dihasilkan oleh ginjal berada di bawah jumlah normal, ini dapat menjadi indikasi rentannya seseorang terhadap masalah ginjal.
Meskipun fungsi ginjal tampak normal, Anda masih dapat mengalami kurangnya volume urine jika ada sumbatan dalam saluran urine setelah ginjal, seperti ureter, kandung kemih, atau uretra.

2.Terjadi Perubahan Warna Urine
Dikutip dari Mayo Clinic, Urine normal memiliki beragam warna yang mengindikasikan tingkat hidrasi tubuh dan kesehatan ginjal. Warna urine berkisar dari kuning pucat hingga kuning lebih dalam.
Urine kuning muda menunjukkan tubuh terhidrasi dengan baik, sementara urine kuning tua menandakan dehidrasi. Warna kuning disebabkan oleh pigmen urokrom, juga dipengaruhi oleh makanan dan obat-obatan.
Selain hidrasi, warna urine juga mencerminkan kesehatan ginjal. Urine yang bening hingga normal menunjukkan ginjal berfungsi dengan baik. Masalah ginjal dapat membuat warna urine menjadi lebih pekat karena peningkatan konsentrasi zat, tingginya protein atau gula, serta jumlah sel darah merah dan putih yang abnormal.
Urine yang cenderung berwarna merah menunjukkan adanya sel darah merah, yang bisa mengindikasikan masalah pada organ tersebut.

3.Kaki Mengalami Pembengkakan
Tungkai yang mengalami pembengkakan merupakan tanda yang dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang serius.
Dilansir dari Comprehensive Vascular Care, Salah satu kemungkinan penyebab pembengkakan ini adalah adanya gangguan pada organ-organ vital seperti ginjal, jantung, atau hati. Ketika ginjal mengalami gangguan atau tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, cairan yang seharusnya disaring oleh ginjal bisa menumpuk di dalam tubuh.
Salah satu tempat di mana cairan ini bisa menumpuk adalah di kaki, yang mengakibatkan pembengkakan.
4.Nyeri Punggung di Bagian Bawah
Nyeri punggung bagian bawah bisa menjadi tanda peringatan terkait dengan kesehatan ginjal. Meskipun nyeri ini dapat terjadi di berbagai bagian punggung, paling sering terasa di bagian bawah.
Dilansir dari HealthMatch, Awalnya, nyeri tersebut mungkin hanya terasa seperti pegal biasa, tetapi jika ada masalah dengan saraf, rasa sakit bisa menjadi menusuk dan panas, terutama jika ada peradangan.
Nyeri ini dapat merambat hingga ke bagian bokong dan bahkan mencapai kaki bagian bawah.
Selain itu, nyeri punggung bisa menjadi masalah yang berlangsung secara terus-menerus, bisa bersifat akut (berlangsung kurang dari 3 bulan) atau kronik (berlangsung lebih dari 3 bulan).
5.Nyeri Saat Buang Air Kecil
Nyeri saat buang air kecil sering kali disebabkan oleh gangguan pada organ kandung kemih. Namun, tak menutup juga penyebabnya bisa berasal dari masalah pada organ di sekitarnya, seperti ginjal.
Salah satu masalah yang seringkali muncul adalah batu ginjal, yang bisa menghalangi aliran urine dan menimbulkan rasa nyeri yang menjalar ke daerah pinggul atau bahkan di antara pinggul dan tulang rusuk.
Akibatnya, proses buang air kecil bisa terasa sangat tidak nyaman. Selain nyeri saat buang air kecil, batu ginjal juga dapat menunjukkan gejala lain, seperti rasa nyeri di perut bagian bawah serta keberadaan darah dalam urine.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa nyeri saat buang air kecil bisa memiliki berbagai penyebab, termasuk masalah pada ginjal seperti batu ginjal.


Jenis-Jenis Penyakit Ginjal
1.Gagal Ginjal Kronis
Gagal ginjal kronis merupakan kondisi ketika fungsi ginjal secara perlahan menurun akibat kerusakan jaringan ginjal.
Dalam konteks medis, gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai penurunan tingkat penyaringan ginjal selama minimal 3 bulan. Ini terjadi karena kerusakan pada jaringan ginjal yang dipicu oleh penyakit kronis yang berlangsung lama.
Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab gagal ginjal kronis meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit asam urat.
Penderita gagal ginjal kronis tahap 1-3 seringkali tidak menunjukkan gejala yang signifikan.
Biasanya, gejala baru muncul ketika sudah mencapai tahap 4 atau 5.
Pada tahap ini, gangguan metabolisme dalam tubuh menjadi parah karena ginjal tidak lagi mampu melakukan penyaringan racun dengan baik.

2.Gagal Ginjal Akut
Gagal ginjal akut, juga dikenal sebagai acute kidney injury, adalah ketika ginjal berhenti bekerja secara mendadak.
Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan dalam aliran darah ke ginjal, masalah di ginjal, atau sumbatan dalam saluran urin.
Penyebab gagal ginjal akut bervariasi, termasuk gangguan aliran darah ke ginjal (prerenal), kerusakan pada ginjal itu sendiri, hingga sumbatan dalam aliran urine (postrenal).

3.Batu Ginjal
Penyakit batu ginjal adalah kondisi di mana endapan padat terbentuk di ginjal karena zat kimia dalam urine. Batu ginjal bisa berukuran kecil seperti pasir atau sebesar kacang polong.
Tanpa perawatan yang tepat, batu ginjal dapat menghambat aliran urine. Pembentukan batu ginjal disebabkan oleh peningkatan kadar zat kimia tertentu dalam urine, seperti kalsium, asam oksalat, dan fosfor, yang mengkristal di ginjal.
Seiring waktu, kristal-kristal ini menjadi batu yang keras. Penyebabnya bisa termasuk pola makan, kurang minum, efek samping obat-obatan, atau kondisi medis tertentu.

4.Penyakit Ginjal Polikistik
Penyakit ginjal polikistik adalah suatu kondisi di mana ginjal mengalami pertumbuhan kista secara bertahap selama periode yang panjang.
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kelainan atau cacat genetik yang diwariskan dari orang tua ke anak. Terdapat dua jenis penyakit ginjal polikistik berdasarkan jenis cacat genetiknya, yaitu Autosomal recessive polycystic kidney disease (ARPKD) dan Autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD).

5.Infeksi Ginjal
Dilansir dari National Institute of Health, Infeksi ginjal adalah ketika ginjal terinfeksi oleh bakteri, yang umumnya berasal dari saluran pencernaan dan masuk melalui saluran kemih. Ini bisa terlihat dari kehadiran nanah atau darah dalam urine yang dikeluarkan.
Jika jumlahnya sedikit, mereka dapat dikeluarkan bersama urine. Tetapi jika bakteri mulai berkembang di saluran kemih, maka bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan infeksi.


Mengapa Penyakit Ginjal Dapat Terjadi?
Penyakit ginjal dapat terjadi akibat sejumlah faktor, baik faktor penyakit, riwayat keluarga, maupun gangguan pada saluran kemih. Faktor penyakit seperti diabetes dan hipertensi adalah penyebab utama kerusakan ginjal. Diabetes mengakibatkan peningkatan kadar gula dalam darah yang dapat merusak pembuluh darah kecil dalam ginjal, sementara hipertensi meningkatkan tekanan darah dalam pembuluh darah ginjal, menyebabkan kerusakan jangka panjang.

Selain faktor penyakit, riwayat keluarga juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ginjal, karena faktor genetik yang dapat mengakibatkan kecenderungan keluarga terhadap masalah ginjal. Gangguan pada saluran kemih seperti infeksi berulang atau penyumbatan saluran kemih juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal, karena dapat menghambat aliran urin dan memungkinkan bakteri berkembang biak di dalam ginjal. Oleh karena itulah, pemahaman akan faktor-faktor ini dapat membantu untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat dan mengurangi risiko terjadinya penyakit ginjal.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message