Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Saja Cara Mengatasi GERD? Berikut Detailnya

Apa Saja Cara Mengatasi GERD? Berikut Detailnya

Sering merasakan sensasi asam di mulut dan perih di dada hingga tenggorokan? Ini mungkin tanda-tanda GERD, singkatan dari gastroesophageal reflux disease.

GERD adalah kondisi yang disebabkan oleh pelemahan katup atau sfingter di bagian bawah kerongkongan.
Secara normal, katup ini seharusnya terbuka untuk memungkinkan makanan dan minuman masuk ke lambung untuk dicerna.

Ada berbagai cara mengatasi masalah ini, dan dalam artikel ini, kita membahas berbagai metode yang dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan ini. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara mengobati GERD dari segala kompleksitasnya.
1.Konsultasi Permasalahan Ini Kepada Dokter
Memang cara pertama dan termudah dalam menyembuhkan GERD adalah dengan langsung ke dokter. Karena mereka lebih tahu dan paham bagaimana cara mengobati GERD dengan tepat.
Mereka juga bisa menyarankan beberapa penanganan yang harus Anda lakukan ketika penyakit ini meradang supaya Anda bisa menanganinya di rumah jika gejalanya tidak parah.

Sebagai sebuah penyedia layanan kesehatan di Indonesia, Granostic Medical Center memahami bahwa gangguan pencernaan ini bukan masalah yang dianggap remeh.

Oleh sebab itu, kami dan tim dokter berpengalaman kami memiliki prosedur penanganan dan pencegahan yang melibatkan langkah-langkah diagnostik dan pengobatan.

Dengan melakukan diagnosis yang tepat, dokter-dokter kami dapat mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab nyeri di perut Anda.

Selain itu, pemeriksaan medis secara rutin dan konsultasi dokter dapat membantu mendeteksi masalah ini sejak dini, sebelum gejala yang lebih serius timbul.

Melalui diagnosis dengan tepat, dokter kami dapat mengidentifikasi faktor terjadinya GERD di sistem pencernaan Anda. Selain itu, pemeriksaan medis dan konsultasi secara rutin dapat mendeteksi masalah tersebut secara dini, sebelum gejala yang serius muncul, seperti;
PPI Test
1. Digunakan untuk mendiagnosis pasien dengan gejala tipikal GERD.
2. Pasien diberikan dosis ganda PPI selama 1-2 minggu.
3. Jika gejala menghilang dengan PPI dan kembali setelah dihentikan, diagnosis GERD dapat ditegakkan.
4. Tes dianggap positif jika ada perbaikan klinis >50% dalam 1 minggu.

Endoskopi
1. Melibatkan pemeriksaan mukosa esofagus dan mengonfirmasi adanya kerusakan.
2. Juga digunakan untuk mengeluarkan kelainan lain dan menentukan keparahan kerusakan.

Histopatologi
1. Mengidentifikasi Barret Esophagus, yaitu metaplasia epitel intestinal di esofagus.
2. Morfologi mukosa esofagus yang mencerminkan jenis metaplasia intestinal.


2.Lakukan Perubahan Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup yang tepat dapat membantu mencegah atau mengurangi gejala GERD.
DIlansir dari International Foundation for Gastrointestinal Disorders, berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan:
1. Hindari makan besar sebelum tidur atau berbaring. Cobalah makan dalam porsi secukupnya. Cobalah untuk makan pada waktu yang teratur dan hindari makan terlalu larut malam.
2. Kontrol Berat Badan Anda: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada perut dan meningkatkan risiko GERD. Usahakan jaga berat badan tetap ideal melalui diet seimbang dan olahraga teratur.
3. Tidur dengan Kepala Lebih Tinggi: Saat tidur, tinggikan kepala tempat tidur sekitar 6-8 inci untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan selama tidur.
4. Hindari Pakaian Ketat: Pakaian ketat dapat menekan perut dan meningkatkan risiko refluks asam.
5. Berhenti Merokok: Merokok dapat melemahkan dan merangsang produksi asam lambung, sehingga meningkatkan risiko GERD.
6. Olahraga Teratur: Olahraga dapat membantu mengurangi berat badan, meningkatkan sirkulasi darah, dan memperkuat otot-otot perut, yang dapat membantu mengurangi gejala GERD.


3.Diet Seimbang
Diet seimbang sangat penting untuk merawat GERD jangka panjang dan mencegah penyakit lain. Beberapa makanan dianjurkan, seperti buah-buahan rendah asam seperti pisang, melon, apel, dan pir. Hindari buah asam dan citrus karena bisa meningkatkan asam lambung.
Dikutip dari Healthline, pemilihan sayuran seperti kacang hijau, brokoli, asparagus, dan menghindari saus berlemak lebih disarankan ketimbang makanan berlemak tinggi dan makanan digoreng yang bisa memperburuk GERD.

Selain itu, pemilihan daging rendah lemak seperti ayam, kalkun, ikan, atau makanan laut lainnya sangat cocok untuk diet GERD, dan hindari menggoreng daam pengolahannya.

Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum, dan nasi merah baik untuk diet GERD. Jahe, dengan senyawa antioksidan dan fenolik, membantu meredakan iritasi lambung, mengurangi risiko refluks asam, dan mencegah gejala GERD kambuh.


4.Manajemen Stress
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Neurogastroenterology and Motility, individu yang mengalami gangguan kecemasan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala GERD.
Para peneliti dalam studi ini menyimpulkan bahwa stres dan kecemasan memperburuk kondisi lambung dengan cara berikut:
● Kecemasan yang berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung.
● Kecemasan juga memiliki potensi untuk mengurangi tekanan pada otot penutup kerongkongan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan asam lambung naik ke atas.
● Stres bisa membuat otot-otot menjadi lebih tegang. Jika stres memengaruhi otot-otot di sekitar perut, maka ini dapat memberikan tekanan pada organ-organ di sekitarnya dan mendorong asam lambung naik ke atas.

Meditasi adalah teknik yang efektif untuk mengelola kecemasan dan stres, yang dapat membantu mencegah penyakit GERD tersebut.
Berikut adalah langkah-langkah meditasi yang tepat untuk mengelola kecemasan dan stres guna mencegah GERD:
1. Pilih Lingkungan yang Tenang: Cari tempat yang tenang dan nyaman untuk bermeditasi. Hindari gangguan eksternal seperti suara bising dan cahaya terang. Anda bisa duduk di kursi yang nyaman atau bersila di lantai dengan bantal untuk kenyamanan tambahan.
2. Posisi Tubuh yang Benar: Duduk dengan punggung lurus agar pernapasan Anda tidak terhambat. Letakkan tangan Anda di atas lutut atau dalam posisi mudra (gestur tangan khusus yang digunakan dalam meditasi).
3. Fokus pada Pernapasan: Mulailah dengan bernafas dalam-dalam melalui hidung dan perlahan-lahan lepaskan napas melalui mulut. Fokuskan perhatian Anda sepenuhnya pada pernapasan Anda. Ini membantu merilekskan tubuh dan meredakan kecemasan.
4. Visualisasi: Untuk mengurangi stres, Anda dapat melakukan visualisasi positif. Bayangkan diri Anda berada di tempat yang indah dan tenang, seperti pantai atau hutan. Gambarkan dengan rinci semua aspek lingkungan tersebut.
5. Meditasi Kesadaran: Ini melibatkan pemantauan kesadaran terhadap pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh tanpa menghakimi atau menilainya. Biarkan pikiran-pikiran datang dan pergi tanpa ikut terlibat. Ini membantu mengurangi kecemasan dan membangun kesadaran diri. Penting untuk menjadikan meditasi sebagai kebiasaan harian. Luangkan waktu setiap hari untuk bermeditasi, misalnya 15-20 menit di pagi hari atau sebelum tidur.


5. Hindari Makanan Pemicu Maag
Terdapat berbagai jenis makanan yang seringkali memicu gejala maag. Namun, salah satu pemicunya adalah makanan yang memiliki rasa pedas. Seringkali, makanan pedas dianggap sebagai penyebab utama maag karena orang yang makan makanan pedas sering mengalami sakit perut. Nyeri yang dirasakan ini bisa serupa dengan nyeri yang muncul saat maag sedang kambuh.
Namun, nyeri pada lambung yang disebabkan oleh makanan pedas tidak disebabkan oleh gangguan tingkat keasaman lambung seperti yang terjadi pada maag. Sebaliknya, itu disebabkan oleh kandungan capsaicin dalam makanan pedas. Capsaicin dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung, yang menghasilkan sensasi yang mirip dengan gejala maag ketika seseorang mengonsumsi makanan pedas.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message