Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Ketahui Perbedaan Penyakit Ginjal Akut dan Kronis

Ketahui Perbedaan Penyakit Ginjal Akut dan Kronis

Kegagalan fungsi ginjal adalah masalah yang memerlukan perhatian di Indonesia karena persentase penderitanya cukup banyak yang terkena penyakit ini.

Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya, menyebabkan penumpukan limbah dan cairan dalam tubuh, yang dapat mengakibatkan gejala seperti pembengkakan kaki, muntah, kelemahan, dan kesulitan bernapas.

Jadi, apa perbedaan antara gagal ginjal akut dan kronis, dan mana yang lebih serius?. Dalam pembahasan kali ini, kami akan kupas keduanya.

Penyebab
Dilansir dari Nursing Center, gagal ginjal akut adalah kondisi medis yang seringkali muncul sebagai akibat dari sejumlah faktor yang secara langsung atau tidak langsung mengganggu fungsi ginjal.
● Salah satu penyebab umum gagal ginjal akut adalah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh yang signifikan. Ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan, ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, kehilangan darah yang signifikan, seperti yang dapat terjadi setelah operasi besar atau cedera yang serius, juga dapat menyebabkan gagal ginjal akut.
● Penyumbatan saluran kemih adalah faktor lain yang bisa memicu gagal ginjal akut. Ketika saluran kemih terhambat, urine tidak dapat mengalir keluar dari ginjal dengan baik, yang dapat menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu, terutama obat-obatan nephrotoxic, dapat merusak jaringan ginjal dan menyebabkan gagal ginjal akut.

Di sisi lain, gagal ginjal kronis adalah kondisi yang berkembang secara bertahap dan umumnya terkait dengan masalah jangka panjang.
Dua penyebab utama gagal ginjal kronis adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes. Kedua kondisi ini dapat merusak ginjal secara perlahan seiring berjalannya waktu.

Tekanan darah tinggi meningkatkan tekanan pada pembuluh darah ginjal, sementara diabetes menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan jaringan ginjal. Akibatnya, ginjal mengalami penurunan fungsi organ secara bertahap, yang jika tidak diatasi, dapat mengarah pada gagal ginjal kronis.


Gejala
Gejala gagal ginjal akut muncul dengan cepat dan dapat menjadi sangat serius. Beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan gagal ginjal akut meliputi::
a. Penurunan frekuensi buang air kecil secara tiba-tiba,
b. Mual, kelelahan, sesak nafas
c. Pembengkakan kaki, atau pergelangan kaki,
d. Detak jantung yang tidak teratur,
e. Munculnya nyeri dada, dan terasa seperti tertekan, kebingungan, dan kejang.

Sementara itu, dikutip dari Health Line gagal ginjal kronis adalah kondisi yang berkembang perlahan, seringkali tanpa disadari oleh penderitanya hingga mencapai tahap yang parah. Ketika fungsi ginjal semakin menurun, gejala berikut ini biasanya muncul pada gagal ginjal kronis:
a. Kelelahan yang terjadi terus menerus,
b. Mengeluarkan nafas berbau tidak sedap
c. Nafsu makan yang buruk
d. Permukaan kulit kering dan gatal
e. Munculnya pembengkakan di kaki
f. Mata bengkak terutama di pagi hari
g. Munculnya dorongan untuk buang air kecil baik siang dan malam hari
h. Sulit tidur, dan kram otot di malam hari.


Pengobatan Yang Dilakukan
Dilansir dari website resmi Cleveland Clinic, Gagal ginjal akut sering memerlukan perawatan di rumah sakit, dengan fokus utama pada mengobati penyebabnya dan mencegah komplikasi. Beberapa opsi pengobatan dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Pemberian cairan intravena untuk meningkatkan kadar cairan dalam darah
b. Obat diuretik untuk mengurangi kelebihan cairan di paru-paru, kaki, atau tungkai,
c. Pemberian kalsium intravena untuk menormalkan kadar kalium pada pasien dengan hiperkalemia berat
d. Hemodialisis untuk membersihkan racun dari darah.

Sementara itu, untuk gagal ginjal kronis, terdapat berbagai perawatan yang bertujuan untuk menjaga fungsi ginjal dan melambatkan perkembangan penyakit:
a. Penggunaan obat tekanan darah tinggi seperti penghambat ACE untuk mengendalikan tekanan darah dan melindungi ginjal dari infeksi,
b. Pemberian statin untuk mencegah penumpukan plak di arteri ginjal,
c. Pemberian diuretik untuk mengurangi retensi cairan dan menjaga keseimbangan cairan tubuh,
d. Eritropoietin untuk mengatasi anemia dengan merangsang produksi sel darah merah,
e. Pemberian suplemen vitamin D untuk memperkuat tulang dan mengurangi risiko patah tulang,
f. Penggunaan pengikat fosfat untuk mengurangi penyerapan fosfat dan risiko hiperfosfatemia.
g. Diet rendah protein untuk mengurangi penumpukan produk limbah yang dihasilkan dari pemecahan protein makanan.


Langkah Penanganan Penyakit Ginjal di Granostic Medical Center

Mengingat penyakit ini dari waktu ke waktu semakin banyak penderitanya, membuat kami, Granostic mulai bergerak untuk mengatasi hal tersebut. Untuk mendukung hal tersebut, kami sebagai layanan kesehatan didukung dengan berbagai dokter spesialis ginjal dengan pengalaman serta keahlian yang mumpuni.

Berikut beberapa upaya penanganan dan pencegahan penyakit ginjal yang dilakukan oleh ahli kesehatan kami;


Diagnosa
Untuk mendiagnosis sejauh mana penyakit ini mempengaruhi penderita, sejumlah langkah diagnostik akan dilakukan. Langkah-langkah tersebut meliputi:
1. Tanya Jawab dan Pemeriksaan Fisik
Dokter akan mengambil riwayat medis penderita dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda dan gejala yang berkaitan dengan penyakit yang diduga.
2. Laju Filtrasi Glomerulus (GFR)
Tes GFR digunakan untuk menilai seberapa efisien ginjal dalam menyaring darah. Ini adalah parameter penting dalam menentukan fungsi ginjal.
3. Tes Darah dan Tes Urine
Pemeriksaan darah dan urin dapat memberikan petunjuk tentang kondisi ginjal. Pada tes darah, dokter akan memeriksa tingkat kreatinin dan urea dalam darah. Pada tes urine, protein, darah, dan komponen lainnya akan dianalisis.
4. Tes Pencitraan
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih rinci tentang keadaan ginjal, dokter mungkin akan merujuk penderita untuk menjalani tes pencitraan seperti USG (Ultrasonografi), MRI (Resonansi Magnetik), atau CT scan (Tomografi Komputer). Tes ini dapat memberikan gambaran visual tentang ukuran, struktur, dan kondisi ginjal.
5. Biopsi Ginjal
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur biopsi ginjal. Biopsi ini melibatkan pengambilan sampel jaringan ginjal untuk menilai tingkat keparahan dan jenis penyakit ginjal yang dialami penderita. Ini sering digunakan untuk diagnosis yang lebih akurat dan perencanaan pengobatan yang tepat.


Pengobatan
Pemberian obat-obatan dalam pengelolaan penyakit, serta penyebab gagal ginjal dan gangguan yang timbul akibatnya merupakan langkah penting untuk mengendalikan kondisi tersebut. Jenis obat yang diberikan dapat beragam, tergantung pasien yang ditangani. Dalam konteks ini, beberapa jenis obat yang umumnya digunakan termasuk:
1. Obat Hipertensi
Obat seperti ACE inhibitor atau ARB, captopril, candesartan, dan irbesartan akan membantu menurunkan tekanan darah dan melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut.
2. Suplemen untuk Anemia
Pemberian suntikan hormon eritropoietin untuk meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh dan mengatasi anemia yang menjadi penyebab dari penyakit ginjal.
3. Suplemen Kalsium dan Vitamin D
Pemberian vitamin D yang diberikan dalam bentuk calcitriol, yaitu bentuk aktif dari vitamin D yang dapat langsung digunakan oleh tubuh.
4. Obat Diuretik
Obat diuretik seperti furosemide yang membantu mengurangi edema atau pembengkakan akibat penumpukan cairan.
5. Obat Kortikosteroid
Obat ini bertujuan untuk meredakan peradangan dan merespons penyebab dasar dari gangguan ginjal kronis akibat penyebab seperti glomerulonefritis atau gangguan ginjal lain yang menyebabkan peradangan.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message