Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Ketahui Perbedaan Penyakit Maag Dengan GERD

Ketahui Perbedaan Penyakit Maag Dengan GERD

Maag dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah gangguan lambung yang sering mengganggu kegiatan sehari-hari. Sensasi nyeri di perut yang dapat menyebabkan rasa mual dan detak jantung yang cepat adalah gejalanya. Penting untuk mendapatkan pengobatan dari dokter untuk mengurangi keluhan ini.
Namun sebelum itu, Anda juga harus memahami perbedaan antara maag dan GERD untuk menentukan penanganan dan obat yang tepat.

Penyebab
Perbedaan mendasar antara GERD dan masalah lambung dapat dipahami dengan lebih mendalam jika kita menggali akar penyebab dan dampaknya pada tubuh. Meskipun keduanya berkaitan dengan peningkatan kadar asam lambung, namun wilayah yang terpengaruh dan gejala yang muncul sangat berbeda. Berikut perbedaannya yang kami rangkum dari UCLA Health.
GERD adalah kondisi yang terjadi sebagai akibat dari paparan berulang asam lambung ke esofagus atau kerongkongan. Hal ini mengakibatkan erosi pada lapisan mukosa esofagus, yang merupakan tabir pelindung yang membatasi dinding esofagus dari asam lambung.

Kondisi ini juga disebabkan oleh kelemahan pada katup esofagus, yang seharusnya berfungsi sebagai pintu gerbang untuk mencegah asam lambung naik ke atas ke arah kerongkongan.

Dalam kasus GERD, katup esofagus ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga asam lambung dapat naik melalui kerongkongan dan mengiritasi lapisan esofagus. Inilah yang menyebabkan gejala seperti terbakar di dada (heartburn), rasa tidak nyaman, bahkan nyeri tenggorokan.

Di sisi lain, maag, iritasi terjadi pada lapisan dinding lambung itu sendiri. Ini berarti bahwa gejala dan dampak yang terkait dengan masalah lambung lebih fokus pada organ lambung, di mana lapisan dalamnya dapat mengalami kerusakan atau peradangan. Biasanya, iritasi pada lambung dapat menyebabkan gejala seperti nyeri perut, kembung, mual, muntah, atau perasaan penuh setelah makan. Maag tidak selalu melibatkan kerongkongan atau esofagus, seperti pada kasus GERD.


Gejala
Beberapa gejala umum yang sering terkait dengan sakit maag meliputi:
1. Kembung di bagian atas perut: Seseorang dengan sakit maag sering merasa perutnya kembung, terutama setelah makan.
2. Sensasi perut penuh setelah makan: Orang yang menderita sakit maag mungkin merasa perutnya penuh, meskipun sebenarnya belum makan banyak.
3. Nyeri pada bagian ulu hati: Nyeri atau ketidaknyamanan terlokalisasi di sekitar ulu hati adalah gejala umum dari sakit maag.
4. Seringnya mengeluarkan gas dan bersendawa: Penderita sakit maag seringkali mengalami ketidaknyamanan yang menyebabkan mereka mengeluarkan gas dan bersendawa secara berlebihan.
5. Mual-mual: Rasa mual dapat muncul sebagai gejala tambahan, meskipun tidak selalu hadir.
6. Muntah: Beberapa orang dengan sakit maag mungkin juga mengalami muntah, terutama setelah makan.

Sementara itu, Dikutip dari GoodRx Health Gejala GERD seringkali ditandai dengan refluks asam lambung ke kerongkongan, yang dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada atau heartburn. Beberapa gejala tambahan yang sering muncul bersamaan dengan refluks asam lambung adalah:
1. Refluks asam lambung: Ini adalah ciri khas GERD, di mana asam lambung naik ke kerongkongan dan dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada.
2. Regurgitasi: Terjadi ketika makanan atau asam lambung naik kembali ke kerongkongan, sering kali dengan sensasi yang tidak menyenangkan.
3. Nyeri pada dada: Nyeri atau ketidaknyamanan di dada, terutama terkait dengan refluks asam lambung.
4. Kesulitan menelan makanan: Beberapa orang dengan GERD mengalami kesulitan dalam menelan makanan, yang disebabkan oleh iritasi pada kerongkongan.
5. Sensasi terhambat di kerongkongan: Sensasi seperti ada yang menghambat atau terjebak di kerongkongan bisa menjadi gejala GERD.
6. Sensasi terbakar di dada yang memburuk pada malam hari: Gejala GERD seringkali memburuk saat berbaring, terutama pada malam hari.


Pengobatan
Pengobatan maag dan GERD memiliki beberapa kesamaan dalam pendekatan perawatan, meskipun terdapat perbedaan tergantung pada tingkat keparahannya.


Pengobatan Maag
1. Gejala Ringan
Jika Anda mengalami gejala ringan pada maag, langkah-langkah berikut dapat membantu mengatasi masalah tersebut
Hindari makanan berlemak dan pedas, pastikan untuk mendapatkan cukup waktu tidur, lakukan olahraga secara teratur, dan batasi konsumsi alkohol serta kafein harian.
2. Kasus Lebih Parah
Pada kasus yang lebih parah, pengobatan maag melibatkan langkah-langkah berikut,
Penggunaan obat-obatan seperti antasida untuk meredakan gejala, antagonis reseptor H-2 untuk mengurangi produksi asam lambung berlebih, penghambat pompa proton (PPI) untuk mengurangi produksi asam lambung secara efektif, dan dalam beberapa kasus antibiotik untuk mengatasi infeksi yang terkait dengan bakteri H. pylori.

Pengobatan GERD
Dikutip dari medical news today, dalam penanganan GERD, langkah-langkah berikut perlu diambil:
1. Mengubah Pola Makan
Mengubah pola makan menjadi lebih rendah lemak, mengurangi konsumsi garam, dan menghindari makanan terlalu pedas.
2. Perubahan Gaya Hidup
Penting untuk mendukung perubahan pola makan dengan gaya hidup yang lebih sehat, termasuk:
a) Memastikan Tidur Cukup: Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang memadai setiap malam.
b) Mengelola Stres: Praktekkan teknik relaksasi atau meditasi untuk mengurangi stres.
c) Rutin Berolahraga: Lakukan olahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan pencernaan dan umum.
d) Berhenti Merokok: Merokok dapat memperburuk gejala GERD, sehingga sangat penting untuk berhenti merokok.
3. Penggunaan Obat-obatan
Jika gejala GERD tidak membaik setelah mengadopsi perubahan gaya hidup dan pola makan, disarankan untuk menggunakan obat-obatan seperti antasida, antagonis reseptor H-2, PPI, atau obat-obatan lain yang diresepkan oleh dokter untuk meredakan keluhan tersebut


Penanganan GERD dan Maag di Granostic
Sebagai salah satu layanan kesehatan di Indonesia, Granostic Medical Center menyadari bahwa penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini memiliki kemungkinan merupakan tanda dari penyakit yang lebih serius. Karena itu, kami bersama dokter yang berpengalaman memiliki prosedur penanganan dan pencegahan penyakit ini yang kami lakukan melibatkan langkah-langkah diagnostik dan pengobatan.

Melalui diagnosis dengan tepat, dokter kami dapat mengidentifikasi faktor risiko dari nyeri yang Anda rasakan di tengah perut. Selain itu, pemeriksaan medis dan konsultasi secara rutin dapat mendeteksi masalah tersebut secara dini, sebelum gejala yang serius muncul, seperti;


PPI Test
1. Digunakan untuk mendiagnosis pasien dengan gejala tipikal GERD.
2. Pasien diberikan dosis ganda PPI selama 1-2 minggu.
3. Jika gejala menghilang dengan PPI dan kembali setelah dihentikan, diagnosis GERD dapat ditegakkan.
4. Tes dianggap positif jika ada perbaikan klinis >50% dalam 1 minggu.


Endoskopi

1. Melibatkan pemeriksaan mukosa esofagus dan mengonfirmasi adanya kerusakan.
2. Juga digunakan untuk mengeluarkan kelainan lain dan menentukan keparahan kerusakan.


Histopatologi
1. Mengidentifikasi Barret Esophagus, yaitu metaplasia epitel intestinal di esofagus.
2. Morfologi mukosa esofagus yang mencerminkan jenis metaplasia intestinal.


Maag dan GERD adalah masalah lambung yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari dengan gejala seperti nyeri perut, mual, dan detak jantung cepat. Penanganan dan pengobatan dari dokter penting untuk mengurangi keluhan ini.

Sebelum itu, Anda harus memahami perbedaan antara keduanya agar mendapatkan penanganan dan obat yang tepat.
Granostic Medical Center di Indonesia menawarkan layanan kesehatan yang menangani kedua penyakit ini agar tidak menjadi tanda penyakit yang lebih serius. Kami memiliki prosedur penanganan dan pencegahan yang mencakup diagnosis yang tepat, identifikasi faktor risiko, dan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi masalah sebelum gejala serius muncul dan merugikan kehidupan Anda.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message