Kenali Gangguan Tumbuh Kembang Anak Secara Lengkap
![]()
Proses tumbuh kembang anak memiliki pola yang sama namun setiap anak memiliki perkembangannya masing-masing yang unik. Beberapa masalah kesehatan maupun asupan nutrisi yang tidak normal dapat menjadi penyebab gangguan tumbuh kembang anak.
Sebagai orang tua wajib untuk mengetahui apa saja jenis gangguan tumbuh kembang yang dapat terjadi pada anak. Nah, berikut adalah berbagai jenis gangguan tumbuh kembang pada anak yang penting untuk Anda simak.
1. Autisme
Gangguan tumbuh kembang anak autisme merupakan kondisi perkembangan otak yang terlambat dan berdampak pada kemampuan komunikasi serta interaksi sosial anak. Autisme dapat muncul sejak masa kanak-kanak, meskipun begitu anak dengan gangguan autisme masih memperlihatkan kondisi yang normal seperti tumbuh kembang anak 1 tahun.
Gejala gangguan tumbuh kembang autism akan mulai terlihat saat anak berusia 18 hingga 24 bulan. Gangguan autisme yang dialami anak akibat tumbuh kembang yang tidak optimal akan dirasakan seumur hidup.
Sebagai tindakan penanganan yang baik untuk anak dengan kondisi autism orang tua harus lebih fokus pada perawatan dan terapi autism sejak dini, memberikan kesempatan kepada anak untuk dapat hidup lebih mandiri dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosialnya.
2. Dispraksia
Kecenderungan anak yang sulit melakukan gerakan dan koordinasi merupakan gangguan tumbuh kembang anak yang disebut dispraksia. Dispraksia merupakan gangguan tumbuh kembang yang lebih berpengaruh terhadap keterampilan koordinasi dan tidak memengaruhi kecerdasan anak.
Anak dispraksia akan sulit melakukan beberapa aktivitas seperti berolahraga, belajar mengemudikan mobil, menulis dan kegiatan lain yang membutuhkan kemampuan keseimbangan.
Meskipun penderita gangguan dispraksia sulit untuk disembuhkan, namun terdapat beberapa cara stimulasi tumbuh kembang anak untuk meningkatkan kualitas motorik penderitanya. Beberapa stimulasi tumbuh kembang anak yang dapat cocok untuk anak dispraksia seperti terapi okupasi, terapi wicara, bermain aktif serta cognitive behavioural therapy.
3. Gangguan Bicara
Konsep pertumbuhan dan perkembangan anak memiliki pola yang sama, namun setiap anak mampu memenuhi perkembangannya secara berbeda-beda. Ketika anak mengalami kesulitan dalam aspek komunikasi atau berbicara pada lingkungannya, maka gangguan bahasa bisa menjadi penyebabnya.
Gejala yang muncul dari gangguan bahasa diantaranya seperti gagap sulit memahami kata-kata, tidak mampu mengekspresikan diri, sulit mengucap kata dan merangkai kalimat, kemampuan berbicara anak terlambat.
4. ADHD
Gangguan tumbuh kembang anak yang mengarah pada kemampuan otak yakni Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD). Anak ADHD merupakan anak dengan kondisi sulit memusatkan perhatiannya terhadap satu hal. Anak ini akan cenderung mudah bereaksi dengan banyak stimulus sehingga lebih menunjukkan perilaku impulsif dan hiperaktif.
ADHD dapat dikenali sejak anak anak berusia tiga tahun dan dapat bertahan hingga hingga usia dewasa. Tingkat keparahan penderita ADHD juga berbeda-beda, gangguan ADHD pada anak laki-laki dan perempuan berbeda mulai dari yang ringan hingga berat.
5. Gangguan Kepercayaan Diri
Gangguan kepercayaan diri anak secara umum disebabkan oleh polah asuh orang tua yang overprotektif, minimnya support dari orang tua serta banyaknya kritik yang ditujukan kepada anak.
Anak dengan gangguan tumbuh kembang cenderung memiliki perkembangan fisik, motorik dan kognitif yang terlambat. Hal ini akan memberikan ruang terhadap kritik pada anak sehingga mengurangi rasa kepercayaan diri pada anak.
6. Bulimia
Salah satu gangguan tumbuh kembang anak yang kerap dialami yakni gangguan makanan. Gangguan makanan atau bulimia. Bulimia sering ditandai dengan kebiasaan melakukan diet ketat atau dengan cara tidak makan sama sekali atau hanya mengonsumsi makanan tertentu dengan jumlah sedikit.
Seseorang dengan gangguan bulimia akan cenderung memuntahkan makanannya kembali akibatnya orang dengan gangguan bulimia akan mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit.
Sebagai salah satu gangguan akibat pemenuhan nutrisi dan gangguan psikis, penderita bulimia dapat melakukan beberapa metode pengobatan seperti psikoterapi, obat-obatan, hingga konseling gizi.
7. Stunting
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang diakibatkan oleh gizi kronis dan infeksi berulang ini sering dijumpai pada anak dengan ciri berperawakan tubuh lebih pendek. Stunting menjadi masalah tumbuh kembang pada anak sejak dalam kandungan hingga masa masa selanjutnya. Dampak stunting pada anak bersifat jangka panjang dan bisa mempengaruhi berbagai aspek kehidupan anak.
Skrining tumbuh kembang anak usia dini dapat menjadi solusi untuk penanganan kondisi stunting. Anak dengan kondisi stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang adekuat sejak dalam kandungan dan selama 1000 hari pertama kehidupan.
Meskipun tidak dapat dikembalikan pada keadaan normal, keterlambatan pertumbuhan pada anak dapat dicegah dan ditanggulangi dengan tepat. Pemberian makanan yang bergizi tinggi merupakan upaya untuk mencegah kondisi anak semakin buruk dan gangguan tumbuh kembang anak akan semakin baik.
8. Obesitas
Saat ini istilah obesitas tidak hanya melekat pada gangguan kesehatan orang dewasa namun juga menjadi permasalah kesehatan pada anak-anak. Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan berbagai efek negatif bagi penderitanya.
Tumbuh kembang anak usia 1 tahun dengan indikasi obesitas akan mempengaruhi perkembangan fisik, motorik, hingga kognitif. Kegemukan pada masa anak-anak juga dapat menyebabkan konsekuensi psikososial seperti penurunan kepercayaan diri, gangguan pola makan, dan kualitas hidup yang lebih rendah.
9. Trauma
Kejadian traumatis yang terjadi pada seseorang kerap menjadi sumber masalah perkembangan diri seseorang. Lebih dari itu, anak dengan post traumatic stress disorder dapat menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang anak jangka panjang.
Trauma memicu terganggunya kesehatan fisik maupun mental serta konsep pertumbuhan dan perkembangan anak. Adanya traumatis pada diri anak juga dapat memicu terjadinya komplikasi berupa depresi, gangguan pola makan hingga gangguan kecemasan yang berlebih.
10. Anoreksia
Masalah kesehatan yang lebih serius karena kekurangan nutrisi dapat terjadi akibat anoreksia. Anoreksia sebagai gangguan perilaku makan ini biasa ditandai dengan berat badan rendah dan adanya kesalahan persepsi terhadap berat badan.
Seseorang yang mengalami kondisi anoreksia akan memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap perkembangan kenaikan berat badan. Gangguan tumbuh kembang anak penderita anoreksia menjadi salah satu masalah medis yang diakibatkan kurangnya asupan nutrisi ini. Oleh karena itu, untuk mencegah gangguan ini terjadi orang tua dapat menerapkan kebiasaan makan sehat dan gizi seimbang sejak usia dini, meningkatkan kepercayaan kepada diri sendiri dan lain sebagainya.
11. Gangguan Kognitif
Keterbatasan fungsi otak dalam berpikir maupun berkomunikasi dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam kata lain, anak mengalami gangguan kognitif.
Gangguan kognitif sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti cedera otak, efek samping dari pengobatan tertentu dan penyebab lain yang tidak diketahui.
Anak dengan gangguan kognitif cenderung mengalami kesulitan dalam bersosialisasi sehingga berpengaruh terhadap gangguan belajar dan gangguan intelektual.
12. Cerebral Palsy
Gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak ini berpengaruh terhadap perkembangan motorik anak untuk bergerak, mempertahankan postur dan kesimbangan tubuh.
Cerebral palsy dapat dikenali saat anak berusia balita. Gangguan tumbuh kembang anak ini dapat diakibatkan karena kerusakan atau kondisi perkembangan otak yang tidak normal. Keterlambatan perkembangan otak sebagai penyebab cerebral palsy dapat terjadi saat anak dilahirkan.
Itulah berbagai jenis gangguan tumbuh kembang anak yang perlu Anda ketahui. Jika anak Anda mengalami gangguan tumbuh kembang, sebaiknya segera periksakan dan konsultasikan ke tim ahli gizi di Granostic. Tim ahli gizi Granostic akan membantu anak Anda kembali mencapai tumbuh kembang yang ideal.

