Berikut Tahapan dan Grafik Tumbuh Kembang Anak
![]()
Ibu perlu tahu dan memahami tahapan dan grafik tumbuh kembang anak. Dengan memahami tahapan dan grafik tumbuh kembang anak, ibu bisa memantau apakah sang buah hati telah mengalami tumbuh kembang yang ideal atau justru sebaliknya.
Anda sebagai ibu pasti memiliki Kartu Ibu dan Anak (KIA) dan/atau Kartu Menuju Sehat (KMS), kan? Nah, Anda bisa melihat grafik tumbuh kembang di KIA atau KMS yang Anda miliki.
Tapi mungkin Anda masih kebingungan membaca grafik tumbuh kembang anak. Nah, supaya tidak bingung lagi, di bawah ini kami berikan penjelasan secara detail tahapan dan grafik tumbuh kembang anak. Simak dengan saksama ya!
Memahami Tahapan dan Grafik Tumbuh Kembang Anak
Grafik tumbuh kembang anak adalah acuan umum yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) untuk memantau tumbuh kembang dan kesehatan anak secara berkala. Sebagai ibu, Anda pastinya pernah mengajak si kecil ke puskesmas atau Granostic untuk melakukan cek kesehatan, kan?
Nah, pada saat itu, dokter akan mengukur tinggi badan, lingkar kepala dan berat badan si kecil. Data-data tersebut kemudian akan dipantau dengan melihat grafik tumbuh kembang anak.
Pemantauan tumbuh kembang anak ini penting dilakukan guna mengambil langkah terbaik untuk si kecil. Misalnya saja, si kecil ternyata tumbuh kembangnya tidak berada di titik ideal, maka ibu dapat dengan segera mengoptimalkan tumbuh kembangnya.
Tips Membaca Tahapan dan Grafik Tumbuh Kembang Anak
Bagaimana sih cara atau tips membaca tahapan dan grafik tumbuh kembang anak yang benar? Membaca tahapan dan grafik tumbuh kembang anak baru bisa dilakukan setelah anak diukur dalam dua waktu berbeda, misalnya saat dia berusia 2 bulan lalu diukur kembali pada usia 3/4 bulan.
Dokter kemudian akan membandingkan angka terbaru yang didapatkan dari pengukuran anak usia 3/4 bulan dengan angka saat berusia 2 bulan. Nah, melalui grafik tumbuh kembang anak ini, Anda akan mengetahui tinggi badan, berat badan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap umur apakah sudah ideal atau belum.
Posisi Grafik Tumbuh Kembang Anak
Agar lebih paham mengenai grafik tumbuh kembang anak, di bawah ini akan kami ke dalam dua kategori, yakni kategori anak laki-laki dan anak perempuan. Simak dengan saksama ya!
1. Anak Laki-laki
Kami akan jelaskan grafik panjang/tinggi anak laki-laki terhadap umur, grafik berat terhadap umur, grafik berat badan terhadap IMT dan grafik berat badan terhadap BMI. Ini dia penjelasan lengkapnya:
a. Grafik Panjang/Tinggi Terhadap Umur
Grafik di atas menunjukkan anak mempunyai tubuh sangat tinggi (untuk skor 3). Tubuh tinggi jarang menjadi tanda permasalahan kesehatan. Kemudian, untuk grafik yang menunjukkan skor -2, berarti anak memiliki perawakan pendek. Mungkin saja hal itu disebabkan oleh gizi yang lebih.
Adapun untuk grafik yang menunjukkan skor -3, berarti anak mempunyai perawakan yang sangat pendek. Kondisi ini menunjukkan si kecil mungkin mengalami gizi lebih.
b. Grafik Berat Terhadap Umur
Silakan amati grafik berat terhadap umur anak laki-laki di atas. Apabila garis berada di atas skor 1, 2 atau 3, itu menunjukkan anak laki-laki mungkin memiliki masalah pertumbuhan.
Lebih lanjut, apabila grafik berada di bawah skor -2, si kecil berarti mengalami kurang gizi. Dan, untuk skor -3, si kecil berarti mengalami gizi buruk.
c. Grafik Berat Terhadap IMT
Sekarang Anda perlu mengamati grafik berat terhadap IMT. Apabila skor yang didapatkan di atas 3, itu menunjukkan si kecil mengalami obesitas. Apabila mendapatkan skor di atas 2, itu berarti anak mengalami berat badan lebih atau gizi lebih. Adapun jika skor yang didapat di atas 1, berarti si kecil menunjukkan mempunyai masalah risiko gizi lebih.
Lebih lanjut, apabila anak mendapatkan skor -2, itu berarti dia mengalami kekurangan gizi. Sedangkan jika skor yang didapatkan -3. berarti si kecil mengalami masalah gizi buruk.
d. Grafik Berat Terhadap BMI
Indikator grafik berat terhadap BMI sebenarnya sama dengan IMT. Jadi, jika skor yang didapatkan di atas 3, berarti si kecil tengah mengalami obesitas. Jika skor yang diapatkan di atas 2, berarti si kecil tengah mengalami masalah berat badan lebih. Kemudian, jika skor yang diperoleh di atas 1, itu menunjukkan si kecil berisiko mengalami gizi lebih.
Adapun jika anak mendapatkan skor di bawah -2, itu menunjukkan dia mengalami masalah kekurangan gizi. Dan, skor dibawah -3 menunjukkan anak mengalami gizi buruk.
2. Anak Perempuan
Selanjutnya, kami akan jelaskan grafik tumbuh kembang anak perempuan. Mulai dari grafik berat terhadap umur, grafik berat badan terhadap IMT hingga grafik berat badan terhadap BMI. Simak dengan saksama ya!
a. Grafik Panjang/Tinggi Terhadap Umur
Apabila anak perempuan memiliki skor di bawah -3, itu berarti dia memiliki perawakan yang sangat pendek dan mungkin memiliki gizi lebih. Sementara itu, jika anak perempuan mendapatkan skor di bawah -2, itu berarti dia memiliki perawakan pendek dan mungkin mengalami gizi lebih.
Lebih lanjut, jika anak perempuan mendapatkan skor di atas 3, itu berarti dia memiliki tubuh yang sangat tinggi. Nah, tubuh yang tinggi ini jarang menjadi suatu tanda adanya masalah kesehatan pada si kecil.
b. Grafik Berat Terhadap Umur
Selanjutnya grafik berat terhadap umur untuk anak perempuan. Jika anak perempuan mendapatkan skor di bawah -3, itu berarti dia memiliki masalah gizi buruk. Jika mendapatkan skor di bawah -2, itu berarti anak perempuan tersebut mengalami masalah kekurangan gizi.
Lebih lanjut, apabila skor yang didapatkan di atas 1, 2 atau 3, anak perempuan mungkin mempunyai masalah pertumbuhan. Ibu perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika hal ini terjadi.
c. Grafik Berat Terhadap IMT
Untuk grafik berat terhadap IMT, jika skor yang didapatkan di bawah -3, berarti si anak perempuan mengalami gizi buruk dan skor -2 berarti dia mengalami kekurangan gizi. Sementara itu, apabila grafik menunjukkan skor di atas, itu berarti anak perempuan berisiko mengalami gizi lebih, skor di atas berarti dia mengalami masalah berat badan lebih dan skor 3 menunjukkan adanya masalah obesitas.
d. Grafik Berat Terhadap BMI
Untuk grafik berat terhadap BMI, apabila si anak perempuan mendapatkan skor di atas 3, berarti dia mengalami masalah obesitas, skor di atas 2 menunjukkan adanya masalah kelebihan berat badan dan skor di atas 1 menunjukkan masalah resiko gizi lebih. Adapun jika skor di bawah -2, itu berarti anak perempuan mengalami kekurangan gizi dan skor di bawah -3 menunjukkan adanya permasalahan gizi buruk.
Identifikasi dan Konsultasi Tumbuh Kembang Anak
Melakukan identifikasi tumbuh kembang anak sangatlah penting dilakukan dan harus secara berkala. Tujuan utamanya, ibu dapat mengetahui apakah tumbuh kembang sang buah hati sudah ideal atau belum. Jika belum, ibu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk meng-ideal-kan kembali tumbuh kembang si kecil.
Nah, identifikasi dan konsultasi tumbuh kembang anak bisa dilakukan di Granostic. Granostic akan membantu sang buah hati mencapai tumbuh kembang yang ideal (jika saat diidentifikasi tumbuh kembangnya belum ideal).
Jadi, Anda tidak perlu khawatir kalau anak mengalami tumbuh kembang belum ideal. Granostic akan membantu si kecil untuk mencapai tumbuh kembangnya yang ideal secara berkala.

