Kenali Pemenuhan Nutrisi untuk Pencegahan Stunting pada Anak
![]()
Tumbuh kembang pada anak yang optimal akan membuat anak terhindar dari masalah pertumbuhan seperti stunting. Pencegahan stunting melalui pemenuhan nutrisi merupakan solusi untuk meningkatkan kesehatan dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Stunting sebagai gangguan pertumbuhan akibat asupan gizi dan nutrisi yang kurang baik dalam jangka waktu yang panjang harus dicegah agar tidak terjadi pada anak. Pemantauan tumbuh kembang secara berkala juga penting untuk di prioritaskan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini jika terjadi keterlambatan pertumbuhan akibat stunting.
Pemberian nutrisi yang tepat merupakan cara pencegahan stunting yang bisa dilakukan para calon orang tua sejak 1000 hari pertama.
Nah, di bawah ini adalah nutrisi yang tepat untuk pencegahan stunting pada anak. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. ASI Eksklusif 6 Bulan Pertama
Cara mencegah stunting menurut rekomendasi WHO dan UNICEF dapat dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif pada enam bulan pertama bayi. Hal ini berarti bayi hanya mendapatkan nutrisi dari ASI tanpa ada makanan pendamping hingga usia enam bulan.
Kenapa harus ASI eksklusif? Ya, ASI merupakan sumber nutrisi utama yang disarankan untuk bayi karena kandungan gizi lengkap yang mudah dicerna oleh bayi yang cenderung masih memiliki pencernaan kecil dan sensitif.
Anak yang sudah dikenalkan makanan pendamping ASI saat usianya kurang dari enam bulan akan lebih berisiko mengalami keterlambatan pertumbuhan karena kurangnya nutrisi penting yang mampu diserap oleh tubuh bayi.
Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga berusia enam bulan merupakan cara mencegah stunting yang efektif. ASI eksklusif juga mampu mengoptimalkan tumbuh kembang dan juga imunitas anak sehingga tidak mudah terserang penyakit.
2. Makanan Pendamping ASI (MPASI)
Sama halnya dengan ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI yang tepat merupakan cara cegah stunting pada anak sejak 1000 hari pertama kehidupan. Makanan pendamping ASI memiliki peran penting sebagai pemenuhan nutrisi yang cukup bagi bayi saat menginjak usia enam bulan.
WHO dan IDAI merekomendasikan pemberian makanan pendamping ASI diberikan sejak bayi memasuki usia enam bulan dan dengan prinsip adekuat. MPASI harus mengandung kebutuhan nutrisi lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin, kalsium, mineral dan mikronutrien lainnya guna mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Jadi, sebagai ibu maupun calon ibu sebaiknya tidak ragu untuk memberikan menu lengkap pada makanan pendamping ASI sejak berumur enam bulan.
Sebagai cara cegah stunting, ibu dapat memberikan protein hewani yang porsinya lebih besar untuk pencegahan stunting pada ibu hamil dan anak. Protein hewani ini memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi , kaya zat besi dan jenis zat besi lain yang mudah diserap tubuh. Nah, saat memberikan MPASI Anda bisa memberikan protein hewani kepada anak dengan takaran yang cukup untuk cegah stunting.
3. Mengkonsumsi Sumber Protein
Salah satu nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak adalah protein. Protein merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan jaringan seperti, otot, kulit dan tulang. Dengan mengkonsumsi protein yang cukup pada anak maka akan mengoptimalkan masa pertumbuhannya hingga menjadi cara mencegah stunting.
Protein nabati dan hewani menjadi sumber nutrisi yang sangat dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhannya. Protein hewani yang cukup juga sangat membantu untuk pencegahan stunting, seperti daging sapi, daging ayam, ikan, telur dan susu.
Pastikan anak Anda ternutrisi dengan asupan protein nabati dan hewani yang cukup sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal.
4. Memilih Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat yang merupakan sumber energi utama bagi tubuh memiliki peran penting sebagai cara pencegahan stunting. Karbohidrat terdiri dari dua jenis, yakni karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana.
Anak membutuhkan nutrisi dari asupan karbohidrat guna menunjang aktivitas yang pastinya membutuhkan energi dan kalori yang cukup. Pemenuhan energi tersebut bisa didapatkan dari karbohidrat kompleks yang terkandung dalam roti, nasi dan pasta.
Anak sangat membutuhkan karbohidrat kompleks yang cukup dibandingkan karbohidrat sederhana. Oleh karena itu, siapkan nutrisi yang tepat dengan pemberian karbohidrat yang lengkap.
5. Makanan yang Mengandung Zat Besi dan Kalsium
Nutrisi penting yang harus diberikan pada anak sebagai cara pencegahan stunting yakni zat besi dan kalsium. Makanan yang mengandung zat besi dan kalsium dapat membantu proses penyebaran oksigen ke seluruh tubuh dan pengoptimalan pembentukan tulang pada anak.
Mengkonsumsi makanan mengandung zat besi yang cukup akan mencegah anak terserang penyakit seperti anemia dan stunting. Terpenuhinya nutrisi ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang baik.
Kalsium juga menjadi salah satu nutrisi penting untuk cegah stunting, Tercukupinya kalsium pada anak dapat mengoptimalkan pembentukan tulang sehingga tumbuh kembang anak pun tidak terhambat.
6. Pemenuhan Vitamin dan Mineral Lainnya
Tidak kalah penting, vitamin dan mineral yang bersumber dari makanan seperti buah dan sayur juga dapat menjadi pencegah stunting. Konsumsi vitamin dan mineral yang tepat dapat mengurangi risiko terjadinya kondisi stunting pada anak.
Beberapa jenis vitamin yang penting bagi tubuh anak guna cegah stunting, seperti vitamin A, C, E, D dan B. Vitamin tersebut berperan membantu pertumbuhan tulang, metabolisme tubuh, dan meningkatkan daya tahan tubuh agar anak tidak mudah terinfeksi penyakit menular.
Mineral lainnya selain zat besi yang penting untuk tumbuh kembang anak adalah fosfor , yodium dan magnesium. Mineral lainnya ini dibutuhkan oleh tubuh guna mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan mengoptimalkan kecerdasan otak pada anak.
7. Makanan yang Mengandung Lemak Seimbang
Lemak seimbang dibutuhkan anak sebesar 30 hingga 45 persen dari total harian. Lemak sangat diperlukan sebagai sumber energi sehingga anak dapat terhindar dari kondisi stunting yang membahayakan.
Lemak dibutuhkan tubuh sebagai penunjang pertumbuhan otak, pembentukan sel, dan pembentukan hormon lainnya dalam tubuh. Kebutuhan lemak pada manusia berbanding terbalik dengan usia. Semakin muda usia seseorang, kebutuhan lemak pada tubuh akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin bertambah usia seseorang maka kebutuhan lemak dalam tubuh akan semakin berkurang.
Itulah berbagai cara pemenuhan nutrisi sebagai langkah pencegahan stunting pada anak. Ibu harus membebaskan anak dari stunting dengan cara memenuhi kebutuhan nutrisinya agar tumbuh kembangnya ideal.
Jika anak mengalami stunting, Anda bisa membawanya ke Granostic untuk dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan di Granostic perlu dilakukan secara berkala agar anak stunting mengalami tumbuh kembang yang ideal dan terbebas dari permasalahan tersebut.
Lebih lanjut, Granostic juga menawarkan pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil. Ya, pemeriksaan kehamilan penting dilakukan secara berkala guna memastikan si calon buah hati dalam kondisi sehat, normal dan terbebas dari indikasi stunting.
Granostic menyediakan layanan pemeriksaan USG untuk mengecek pertumbuhan janin yang dikandung sang ibu. Anda juga bisa melakukan konsultasi kesehatan terkait pencegahan stunting pada anak di Granostic. Kami tunggu ya kedatangan Anda di Granostic!

