Langkah Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan
![]()
Pencegahan stunting dengan memperhatikan pemenuhan gizi selama masa kehamilan merupakan hal penting. Gizi seimbang yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan sangat membantu dalam proses pencegahan stunting yang dapat mempengaruhi kualitas hidup generasi selanjutnya.
Kondisi stunting pada anak dapat terjadi disebabkan oleh pemenuhan nutrisi sejak anak dalam kandungan. Anak dengan masalah nutrisi dan pertumbuhan sejak masa kehamilan akan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami stunting.
Para calon ibu sebaiknya lebih memperhatikan asupan gizi yang seimbang jauh sebelum kehamilan, pada masa kehamilan hingga 1000 hari pertama anak dilahirkan. Setiap calon ibu dan ibu wajib untuk menerapkan pola makan sehat sebagai salah satu cara mencegah stunting.
Nah, apa saja cara pencegahan stunting pada ibu hamil yang dianjurkan? Simak beberapa langkah pencegahan stunting berikut ini.
1. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Saat Hamil
Faktanya, kebutuhan nutrisi ibu akan meningkat selama masa kehamilan hingga melahirkan guna mendukung pertumbuhan janin dan juga perkembangan bayi pada proses awal kehidupannya. Ibu hamil membutuhkan 13% lebih besar energi dibanding wanita tidak hamil, dengan kebutuhan protein yang lebih besar pada masa kehamilan dan menyusui.
Kebutuhan nutrisi yang kian meningkat saat hamil dapat disiasati dengan diversifikasi makanan. Ibu hamil dapat mengkonsumsi makanan padat nutrisi, makanan fortofikasi atau biofortifikasi makanan pokok, suplementasi beberapa mikronutrien dan pemilahan penggunaan produk fortifikasi khusus untuk ibu hamil.
Cara cegah stunting pada ibu hamil juga perlu memperhatikan status nutrisi ibu sebagai dasar ketersediaan akses nutrisi dari ibu ke janin. Ibu hamil juga perlu memperhatikan ketersediaan nutrisi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh seperti asam amino, asam lemak esensial, mineral dan sebagian besar jenis vitamin.
Untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan nutrisi saat hamil, ibu hamil bisa menerapkan model nutrisi 5J, yakni jumlah kalori, jadwal makan, jenis makanan, jalur pemberian nutrisi dan penjagaan pada pelaksanaan.
2. Asupan Asam Folat dan Zat Besi
Pencegahan stunting pada ibu hamil tidak hanya memperhatikan asupan nutrisi yang tepat. Penting untuk memenuhi konsumsi suplemen prenatal sesuai rekomendasi dokter agar janin tumbuh dengan baik. Zat dala, suplemen kehamilan yang penting untuk cegah stunting pada ibu hamil adalah asam folat, kalsium dan zat besi.
Ibu hamil memerlukan asupan asam folat 600-800 mcg/hari dan zat besi 27mg/hari. Asam folat merupakan zat penting dalam membantu pembentukan otak serta sistem saraf bayi. sedangkan zat besi merupakan asupan yang penting untuk mencegah anemia saat masa kehamilan.
3. Cegah Infeksi
Mencegah terjadinya penyakit infeksi saat masa kehamilan adalah langkah penting yang juga harus Anda perhatikan sebagai cara mencegah stunting pada anak sejak di dalam kandungan.
Penyakit infeksi pada ibu hamil akan lebih rentan berdampak pada janin yang ada dalam kandungan. Beberapa infeksi virus dan bakteri yang harus diwaspadai ibu hamil seperti toxoplasma, herpes, hepatitis B dan C, rubella dan virus ZIka.
Agar terhindar dari infeksi virus sebagai upaya cegah stunting sebaiknya lakukan cara seperti mencuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih setelah beraktivitas dan sebelum makan, memasak makanan hingga benar-benar matang, hindari minum susu yang mentah, lakukan vaksinasi, dan tunda untuk berkunjung ke tempat yang rawan penyakit menular.
4. Kontrol Prenatal yang Teratur
Pemeriksaan ibu hamil atau kontrol prenatal yang teratur merupakan langkah pencegahan stunting pada ibu hamil yang cukup efektif. Kondisi stunting pada anak merupakan masalah kesehatan prioritas yang terus ditekankan. Segala upaya strategis yang tepat harus dilakukan untuk pencegahan stunting demi kelangsungan generasi yang akan datang.
Kontrol prenatal pada ibu hamil dianjurkan untuk dilakukan minimal empat kali secara berkala pada unit kesehatan terdekat selama masa kehamilan, seperti di Granostic. Ya, ibu hamil bisa melakukan kontrol prenatal secara berkala ke Granostic guna mencegah bayi tumbuh stunting.
Saat kontrol prenatal di Granostic, ibu hamil nantinya mendapat informasi, saran serta bantuan terkait asupan gizi yang sesuai standar kesehatan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas bayi lahir yang normal, pintar dan terhindar dari stunting.
5. Terapkan Hidup Bersih
Hidup bersih dan sehat pada setiap rumah tangga akan mewujudkan keluarga yang sehat dan berdaya. Langkah pencegahan stunting seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan dengan meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi dan menjaga lingkungan agar tetap terjaga kebersihannya.
Lingkungan rumah tangga yang bersih dan sehat dapat menurunkan kejadian sakit pada seluruh anggota rumah tangga utamanya calon ibu maupun ibu dan anak.
Rumah tangga dengan akses sanitasi yang layak memiliki beberapa syarat seperti fasilitas sanitasi yang dilengkapi dengan leher angsa, septic tank/sistem pengolahan air limbah yang memadai.
6. Hindari Paparan Asap Rokok
Stunting bukan hanya disebabkan kerana kurang terpenuhinya nutrisi pada anak, paparan asap rokok juga merupakan penyebab tingginya angka stunting di Indonesia. Ibu hamil yang terpapar oleh asap rokok akan mengalami gangguan distribusi nutrisi dan oksigen pada bayi yang tengah ada dalam kandungan.
Asap rokok yang dihirup oleh ibu hamil sangat membahayakan kesehatan dan perkembangan anak dalam janin. Sebagai perokok pasif, ibu hamil akan lebih rentan mengalami masalah kehamilan seperti bayi prematur, bayi lahir dalam kondisi meninggal, keguguran dan berat badan bayi lahir rendah.
Menghindari paparan asap rokok merupakan cara cegah stunting pada ibu hamil. Efek dari paparan asap rokok yang dapat mengganggu perkembangan janin harus dihindari agar terhindar dari masalah kesehatan yang tidak diinginkan.
7. Olahraga Ringan
Langkah pencegahan stunting sejak masa kehamilan juga dapat dilakukan dengan cara olahraga ringan. Sangat penting untuk tetap melakukan olahraga ringan bagi ibu hamil. Meskipun ada beberapa aktivitas olahraga yang tidak mungkin dilakukan saat hamil, ibu hamil tetap bisa memilih aktivitas fisik yang ringan saja.
Beberapa jenis olahraga ringan bagi ibu hamil yang banyak direkomendasikan oleh ahli kesehatan seperti jalan santai, senam kehamilan, sepeda statis dan berenang, Melakukan aktivitas olahraga yang ringan akan meningkatkan kebugaran tubuh dan membantu melancarkan penyerapan asupan nutrisi bagi ibu dan janin. Hal ini tentu akan menurunkan risiko stunting pada anak.
Itulah langkah pencegahan stunting sejak masa kehamilan yang perlu Anda ketahui. Dari ketujuh langkah pencegahan stunting di atas, kontrol prenatal secara teratur atau berkala ke Granostic sangatlah disarankan.
Anda bisa melakukan pemeriksaan kehamilan ke Granostic sekaligus melakukan cek kesehatan. Granostic juga menyediakan layanan laboratorium berupa pemeriksaan USG yang dibutuhkan ibu hamil untuk mengecek perkembangan janin yang dikandungnya secara berkala.
Sudah banyak kok ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya atau melakukan kontrol prenatal ke Granostic. Jadi, sekarang giliran Anda memeriksakan kehamilan ke Granostic untuk memastikan calon buah hati tumbuh dengan sehat, normal dan sekaligus melakukan pencegahan stunting.

