Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Penyebab Stunting dan Dampaknya untuk Anak

Penyebab Stunting dan Dampaknya untuk Anak

Stunting kini menjadi salah satu masalah kependudukan yang harus diselesaikan. Peningkatan jumlah anak stunting membuat semua pihak harus bekerjasama mengentaskan masalah kesehatan ini. Jika masalah stunting ini tidak segera ditangani dengan tepat akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap anak dan lingkungannya.

Ada beberapa penyebab stunting pada anak seperti infeksi kronis, terbatasnya layanan kesehatan, malnutrisi, kualitas sanitasi yang buruk, pengetahuan ibu yang kurang memadai dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat terjadi sejak anak di dalam kandungan, bahkan dampaknya pun akan terasa saat anak menginjak umur dua tahun.

Nah, jika Anda merasa anak Anda memiliki ciri anak stunting sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga kesehatan terdekat. Biasanya, tinggi badan anak stunting tidak wajar dengan rata-rata berada dibawah anak normal. Hal tersebut bisa kita kenali sebagai gejala stunting yang perlu untuk segera ditangani.

Stunting juga akan berdampak luas pada berbagai faktor. Anak stunting akan merasakan dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka. Dampak jangka pendek pada anak bisa dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan anak yang terhambat, sedangkan dampak jangka panjang dapat mengarah pada sistem kognitif, sistem imun, maupun kesehatan mentalnya.

Berikut kami informasikan penyebab stunting pada anak dan dampaknya. Simak dengan saksama ya!
1. Gangguan Perkembangan Fisik
Anak stunting pada umumnya memiliki perawakan pendek karena kekurangan gizi pada masa kritis dari perkembangan dan pertumbuhan yakni 1000 hari pertama. Anak-anak usia di bawah lima tahun wajarnya berada pada fase perkembangan fisik yang paling pesat. Namun, kekurangan asupan gizi yang baik dan faktor lain seperti lingkungan.
Oleh karena itu, stunting memiliki dampak nyata terhadap berat badan yang rendah, perkembangan motorik serta mental yang kurang baik pada anak usia dini. Anak dengan kondisi stunting akan mengalami keterlambatan pertumbuhan rangka yang cenderung memiliki perawakan pendek karena tidak terpenuhinya gizi. Tinggi badan anak stunting ini akan sulit bertambah seiring bertambahnya usia layaknya anak pada umumnya.

Penyebab anak stunting hingga menimbulkan gangguan perkembangan fisik mayoritas disebabkan oleh tidak terpenuhinya konsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, kalori dan vitamin utamanya vitamin D. Bahkan, bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi stunting.


2. Keterlambatan Fungsi Kognitif
Ketahuilah, stunting juga akan berdampak pada keterlambatan fungsi kognitif, motorik dan verbal. Anak stunting dengan kondisi kekurangan gizi akan mengalami perubahan pada metabolisme tubuh sehingga berdampak pada kemampuan kognitif dan kecerdasannya.

Kurangnya asupan nutrisi pada anak stunting atau malnutrisi asupan energi protein sebagai penyebab stunting pada anak akan menimbulkan efek pada kinerja hipokampus dan korteks otak dalam proses membentuk dan menyimpan memori.
Status gizi buruk sebagai ciri anak stunting juga akan berdampak pada perkembangan otak yang tidak sempurna sehingga menyebabkan berbagai gangguan pada fungsi kognitif, perkembangan IQ, serta kemampuan belajar yang akan berpengaruh pada prestasi belajar di sekolah nantinya. Contoh anak stunting yakni saat umur di atas dua tahun anak akan terlihat belum bisa dalam berbicara dan kurang bisa merespon lingkungannya dengan baik.

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara mengatasi keterlambatan fungsi kognitif pada anak yang mengalami stunting. Sebagai orang tua, Anda bisa mengatasi permasalahan ini dengan mengajak sang buah hati melakukan terapi bermain. Terapi bermain ini bisa melatih keterampilan anak untuk bermain sebagaimana normalnya. Bisa juga jadi terapi wicara dan terapi perilaku bagi sang anak.


3. Penurunan Daya Tahan Tubuh
Penyebab stunting pada anak sangatlah beragam, faktor malnutrisi dan kurangnya akses kesehatan yang tepat merupakan hal yang menjadikan anak mengalami kondisi stunting. Kondisi stunting pada anak yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang pada anak.

Penurunan daya tahan tubuh pada anak yang disebabkan karena kondisi stunting dapat meningkatkan risiko terserangnya penyakit atau infeksi dengan mudah. Jika hal tersebut terjadi secara berkelanjutan anak stunting akan mengalami kondisi kesehatan yang lebih buruk di fase kehidupannya kedepan.

Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak penurunan daya tahan yang dapat memperparah masalah stunting, penting untuk memperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh anak. Seperti, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemberian makanan kaya gizi yang tepat dan seimbang.

Selain itu, masih ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Di antaranya: memastikan tidur anak cukup, mengajaknya berolahraga secara rutin, menghindarkan anak dari asap rokok, menjaga kebersihan anak dan melakukan vaksinasi.

Pembentukan daya tahan tubuh bagi anak ini sangat penting dilakukan dan tidak boleh diremehkan begitu saja oleh orang tua. Mengingat, anak yang daya tahan tubuhnya lemah bisa sering mengalami sakit dan permasalahan kesehatan lainnya.


4. Risiko Gangguan Kesehatan Jangka Panjang
Anak stunting kerap mengalami risiko gangguan kesehatan jangka panjang seperti diabetes, hipertensi, anemia dan lain sebagainya. Gangguan kesehatan jangka panjang dapat muncul saat anak mulai beranjak dewasa.
Status kesehatan dan gizi menjadi penentu penting bagi anak stunting. Asupan makanan yang minim gizi dan praktik pemberian makanan pada bayi maupun anak yang tidak tepat akan memberikan peluang stunting pada anak hingga munculnya risiko gangguan kesehatan jangka panjang.


5. Gizi yang Tidak Terpenuhi
Penyebab anak stunting pada umumnya terjadi karena gizi yang tidak terpenuhi. Masalah gizi pada ibu dan anak dapat terjadi akibat praktek pemberian makanan bayi dan anak yang kurang tepat, infeksi penyakit yang terus menerus terjadi, perilaku kebersihan yang tidak terjaga hingga pengasuhan yang buruk.

Anda mungkin bertanya-tanya seperti apa sih ciri anak stunting yang gizinya tidak terpenuhi dengan baik. Anak yang gizinya tidak terpenuhi dengan baik bisa dikatakan sama saja mengalami gizi buruk. Ciri-cirinya yakni berat dan tinggi badan di bawah rata-rata normal anak seusianya, nafsu makan menurun, pertumbuhan anak melambat, mudah sakit dan sering rewel.

Jika Anda mendapati ciri-ciri anak seperti itu, sebaiknya segeralah periksakan anak ke dokter spesialis Granostic. Dokter spesialis Granostic akan membantu Anda menangani anak agar terhindar dari gizi buruk maupun stunting.

Sebaiknya periksakan anak secara berkala agar Granostic juga dapat memantau pertumbuhan anak. Nantinya, Granostic akan memberikan arahan penting, seperti asupan makanan yang seimbang, agar si anak betul-betul terbebas dari gizi buruk dan stunting.
Langkah pencegahan stunting juga perlu dilakukan oleh sang ibu. Ibu bisa memeriksakan kehamilannya secara berkala ke Granostic untuk memastikan janin yang dikandungnya sehat dan normal. Cek kehamilan secara berkala di Granostic ini penting dilakukan agar nantinya sang buah hati tidak mengalami stunting ya!

Itulah pembahasan penyebab anak stunting dan dampaknya dari kami. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message