Apa itu Stunting pada Anak? Berikut Penjelasannya
![]()
Stunting pada anak sering dikaitkan dengan barat badan yang tidak normal dan pertumbuhan yang terhambat, apakah itu saja gejala anak stunting? Sebagai orang tua tentu kita harus tahu terhadap tumbuh kembang anak kita. Nah, mari kita simak apa itu stunting pada anak, apa saja gejala dan penyebabnya?
Mengenal Stunting pada Anak
Apa itu stunting pada anak? Berdasarkan data dari WHO, 178 juta anak di seluruh dunia pada rentang usia di bawah lima tahun diperkirakan mengalami stunting. Stunting merupakan permasalahan gizi kronis pada anak karena kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu yang lama.
Stunting dapat terjadi sejak anak berada dalam kandungan dan akan terlihat pada usia dua tahun. Menurut UNICEF, masalah stunting pada anak merupakan persentase dari anak-anak usia 0 hingga 59 bulan yang memiliki tinggi badan di bawah batas normal, hal ini diukur berdasarkan standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh WHO.
Gejala Stunting pada Anak
Anak stunting adalah anak pada rentang usia dibawah lima tahun dengan keterlambatan dalam pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak. Selain itu anak stunting juga memiliki bayak gejala yang dapat dilihat hingga masa remaja. Berikut adalah gejala stunting pada anak.
1. Pertumbuhan Tubuh dan Gigi yang Terlambat
Ciri ciri anak stunting yang umum terjadi adalah memiliki tinggi badan di bawah anak seusianya. Secara umum, tubuh pendek memang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti genetika, nutrisi, pola asuh dan lain sebagainya. Namun, faktor kesehatan memiliki andil besar jika dibanding dengan faktor genetika.
Keterlambatan tanggal gigi juga merupakan ciri anak stunting. Normalnya, anak akan mengalami fase tanggal gigi pada usia 5 hingga 12 tahun. Gigi yang tanggal merupakan gigi susu yang kemudian diganti dengan gigi permanen. Nah, jika anak Anda tidak kunjung melalui fase ini sebaiknya di bawa ke dokter untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat, ya!
2. Kemampuan Fokus dan Memori yang Buruk
Tidak hanya keterlambatan pertumbuhan tubuh, stunting pada anak juga dapat menunjukkan gejala perkembangan pada otak. Penderita stunting ringan maupun kronis akan lebih sulit untuk fokus dan mengingat sesuatu dibanding anak normal.
Keterlambatan fokus dan memori yang buruk akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak. Pada perkembangan selanjutnya akan akan terlambat berbicara karena sulit menerima stimulus yang diberikan oleh orang sekitarnya.
3. Pubertas Terlambat
Masa pubertas anak laki-laki dan perempuan tentunya berbeda. Anda dapat mengenali gejala stunting pada anak Anda jika terjadi keterlambatan masa pubertas. Masa pubertas pada anak perempuan berlangsung pada usia 8-11 tahun, sedangkan pada anak laki-laki saat usia 9-15 tahun. Jika pada rentang usia tersebut anak tidak kunjung mengalami masa pubertas, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terkait.
4. Berat Badan Lebih Ringan
Keterlambatan perkembangan fisik pada anak merupakan gejala stunting yang mudah untuk dikenali. Berat badan yang tidak ideal pada rentang tertentu merupakan salah satu gejala yang harus diwaspadai. Saat anak di atas umur dua tahun mengalami kesulitan dalam meningkatkan berat badan itu artinya anak mengalami stunting. Namun, masuk dalam stunting ringan atau kronis harus melalui proses observasi yang lebih dalam.
5. Tinggi Badan
Gejala stunting pada anak sangat lekat dengan pertumbuhan tinggi badan. Anak dengan masalah stunting akan menunjukan tinggi badan yang lebih rendah dari anak seumurannya. Ketika anak mengalami pertambahan kurang dari sentimeter dalam setahun setelah umur dua tahun, maka anak tersebut memiliki gejala stunting.
Penyebab Stunting pada anak
Sebagai masalah kesehatan yang cukup membahayakan dalam jangka waktu yang lama, Anda harus tahu apa saja penyebab stunting pada anak. Ketika Anda sudah terbekali dengan penyebab stunting, Anda akan lebih mudah melakukan langkah pencegahan yang tepat. Di bawah ini adalah penyebab stunting pada anak yang harus Anda tahu.
1. Kurang Gizi
Penyebab utama stunting ada anak dapat terjadi sejak anak masih dalam kandungan. Kurang gizi atau nutrisi merupakan penyebab yang dapat membuat anak stunting sehingga menimbulkan keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Sulitnya mendapatkan gizi seimbang yang cukup bagi ibu hamil akan berpotensi anak mengalami stunting. Sejak anak dalam kandungan seorang ibu harus memenuhi nutrisi tubuh yang ada, misalnya makanan berprotein tinggi, makanan dan minuman kaya vitamin dan mineral serta nutrisi yang lain.
2. Pola Asuh
Pola asuh yang kurang baik tentu akan berdampak pada perkembangan kecerdasan serta tumbuh kembang anak. Pola asuh memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan anak sehingga terhindar dari masalah stunting.
Anda dapat menerapkan pola asuh yang efektif agar tumbuh kembang anak berjalan dengan lancar serta perkembangan kecerdasan serta sosial emosionalnya dapat terkontrol dengan baik.
3. Pola Makan
Di daerah dengan akses makanan tinggi gizi rendah akan berpotensi mengalami masalah stunting. Pola makan pada ibu hamil dan anak balita harus terus dipantau dan dicukupi sesuai kebutuhannya agar tidak terjadi malnutrisi yang berujung pada stunting pada anak. Kurangnya pengetahuan ibu terkait konsep gizi sebelum, saat dan setelah melahirkan menjadi faktor penyebab utama anak mengalami stunting.
4. Masa Kehamilan Kurang Nutrisi
Sejak anak ada dalam kandungan merupakan masa emas dalam perkembangan hidupnya. Masih banyak ibu yang kurang memperhatikan asupan nutrisi saat hamil. Nyatanya, tidak hanya setelah melahirkan, asupan nutrisi yang tepat diperlukan anak sejak ia dalam kandungan untuk menunjang perkembangan janin yang sehat.
5. Imunitas Tubuh
Imunitas tubuh yang rendah menjadi penyebab angka stunting pada anak kian bertambah. Imunitas yang rendah merupakan sumber dari segala penyakit yang akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.
Ciri anak stunting memang beragam , dengan imunitas tubuh yang rendah anak stunting akan lebih mudah dikenali karena akan lebih sering mengalami sakit yang disebabkan bakteri maupun virus. Oleh karena itu, menjaga imunitas tubuh bagi ibu hamil dan anak-anak adalah hal yang penting dilakukan.
6. Kesehatan Ibu Saat Masa Hamil
Memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik saat hamil? Hal ini akan meningkatkan resiko anak mengalami stunting. Stunting pada anak akibat kesehatan ibu dapat disebabkan oleh beberapa penyakit bawaan yang dialami ibu, seperti Hipertensi, Asma, GERD dan lain sebagainya. Kesehatan seorang ibu saat hamil menjadi kunci dalam melahirkan generasi yang sehat dan terhindar dari stunting.
7. Sakit Infeksi
Ciri ciri anak stunting seperti mudah terserang flu atau batuk merupakan akibat dari adanya infeksi yang terjadi berulang. Infeksi yang menyerang anak secara terus menerus akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan emosional anak. Hal ini akan menyebabkan anak sulit bertambah berat badan maupun tinggi badan serta akan mengalami keterlambatan kecerdasan.
Identifikasi Stunting pada Anak
Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, yakni pada masa kehamilan. Tentunya, ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dirinya dan janin yang dikandungnya agar tumbuh dan berkembang sehat dan normal.
Ibu hamil bisa mengecek kondisi kehamilannya secara berkala di Granostic. Ya, cek kehamilan penting dilakukan berkala agar tumbuh kembang janin tidak terhambat karena adanya permasalahan tertentu.
Lebih lanjut, jika anak Anda teridentifikasi mengalami stunting, Anda juga bisa mengecekkan kondisinya di Granostic. Nantinya, Granostic akan memberikan penanganan terbaik hingga anak terbebas dari masalah stunting.
Itulah pembahasan tentang apa itu stunting pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

