Jenis Sarcoma Apa Saja? Berikut Penjelasannya
![]()
Ketahuilah, ada tidak kurang dari 50 jenis sarkoma jaringan lunak. Sarkoma ini termasuk salah satu jenis tumor atau kanker sehingga bisa dikatakan tergolong penyakit serius.
Sarkoma atau sering juga ditulis ‘sarcoma’ adalah jenis tumor/kanker yang awal tumbuhnya pada jaringan lunak tubuh. Karenanya, banyak orang menamai penyakit ini ‘sarkoma jaringan lunak’. Pada umumnya, sarkoma menyerang jaringan lunak di area perut, lengan dan tungkai.
Meski termasuk penyakit serius, sarkoma tergolong dalam jenis tumor atau kanker yang jarang ditemui. Ya, jumlah kasus tumor sarkoma cuma 1 persen pada orang dewasa. Sementara pada remaja dan anak-anak, jumlahnya sekitar 8 persen.
Pada awal tumbuhnya sarkoma, penderita mungkin tidak merasakan keberadaannya. Namun, setelah penyakit sarkoma membesar, penderita akan mengetahui ada benjolan saat disentuh atau diraba.
Nah, di bawah ini kami informasikan delapan jenis sarkoma yang paling sering menyerang jaringan lunak tubuh. Simak dengan saksama ya!
1. Angiosarcoma
Angiosarcoma adalah jenis sarkoma yang menyerang jaringan lunak pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Pada umumnya, angiosarcoma ini menyerang orang yang sudah lanjut usia, yakni yang telah berusia 60 tahun ke atas.Gejala
Angiosarcoma seringkali menunjukkan gejala berupa benjolan yang bisa membesar seiring waktu. Selain itu, penderita juga akan mengalami luka mudah berdarah apabila terbentur atau tergores benda lain, luka lama membaik dan bahkan lebih parah dan pembengkakan di sekitar kulit yang terluka.
Penyebab
Adapun penyebab angiosarcoma di antaranya: kelainan genetik, paparan bahan kimia yang berbahaya, terapi radiasi yang terlalu lama dan pembengkakan akibat tersumbatnya kelenjar getah bening.
Pengobatan dan Identifikasi
Setelah diidentifikasi mengidap angiosarcoma, penderita biasanya akan disarankan melakukan metode pengobatan tertentu. Seperti, radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, terapi target dan/atau operasi.
2. Chondrosarcoma
Jenis atau contoh sarkoma berikutnya yakni chondrosarcoma. Chondrosarcoma ini juga sering kali disebut sarkoma tulang karena memang berkembang di sel tulang rawan pada area paha, panggul, rusuk atau bahu.
Gejala
Penderita chondrosarcoma atau sarkoma tulang biasanya akan merasakan gejala nyeri pada area sel tulang rawan yang terkena. Selain itu, akan muncul pembengkakan pada area chondrosarcoma dan bahkan mengalami tulang rapuh.
Penyebab
Chondrosarcoma bisa disebabkan oleh kelainan genetik, pernah menjalani radioterapi dan transplantasi sumsum tulang serta mengalami penyakit paget. Penyakit paget adalah kondisi tulang mengalami pelemahan.
Pengobatan dan Identifikasi
Setelah diidentifikasi mengidap chondrosarcoma atau sarkoma tulang, dokter biasanya akan menyarankan beberapa pengobatan. Seperti, radioterapi, kemoterapi dan/atau operasi. Operasi yang dilakukan bisa berupa amputasi atau pengangkatan tulang.
3. Gastrointestinal stromal tumor
Gastrointestinal stromal tumor atau GIST adalah tumor sarkoma yang tumbuh di sepanjang saluran pencernaan, seperti usus halus dan lambung. Jenis penyakit sarkoma jaringan lunak ini diketahui sangat jarang terjadi.
Gejala
GIST seringkali menunjukkan gejala nyeri perut dan sembelit. Seiring tumbuhnya tumor, penderita mungkin akan mengetahui benjolan padat di area yang terkena sehingga dapat menghambat geraknya.
Penyebab
Gastrointestinal stromal tumor bisa disebabkan oleh kelainan genetik. Bisa juga GIST ini disebabkan oleh paparan radiasi yang terlalu lama, paparan zat kimia yang terlalu lama dan sudah menginjak usia lanjut.
Pengobatan dan Identifikasi
Penderita GIST akan di-biopsi untuk memastikan identifikasi diagnosis. Kemudian, dokter akan menyarankan metode pengobatan yang tepat. Seperti, terapi target, radioterapi, kemoterapi dan/atau pengangkatan tumor.
4. Leiomyosarcoma
Contoh sarkoma yang keempat yakni leiomyosarcoma. Leiomyosarcoma adalah sarkoma yang menyerang otot polos yang terdapat di berbagai organ. Seperti, saluran cerna, jaringan ikat tubuh dan pembuluh darah.
Gejala
Pada umumnya gejala leiomyosarcoma yang dikeluhkan penderita di antaranya: perut terasa tidak nyaman dan nyeri, demam, berat badan mengalami penurunan, muncul benjolan dan haid tidak teratur (jika perempuan).
Penyebab
Penyebab leiomyosarcoma sejatinya masih belum diketahui pastinya. Tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko orang terkena sarkoma jaringan lunak ini. Di antaranya: faktor keturunan, paparan bahan kimia beracun dan riwayat pengobatan radioterapi.
Pengobatan dan Identifikasi
Setelah diidentifikasi mengidap leiomyosarcoma, penderita biasanya disarankan untuk melakukan beberapa pengobatan. Seperti, kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, terapi dengan obat-obatan dan/atau tindakan operasi.
5. Liposarcoma
Liposarcoma adalah tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan lemak. Contoh sarkoma ini lebih sering tumbuh di jaringan lemak area perut. lengan dan tungkai.
Gejala
Gejala liposarcoma dapat berbeda-beda, tergantung dengan area yang diserangnya. Namun, biasanya penderita menunjukkan gejala pembengkakan, sulit bernapas, muntah darah, sering cepat kenyang dan kram perut (jika liposarcoma tumbuh di area perut).
Penyebab
Adapun penyebab liposarcoma ada tiga, yakni faktor keturunan dari keluarga yang memiliki riwayat liposarcoma, pernah menjalani radioterapi sebagai pengobatan kanker/tumor dan terpapar bahan kimia berbahaya.
Pengobatan dan Identifikasi
Setelah dilakukan identifikasi liposarcoma dan diketahui stadium atau tingkat keparahannya, dokter akan menyarankan metode pengobatan tertentu. Seperti, kemoterapi, radioterapi dan/atau tindakan operasi.
6. Neurofibrosarcoma
Neurofibrosarcoma adalah tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan saraf tepi. Tumor sarkoma ini pada umumnya bersifat jinak, namun dalam sejumlah kasus bisa tumbuh jadi kanker.
Gejala
Gejala neurofibrosarcoma yang sering kali muncul di antaranya: bercak warna coklat gelap atau terang pada kulit, gangguan perkembangan fisik dan benjolan lunak pada bagian tubuh yang terkena neurofibrosarcoma.
Penyebab
Penyebab neurofibrosarcoma yakni penderita mengalami kelainan genetik. Biasanya, penderita neurofibrosarcoma akan terlihat pada bayi baru lahir sampai berusia kurang lebih 10 tahun.
Pengobatan dan Identifikasi
Setelah diidentifikasi terdiagnosis neurofibrosarcoma, penderita atau pasien biasanya akan diminta melakukan metode pengobatan. Seperti, kemoterapi, pemberian obat-obatan dan tindakan operasi.
7. Rhabdomyosarcoma
Rhabdomyosarcoma adalah jenis sarkoma yang terbentuk dan berkembang di otot rangka. Ya, semua bagian tubuh yang mempunyai otot rangka, seperti perut, dada, tungkai, leher dan sekitar mata bisa tumbuh contoh sarkoma ini.
Gejala
Gejala rhabdomyosarcoma cukup beragam tergantung dengan bagian tubuh yang terkena. Pada umumnya, gejala yang muncul di antaranya: sakit kepala, hidung tersumbat, mimisan, muntah, sembelit, susah buang air kecil, muncul benjolan dan pembengkakan.
Penyebab
Penyebab rhabdomyosarcoma yakni karena sel rhabdomyoblast tumbuh abnormal atau tidak normal dan tidak terkenali. Sel tersebut kemudian membentuk tumor yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Pengobatan dan Identifikasi
Pengobatan rhabdomyosarcoma tergantung dengan stadium atau tingkat keparahan identifikasi yang dilakukan oleh dokter. Pada umumnya, pengobatan yang dilakukan berupa radioterapi, kemoterapi dan tindakan operasi.
8. Tumor Askin
Jenis sarkoma yang terakhir yakni tumor askin. Tumor askin ini tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan lunak rongga dada. Umumnya, tumor askin diidap oleh anak-anak dan remaja yang memiliki kulit putih.
Gejala
Gejala tumor askin yang sering kali muncul diantaranya: demam, sesak napas, nyeri dada, berat badan menurut dan nafsu makan menurun. Penderita juga bisa mengalami batuk dalam waktu yang lama.
Penyebab
Tumor askin sejatinya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Akan tetapi jenis sarkoma ini diduga disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA.
Pengobatan Tumor Askin
Penderita yang didiagnosa mengalami tumor askin biasanya diminta untuk melakukan beberapa metode pengobatan. Seperti, kemoterapi, radioterapi dan/atau tindakan operasi pengangkatan tumor.
Itulah penjelasan tentang jenis sarkoma. Perlu Anda tahu, sarkoma yang tingkat keparahannya masih kecil memiliki kemungkinan sembuh yang lebih tinggi. Oleh karenanya, sebaiknya periksakan diri ke Granostic sejak awal untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter spesialis di Granostic secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan Anda terkini.

