Myoma Uteri
Pengertian
- Tipe 0 - Merupakan pedunculated intracavitary myoma yaitu tumor berada di submukosa dan sebagian dalam rongga rahim.
- Tipe 1 - Merupakan tipe submukosa dengan < 50% bagian tumor berada di intramural.
- Tipe 2 - Merupakan tipe tumor menyerang ≥ 50% intramural.
- Tipe 3 - Merupakan tipe tumor dengan seluruh bagian tumor berada dalam dinding uterus yang berdekatan dengan endometrium.
- Tipe 4 - Tipe tumor intramural yang lokasinya berada dalam miometrium.
- Tipe 5 - Tipe serosa dengan ≥ 50% bagian tumor berada pada intramural.
- Tipe 6 - Jenis subserosa yang mengenai < 50% intramural.
- Tipe 7 - Tipe pedunculated subserous.
- Tipe 8 - Kategori lain ditandai dengan pertumbuhan jaringan di luar miometrium yang disebut cervicalparasitic lesion.
Mioma intramural merupakan jenis yang paling banyak, sedangkan mioma submukosa merupakan mioma paling jarang ditemukan kasusnya.
Penyebab
Penyebab pasti mioma belum diketahui secara pasti. Mioma jarang sekali ditemukan pada remaja sebelum pubertas. Karena mioma sangat dipengaruhi oleh hormon reproduksi dan hanya manifestasi selama usia reproduktif (Anwar dkk, 2011). Tetapi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor pada mioma, di samping faktor predisposisi genetik :
- Estrogen
Mioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas. Enzim hidroxydesidrogenase mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah). Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous, yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak dari pada miometrium normal. - Progesteron
Progesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara, yaitu mengaktifkan hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor. - Hormon pertumbuhan (growth hormone)
Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan, tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa, yaitu HPL (Human Placenta Lactogen), terlihat pada periode ini dan memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leymioma selama kehamilan mungkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan estrogen.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang mioma, antara lain:
- Sudah berusia lebih dari 40 tahun.
- Riwayat keluarga mengidap mioma.
- Menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun.
- Belum pernah hamil sebelumnya (wanita yang sudah pernah memiliki anak cenderung lebih jarang mengalami mioma).
- Berat badan berlebih atau obesitas.
- Diet tinggi konsumsi daging merah, tetapi rendah sayuran hijau.
- Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.
- Kebiasaan merokok.
- Penggunaan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi estrogen.
- Keturunan ras Afrika-Amerika mempunyai kemungkinan 2,9 kali lebih tinggi dibandingkan ras Kaukasia.
Gejala
Umumnya, mioma tidak menimbulkan gejala yang disadari pengidapnya. Tetapi ada beberapa gejala umum yang dapat dirasakan, antara lain :
- Menstruasi dalam jumlah banyak.
- Perut terasa penuh dan membesar.
- Gangguan berkemih akibat ukuran mioma yang menekan saluran kemih.
- Keluarnya mioma melalui leher rahim yang umumnya disertai nyeri hebat, sehingga menyebabkan luka dan terjadinya infeksi sekunder.
- Konstipasi akibat mioma menekan bagian bawah usus besar.
- Nyeri panggul berkepanjangan dan tak kunjung sembuh, yang dapat dirasakan saat menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau saat terjadi penekanan pada panggul.
- Penimbunan cairan di rongga perut.
Komplikasi Mioma Uteri
Mioma uteri yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan komplikasi berupa:
- Nyeri berat atau perdarahan berat yang memerlukan tindakan pembedahan segera.
- Terpuntirnya mioma uteri yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah. Bila hal ini terjadi, dokter akan merencanakan operasi segera.
- Anemia atau kurang darah akibat perdarahan hebat.
- Infeksi saluran kemih.
- Bila tumor rahim terlalu besar, tumor rahim ini dapat menekan kandung kemih dan menyebabkan sulitnya buang air kecil.
- Kemandulan.
- Pada ibu hamil yang mengalami mioma uteri dapat menyebabkan prosesi melahirkan secara prematur akibat terdesaknya rahim oleh tumor, perdarahan hebat setelah melahirkan, keguguran, dan lain-lain.
Pemeriksaan Penunjang
Untuk memastikan diagnosis mioma uteri, dokter bisa melakukan beberapa langkah pemeriksaan di bawah ini:
- Tes laboratorium
Hitung darah lengkap dan apusan darah : Leukositosis dapat disebabkan oleh nekrosis akibat torsi atau degenerasi. Menurunnya kadar hemoglobin dan hematokrit menunjukan adanya kehilangan darah yang kronik. - Tes kehamilan terhadap chorioetic gonadotropin Sering membantu dalam evaluasi suatu pembesaran uterus yang simetrik menyerupai kehamilan atau terdapat bersamaan dengan kehamilan.
- Ultrasonografi, apabila keberadaan massa pelvis meragukan, sonografi dapat membantu.
- Pielogram intravena
a. Pap smear serviks selalu diindikasikan untuk menyingkap neoplasia serviks sebelum histerektomi.
b. Histerosal pingogram dianjurkan bila klien menginginkan anak lagi dikemudian hari untuk mengevaluasi distorsi rongga uterus dan kelangsungan tuba falopi (Nurarif & Kusuma, 2013).
Pencegahan
Langkah pencegahan mioma uteri tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebab kondisi ini juga belum diketahui secara pasti. Namun beberapa langkah di bawah ini diduga dapat membantu dalam mencegah mioma uteri:
- Menerapkan pola hidup sehat, seperti mempertahankan berat badan ideal dan memilih makanan tinggi serat seperti sayur dan buah.
- Menggunakan kontrasepsi hormonal.
Pengobatan
Cara mengobati mioma uteri umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Pada kebanyakan kasus, mioma tidak perlu diobati jika tidak menyebabkan gejala. Seiring berjalannya waktu, mioma dapat menyusut dan menghilang setelah menopause tanpa pengobatan. Namun bila gejala mioma menetap, maka diperlukan pengobatan untuk mengatasi gejala dan mengurangi ukuran mioma uteri. Penanganan mioma uteri dapat menggunakan obat-obatan, pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi mioma uteri adalah:
- Asam traneksamat untuk mengatasi perdarahan yang berat.
- NSAID untuk meredakan nyeri.
- Obat-obatan hormonal yang dapat meredakan gejala terkait menstruasi atau mengecilkan ukuran mioma. Contohnya, gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonist, progestin, atau alat KB dalam rahim yang mengandung progesteron.
Daftar Pustaka
- Healthline. https://www.healthline.com/health/uterine-fibroids#outlook
Diakses pada 29 September 2021 - Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288
Diakses pada 29 September 2021 - Web MD. Diakses pada 2019. What Are Uterine Fibroids?
http://eprints.umpo.ac.id/6124/3/BAB%202.pdf - Rafael FV, Geraldine EE. Pathophysiology of uterine myomas and its clinical implications. New York: Springer; 2015
- Andrea C, Jacopo DG, Piergiorgio S, Nina M, Stefano RG, Petro L, et al. Uterine fibroids: Pathogenesis and interactions with endometrium and endomyometrial junction. Obstet Gynecol Int. 2013;2013:173184.
- Persatuan obstetri dan ginekologi. Standar pelayanan medik obstetri dan ginekologi. 2006 .p. 129-30
- Maria SD, Edward MB. Uterine fibroids: Diagnosis and treatment. Am Fam Physician. 2017;95(2):100-7
- Alistair RW. Uterine fibroids-what’s new? Pubmed Central. 2017; 6: 2109.
- Radmilla S, Ljijiana M, Antonio M, Andrea T. Epidemiology of uterine myomas: A review. Internat J Fertil Steril. 2016;9(4):424-35
file:///C:/Users/HP/Downloads/371-594-1-SM.pdf diakses pada tanggal 14 September 2022

