Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

KEPUTIHAN FISIOLOGIS PADA PEREMPUAN

KEPUTIHAN FISIOLOGIS PADA PEREMPUAN

MEMBEDAKAN KEPUTIHAN NORMAL DAN ABNORMAL PADA PEREMPUAN

Kesehatan reproduksi merupakan unsur terpenting dalam kesehatan umum, baik pada perempuan maupun laki-laki, kesehatan reproduksi juga dapat mempengaruhi kesehatan bayi, anak, remaja dan orang yang berusia diluar masa reproduksi (Emilia, 2008).
Masalah keputihan merupakan masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita, tidak banyak wanita yang tahu tentang keputihan dan terkadang Wanita menganggap enteng persoalan keputihan. Akibatnya sangat fatal bila tidak cepat ditangani yang menyebabkan kemandulan, gejala awal kanker Rahim yang berujung pada kematian.

Keputihan juga dapat menekan kejiwaan seseorang karena keputihan cenderung kambuh dan timbul Kembali sehingga dapat mempengaruhi seseorang baik secara fisiologi maupun psikologi. 

PENGERTIAN 

Keputihan (leukorea, flour albus, vaginal discharge) merupakan secret yang berlebihan dari vagina selain darah haid dan tidak disebabkan neoplasma atau penyakit sistemik dan cairan tersebut menjaga vagina tetap bersih dan lembab sekaligus melindunginya dari infeksi.

JENIS  

PENYEBAB

Setelah mengetahui apa itu keputihan, anda juga perlu tahu apa penyebabnya.

Keputihan fisiologis dapat disebabkan oleh perubahan hormone, rangsangan seksual, stress, kehamilan dan ibu menyusui.

Keputihan patologis yaitu paling sering disebabkan oleh tiga jenis mikroorganisme yaitu: jamur candida (kandidiasis), bakteri (vaginosis bacterial dan klamidiasis), protozoa (trikomoniasis).

GEJALA

Keputihan normal menimbulkan gejala seperti :

  1. Bau tidak menyengat
  2. Tidak berwarna (bening) atau warna normal (warna putih biasa)

Keputihan abnormal menimbulkan gejala seperti :

  1. Bau menyengat
  2. Keputihan keluar lebih banyak dari biasanya
  3. Keputihan menggumpal seperti keju
  4. Keputihan memili warna (hijau dan atau keabuan)
  5. Nyeri hingga gatal pada area vagina
  6. Nyeri saat buang air kecil
  7. Pendarahan saat menstruasi
  8. Pendarahan setelah berhubungan seksual

FAKTOR RESIKO

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko keputihan yakni:

  1. Kurangnya kebersihan pada area vagina
  2. Berhubungan seksual tanpa pengaman
  3. Memiliki banyak partner seksual atau sering berganti pasangan
  4. Menderita diabetes
  5. Mengkonsumsi pil KB
  6. Menggunakan antibiotic atau steroid
  7. Memiliki imunitas yang lemah atau terinfeksi HIV

DIAGNOSIS

Pertama dilakukan wawancara terlebih dahulu untuk menentukan apakah keputihan yang dikeluhkan termasuk normal atau tidak. Dokter akan menanyakan keluhan yang dirasakan, bagaimana kaitannya dengan siklus menstruasi, cara perawatan area genital dan terkait partner hubungan seksual.

Dilanjutkan pemeriksaan fisik merupakan pemeriksaan genital dan pemeriksaan abdomen (perut) bila diperlukan. Cairan keputihan yang didapatkan juga dapat diperiksa secara kasat mata dengan hasil yang dapat mengarah kemungkinan penyebab. Selain itu dapat juga dilakukan pemeriksaan tambahan lainnya untuk mendukung diagnosis seperti:

  1. Pap smear merupakan pengambilan jaringan pada mulut Rahim untuk diperiksa lebih lanjut.
  2. Tes PH untuk memeriksa tingkat keasaman yang hasilnya dapat membantu mengarah ke diagnosis.
  3. Tes sampel cairan vagina untuk mendeteksi mikroorganisme penyebab keputihan.
  4. Tes infeksi menular seksual merupakan mendeteksi adanya infeksi menular seksual seperti gonore, chlamydia dan trikomoniasis.

PENGOBATAN

Cara pengobatan dilakukan dengan mendapatkan konsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin ataupun dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

  1. Keputihan karena jamur candida : biasanya dokter meresepkan obat antijamur berbentuk gel yang dimasukkan ke dalam vagina. Dapat juga diresepkan antijamur sediaan tablet untuk diminum.
  2. Keputihan karena vaginosis bacterial : obat keputihan yang diakibatkan oleh bacterial vaginosis yaitu jenis metronidazole ataupun klindamisin.
  3. Keputihan karena klamidia : keputihan karena bakteri klamidia dapat diobati dengan antibiotic azitromisin satu kali minum ataupun doksisiklin selama 7 hari. Obat ini dapat mengatasi bakteri penyebab keputihan.
  4. Keputihan karena trikomoniasis : dokter dapat diresepkan obat metronidazole untuk mengatasi keputihan akibat trikomoniasis

PENCEGAHAN

Keputihan yang bersifat patologis dapat dihindari dengan menerapkan hal-hal berikut :

  1. Jaga kebersihan area genital dengan mencucinya secara lembut.
  2. Menggunakan sabun tidak berpewangi pada area luar, jangan membersihkan memberi sabun secara langsung ke vagina.
  3. Hindari penggunaan cairan pembersih vagina.
  4. Bersihkan area vagina dari arah depan ke belakang jangan sebaliknya.
  5. Keringkan area vagina usai buang air dengan tisu atau handuk bersih.
  6. Gunakan celana dalam berbahan katun.
  7. Berhubungan seksual yang aman dengan tidak bergantki pasangan seksual.
  8. Gunakan pelindung (kondom) untuk menghindari infeksi menular seksual.

PENULIS: Leny Eka Nur Hidayanti
EDITOR: dr. Aji Wibowo
KOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul Chotimah


Daftar Pustaka & Referensi :

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message