KAKI DIABETIK

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang ditandai peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin secara efektif.
Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar kelima di dunia. Berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF), ada 19,5 juta warga Indonesia berusia 20-79 tahun yang mengidap penyakit tersebut pada 2021. Jumlah itu menempati urutan kelima terbesar di dunia setelah China, India, Pakistan dan Amerika Serikat. Salah satu akibat dari diabetes yang tidak terkontrol dengan baik adalah timbul komplikasi luka (borok) pada kaki yang tidak kunjung sembuh, yang lebih dikenal dengan istilah kaki diabetik (diabetic foot). Hal ini disebabkan karena sirkulasi darah yang buruk pada penderita Diabetes.
Perawatan kaki pada penderita Diabetes dilakukan tidak hanya ketika muncul luka atau borok tetapi juga ketika belum ada luka agar mencegah tidak timbul luka pada kaki. Perawatan kaki diabetik yang tidak dilakukan dengan baik akan memperburuk luka yang timbul, oleh karena itu penderita perlu memahami cara merawat kaki dan luka yang timbul dan berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang lebih tepat. Apabila dibiarkan dan tidak ditangani dengan benar, maka infeksi dapat menyebar dan menyebabkan kerusakan pada jaringan dan tulang, hingga mungkin diperlukan tindakan amputasi. Bagaimana cara merawat kaki pada penderita Diabetes ? Yuk, kita simak tips di bawah ini:
- Gunakan alas kaki
Rasa peka pada penderita Diabetes cenderung menurun. Hal ini sering menimbulkan muncul luka pada kaki tanpa diketahui dan dirasakan oleh penderita, sehingga disarankan untuk tetap menggunakan alas kaki dimanapun termasuk dirumah. Hindari menggunakan sepatu berhak tinggi atau sepatu yang sempit. Gunakan sepatu yang nyaman dengan ukuran yang sesuai. - Cek kondisi kaki setiap hari
Cek kaki penderita Diabetes sekali sehari. Jika sulit menjangkau kaki, gunakan cermin untuk melihat seluruh bagian kaki hingga ke telapak kaki. - Berhati-hati ketika memotong kuku
Berhati-hatilah ketika memotong kuku. Jangan memotong kuku terlalu dalam untuk menghindari terjadi luka. - Gunakan krim pelembab
Anda bisa mencuci kaki dengan air hangat sekali sehari, dikeringkan dengan handuk dengan lembut dan gunakan krim pelembab untuk menjaga agar kulit kaki tetap lembut. - Berkonsultasi dengan dokter
Jika muncul luka pada kaki, segera konsultasikan dengan dokter agar segera ditangani dan tidak menjadi makin parah.
Perawatan Kaki Diabetik
Jika terdapat luka pada kaki penderita Diabetes, maka perlu segera berkonsultasi dengan dokter agar luka tidak makin meluas. Penderita Diabetes perlu waspada jika luka mulai menghitam, berbau, atau keluar nanah. Apabila diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dengan foto Rontgen atau USG Doppler untuk mengetahui ada tidaknya komplikasi diabetes yang lebih lanjut. Perawatan kaki diabetik dapat dilakukan secara mandiri oleh dokter sesuai dengan arahan dokter.
Langkah perawatan kaki diabetik meliputi :
- Cuci tangan bersih menggunakan sabun dan air mengalir
- Gunakan sarung tangan sekali pakai
- Buka perban secara perlahan
- Luka dibersihkan dengan kasa yang telah dibasahi oleh larutan salin (NaCl 0,9%) dari arah tengah ke tepi luka
- Gunakan kasa yang lain untuk pembersihan ulang. Jangan dengan kasa yang sama
- Gunakan kasa kering baru untuk mengeringkan luka yang telah dibersihkan
- Tutup luka dengan perban
PENULIS: dr. May Fanny Tanzilia
KOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul Chotimah
Daftar Pustaka & Referensi:
- M Ivan Mahdi. "Penderita Diabetes Indonesia Terbesar Kelima di Dunia".
- Hutagalung MBZ, Dwinka SE, Awalita, Vivi PS, Gaby DAS, Galenisa FS. Diabetic Foot Infection (Infeksi Kaki Diabetik) : Diagnosis dan Tatalaksana. CDK-277/ vol. 46 no. 6 th. 2019:414-417.
- Dinata IGS, Anak Agung GWPS. Tatalaksana Terkini Infeksi Kaki Diabetes. Ganesha Medicina Journal, Vol 1 No 2 September 2021:91-96.

