Kapan Keluhan Nyeri Perlu MRI? Ini Penjelasan Dokter

MRI atau Magnetic Resonance Imaging sering dianggap sebagai pemeriksaan yang dapat langsung menemukan penyebab nyeri. Padahal, tidak semua keluhan nyeri membutuhkan MRI sejak awal.
Pada banyak kasus, dokter dapat menentukan diagnosis awal melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik. MRI kemudian dipertimbangkan apabila terdapat tanda bahaya, keluhan menetap atau memburuk, gangguan saraf, atau hasil pencitraan tersebut memang diperlukan untuk menentukan penanganan selanjutnya.
Fungsi MRI untuk Keluhan Nyeri
MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran detail bagian tubuh yang diperiksa. Berbeda dengan X-ray dan CT scan, MRI tidak menggunakan radiasi pengion dan memiliki kontras jaringan lunak yang baik.
Dalam penanganan nyeri, MRI dapat membantu dokter mengevaluasi struktur tertentu, misalnya:
-
diskus dan jaringan di sekitar tulang belakang
-
saraf dan struktur yang berhubungan dengannya
-
ligamen dan tendon tertentu
-
otot serta jaringan lunak
-
tanda peradangan, infeksi, atau kondisi lain sesuai area yang diperiksa
Namun, hasil MRI tidak berdiri sendiri. Temuan pada gambar perlu dikaitkan dengan keluhan, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan fisik pasien.
Kapan Perlu MRI untuk Keluhan Nyeri?
Tidak ada satu aturan yang berlaku untuk semua jenis nyeri. Keputusan melakukan MRI bergantung pada lokasi nyeri, gejala yang menyertai, dugaan penyebab, serta rencana penanganan.
MRI dapat dipertimbangkan apabila terdapat beberapa kondisi berikut.
1. Ada Tanda Bahaya atau Red Flags
Pada keluhan nyeri tertentu, terutama nyeri punggung atau leher, dokter perlu memastikan tidak terdapat kondisi serius yang mendasarinya.
Beberapa tanda yang perlu mendapat perhatian antara lain:
-
riwayat kanker
-
demam atau kecurigaan infeksi
-
penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
-
gangguan neurologis yang berat atau semakin memburuk
-
riwayat trauma yang signifikan
-
kondisi atau faktor risiko tertentu yang meningkatkan kecurigaan terhadap infeksi atau penyakit serius
Dalam kondisi dengan kecurigaan infeksi tulang belakang, misalnya, ACR menempatkan MRI sebagai salah satu pemeriksaan yang biasanya sesuai untuk mengevaluasi area yang dicurigai.
2. Muncul Kelemahan atau Gangguan Saraf
Nyeri yang disertai gejala neurologis perlu dinilai lebih lanjut. Contohnya adalah kelemahan anggota gerak, gangguan sensorik, atau gejala saraf yang progresif.
Pada kondisi seperti ini, dokter dapat mempertimbangkan MRI untuk melihat apakah terdapat kelainan struktural yang berkaitan dengan gejala tersebut.
Jika terdapat gangguan neurologis berat atau progresif, evaluasi medis sebaiknya tidak ditunda hanya untuk menunggu nyeri berlangsung selama beberapa minggu.
3. Nyeri Menetap atau Memburuk Setelah Penanganan Awal
Pada nyeri punggung tanpa red flags, MRI biasanya bukan pemeriksaan awal.
Namun, apabila keluhan tetap berlangsung atau semakin memburuk setelah penanganan konservatif yang sesuai, MRI dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien.
Dalam kriteria ACR, MRI lumbar tanpa kontras dinilai usually appropriate pada pasien dengan nyeri punggung subakut atau kronis yang menetap atau progresif setelah sekitar 6 minggu penanganan optimal dan pasien merupakan kandidat untuk operasi atau tindakan intervensi.
Artinya, durasi nyeri saja bukan satu-satunya alasan untuk melakukan MRI. Dokter tetap perlu mempertimbangkan perkembangan gejala dan tujuan pemeriksaannya.
4. Hasil MRI Dibutuhkan untuk Merencanakan Tindakan
MRI juga dapat dipertimbangkan ketika informasi mengenai struktur tubuh diperlukan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Misalnya, pada pasien dengan gejala yang menetap dan dugaan kondisi tertentu, hasil MRI dapat membantu dokter menilai apakah pasien merupakan kandidat untuk tindakan intervensional atau prosedur lainnya.
Karena itu, MRI sebaiknya dilakukan dengan pertanyaan klinis yang jelas: informasi apa yang ingin dicari dan bagaimana hasilnya akan memengaruhi penanganan pasien?
Alasan Hasil MRI Tidak Selalu Berarti Penyebab Nyeri
Salah satu hal yang perlu dipahami sebelum menjalani MRI adalah bahwa temuan pada gambar tidak selalu sama dengan sumber nyeri.
Perubahan seperti degenerasi diskus, penonjolan diskus, atau perubahan struktur tulang belakang dapat ditemukan bahkan pada orang yang tidak mengalami nyeri. Tinjauan sistematis terhadap individu tanpa gejala menunjukkan bahwa beberapa temuan degeneratif pada tulang belakang memang cukup umum seiring bertambahnya usia.
Karena itu, dokter tidak seharusnya menentukan penyebab nyeri hanya berdasarkan satu temuan MRI.
Hasil pencitraan perlu dibandingkan dengan:
-
lokasi dan karakter nyeri
-
kapan nyeri muncul dan apa yang memperberatnya
-
gejala yang menyertai
-
pemeriksaan fisik dan neurologis
-
riwayat penyakit atau cedera
-
respons terhadap penanganan sebelumnya
Pendekatan tersebut membantu menghindari kondisi ketika suatu temuan pada MRI dianggap sebagai penyebab nyeri hanya karena terlihat pada hasil pemeriksaan.
Pemeriksaan yang Dapat Dilakukan Sebelum MRI
MRI bukan satu-satunya pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keluhan nyeri. Pemeriksaan yang dipilih bergantung pada dugaan kondisi dan bagian tubuh yang mengalami keluhan.
Pemeriksaan Fisik dan Neurologis
Ini merupakan bagian penting dalam menentukan apakah pencitraan memang diperlukan. Dokter dapat menilai rentang gerak, kekuatan otot, refleks, sensasi, serta tanda-tanda tertentu yang berkaitan dengan sistem saraf.
X-Ray
X-ray dapat memberikan informasi mengenai struktur tulang dan kondisi tertentu pada sendi atau tulang. Pemeriksaan ini memiliki fungsi berbeda dengan MRI dan tidak selalu dapat menggantikan MRI ketika dokter perlu melihat jaringan lunak.
USG
USG dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur jaringan lunak tertentu, terutama pada area yang dapat divisualisasikan dengan baik menggunakan ultrasonografi. Pemakaiannya bergantung pada lokasi keluhan dan pertanyaan klinis yang ingin dijawab.
Pemeriksaan Laboratorium
Jika terdapat dugaan infeksi, peradangan, atau kondisi sistemik tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan darah atau pemeriksaan laboratorium lain sebagai bagian dari evaluasi.
Konsultasikan Keluhan Nyeri Sebelum Menentukan MRI
Jika Anda mengalami nyeri yang menetap, semakin berat, atau disertai gejala lain, sebaiknya lakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum memutuskan pemeriksaan MRI.
Di Granostic Pain Clinic di Surabaya, evaluasi dapat menjadi langkah awal untuk memahami karakter keluhan dan menentukan pemeriksaan penunjang yang sesuai dengan kondisi pasien. MRI dapat dipertimbangkan apabila memang terdapat indikasi medis dan informasi dari pemeriksaan tersebut dibutuhkan untuk menentukan penanganan selanjutnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah setiap nyeri punggung perlu MRI?
Tidak. Pada nyeri punggung akut tanpa red flags, MRI biasanya tidak diperlukan sebagai pemeriksaan awal. MRI dapat dipertimbangkan jika terdapat tanda bahaya, gangguan neurologis, keluhan yang menetap atau memburuk, atau jika hasil pencitraan dibutuhkan untuk perencanaan tindakan tertentu.
Berapa lama nyeri harus berlangsung sebelum MRI?
Tidak ada batas waktu yang berlaku untuk semua kondisi. Pada nyeri punggung tanpa tanda bahaya, MRI dapat dipertimbangkan setelah sekitar 6 minggu penanganan optimal bila gejala menetap atau progresif dan pasien merupakan kandidat untuk operasi atau intervensi. Jika terdapat tanda bahaya atau gangguan saraf yang signifikan, evaluasi dan pencitraan dapat diperlukan lebih cepat.
Apakah hasil MRI yang menunjukkan kelainan pasti menjadi penyebab nyeri?
Belum tentu. Beberapa perubahan pada tulang belakang juga dapat ditemukan pada orang yang tidak mengalami nyeri. Karena itu, hasil MRI perlu dikaitkan dengan gejala dan pemeriksaan klinis pasien.
Apakah MRI aman dilakukan?
MRI tidak menggunakan radiasi pengion. Namun, pemeriksaan tetap memiliki aspek keselamatan yang perlu diperhatikan, terutama terkait medan magnet yang kuat, implan atau perangkat medis tertentu, serta penggunaan zat kontras pada pemeriksaan tertentu.
Apakah saya boleh langsung meminta MRI ketika mengalami nyeri?
Anda dapat mendiskusikan MRI dengan dokter, tetapi keputusan pemeriksaan sebaiknya didasarkan pada evaluasi klinis dan tujuan pemeriksaan. Dokter akan menilai apakah MRI dapat memberikan informasi yang relevan untuk kondisi Anda.

