Pentingnya Tes HBsAg Sebelum Menikah bagi Calon Pengantin

Persiapan pernikahan tidak hanya berkaitan dengan acara, tempat tinggal, dan rencana keuangan. Kondisi kesehatan Anda dan pasangan juga penting untuk diketahui sebelum memulai kehidupan rumah tangga.
Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah tes HBsAg sebelum menikah. Pemeriksaan darah ini membantu mengetahui apakah seseorang sedang terinfeksi virus hepatitis B.
Hepatitis B dapat menular melalui hubungan seksual, paparan darah, serta dari ibu kepada bayi saat persalinan. Infeksi ini juga sering tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang dapat merasa sehat tanpa mengetahui statusnya.
Tes HBsAg sebelum menikah bertujuan mendeteksi infeksi hepatitis B yang sedang berlangsung agar pasangan dapat merencanakan pemeriksaan lanjutan, vaksinasi, pencegahan penularan, dan persiapan kehamilan dengan lebih baik.
Mengenal Tes HBsAg
HBsAg adalah singkatan dari hepatitis B surface antigen, yaitu protein yang terdapat pada permukaan virus hepatitis B.
Keberadaan HBsAg di dalam darah dapat menunjukkan bahwa virus hepatitis B sedang berada di dalam tubuh. Hasil reaktif dapat ditemukan pada infeksi yang baru terjadi maupun infeksi yang telah berlangsung lama.
Namun, satu kali hasil HBsAg reaktif belum dapat menjelaskan:
- Apakah infeksi bersifat akut atau kronis
- Seberapa aktif virus berkembang
- Seberapa besar risiko kerusakan hati
- Apakah pasien membutuhkan obat
- Seberapa tinggi risiko penularan
Pentingnya Tes HBsAg Penting Sebelum Menikah
Tes HBsAg termasuk dalam pemeriksaan kesehatan calon pengantin karena hepatitis B dapat memengaruhi kesehatan pasangan dan perencanaan kehamilan.
Pedoman pelayanan kesehatan primer Kementerian Kesehatan mencantumkan pemeriksaan HBsAg dalam skrining hepatitis B bagi calon pengantin dan pasangan usia subur. Pedoman tersebut juga mencantumkan imunisasi hepatitis B apabila seseorang tidak terinfeksi dan belum memiliki kekebalan.
Berikut beberapa alasan tes ini penting dilakukan sebelum menikah.
Membantu mendeteksi infeksi tanpa menunggu gejala
Banyak orang dengan hepatitis B tidak mengalami gejala. Kondisi tubuh yang terlihat sehat tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang bebas dari infeksi.
Melalui tes HBsAg, infeksi dapat diketahui sebelum muncul keluhan atau komplikasi pada hati.
Membantu mencegah penularan kepada pasangan
Virus hepatitis B dapat menular melalui hubungan seksual. Jika salah satu calon pengantin memiliki HBsAg reaktif, pasangannya perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah sudah memiliki kekebalan atau masih berisiko terinfeksi.
Pasangan yang belum terinfeksi dan belum memiliki kekebalan dapat berkonsultasi mengenai vaksinasi hepatitis B.
Memberikan waktu untuk melengkapi vaksinasi
Jika hasil menunjukkan bahwa seseorang belum pernah terinfeksi dan belum memiliki kekebalan, vaksinasi dapat diberikan sesuai rekomendasi dokter.
Menjalani pemeriksaan lebih awal memberikan waktu untuk memulai atau melengkapi rangkaian vaksin sebelum pernikahan atau sebelum pasangan merencanakan kehamilan.
Membantu merencanakan kehamilan dengan lebih aman
Jika calon ibu memiliki HBsAg reaktif, kondisi tersebut perlu diketahui sebelum kehamilan atau sedini mungkin selama kehamilan.
Dokter dapat merencanakan pemeriksaan lanjutan, menilai jumlah virus, memantau kondisi hati, dan menentukan apakah diperlukan terapi untuk menurunkan risiko penularan kepada bayi.
Pedoman Kementerian Kesehatan mencantumkan pemberian imunisasi hepatitis B saat lahir dan HBIG bagi bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan hepatitis B.
Apakah Kedua Calon Pengantin Perlu Menjalani Tes?
Sebaiknya pemeriksaan dilakukan oleh kedua calon pengantin.
Hepatitis B dapat dialami oleh laki laki maupun perempuan. Karena itu, pemeriksaan tidak hanya ditujukan kepada calon istri yang kelak akan menjalani kehamilan.
Pemeriksaan pada kedua pasangan dapat membantu mengetahui apakah:
- Salah satu pasangan sedang terinfeksi
- Keduanya tidak terinfeksi
- Salah satu atau keduanya sudah memiliki kekebalan
- Salah satu atau keduanya membutuhkan vaksinasi
- Diperlukan pemeriksaan dan konsultasi lanjutan
Tes HBsAg juga bukan bentuk kecurigaan terhadap pasangan. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan bersama.
Kapan Tes HBsAg Sebaiknya Dilakukan?
Tes HBsAg sebaiknya dilakukan beberapa bulan sebelum pernikahan atau sebelum mulai merencanakan kehamilan.
Pemeriksaan yang dilakukan lebih awal memberikan waktu untuk:
- Menjalani pemeriksaan konfirmasi
- Memeriksa kondisi dan fungsi hati
- Memulai vaksinasi bagi pasangan yang membutuhkan
- Mendapatkan konsultasi medis
- Menyelesaikan rangkaian vaksinasi
- Menentukan langkah pencegahan sebelum menikah
- Menyusun rencana kehamilan yang sesuai
Pemeriksaan tetap dapat dilakukan meskipun waktu pernikahan sudah dekat. Namun, semakin awal status diketahui, semakin banyak waktu yang tersedia untuk melakukan tindak lanjut.
Cara Memahami Hasil Tes HBsAg
|
Hasil |
Arti secara umum |
Langkah berikutnya |
|
HBsAg nonreaktif |
Antigen permukaan virus tidak terdeteksi saat pemeriksaan |
Nilai status kekebalan dan pertimbangkan pemeriksaan anti HBs serta anti HBc |
|
HBsAg reaktif |
Dapat menunjukkan adanya infeksi hepatitis B saat ini |
Lakukan konsultasi, pemeriksaan konfirmasi, dan evaluasi lanjutan |
Jika hasil HBsAg nonreaktif
Hasil nonreaktif berarti HBsAg tidak terdeteksi pada saat pemeriksaan. Namun, hasil ini belum menunjukkan apakah seseorang telah memiliki kekebalan.
Pemeriksaan tambahan dapat mencakup:
- Anti HBs, untuk membantu mengetahui kekebalan terhadap hepatitis B
- Anti HBc total, untuk mengetahui apakah pernah terjadi infeksi alami
Jika HBsAg, anti HBs, dan anti HBc total seluruhnya negatif, seseorang umumnya belum pernah terinfeksi dan belum memiliki kekebalan. Dokter dapat merekomendasikan vaksinasi hepatitis B.
Jika hasil HBsAg reaktif
Hasil reaktif menunjukkan kemungkinan adanya infeksi hepatitis B yang sedang berlangsung. Namun, hasil tersebut masih perlu dikonfirmasi dan dievaluasi lebih lanjut.
Dokter dapat merekomendasikan:
- Pengulangan atau konfirmasi HBsAg
- Anti HBc total dan IgM anti HBc
- Anti HBs
- HBeAg dan anti HBe
- HBV DNA untuk mengukur jumlah virus
- Pemeriksaan fungsi hati
- USG hati atau pemeriksaan fibrosis sesuai kondisi
- Pemeriksaan pasangan dan anggota keluarga tertentu
Hasil HBsAg reaktif tidak boleh digunakan sendiri untuk menentukan tingkat keparahan penyakit maupun kebutuhan terapi.
Tes HBsAg Sebelum Menikah di Granostic Surabaya
Tes HBsAg membantu calon pengantin mengetahui status hepatitis B sebelum memulai kehidupan berumah tangga dan merencanakan kehamilan.
Granostic menyediakan pemeriksaan HBsAg serta pemeriksaan hepatitis B lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda dan pasangan. Hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan bersama dokter agar setiap temuan dipahami dengan tepat.
Jika hasil menunjukkan belum adanya kekebalan, dokter dapat memberikan rekomendasi mengenai vaksinasi. Jika hasil reaktif, pasien akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Hubungi tim Granostic atau kunjungi klinik Granostic di Surabaya untuk mengetahui jadwal, persiapan, dan pilihan pemeriksaan HBsAg sebelum menikah.
FAQ Seputar Tes HBsAg Sebelum Menikah
Apakah tes HBsAg wajib sebelum menikah?
Tes HBsAg tercantum dalam pedoman skrining kesehatan calon pengantin dan pasangan usia subur Kementerian Kesehatan. Pelaksanaan serta persyaratan administratif dapat berbeda berdasarkan fasilitas kesehatan dan wilayah.
Apakah calon suami juga perlu melakukan tes HBsAg?
Ya. Hepatitis B dapat dialami dan ditularkan oleh laki laki maupun perempuan. Pemeriksaan pada kedua pasangan memberikan informasi yang lebih lengkap.
Apakah hasil HBsAg nonreaktif berarti sudah kebal?
Belum tentu. HBsAg nonreaktif hanya menunjukkan bahwa antigen virus tidak terdeteksi saat tes. Pemeriksaan anti HBs diperlukan untuk membantu mengetahui status kekebalan.
Apakah tes HBsAg perlu puasa?
Tidak, jika hanya menjalani pemeriksaan HBsAg. Puasa mungkin diperlukan apabila pemeriksaan digabungkan dengan tes laboratorium tertentu.
Apakah HBsAg reaktif berarti pasti hepatitis B kronis?
Tidak. Hasil reaktif dapat ditemukan pada infeksi akut maupun kronis. Pemeriksaan tambahan dan pemantauan diperlukan untuk membedakannya.
Apakah pasangan dari pasien hepatitis B harus divaksinasi?
Pasangan yang belum terinfeksi dan belum memiliki kekebalan umumnya dianjurkan menjalani vaksinasi hepatitis B sesuai rekomendasi dokter.
Apakah vaksin hepatitis B dapat diberikan sebelum menikah?
Bisa. Pemeriksaan yang dilakukan beberapa bulan sebelum pernikahan memberikan waktu untuk memulai atau melengkapi rangkaian vaksin.
Apakah pasangan tetap dapat menikah jika salah satunya HBsAg reaktif?
Bisa. Hasil pemeriksaan bertujuan memberikan informasi dan menentukan langkah pencegahan, bukan menentukan kelanjutan pernikahan.
Apakah ibu dengan hepatitis B dapat melahirkan bayi yang sehat?
Bisa. Pemeriksaan selama kehamilan, terapi pada kondisi tertentu, serta perlindungan bayi segera setelah lahir dapat membantu mengurangi risiko penularan.
Apakah tes sebelum menikah perlu diulang saat hamil?
Ya. Pemeriksaan hepatitis B tetap direkomendasikan pada setiap kehamilan agar kondisi terbaru dapat diketahui dan pencegahan penularan kepada bayi dapat direncanakan.
Ditinjau Oleh:
dr. Adam Hilman
Sumber Referensi:
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Kerja Puskesmas dengan Pendekatan Klaster. Diakses 2026.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/2015/2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Diakses 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Clinical Testing and Diagnosis for Hepatitis B. Diakses 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Screening and Testing for Hepatitis B Virus Infection: CDC Recommendations, United States, 2023. Diakses 2026.
- World Health Organization. (2025). Hepatitis B. Diakses 2026.
- University of Washington. (2026). HBV Screening, Testing, and Diagnosis. Diakses 2026.

