Nyeri Saraf Mengganggu Aktivitas? Kenali Radio Frequency Ablation

Nyeri saraf bukan sekadar rasa pegal atau nyeri biasa. Kondisi ini sering digambarkan sebagai sensasi seperti terbakar, tersengat listrik, ditusuk, atau kesemutan yang muncul terus-menerus maupun hilang timbul. Pada beberapa orang, nyeri saraf bahkan dapat mengganggu tidur, bekerja, hingga aktivitas sederhana seperti berjalan atau duduk dalam waktu lama.
Jika terapi seperti obat-obatan, fisioterapi, atau perubahan gaya hidup belum memberikan hasil yang optimal, dokter dapat mempertimbangkan tindakan Radio Frequency Ablation (RFA) sebagai salah satu pilihan penanganan.
Lantas, apa itu radio frequency ablation untuk nyeri saraf, dan bagaimana prosedur ini membantu mengurangi rasa nyeri?
Apa Itu Nyeri Saraf?
Nyeri saraf atau neuropathic pain adalah nyeri yang muncul akibat gangguan atau kerusakan pada sistem saraf. Berbeda dengan nyeri akibat cedera otot atau sendi, nyeri saraf berasal dari saraf yang mengirimkan sinyal nyeri secara tidak normal ke otak.
Akibatnya, seseorang dapat tetap merasakan nyeri meskipun tidak ada cedera baru yang terjadi. Beberapa karakteristik nyeri saraf meliputi:
- Sensasi seperti terbakar.
- Nyeri seperti tersengat listrik.
- Kesemutan atau baal.
- Rasa ditusuk benda tajam.
- Nyeri saat disentuh ringan.
- Nyeri yang berlangsung lebih dari tiga bulan.
Penyebab Umum Nyeri Saraf
Saraf Terjepit
Saraf yang tertekan akibat perubahan pada tulang belakang, bantalan tulang belakang (diskus), atau jaringan di sekitarnya dapat menimbulkan nyeri yang menjalar.
Osteoarthritis
Perubahan pada sendi akibat osteoarthritis dapat menyebabkan iritasi pada saraf di sekitar sendi sehingga memicu nyeri kronis.
Cedera Tulang Belakang
Cedera pada leher maupun pinggang dapat memengaruhi fungsi saraf dan menyebabkan nyeri yang menetap.
Perubahan Degeneratif
Seiring bertambahnya usia, struktur tulang belakang dapat mengalami perubahan yang meningkatkan risiko gangguan pada saraf.
Kondisi Medis Lain
Beberapa penyakit seperti diabetes, infeksi tertentu, atau komplikasi pascaoperasi juga dapat menyebabkan nyeri saraf. Oleh karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Kapan Nyeri Saraf Perlu Dapat Penanganan Lebih?
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami:
- Nyeri lebih dari tiga bulan.
- Nyeri menjalar dari leher ke lengan atau dari pinggang ke kaki.
- Nyeri mengganggu tidur.
- Sulit berjalan atau beraktivitas karena nyeri.
- Keluhan tidak membaik meskipun sudah mengonsumsi obat atau menjalani fisioterapi.
Dokter akan mencari penyebab nyeri sebelum menentukan terapi yang paling sesuai.
Bagaimana Radio Frequency Ablation Membantu Nyeri Saraf?
Radio Frequency Ablation (RFA) adalah prosedur medis minim invasif yang menggunakan energi gelombang radio untuk menghasilkan panas terkontrol pada saraf tertentu yang menghantarkan sinyal nyeri.
Dengan berkurangnya kemampuan saraf mengirimkan sinyal nyeri, pasien dapat merasakan penurunan intensitas nyeri sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.
Perlu dipahami bahwa RFA tidak memperbaiki seluruh penyebab penyakit, tetapi membantu mengurangi transmisi sinyal nyeri dari saraf yang menjadi sumber keluhan.
Prosedur RFA dilakukan dengan menargetkan saraf yang telah diidentifikasi sebagai sumber nyeri. Secara umum, mekanismenya sebagai berikut:
- Dokter menentukan saraf penyebab nyeri melalui pemeriksaan dan evaluasi medis.
- Jarum khusus ditempatkan di dekat saraf target menggunakan panduan pencitraan.
- Energi radio frekuensi dialirkan melalui ujung jarum.
- Panas yang dihasilkan mengganggu kemampuan saraf menghantarkan sinyal nyeri.
- Intensitas nyeri dapat berkurang secara bertahap setelah tindakan.
Karena prosedur dilakukan secara presisi, jaringan di sekitar area tindakan tetap dipertahankan semaksimal mungkin.
Siapa yang Cocok Menjalani Radio Frequency Ablation?
Radio Frequency Ablation dapat dipertimbangkan pada pasien yang:
- Mengalami nyeri saraf kronis.
- Tidak memperoleh hasil yang memadai dari terapi konservatif.
- Mengalami nyeri akibat gangguan pada sendi tulang belakang (facet joint).
- Mengalami nyeri leher atau nyeri pinggang yang berkaitan dengan saraf tertentu.
- Telah dievaluasi dan dinyatakan sesuai oleh dokter.
Tidak semua penderita nyeri saraf memerlukan RFA. Penentuan terapi harus dilakukan berdasarkan diagnosis yang tepat.
Manfaat Radio Frequency Ablation
Apabila dilakukan pada pasien yang tepat, Radio Frequency Ablation dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Membantu mengurangi nyeri kronis: Mengurangi intensitas nyeri sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.
- Meningkatkan kemampuan bergerak: Membantu pasien kembali melakukan aktivitas dengan lebih leluasa setelah nyeri berkurang.
- Membantu mengurangi ketergantungan terhadap obat pereda nyeri: Pada sebagian pasien, kebutuhan penggunaan obat dapat berkurang setelah terapi memberikan hasil yang baik.
- Prosedur minim invasif tanpa sayatan besar: Tindakan dilakukan menggunakan jarum khusus sehingga tidak memerlukan operasi terbuka.
- Waktu pemulihan relatif lebih cepat: Dibandingkan tindakan bedah pada kondisi tertentu, pasien umumnya dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
- Membantu meningkatkan kualitas hidup: Berkurangnya nyeri dapat mendukung kualitas tidur, mobilitas, dan produktivitas sehari-hari.
Hasil terapi dapat berbeda pada setiap individu tergantung penyebab nyeri dan kondisi kesehatan masing-masing.
Apakah Radio Frequency Ablation Aman?
Secara umum, Radio Frequency Ablation merupakan prosedur yang aman apabila dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dan sesuai indikasi medis.
Efek samping yang mungkin muncul biasanya ringan, seperti:
- Nyeri sementara pada lokasi tindakan.
- Memar ringan.
- Pegal.
- Mati rasa sementara.
Komplikasi serius jarang terjadi karena prosedur dilakukan dengan panduan pencitraan dan standar keselamatan medis.
Konsultasikan Penanganan Nyeri Saraf di Granostic Surabaya
Nyeri saraf yang berlangsung lama sebaiknya tidak diabaikan karena dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.
Di Granostic Surabaya, dokter akan melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab nyeri serta menentukan apakah Radio Frequency Ablation (RFA) merupakan pilihan terapi yang sesuai dengan kondisi Anda.
Hubungi tim Granostic untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter dan dapatkan pemeriksaan serta rekomendasi penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
FAQ Seputar Nyeri Saraf dengan RFA
Apakah semua nyeri saraf dapat diobati dengan Radio Frequency Ablation?
Tidak. RFA hanya direkomendasikan pada kondisi tertentu setelah dokter memastikan sumber nyeri melalui pemeriksaan.
Berapa lama manfaat Radio Frequency Ablation dapat dirasakan?
Manfaatnya berbeda pada setiap pasien. Pada banyak kasus, efeknya dapat bertahan selama beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun.
Apakah prosedur Radio Frequency Ablation memerlukan rawat inap?
Umumnya tidak. RFA merupakan prosedur rawat jalan sehingga sebagian besar pasien dapat pulang pada hari yang sama.
Apakah tindakan RFA terasa sakit?
Dokter akan melakukan prosedur sesuai standar medis untuk menjaga kenyamanan pasien. Sebagian pasien hanya merasakan rasa tidak nyaman ringan selama tindakan.
Apakah Radio Frequency Ablation dapat menggantikan operasi?
Pada beberapa kondisi, RFA dapat menjadi alternatif sebelum tindakan operasi. Namun keputusan terapi tetap bergantung pada penyebab nyeri dan hasil evaluasi dokter.
Ditinjau Oleh:
dr. Adam Hilman
Sumber Referensi:
- Cleveland Clinic. (n.d.). Radiofrequency Ablation (RFA). Diakses 2026.
- American Society of Regional Anesthesia and Pain Medicine. (n.d.). American Society of Regional Anesthesia and Pain Medicine. Diakses 2026.
- RadiologyInfo.org. (n.d.). Radiofrequency Ablation. Diakses 2026.
- National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (n.d.). Peripheral Neuropathy. Diakses 2026.
- StatPearls Publishing. (n.d.). Radiofrequency Ablation. Diakses 2026.

