Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

7 Alasan Perempuan Lebih Rentan Mengalami Nyeri Otot

7 Alasan Perempuan Lebih Rentan Mengalami Nyeri Otot

Jika Anda seorang perempuan yang merasa lebih sering mengalami nyeri otot, pegal-pegal, atau rasa lelah yang tidak proporsional dibanding rekan pria dengan aktivitas yang sama,  Anda tidak salah atau berlebihan.

Ada penjelasan ilmiah yang solid mengapa perempuan secara biologis memang lebih rentan terhadap berbagai jenis nyeri otot dan muskuloskeletal.

Memahami alasannya adalah langkah pertama untuk mengelolanya dengan lebih baik.

Alasan Perempuan Lebih Rentan Mengalami Nyeri Otot

1. Perbedaan Hormon: Efek Estrogen pada Otot dan Sendi

Hormon estrogen adalah hormon utama perempuan yang memiliki efek yang kompleks pada jaringan muskuloskeletal. Di satu sisi, estrogen memiliki sifat antiinflamasi dan membantu menjaga kekuatan tulang. Namun di sisi lain ada juga hal-hal berikut ini:

Inilah mengapa banyak kondisi nyeri muskuloskeletal seperti rheumatoid arthritis, fibromyalgia, dan lupus jauh lebih banyak diderita perempuan dibanding pria.

2. Komposisi Tubuh yang Berbeda

Perempuan rata-rata memiliki proporsi massa otot yang lebih rendah dan proporsi lemak tubuh yang lebih tinggi dibanding pria dengan berat badan sama. Ini memengaruhi nyeri otot karena:

3. Anatomi Panggul yang Lebih Lebar

Panggul perempuan lebih lebar dari pria, ini adalah adaptasi biologis untuk melahirkan. Namun, sudut yang lebih besar antara tulang paha dan lutut (Q-angle) menciptakan tekanan yang tidak merata pada sendi lutut dan pinggul sehingga:

4. Ambang Nyeri yang Berbeda secara Neurologis

Penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata, perempuan memiliki ambang nyeri yang lebih rendah dan toleransi nyeri yang berbeda dari pria. Ini bukan berarti perempuan berlebihan atau "lebay", tapi ini adalah perbedaan nyata dalam cara sistem saraf memproses sinyal nyeri karena:

5. Beban Ganda: Fisik dan Mental

Di banyak budaya termasuk Indonesia, perempuan sering menanggung double burden yaitu wanita bertanggung jawab di luar rumah sekaligus pekerjaan rumah tangga. Kombinasi ini bisa menciptakan:

6. Kehamilan dan Persalinan

Perubahan luar biasa yang terjadi pada tubuh selama kehamilan dan setelahnya memberikan dampak jangka panjang pada sistem muskuloskeletal:

7. Kondisi Autoimun Lebih Banyak Menyerang Perempuan

Sekitar 80% dari semua penderita penyakit autoimun adalah perempuan. Ini termasuk kondisi yang menyebabkan nyeri otot dan sendi seperti:

Sistem imun perempuan secara alami lebih aktif (terkait dengan fungsi reproduksi), yang membuatnya lebih efektif melawan infeksi, tapi juga lebih rentan untuk salah sasaran dan menyerang jaringan tubuh sendiri.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Granostic menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan nyeri muskuloskeletal yang memahami kebutuhan spesifik perempuan.

Dari pemeriksaan laboratorium hingga konsultasi Pain Clinic, kami siap membantu Anda menemukan solusi yang tepat. Kunjungi atau hubungi tim kami untuk jadwalkan konsultasi.

Ditinjau Oleh:

dr. Adam Hilman

Sumber Referensi:

  1. NCBI. (2009). Sex differences in pain perception and modulation. Diakses 2026.
  2. National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. (n.d.). Women’s Health. Diakses 2026.
  3. Arthritis Foundation. (n.d.). Is arthritis different for women? Diakses 2026.
  4. NCBI. (2017). Sex differences in autoimmune diseases. Diakses 2026.
  5. Cleveland Clinic. (n.d.). Fibromyalgia. Diakses 2026.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message