Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
Buka 24 Jam

Seberapa Penting Diet Untuk Hipertensi?

Seberapa Penting Diet Untuk Hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah pola makan yang tak sehat. Karenanya bagi penderita hipertensi menerapkan diet sehat sangatlah penting.

Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) atau nama lain dari diet hipertensi, menaruh perhatian pada pola makan sehat dengan tujuan untuk menurunkan dan mencegah tekanan darah tinggi, tanpa menggunakan obat-obatan.

Melansir dari National Institutes of Health menjelaskan bahwa diet DASH berkonsentrasi untuk mengurangi asupan natrium (garam), lemak, dan kolesterol. Serta beralih meningkatkan makanan berasupan protein, serat, kalsium, dan kalium dari makanan yang sehari-hari dikonsumsi.

Nah, ketika Anda dapat menerapkan diet hipertensi ini dengan baik, tekanan darah dapat turun secara signifikan dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu.

Lantas bagaimana cara penerapan diet hipertensi ini? Mari kita baca langkah demi langkahnya dalam uraian berikut:
1. Pengurangan Garam
Natrium atau garam merupakan asupan yang harus Anda kurangi dalam melakukan diet untuk hipertensi. Sebab asupan garam secara berlebihan akan berdampak buruk pada tensi darah Anda. Mengapa ini terjadi?

Asupan garam yang tinggi dapat memicu retensi cairan atau tertahannya air dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan volume cairan dalam pembuluh darah meningkat, yang kemudian akan membuat tensi Anda naik.

Melansir dari American Heart Association (AHA), jumlah asupan garam atau natrium harian tidak boleh lebih dari 2.300 mg atau setara dengan satu sendok teh per harinya.

Bagi seseorang dengan tekanan darah tinggi, penggunaan garam dalam masakan pun perlu dikurangi lagi menjadi tidak lebih dari 1.500 mg.


2. Kontrol Berat Badan

Mengontrol berat badan dalam angka ideal juga sangat penting untuk diet hipertensi. Kelebihan berat badan diketahui dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi.

Hubungan antara obesitas dan terjadinya hipertensi juga sangat kompleks. Misalnya Ketika seseorang obesitas, terjadi peningkatan system hormone yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.

Tak hanya itu, kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan kekakuan pembuluh darah, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, salah satunya hipertensi.


3. Meningkatkan Konsumsi Serat
Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa dalam diet hipertensi Anda harus mulai mengonsumsi makanan yang sehat, seperti mengandung serat tinggi.

Menurut jurnal Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang, kekurangan asupan serat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi.

Hal ini karena asupan serat yang rendah dapat menyebabkan obesitas, yang juga berdampak pada tekanan darah Anda.
Karenanya, sebagai upaya menerapkan pola diet sehat untuk hipertensi, Anda bisa mulai mengonsumsi makanan tinggi serat. Mulai dari buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran hijau.


4. Mengurangi Kolesterol Jahat (LDL)
Mengurangi asupan kolesterol jahat (LDL) juga sangat penting untuk Anda lakukan dalam menerapkan diet hipertensi.
LDL dapat meningkat ketika Anda mengonsumsi makanan dengan asupan asam lemak jenuh secara berlebihan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Ini karena kolesterol jahat yang menumpuk pada tubuh dapat merusak pembuluh darah jantung. Karenanya jumlah asupan hariannya pun perlu dibatasi.

Para ahli merekomendasikan untuk asupan asam lemak jenuh tidak boleh melebihi 120 kalori atau sekitar 13 gram per harinya. Anda perlu membatasi konsumsi makan gorengan, makanan cepat saji, jeroan, daging olahan, dan berbagai makanan dengan asupan lemak jenuh lainnya.


5. Menjaga Keseimbangan Elektrolit
Langkah selanjutnya dalam pola diet sehat untuk penderita hipertensi adalah dengan menjaga kesimbangan elektrolit.
Pada dasarnya tubuh manusia membutuhkan elektrolit, yang merupakan kumpulan mineral dalam cairan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Elektrolit yang ada dalam tubuh terdiri dari natrium, klorida, kalium, fosfat, dan kalsium. Kehadiran beragam mineral ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan organ tubuh, termasuk mencegah hipertensi.

Anda dapat menjaga keseimbangan elektrolit ini dengan beberapa langkah berikut:


6. Mengurangi Konsumsi Lemak Jenuh dan Trans
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Anda perlu memperhatikan asupan lemak jenuh dan trans untuk diet hipertensi. Kedua asupan ini, jika menumpuk dalam tubuh, akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas.

Peningkatan lemak jenuh bertalian dengan tingginya kadar kolesterol jahat, yang bisa menumpuk plak di pembuluh darah. Akhirnya kondisi ini dapat menyumbat aliran darah dari jantung ke otak.

Sementara itu, lemak trans dapat menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibanding dengan lemak jenuh, seperti penyakit jantung dan stroke.

Karenanya, Anda bisa mengalihkan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan trans ini pada makanan kaya serat dan berprotein tinggi

(rendah lemak). Anda bisa mencoba mengonsumsi gandum utuh, beras merah, dan berbagai makanan sehat lainnya.


7. Menjaga Gula Darah Stabil
Menjaga gula darah agar tetap stabil dalam diet untuk hipertensi juga sangat penting. Sebab, tingginya gula darah juga bisa berdampak pada tekanan darah dan kesehatan jantung Anda.

Ketika kadar gula darah Anda meningkat, tubuh akan melepaskan hormone insulin untuk mengatasinya dan mengembalikan kadarnya ke kondisi normal. Akan tetapi, insulin ini juga dapat memicu pembentukan kolesterol jahat LDL.

Seperti yang kita jelaskan sebelumnya, bahwa kolesterol jahat LDL sangat berpengaruh pada kesehatan jantung dan tekanan darah Anda. Karenanya sebaiknya kurangi dan hindari konsumsi garam berlebihan untuk mengontrol tekanan darah Anda.


8. Meningkatkan Konsumsi Kalium
Kalium merupakan salah satu asupan yang dapat menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh Anda. Lebih dari itu, ada banyak hal yang membuat kalium penting dalam diet untuk hipertensi yang Anda lakukan.

Pada tekanan darah, kalium dapat membantu meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah, sehingga mampu menurunkan tekanan darah.

Tak hanya itu, makanan dengan kandungan kalium pun dapat mengurangi kadar natrium berlebih dalam tubuh, yakni dengan cara mengeluarkannya melalui urin.

Ketika asupan kalium tercukupi, penyakit pada pembuluh darah seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke pun dapat dicegah. Sebab kalium juga mampu mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah arteri.


Nah, itu adalah penjelasan mengenai seberapa penting diet sehat untuk penderita hipertensi, serta jenis-jenis asupan yang harus Anda perhatikan.

Saat menderita hipertensi, Anda perlu menyimak asupan makanan yang Anda konsumsi dengan baik. Tujuannya untuk mencegah terjadinya komplikasi yang memperparah kondisi tubuh Anda.

Bila Anda merasa kesulitan untuk mengatur pola diet yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda, lakukan konsultasi di Klinik Granostic dan diskusikan keluhan Anda bersama dokter spesialis kami.

Lewat pemeriksaan yang lengkap, dokter spesialis Klinik Granostic akan memberikan diagnosa dan mendiskusikan pengaturan diet sehat yang ideal untuk Anda. Untuk mulai konsultasi, Anda dapat langsung menuju klinik kami di Surabaya atau lakukan konsultasi online lewat klik layanan Home Service di bawah ini.

Home Service
Loading
Toast Message