Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
Buka 24 Jam

Penyebab Hipertensi Pada Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Hipertensi Pada Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya

Saat mendengar kata kehamilan, seringkali yang terbayang di benak kita adalah momen-momen indah dan haru. Namun, di balik keindahan tersebut, ada tantangan-tantangan medis yang tak boleh diabaikan. Salah satunya adalah gangguan hipertensi.

Gangguan hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak hanya menjadi momok untuk lansia. Ibu hamil juga dihantui dengan gangguan medis yang satu ini.

Masalahnya, risiko hipertensi pada ibu hamil ini, tidak hanya memiliki dampak yang serius pada ibunya, tetapi juga pada janin yang dikandungnya. Terutama, gangguan pada perkembangan janinnya.


Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi kita untuk memahami apa saja penyebab hipertensi pada ibu hamil. Selain itu, perlu juga memahami bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut. Maka dari itu, simak terus artikel ini sampai akhir ya!


Penyebab Hipertensi Pada Ibu Hamil

Sekitar 8–10% dari semua ibu hamil di dunia mengalami hipertensi selama masa kehamilan. Jadi, penting bagi ibu hamil mengetahui penyebab hipertensi yang terjadi selama masa kehamilan. Berikut ini berbagai macam penyebab hipertensi pada ibu hamil.

1. Preeklampsia
Preeklampsia adalah kondisi medis yang sering kali menjadi penyebab utama hipertensi pada ibu hamil. Preeklampsia terjadi ketika ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi yang signifikan, biasanya setelah mencapai usia kehamilan 20 minggu, disertai dengan adanya protein dalam urine (proteinuria).

Terdapat beberapa faktor penyebab preeklampsia, salah satunya yaitu perubahan hormonal yang signifikan selama kehamilan. Hal ini seperti peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron. Perubahan ini dapat mempengaruhi fungsi pembuluh darah dan sistem kardiovaskular ibu hamil, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Selain itu, masalah pada plasenta juga dapat berkontribusi pada preeklampsia. Plasenta yang tidak berkembang dengan baik atau terjadi masalah dalam aliran darah ke plasenta dapat menyebabkan kondisi ini. Faktor genetik, obesitas, riwayat keluarga dengan riwayat preeklampsia juga dapat meningkatkan risiko preeklampsia pada ibu hamil.


2. Eklampsia
Preeklampsia dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah yang disebut eklamsia. Eklampsia adalah kondisi ibu hamil mengalami kejang yang berpotensi mengancam nyawa. Jadi, eklampsia merupakan hasil dari perkembangan preeklampsia yang tidak ditangani dengan baik.

Eklampsia ditandai dengan munculnya kejang atau konvulsi pada ibu hamil yang mengalami tekanan darah tinggi. Penyebab eklampsia diperkirakan terkait dengan gangguan vaskular dan aliran darah yang abnormal pada otak ibu hamil.


3. Hipertensi Gestasional
Hipertensi gestasional adalah kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi selama kehamilan, biasanya setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu, tanpa adanya tanda-tanda preeklampsia atau penyakit lain yang mendasarinya sebelum kehamilan.

Ibu hamil dengan yang mengalami kondisi hipertensi gestasional ini, tekanan darahnya biasanya dapat Kembali normal setelah melahirkan. Jadi, hipertensi gestasional juga merupakan kondisi yang serius dan perlu mendapatkan penanganan medis.


4. Hipertensi Kronis sebelum Kehamilan
Hipertensi kronis sebelum kehamilan adalah kondisi tekanan darah tinggi yang sudah ada sebelum seorang wanita hamil. Kondisi ini bisa muncul karena berbagai faktor, seperti riwayat genetik, gaya hidup yang tidak sehat, kelebihan berat badan, atau masalah kesehatan tertentu seperti penyakit ginjal atau penyakit jantung.

Wanita yang sudah memiliki tekanan darah tinggi sebelum hamil cenderung memiliki risiko lebih besar untuk mengalami hipertensi gestasional dan preeklampsia selama kehamilan. Beberapa faktor yang umumnya dikaitkan dengan hipertensi kronis meliputi kebiasaan merokok, pola makan yang tinggi garam dan lemak jenuh, kurangnya aktivitas fisik, dan stres. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dan riwayat keluarga dengan riwayat tekanan darah tinggi juga bisa menjadi faktor penyebab hipertensi sebelum kehamilan.


5. Masalah Pembuluh Darah
Pembuluh darah yang sehat berperan penting dalam mengatur tekanan darah dengan cara mengatur aliran darah ke seluruh tubuh. Namun, ketika terjadi masalah pada pembuluh darah, seperti penyempitan atau kerusakan, tekanan darah dapat meningkat secara signifikan. Adapun beberapa masalah pada pembuluh darah yang dapat menjadi penyebab hipertensi pada ibu hamil, antara lain:
Aterosklerosis adalah kondisi plak kolesterol yang menumpuk di dinding pembuluh darah, menyebabkan penyempitan pembuluh darah, dan menghambat aliran darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.

Kerusakan endotel pembuluh darah. Endotel adalah lapisan sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Jika endotel mengalami kerusakan akibat inflamasi atau faktor lainnya, dapat mengganggu fungsi normal pembuluh darah dalam mengatur tekanan darah.

Perubahan hormonal selama kehamilan juga dapat mempengaruhi kondisi pembuluh darah, seperti peningkatan hormon progesteron yang dapat mengendurkan pembuluh darah dan menyebabkan peningkatan tekanan darah.


6. Gangguan pada Sistem Kardiovaskular atau Ginjal

Sistem kardiovaskuler terdiri dari jantung dan pembuluh darah yang berperan penting dalam mengatur aliran darah dan tekanan darah. Sedangkan, ginjal bertanggung jawab atas pengaturan volume darah dan ekskresi zat-zat yang tidak diperlukan dari tubuh.

Beberapa gangguan pada sistem kardiovaskular atau ginjal yang dapat menyebabkan hipertensi pada ibu hamil, yaitu penyakit ginjal kronis, penyakit jantung, penyakit autoimun, diabetes gestasional, preeklamsia, dan eklamsia.

7. Obesitas atau Kegemukan
Obesitas menjadi risiko hipertensi pada ibu hamil karena berbagai faktor yang berkaitan dengan perubahan fisik, hormonal, dan metabolik yang terjadi pada tubuh wanita hamil yang mengalami obesitas. Berikut ini beberapa penyebab obesitas yang dapat meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil.

Resistensi insulin adalah kondisi tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Resistensi insulin dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan mempengaruhi fungsi pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko hipertensi.

Perubahan hormonal terjadi karena kondisi obesitas ini dapat memengaruhi produksi hormon seperti leptin dan adiponektin. Perubahan hormonal ini dapat mempengaruhi regulasi tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi.

Perubahan metabolik seperti peningkatan kadar trigliserida, kolesterol LDL (jahat), dan penurunan kadar kolesterol HDL (baik) dapat menyebabkan aterosklerosis dan meningkatkan tekanan darah.


8. Riwayat Keluarga
Riwayat keluarga dapat mempengaruhi risiko hipertensi pada ibu hamil melalui faktor genetik. Genetika memainkan peran penting dalam regulasi tekanan darah. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan anggota keluarga yang menderita hipertensi, ada kemungkinan bahwa individu tersebut juga memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami hipertensi.

Selain hipertensi, riwayat keluarga dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil. Kondisi-kondisi ini seringkali terkait satu sama lain dan memiliki faktor risiko yang bersamaan.


Tips Atasi Hipertensi Pada Ibu Hamil
Agar ibu hamil menemukan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif, perlu pemahaman mendalam mengenai penyebab hipertensi pada ibu hamil.

Karena di atas sudah dibahas mengenai beberapa penyebab hipertensi pada ibu hamil, sekarang kita perlu tips untuk mengatasi hipertensi pada ibu hamil.

1. Konsultasi dengan Dokter
Langkah pertama yang paling penting adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk evaluasi dan manajemen yang tepat. Klinik Granostic, misalnya, dapat memfasilitasi pemeriksaan tekanan darah rutin dengan didampingi oleh dokter spesialis yang berpengalaman dan tenaga medis profesional.


Tak hanya mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, Anda pun bisa melakukan konsultasi dan mendiskusikan pengobatan terbaik untuk masalah hipertensi Anda. Tentunya dokter akan mempertimbangkan kondisi tubuh Anda di masa kehamilan dan bagaimana perkembangan janin Anda. Selain itu, Klinik Granostic pun menyediakan layanan Home Service yang memudahkan proses konsultasi. Anda dapat terhubung dengan dokter kami dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkan pertolongan pertama.


2. Pemantauan Tekanan Darah

Penting untuk memantau tekanan darah secara teratur. Dokter akan memberikan rekomendasi berapa sering tekanan darah perlu dipantau, tergantung pada kondisi individu ibu hamil.


3. Ikuti Pola Makan Sehat
Ikuti pola makan yang sehat, seperti konsumsi makanan sehat, rendah garam, rendah lemak jenuh, dan tinggi serat. Pastikan ibu hamil mendapatkan nutrisi yang cukup, termasuk asupan kalsium, magnesium, dan kalium yang seimbang, juga penting dalam mengatur tekanan darah.


4. Istirahat yang Cukup
Memastikan ibu hamil mendapatkan istirahat yang cukup dan tidur yang berkualitas juga merupakan faktor penting dalam mengatasi hipertensi. Ibu hamil disarankan untuk tidur setidaknya 7–8 jam setiap malam dan menghindari kurang tidur yang berkepanjangan.


5. Batasi Aktivitas Fisik yang Berat
Aktivitas fisik yang berat atau terlalu intens dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu hamil, terutama jika memiliki risiko hipertensi.
Oleh karena itu, penting untuk membatasi aktivitas fisik yang berat dan fokus pada jenis olahraga yang lebih ringan dan aman untuk ibu hamil, seperti jalan cepat, yoga prenatal, atau berenang.


6. Hindari Stres
Stres dapat mempengaruhi tekanan darah, jadi penting untuk mengelola stres dengan baik. Berbagai teknik, seperti meditasi, pernapasan mendalam, dan terapi dengan psikolog bisa memberikan bantuan untuk menghindari stres.


7. Pemantauan Janin
Pemantauan janin secara teratur melalui pemeriksaan antenatal yang direkomendasikan oleh dokter sangat penting. Pemeriksaan janin dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan janin dengan cepat, sehingga tindakan medis yang diperlukan dapat dilakukan segera jika diperlukan.


Nah, Sobat Granostic, mari jaga kesehatan Anda dan janin dengan memeriksakan kondisi kesehatan Anda ke Klinik Granostic. Atur jadwal temu atau langsung kunjungi klinik kami di Jl. Dharmahusada, Surabaya.
Anda juga bisa berkonsultasi online dengan klik tombol Home Service di bawah ini!

Home Service
Loading
Toast Message