Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
Buka 24 Jam

Cara Mencegah Hipertensi Pada Ibu Hamil

Cara Mencegah Hipertensi Pada Ibu Hamil

Selama masa kehamilan tekanan darah ibu cenderung tidak stabil. Karenanya ibu hamil pun rentan mengalami hipertensi, yang jika tidak ditangani dengan baik akan berisiko pada kesehatan ibu dan janin. Namun ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi pada ibu hamil, loh.

Sobat Granostic, Anda tentu memahami bahwa hipertensi adalah masalah kesehatan yang butuh ditangani dengan tepat dan segera. Terlebih pada ibu hamil, yang tidak boleh sembarangan meminum obat-obatan demi keamanan buah hati.

Pencegahan menjadi hal yang sangat penting, sebab dampak hipertensi pada ibu hamil dan bayi sangatlah besar. Mulai dari menghambat perkembangan janin, risiko komplikasi pada ibu, hingga kelahiran prematur.

Lantas bagaimana cara mencegah hipertensi pada ibu hamil yang tepat? Simak penjelasan berikut ya, Sobat Granostic!
1. Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Memeriksakan kesehatan secara rutin adalah salah satu cara mencegah hipertensi pada ibu hamil. Langkah ini baiknya Anda lakukan sejak proses perencanaan kehamilan.

Melakukan pengecekan secara menyeluruh ini penting untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan yang rentan dialami saat hamil, termasuk hipertensi.

Selain itu, semasa kehamilan pemeriksaan kesehatan juga tak boleh absen dilakukan. Prenatal check up utamanya sangat penting untuk mengontrol tekanan darah ibu hamil dari waktu ke waktu.

Pastikan Anda melakukan pengecekan kesehatan ini langsung di klinik terpercaya dengan dampingan dokter spesialis, seperti di Klinik Granostik. Sehingga Anda dapat memperoleh pemeriksaan lengkap dengan diagnosis terpercaya dari dokter.

Dokter pun dapat membantu Anda mengatur pola makan, aktivitas, dan berbagai upaya penting lainnya untuk menjaga kesehatan tubuh Anda semasa hamil. Utamanya sebagai langkah pencegahan hipertensi.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan monitor tekanan darah di rumah untuk pemeriksaan mandiri. Langkah ini bisa jadi alternatif untuk Anda yang sudah kesulitan untuk melakukan perjalanan karena hamil besar.

Jika terdapat masalah saat melakukan tes mandiri ini, Anda dapat berkonsultasi dengan tim dokter Granostic lewat layanan Home Service. Tanpa perlu ke klinik, Anda sudah dapat terhubung dan mendiskusikan kondisi kehamilan Anda kapanpun dan dimanpun Anda membutuhkannya.


2. Makan Makanan Sehat
Cara mencegah hipertensi untuk ibu hamil selanjutnya adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat. Selain makan secara teratur, Anda juga harus memperhatikan gizi yang ada dalam makanan tersebut. Hindari mengonsumsi makanan olahan dan kemasan yang umumnya mengandung natrium, karbohidrat rendah serat, dan gula yang tinggi.

Semua makan ini tak hanya memberikan dampak tak menyehatkan untuk tubuh secara umum, namun juga dapat berdampak pada tekanan darah ibu hamil. Sebaliknya, konsumsilah makanan dengan kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian dengan karbohidrat kompleks, serta sumber protein tanpa lemak.


3. Hindari Garam Berlebihan
Telah kita singgung sebelumnya, bahwa garam bisa menyebabkan masalah hipertensi pada ibu hamil. Kok bisa?
Jika ibu hamil mengonsumsi garam secara berlebih, ini akan meningkatkan jumlah natrium dalam sel dan membuat keseimbangan cairan terganggu. Saat cairan masuk ke dalam sel, hal ini akan membuat diameter pembuluh arteri menyempit dan membuat jantung memompa darah lebih kuat. Akhirnya tekanan darah pun jadi meningkat.


4. Batasi Konsumsi Kafein dan Minuman Beralkohol

Tak hanya makanan tinggi garam dan gula, ibu hamil juga harus membatasi konsumsi kafein dan minuman beralkohol untuk mencegah terjadinya hipertensi. Sangat umum diketahui bahwa kafein dapat meningkatkan adrenalin, yang membuat jantung kita berdebar lebih cepat dan hal ini juga berpengaruh pada tekanan darah.

Sementara itu, minuman beralkohol pun sejatinya memang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, yang sehat sekalipun. Meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah pada orang sehat, pada ibu hamil yang kondisi tubuhnya cukup riskan terkena hipertensi tentu akan berdampak lebih besar.


5. Lakukan Aktivitas Fisik yang Teratur
Meskipun kadang kala tubuh terasa berat saat hamil, Ibu juga harus menyisihkan tenaga dan sedikit waktunya untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tak hanya mencegah hipertensi, aktivitas ringan ini juga akan membantu meningkatkan kesehatan tubuh ibu hamil secara umum.

Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki santai di pagi atau sore hari, melakukan senam atau yoga untuk kehamilan, dan berbagai aktivitas lain. Namun, tetap konsultasikan juga dengan dokter spesialis untuk memilih olahraga yang paling pas dengan kondisi tubuh Anda.


6. Istirahat yang Cukup
Cara mencegah hipertensi pada ibu hamil selanjutnya adalah dengan memastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup.
Menurut data dari American Pregnancy Association, sekitar 78 persen dari ibu hamil mengalami gangguan tidur. Hal ini dapat membuat tubuh tidak bugar dan menjadi lemah, kondisi ini akan juga berdampak pada janin.


7. Hindari Stres Berlebihan
Stres yang tinggi bisa berpengaruh pada tekanan darah ibu hamil, serta dapat memicu hipertensi. Karenanya untuk menurunkan stres, Anda bisa melakukan olahraga ringan dan aktivitas yang menyenangkan lain. Mulai dari yoga, senam, meditasi, hingga melakukan hobi-hobi Anda.


8. Perhatikan Berat Badan
Meski saat hamil sangat normal untuk mengalami kenaikan berat badan, Anda tetap perlu memperhatikannya agar tidak berlebihan.
Sebab kenaikan berat badan yang berlebihan ini dapat memperburuk kondisi hipertensi pada ibu hamil. Karenanya penting untuk Anda menghindari makanan yang tinggi lemak jahat, gula, dan natrium. Anda dapat beralih pada makanan yang mengandung gizi seimbang untuk mengontrol berat badan ideal.


9. Hindari Rokok dan Asap Rokok
Asap rokok dapat meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil, karenanya Anda sebaiknya berhenti merokok dan menghindari area dengan asap rokok yang tinggi.

Selain itu, asap rokok pun bisa memberikan berbagai dampak buruk lainnya untuk kesehatan ibu dan janin. Kandungan karbon monoksida dalam asap rokok bisa menghambat aliran oksigen dan asupan nutrisi untuk janin. Hal ini bisa membuat perkembangan janin pun terganggu.


10. Perhatikan Gejala
Setelah menerapkan pola hidup yang sehat dengan memilih makanan yang bergizi tinggi, menghindari alkohol dan asap rokok, juga berolahraga ringan. Anda pun perlu memperhatikan gejala tekanan darah tinggi sebagai upaya mencegah hipertensi pada ibu hamil.
Tekanan darah normal ibu hamil terdapat pada angka 120/80 mmHg. Sementara ibu dapat tergolong hipertensi jika tensinya mencapai 140/90 mmHg.

Gejala hipertensi yang bisa tampak pada ibu hamil adalah nyeri kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, serta pembengkakan pada tangan dan wajah ibu. Bila Anda merasakan gejala ini, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan pemeriksaan rutin, diagnosa yang lengkap, dan penanganan yang tepat.

Anda dapat langsung datang ke Klinik Granostic, atau melakukan konsultasi daring (dalam jaringan) sebagai pertolongan pertama lewat layanan Home Service. Lewat konsultasi daring ini Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis Granostic secara langsung kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkannya.


Mari jaga kesehatan ibu hamil dan janin dari dampak buruk hipertensi bersama Klinik Granostic.

Home Service
Loading
Toast Message