Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
Buka 24 Jam

Apakah Boleh Olahraga Saat Puasa?

Apakah Boleh Olahraga Saat Puasa?

Saat puasa, kita tidak makan dan minum selama lebih dari 13 jam. Akhirnya banyak orang yang merasa enggan melakukan olahraga saat puasa karena khawatir jadi lebih mudah lelah, haus, hingga dehidrasi.

Pertanyaannya, apa benar kita tidak boleh olahraga saat puasa?

Sebenarnya kekhawatiran akan dehidrasi dan rasa lemas tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun bukan berarti kita tidak boleh melakukan olahraga sama sekali di bulan Ramadhan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 30 hari penuh selama berpuasa, tanpa melakukan latihan fisik atau olahraga bisa mengurangi kekuatan dan kesehatan tubuh.

Karenanya, meskipun menjalani puasa Ramadhan, seseorang sebaiknya masih menjalani olahraga untuk tetap sehat.

Terlebih ketika Anda menerapkan pola olahraga yang tepat, pasti hasil dari latihan fisik selama puasa ini bisa memberikan banyak manfaat dan meminimalisir risiko dehidrasi.

Lantas apa saja pola olahraga yang dapat Anda terapkan selama puasa Ramadhan? Berikut penjelasannya!
1. Pilih Waktu sebelum berbuka puasa atau setelah makan malam
Memilih waktu olahraga yang tepat saat puasa adahal hal yang sangat penting. Sehingga Anda tidak akan mudah merasa kehausan yang berlebihan, kelelahan, ataupun dehidrasi berat.

Waktu ideal untuk berolahraga selama puasa adalah sebelum berbuka atau setelah makan malam.

Anda bisa meluangkan waktu sebanyak 30 menit sebelum buka puasa untuk berolahraga ringan. Misalnya dengan berjalan-jalan santai, bersepeda dengan jarak sedang, atau melakukan Yoga singkat.

Olahraga sore ini, jika Anda lakukan secara rutin akan membuat tubuh lebih bugar.

Sementara itu, Anda juga dapat berolahraga setelah buka puasa atau sebelum tidur. Jika memilih setelah buka puasa, pastikan Anda menunggu agar makanan buka tercerna dengan baik. Atau Anda bisa memilih berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu, kemudian pergi olahraga, baru setelahnya makan yang berat.

Namun, jika memilih olahraga sebelum tidur, pastikan bahwa makanan sudah tercerna dengan baik. Sehingga Anda memiliki energi yang optimal untuk berolahraga.

Anda dapat berolahraga selama 30 menit sebelum tidur. Melakukan olahraga ini bisa membantu memberikan tidur lebih berkualitas pada tubuh Anda.

Sebaliknya hindari untuk berolahraga di pagi atau siang hari. Menurut Dietisien dari UGM, berolahraga di pagi hari saat berpuasa tidak ideal untuk dilakukan, bahkan bisa jadi berisiko untuk orang yang tidak terbiasa berolahraga.

Ini karena berolahraga membuat penggunaan kalori meningkat, akhirnya gula darah jadi lebih cepat turun. Sehingga kemudian akan membuat tubuh Anda cepat merasa lemas dan lapar sejak pagi.


2. Lakukan Secara Ringan
Karena selama puasa kita rentan kekurangan cairan dan energi, penting untuk Anda memilih jenis olahraga dengan intensitas ringan ke sedang. Hindari untuk melakukan aktivitas fisik terlalu berat seperti angkat beban, lari jarak jauh, dan banyak lainnya.

Olahraga dengan intensitas ringan adalah jenis olahraga yang masih bisa kita nikmati, misalnya sambil bernyanyi-nyanyi.

Jenis olahraga yang termasuk dalam intensitas ringan adalah jalan kaki, jogging, jalan cepat, bersepeda santai jarak dekat, aerobik ringan, dan yoga sederhana.

Olahraga jenis ini tidak akan membuat Anda gampang lelah, karena tidak membakar banyak kalori sekaligus. Namun bila Anda melakukannya secara rutin akan ada banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan.


3. Hindari Olahraga Intensif
Telah kita singgung sebelumnya, bahwa penting untuk memilih jenis olahraga yang tepat. Nah, Anda perlu menghindari olahraga intensif. Apalagi jika Anda melakukan olahraga berat ini ketika waktu buka masih lama.

Olahraga intensif adalah latihan fisik dengan intensitas tinggi yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik intensitas rendah.
Durasi dari olahraga intensif ini bervariasi, bisa 20–50 menit. Olahraga ini juga menuntut waktu pemanasan yang lumayan panjang, yakni kurang lebih 7 menit.

Gerakan-gerakan yang masuk dalam olahraga intensif misalnya push up, squat, plank, jumping jacks, dan banyak lainnya. Jenis olahraga ini bisa membakar kalori dalam jumlah besar, sehingga membuat Anda lebih mudah berkeringan dan merasa lelah.

Sebaiknya jangan memaksakan diri untuk menambah durasi olahraga atau memilih jenis latihan yang berat jika Anda sudah merasa tubuh Anda kewalahan.

Memaksakan diri hanya akan membuat Anda menjadi lebih lemas dan mengalami dehidrasi berat, yang justru memicu masalah kesehatan lainnya.


4. Lihat Kondisi Tubuh
Berolahraga saat puasa juga harus Anda sesuaikan dengan kondisi tubuh. Bila selama berpuasa Anda mengalami rasa lelah dan lemas yang berlebihan, lebih baik tidak memaksakan untuk berolahraga.

Selain itu, saat Anda mengidap sakit tertentu yang bisa saja kambuh bila Anda memaksakan olahraga selama berpuasa, akan lebih baik untuk tidak melakukannya terlebih dahulu.

Ada beberapa kondisi yang mungkin tidak aman untuk melakukan olahraga saat puasa, seperti:

Bila ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan mendiskusikan pola olahraga yang tepat selama berpuasa, sesuai dengan kondisi tubuh Anda.


5. Hindari Paparan Langsung Matahari

Demi menghindari dehidrasi berat dan rasa haus berlebihan saat puasa, baiknya Anda tidak melakukan olahraga di bawah paparan sinar matahari secara langsung. Atau bahkan berolahraga di tengah hari, yang justru akan membuat Anda cepat lelah dan haus.

Kondisi ini bisa jadi lebih buruk bila Anda tak hanya beraktivitas biasa, melainkan juga berolahraga.

Karenanya waktu yang direkomendasikan untuk olahraga adalah di sore atau malam hari. Tak hanya dekat dengan waktu berbuka, namun tak ada panas matahari yang bisa membuat Anda dehidrasi dan mudah lelah.


6. Konsultasi dengan Dokter
Berolahraga saat berpuasa bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, bila Anda dapat melakukannya dengan tepat. Salah satunya dengan mengatur pola olahraga ini sesuai dengan kondisi atau kesehatan tubuh Anda.

Demi mendapatkan diagnosa kesehatan yang akurat, Anda perlu melakukan pemeriksaan medis dan berkonsultasi langsung dengan dokter. Dalam hal ini, klinik Granostic bisa menjadi solusi yang ideal untuk Anda.

Berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk Anda, klinik Granostik menyediakan pemeriksaan kesehatan lengkap dengan menggunakan teknologi termutakhir dalam prosesnya.

Anda bisa melakukan pengecekan kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah, hingga kesehatan sistem pernapasan dan jantung Anda.
Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan ini dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes) ahli, serta didampingi oleh dokter spesialis.

Sehingga hasil pemeriksaan kesehatan pun akan lebih akurat, dan dapat digunakan sebagai acuan untuk mengatur pola olahraga dan aktivitas Anda selama puasa.

Lebih baiknya lagi, Anda tak perlu harus ke klinik Granostic langsung untuk berkonsultasi dengan dokter kami. Anda bisa melakukan konsultasi jarak jauh lewat layanan Home Service.

Hanya dengan klik tombol di bawah, Anda akan terhubung dengan dokter Granostic dan dapat langsung melakukan konsultasi kesehatan.

Nggak percaya? Langsung coba klik tombol di bawah ini, ya, Sobat Granostic!

Home Service
Loading
Toast Message