Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
Buka 24 Jam

RUBELLA

RUBELLA

    Rubella adalah penyakit akut dan mudah menular Ini sering menginfeksi anak-anak dan dewasa muda yang rentan. Penyakit Ini memiliki gejala klinis ringan dan 50% tidak menunjukkan gejala. Infeksi rubella pada Wanita hamil dapat mengalami keguguran atau kecacatan Lahir permanen atau dikenal sebagai bayi dengan Sindrom rubella kongenital (CRS). akibat yang ditimbulkan oleh rubella adalah cacat seumur hidup yang harus ditanggung oleh penderita, keluarga, bahkan bangsa dan negara.(WHO Weekly Epidemiological Record, No. 29, 2011, 301-316)

Epidemiologi Penyakit Rubela

    Angka penemuan kasus dan kematian karena campak dan rubela di Indonesia pada tahun 2014-2018 yang dilaporkan adalah 14.192 positif rubela. kurang lebih 77% penderita merupakan anak usia di bawah 15 tahun. (Kemenkes, 2019)

Patogenesis dan Penularan Rubela

Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh togaviridae Jenis rub virus yang termasuk golongan virus RNA. Virus rubela cepat mati oleh sinar ultra violet, bahan kimia, bahan asam dan pemanasan. Virus rubela dapat menembus sawar placenta dan menginfeksi janin.

Akibat hal tersebut dapat terjadi gangguan pertumbuhan janin, antara lain: abortus, lahir mati atau cacat berat kongenital (birth defects) yang dikenal sebagai penyakit Congenital Rubella Syndrome (CRS). Rubella juga dapat ditularkan melalui droplet saluran pernapasan saat batuk atau bersin. Virus dapat berkembang biak di nasofaring dan kelenjar getah bening regional. Dengan percikan cairan seperti air liur atau keringat orang lain.

Masa inkubasi penyakit rubela berkisar antara 14–21 hari.

Gejala

Gejala penyakit rubela ditandai dengan:

  1. Demam ringan (37,2°C) dan bercak merah/rash/ruam makulopapuler (sering terjadi pada ana-anak)
  2. Pembesaran kelenjar getah bening (limfe) di belakang telinga, leher belakang dan sub occipital.
  3. Rubela pada wanita dewasa sering menimbulkan arthritis atau arthralgia.
  4. Dampak Infeksi Rubela
  5. Dampak infeksi rubela pada wanita hamil, terutama pada kehamilan trimester pertama, dapat mengakibatkan abortus, lahir mati atau bayi lahir dengan CRS

Bentuk kelainan pada CRS:

  1. Kelainan jantung: Patent Ductus Arteriosus (PDA), Defek Septum Atrial/Atrial Septal Defect (ASD), Defek Septum Ventrikel/Ventricular Septal Defect (VSD), Stenosis Katup Pulmonal/Pulmonary Stenosis (PS)
  2. Kelainan pada mata: Katarak Kongenital, Glaukoma Kongenital, Pigmentary Retinopathy;
  3. Kelainan pendengaran: Tuli Sensouri Neural/ Sensouri Neural Hearing Loss (SNHL)
  4. Kelainan pada sistim saraf pusat: retardasi mental, mikrocephalia dan meningoensefalitis;
  5. Kelainan lain: purpura, splenomegali, ikterik yang muncul dalam 24 jam setelah lahir, radioluscent bone, serta gangguan pertumbuhan

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk menunjang diagnosis infeksi virus rubella dan untuk status imunologis. Karena prosedur isolasi virus sangat lama dan mahal serta respon antibodi inang sangat cepat dan spesifik maka pemeriksaan serologis lebih sering dilakukan. Bahan pemeriksaan untuk menentukan adanya infeksi virus rubella dapat diambil dari apusan (swab) tenggorok, darah, urin dan lain-lain. Berikut tabel yang memuat jenis pemeriksaan dan spesimen yang digunakan untuk menentukan infeksi virus rubella.

Secara garis besar, pemeriksaan laboratorik untuk menentukan infeksi virus rubella dibagi menjadi 3 yaitu:

Secara spesifik, ada 5 tujuan pemeriksaan serologis rubella, yaitu:

  1. Membantu menetapkan diagnosis rubella kongenital. Dalam hal ini dilakukan imunoasai IgM terhadap rubella
  2. Membantu menetapkan diagnosis rubella akut pada penderita yang dicurigai. Untuk itu perlu dilakukan imunoasai IgM terhadap penderita
  3. Memeriksa ibu dengan anamnesis ruam “rubellaform” di masa lalu, sebelum dan pada awal kehamilan. Sebab ruam kulit semacam ini, dapat disebabkan oleh berbagai macam virus yang lain
  4. Memantau ibu hamil yang dicurigai terinfeksi rubella selama kehamilan sebab seringkali ibu tersebut pada awal kehamilannya terpajan virus rubella (misalnya di BKIA dan Puskesmas)
  5. Mengetahui derajat imunitas seseorang pascavaksinasi.
    Adanya antibodi IgG rubella dalam serum penderita menunjukkan bahwa penderita tersebut pernah terinfeksi virus dan mungkin memiliki kekebalan terhadap virus rubella. Penafsiran hasil IgM dan IgG ELISA untuk rubella sebagai uji saring untuk Jurnal Averrous Vol.4 No.1 2018 kehamilan adalah sebagai berikut: sebelum kehamilan, bila positif ada perlindungan (proteksi) dan bila negatif berarti tidak diberikan, kehamilan muda (trimester pertama).

Kadar IgG ≥15 IU/ml, umumnya dianggap dapat melindungi janin terhadap rubella. Setelah vaksinasi; bila positif berarti ada perlindungan dan bila negatif berarti tidak ada.

  1. Polymerase Chain Reaction (PCR): PCR merupakan teknik yang paling umum digunakan untuk menemukan RNA virus. Di Inggris, PCR digunakan sebagai metode evaluasi rutin untuk menemukan virus rubella dalam spesimen klinis. Penemuan RNA rubella dalam cairan amnion menggunakan RT-PCR mempunyai sensitivitas 87–100%. Amniosintesis seharusnya dilakukan kurang dari 8 minggu setelah onset infeksi dan setelah 15 minggu konsepsi. Uji RT-PCR menggunakan sampel air liur merupakan alternatif pengganti serum yang sering digunakan untuk kepentingan pengawasan (surveillance).
  2. Reverse Transcription-Loop-Mediated Isothermal Amplification (RT-LAMP) RT- LAMP adalah salah satu jenis pemeriksaan untuk mengenali RNA virus rubella. Dalam sebuah penelitian yang membandingkan sensitivitas antara pemeriksaan RT-LAMP, RT-PCR dan isolasi virus yang dilakukan di Jepang, ternyata didapatkan hasil 77,8% untuk RT-LAMP, 66,7% untuk RT-PCR dan 33,3% untuk isolasi virus. Pemeriksaan RT-LAMP mirip dengan pemeriksaan RT-PCR tetapi hasil pemeriksaan di RT-LAMP dapat diketahui dengan melihat tingkat kekeruhan (turbidity) setelah dilakukan inkubasi di alat turbidimeter.

Pencegahan 

Rubella dapat dicegah dengan mempraktikkan kebiasaan berikut:

PENULIS: Vicky Nur Fadila
EDITOR: dr. Aji Wibowo
KOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul Chotimah

Daftar Pustaka & Referensi :

Registrasi Online Home Service
Loading
Toast Message